Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Jalan Jalan Sambil Kerja


__ADS_3

"Sayang kita jalan jalan ke luar yuk. Aku udah bosan sekali di dalam kamar ini sayang " kata Gina sambil meraih tangan Aris.


" Sorean ya sayang. Aku janji, sore kita akan jalan jalan. Aku ngerjain tugas kantor dulu sayang." jawab Aris sambil mendudukan Gina di atas pangkuannya.


" Nah posisi seperti ini adalah posisi paling nikmat untuk mengerjakan tugas perusahaan." lanjut Aris sambil meraih dokumen dokumen yang dibawa oleh sopir Bram.


Gina bergerak gerak di atas pangkuan Aris. Gina tidak sadar telah membuat sesuatu di bawah sana menjadi tidak konsentrasi lagi. Aris berusaha menahan dan mengendalikan keadaan di bawah sana untuk tetap stabil.


" Sayang jangan gerak gerak terus. Nanti yang di bawah sana bangun sayang. Kamu baru selesai aku makan tadi malam. Jangan membuat aku makan siang." kata Aris kemudian mengecup bibir Gina.


" Aku nungguin kamu kerja sambil tidur ya. Ngantuk berat." kata Gina sambil menguap.


Efek obat yang diminum Gina selepas sarapan sudah mulai bekerja.


" Oke "


Aris kemudian melanjutkan pekerjaannya yabg sempat tertunda gara gara ulah Gina yang bergerak gerak di atas pangkuannya. Untung saja sijaluk yang berada di bawah tidak bangun dari tidur siangnya, sempat bangun selesai sudah Gina di buat Aris siang ini.


PERUSAHAAN JAYA GRUB


Bram sedang memimpin meeting para manager perusahaan. Bram menemukan satu kecurangan yang akan membuat Aris naik pitam. Sebelum Aris mengetahui hal ini Bram harus melakukan tindakan.


" Selamat siang seluruh manager." kata Bram sambil menatap satu persatu manager yang dipanggilnya secara langsung tanpa perantara sekretaris.


Para manager yang dipanggil menatap Bram dengan tatapan berbagai macam. Ada yang cemas, takut dan ada yang biasa saja.


" Baiklah, meeting kali ini hanya meeting singkat saja. Saya tidak akan membahas masalah masalah yang berkaitan dengan promosi, hasil produksi maupun bahan produksi. Meeting kali ini saya akan menampilkan beberapa dokumen yang saya rasa sangat sangat janggal dan sepertinya ada konspirasi di dalamnya." lanjut Bram sambil menatap wajah wajah manager perusahaan.

__ADS_1


Bram menayangkan beberapa dokumen yang janggal itu.


"Silahkan kalian perhatikan dokumen yang saya tayangkan ini. Menurut kalian mana yang ganjil?" tanya Bram.


Semua manager memerhatikan dokumen yang ditampilkan oleh Bram. Mereka membaca dokumen pangadaan bahan baku dengan sangat cermat. Salah seorang dari manager hanya bisa terdiam saja. Dia sudah tau kalau ini adalah pertanda buruk bagi kariernya.


" Gimana apa sudah bertemu? " tanya Bram kepada mereka semua.


" Tidak Tuan. " jawab semua manager.


" Jadi menurut kalian semua ini adalah dokumen normal tanpa ada kesalahan? " tanya Bram selanjutnya.


Para manager hanya diam saja. Mereka sama sekali tidak menemukan penggelembungan dana dalam dokumen yang ditayangkan oleh Bram. Bram menunggu, dia tidak ingin menganalisa dokumen ini. Dia ingin para managerlah yang harusnya tau kesalahan dokumen ini terletak dimana.


Seorang manager angkat tangan. Dia sangat berani dan vokal setiap kali ada meeting. Tetapi dia sosok yang dapat dipercaya oleh perusahaan Jaya Grub.


" Wah silahkan. Saya menunggu pemaparan anda. " jawab Bram yang mempersilahkan manager itu membahas dokumen yang ditampilkannya.


" Terimakasih Tuan Bram. Saya akan membahasnya dengan cara gampang. Baiklah, pada dokumen yang ditempilkan di depan telah terjadi suatu penggelembungan dana yang sedikit dimainkan dengan halus Tuan Bram. Dari beberapa aitem barang dinaikan harganya sekian persen. Sehingga kalau tidak jeli melihatnya maka kita tidak akan tau kalau sudah ada penggelembungan dana. " Manager tersebut menjelaskan dengan bahasa sederhana.


" Kita contohkan pada bagian pembelian kemasan berupa botol kemasan. Terlihat di dokumen harga dinaikan sebesar lima puluh rupiah per sati aitem barang, setelah dikalikan sekian aitem maka dana yang ditilap juga akan banyak. " lanjut managar.


Semua manager melihat ke dokumen yang ditampilkan oleh Bram. Manager memerhatikan dengan saksama, ternyata memang benar terjadi kenaikan barang yang tipis pada setiap jenis barang yang dibeli.


" Selamat, Anda benar. Ini adalah permainan tipis tipis yang dilakukan oleh bagian pengadaan bahan baku. " kata Bram kepada manager yang menjelaskan.


" Meeting hari ini selesai sampai di sini. Semoga kedepannya tidak terjadi lagi. Bagaimanapun cara Anda untuk korupsi di perusahaan ini tidak akan pernah berhasil. Malahan nasib Anda sendiri yang akan berakhir. Manager pengadaan bahan baku, Anda saya pecat mulai hari ini. Serta saya yakinkan tidak akan ada perusahaan yang akan menerima Anda untuk bekerja. Saya permisi. Terimasih atas waktu Anda semua. " kata Bram.

__ADS_1


Bram berjalan keluar dari ruangan meeting. Dia sangat senang dengan kinerja manager baru itu. Dia harus merekomendasikan manager itu ke Aris untuk ditempatkan di anak cabang perusahaan yang berada di negara F.


RUMAH SAKIT


Aris akhirnya selesai juga mengerjakan tugas kantornya. Dia meregangkan tubuhnya yang dirasa sudah separo kaku. Aris mematikan laptop dan menyimpan dokumen itu kembali ke dalam tas. Aris berdiri dan melihat Gina yang masih tertidur di ranjang, Aris melihat jam mewah yang melingkat di pergelangan tangannya, jarum jam menunjukkan pukul empat sore. Aris langsung berinisiatif untuk membangunkan Gina.


" Sayang bangun sayang. " kata Aris sambil menepuk nepuk ringan pipi Gina.


Gina membuka matanya dengan perlahan.


"Sayang kamu gangguin aku tidur aja. Emang mau kemana sayang?" tanya Gina yang sudah lupa dengan jadwal pergi jalan jalan mengelilingi rumah sakit.


"Tapi mau jalan jalan keliling rumah sakit." jawab Aris sambil tersenyum.


"Setuju." Gina langsung berdiri dan menuju kamar mandi. Dia mencuci mukanya menghilangkan muka bantalnya.


Aris mengambilkan kursi roda yang ada di depan kamar rawat Gina. Gina melihat kursi itu langsung memasang wajah protesnya.


"Nggak mau naik itu." kata Gina dengan ketus.


"Sayang nanti kamu lelah. Terus gimana?" tanya Aris.


"Kan ada kamu, kalau aku lelah kamu bisa gendong aku untuk kembali ke kamar." jawab Gina dengan polosnya.


"Oke siap ibu Negara, akan saya gendong kalau lelah." jawab Aris.


Gina menggandeng tangan Aris. Mereka berjalan jalan di sepanjang koridor rumah sakit itu. Gina melakukan jalan jalan ini selain untuk melihat dunia luar yang telah lama tidak dilihatnya, juga digunakan Gina untuk melihat beberapa bangunan yang sudah harus di cat ulang maupun di renovasi. Hal yang sangat jarang bisa dilakukan oleh Gina.

__ADS_1


Pada setiap bangunan yang harus direnovasi, Gina selalu meminta Aris untuk mengambil gambarnya. Gina tidak mungkin mencatat semua temuannya di sebuah kertas, hal itu akan membuat Aris curiga. Gina juga tidak mungkin mengingat semuanya.


__ADS_2