Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 37


__ADS_3

" Baiklah Tuan Juan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah saya lakukan dan juga sudah sama sama kita lihat bersama, janin yang sedang dikandung oleh Nona Frenya dalam kondisi yang sangat baik dan bagus. Perkembangan janin sudah sesuai dengan usia kehamilan yang masuk tiga minggu kehamilan" ujar dokter Ana menjelaskan kepada Juan dan juga Ghina bagaimana kondisi kehamilan dari Frenya.


"Satu lagi, sesuai dengan yang telah saya sampaikan kepada Nona Frenya kemaren saat kontrol pertama kali ke saya, saya sudah mengatakan kepada Nona Frenya untuk tidak terlalu letih bekerja di perusahaan."


"Karena bagaimanapun kesibukan yang berlebihan akan membuat janin menjadi tidak berkembang dengan baik. Kemudian saya juga meminta kepada Nona Frenya untuk tidak stres, karena tingkat stres yang tinggi bisa berakibat buruk terhadap perkembangan janin dalam kandungan" lanjut dokter Ana menjelaskan semuanya kepada Ghina dan Juan.


Ghina dan Juan menyimak semua yang dikatakan oleh dokter Ana kepada mereka semua.


"Baiklah, kita akan lanjut konsultasinya di ruangan depan saja. Nona Frenya sudah bisa berdiri" kata dokter Ana meminta Frenya untuk berdiri dan menunggu di ruang praktek.


Dokter Ana mencetak hasil usg yang hasilnya masih sama dengan hasil usg yang kemaren. Jarak satu hari belum memiliki perubahan yang signifikan atas kehamilan seseorang. Ghina, Juan, Frenya dan Rani sudah kembali ke ruang praktek dokter Ana, mereka semua akan menunggu dokter Ana di ruangan itu.


"Loh dokternya mana Nana?" tanya Argha dengan semangat.


"Argha jangan mulai" kata Ghina memberikan peringatan kepada anaknya yang ada bakat bakat play boy turunan dari Aries.


"Haha haha haha, jangan marah marah Nana. Argha tidak ada maksud yang lain lain" jawab Argha sambil menggaruk kepalanya. Ghina sudah tau apa yang akan dilakukan oleh Argha.


"Awas saja ya Gha, macem macem, maka Nana tidak akan segan segan ngerujak kamu" kata Ghina memberikan ancaman kepada Argha.


"Nggak bakalan Nana. Argha nggak akan ngapa ngapain, Nana jangan cemas seperti itu. Argha akan berlaku menjadi anak yang baik penurut dan tidak banyak cerita" jawab Argha dengan percaya dirinya.


"Ya semoga saja" jawab Ghina.


Saat itu masuk dokter Ana yang telah selesai mencetak hasil USG Frenya untuk hari ini. Dokter Ana duduk di kursi kerjanya, sedangkan Juan dan Frenya duduk di depan dokter Ana. Sedangkan anggota keluarga Soepomo yang lain berdiri di belakang Juan dan Frenya. Mereka sama sekali tidak membiarkan sepasang suami istri itu mendengarkan sendiri apa yang disampaikan oleh dokter Ana.


"Jadi dokter apa saja yang nggak boleh dilakukan oleh Frenya?" tanya Ghina yang paling semangat atas kehamilan Frenya kali ini, kehamilan yang sudah ditunggu lama oleh keluarga besar Soepomo.


"Nona Frenya tidak boleh kerja terlalu keras, kalau dapat hindari sebisa mungkin sesuatu yang bisa membuat Nona Frenya menjadi stres." jawab dokter Ana.


"dan kalau bisa lagi, saya berharap Nona Frenya tidak dulu mengendalikan perusahaan," kata dokter Ana


Ekspresi dari semua anggota keluarga Soepomo menjadi berubah marah saat mendengar apa yang dikatakan oleh dokter Ana. Dokter Ana merasakan perubahan suasana yang cukup drastis tersebut. Dia tidak menyangka kalau yang dikatakannya sebentar ini bisa memancing kemarahan dari anggota keluarga Soepomo.


"Maaf sebellumnya Tuan dan Nyonya, maksud saya untuk tri semester pertama kehamilan dari Nona Frenya, saya berharap aktivitas Nona Frenya yang sangat banyak itu kalau dapat dikurangi. Ini semua hanya saya usulkan untuk kesehatan janin yang sedang dikandung oleh Nona Frenya. Bukan maksud yang lainnya" ujar dokter Ana menjelaskan lebih terperinci lagi apa yang dikatakan oleh dirinya sebentar ini.

__ADS_1


Ghina menyimak apa yang dikatakan oleh dokter Ana kepada mereka semua. Semua yang dikatakan oleh dokter Ana adala sebuah kebenaran. Ghina pernah terus bekerja saat hamil Argha, dan membuat perkembangan Argha di tri semester pertama kehamilan membuat Argha tidak berkembang dengan sempurna. Ghina mengingat semuanya dengan sangat baik, padahal waktu itu dokter juga sudah mengingatkan Ghina dan Aries untuk tidak membiarkan Ghina bekerja terlalu kelelahan. Tetapi akrena Ghina merasa kalau badannya dalam kondisi baik baik saja, sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh dokter, sehingga hal yang tidak diinginkan itu terjadi juga.


"Juan, Frenya apa yang dikatakan oleh dokter Ana adalah benar, saat tri semester pertama kamu memang tidak boleh capek dan tidak boleh stres. Untuk perusahaan kamu jangan khawatir Nana akan membantu kamu." kata Ghina dengan menawarkan dirinya untuk membantu Frenya di perusahaan selama tiga bulan pertama kehamilan Frenya.


"Nana tenang saja, untuk perusahaan sudah aku minta tolong kepada Hendri" jawab Juan


Ghina hendak membantah apa yang dikatakan oleh Juan


"Kita bicaraknan di mansion saja" kata Aries dengan nada tegas


Ghina dan Juan langsung terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Aries. Mereka berdua tidak akan mungkin melawan atau membantah apa yang dikatakan oleh Aries.


dokter Ana melihat ke arah semua anggota keluarga Soepomo. Mereka semua menyayangi Frenya dengan cara mereka sendiri sendiri. Dokter Ana sangat yakin kalau Frenya pasti akan aman dan kehamilan Frenya akan berjalan tanpa hambatan karena semua anggota keluarga Soepomo selalu mendukung Frenya.


"Untuk makanan apa yang nggak boleh dokter?" kali ini yang bertanya adalah Juan


"Maaf sebelumnya Tuan Juan. dalam kehamilan tidak ada makanan yang tidak boleh di makan, semuanya boleh, tetapi dalam batas kewajaran" kata dokter Ana,


"Maksudnya?" tanya Juan yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh dokter Ana kepada dirinya.


"Maksud saya, kalau Nona Frenya meminta untuk makan durian, boleh saja, tetapi satu biji saja tidak satu buah" kata dokter Ana menjelaskan maksud dari pertanyaan yang diajukan oleh Juan tadi


"Ya" jawab dokter Ana


"Satu lagi dokter" kata Juan yang masih memiliki pertanyaan yang harus ditanyakan oleh dirinya.


"Ini adalah pertanyaan yang paling penting dokter" lanjut Juan


"Silahkan Tuan Juan" kata dokter Ana mempersilahkan Juan untuk bertanya


"Apakah saya masih boleh berolahraga?" tanya Juan dengan santainya


"haha haha haha, kalau Tuan tentu boleh berolahraga, nona frenya saja boleh berolahraga masak Tuan tidak boleh" kata dokter Ana menjawab


"Dokter maksud saya bukan olahraga yang dalam bayangan dokter" ujar Juan

__ADS_1


"Terus?" tanya dokter Ana yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya


"Uni, tolong katakan kepada dokter Ana" kata Juan kepada Rani


Rani menggeleng tidak percaya dengan Juan, tetapi Rani harus menanyakan hal itu kepada dokter Ana untuk kepuasan Juan dan juga Frenya atas pertanyaan yang diajukan oleh Juan kepada dokter Ana.


Rani membisikkan ke telinga dokter Ana apa maksud dari pertanyaan yang diajukan oleh Juan tadi. Dokter Ana yang mendengar apa yang dikatakan oleh Rani kepada dirinya, hanya bisa menutup mulutnya saja.


"Oh jadi itu maksud Anda Tuan, maafkan saya. Saya tidak mengerti" kata dokter Ana


"Kalau masalah Anda mau berolahraga bersama dengan nona Frenya itu masih diizinkan selagi Nona Frenya aman. Jadi boleh atau tidaknya semua itu akan di jawab oleh Nona Frenya" kata dokter Ana memberikan jawaban yang bijak atas pertanyaan dari Juan tadi


"Apa masih ada yang mau ditanyakan tuan dan nyonya?" tanya dokter Ana kepada semua anggota keluarga Soepomo


"Kami rasa cukup dokter" jawab Ghina mewakili semua anggota keluarganya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dokter Ana kepada mereka semua.


"Oh ya Nona Frenya apa resep obat yang sudah saya berikan kemaren sudah di tebus dan di konsumsi?" tanya dokter Ana kepada Frenya


"Sudah dokter dan sudah saya minum" jawab Frenya


"Baiklah kalau begitu. Jaga kehamilan Anda Nona. Kalau Ada keluhan Anda silahkan saja datang ke rumah sakit. Saya akan selalu bersedia untuk memeriksa Anda" kata dokter Ana sambil tersenyum kepada Frenya


"Terima kasih dokter" jawab Frenya.


Semua keluarga Soepomo berjalan keluar dari ruangan dokter Ana, tetapi Juan berjalan paling terakhir.


"Dokter mohon di terima" ujar Juan sambil memberikan satu amplop yang berisi uang kepada dokter Ana


"tapi tuan, itu adalah tugas saya sebagai seorang dokter" kata dokter Ana menolak pemberian dari Juan


"ambil saja dokter" kata Frenya


Dokter Ana akhirnya mengambil uang yang diberikan oleh Juan kepada dirinya. Setelah memberikan amplop kepada dokter Ana, Juan dan Frenya menyusul semua anggota keluarga mereka yang sudah berjalan dengan pelan sambil menunggu Frenya dan Juan


"Kita kemana lagi?" tanya Aries kepada mereka semua

__ADS_1


"makan" jawab Argha dengan semangat


"Oke makan" jawab Aries


__ADS_2