
Gina hari ini berangkat ke kampus dengan senyum yang terkembang di bibirnya. Dia berangkat memakai baju kemeja warna putih dan celana levis dongker dilengkapi dengan sepatu kets kebanggaannya. Gina selalu kemana mana pakai sepatu kets, kecuali ke acara perusahaan Ayah, Nana maupun Afdhal.
Gina hari ini akan menyerahkan tesisnya untuk diperbaiki atau disetujui agar bisa disidangkan minggu depan. Gian turun menuju ruang makan, disana sudah ada Ayah, Nana dan Uda Afdhal.
"Gimana sayang, bisa?" kata Nana.
"Bisa Na. Tapi ntah kalau dosennya mau terima atau ndak."
"Sabar Gin. Itu namanya perjuangan. Akan berbuah manis kalau kamu ikhlas berjuang." kata Ayah menenangkan Gina.
Gina pun mengangguk. Gina mengambil roti bakar dan segelas jus. Gina memakan makanannya sambil sesekali melihat jam.
"Berangkat dengan siapa Gin?"
"Sama taksi online Na."
"Sama uda aja Gin. Uda antar sampe kampus."
"Beneran?"
Afdhal pun mengangguk.
"Yes. Hemat lagi." kata Gina asal.
Semua yang mendengar apa yang dikatakan Gina langsung menggelengkan kepalanya. Gina dan Afdhal selesai sarapan. Mereka kemudian masuk kedalam mobilnya. Sesaat sebelum Afdhal menghidupkan mobil. Ada mobil hitam yang familiar bagi keluarga Wijaya parkir tepat di belakang mobil Afdhal. Gina yang tau itu mobil siapa langsung turun dari mobil Afdhal. Afdhal juga turun kembali, karena melihat Aris turun dari mobilnya.
"Wow jadi ini taksi online nya Gin." kata Afdhal.
Gina memelototkan matanya mendengar perkataan Afdhal. Gina takut Aris salah sangka dengan Gina. Sedangkan Ayah dan Nana yang melihat Gina dibully Afdhal hanya tersenyum saja.
Gina kemudian berjalan menuju mobil Aris. Gina langsung saja masuk ke bangku sebelah sopir tanpa bertanya kepada Aris. Gina marah kepada Afdhal karena ucapannya tadi. Aris yang melihat Gina udah masuk langsung masuk ke samping supir. Aris tidak mau Gina ikutan marah juga kepada dirinya.
"Kenapa Sayang?"
"Tu Afdhal kumat lagi jailnya." Gina memanyunkan bibirnya.
"Op biasa aja tu bibir. Kondisikan. Dicium mau?"
"Ya nggak lah. Yuk jalan janjian pagi ini dengan dosen banyak cerita tu." perintah Gina kepada Aris
"Siap Ibu Negara."
Aris kemudian melajukan mobilnya menuju kampus Gina. Aris tidak mau Gina terlambat.
"Kok bisa jemput? Maren nggak ada kasih tau."
"Kejutan aja. Kiranya bener bener dapat kejutan. Dikira taksi online" kata Aris sambil tersenyum ke arah Gina.
"Afdhal di dengerin."
"Pulang jam berapa nanti?" Aris tidak mau merusak suasana hati Gina yang mulai rada rada tidak.baik itu.
"Belum tau. Kemaren kata dosen tu, tesisnya akan langsung diperiksa biar bisa langsung daftar sidang. Kenapa mau jemput?"
"Mana ada bisa. Hari ini meeting full. Tapi mau ke Bali."
"Waduah lupa ngomong sama Mira dan Sari. Nanti ya di bilang dikampus."
"Sip."
Tak terasa mereka sampai di kampus Gina. Aris memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Bayu yang baru datang. Terlihat dari dalam mobil Bayu, Mira turun dari kursi penumpang dan Sari dari kursi belakang. Aris yang melihat yakin di dalam mobil ada Bayu, juga ikut keluar dengan Gina. Bayu yang melihat Aris berjalan ke arahnya juga keluar dari mobil. Bayu merasa bahwa Aris akan membicarakan sesuatu dengan dirinya.
Turunnya kedua pria tampan itu membuat heboh seluruh mahasiswi perempuan. Malahan ada yang nekat untuk parkir didepan gedung yang bukan gedungnfakultas mereka. Aris dan Bayu acuh aja dengan suasana seperti itu, mereka sudah biasa dikagumi banyak wanita cantik. Sedangkan Gina dan Mira, mereka hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya. Mereka sebenarnya marah tapi apalah daya mereka, ketampanan Aris dan Bayu tidak bisa mereka pungkiri lagi. Jadi Gina dan Mira membiarkan saja, asalkan dari Aris dan Bayu tidak ada merespon, tetapi kalau mereka merespon maka siap siap singa betina akan mengamuk.
"Pas ada Mira dan Sari kalian dengerin langsung ya. Bay. Mir dan Sari hari jumat malam kita berangkat ke Bali untuk liburan. Mau?"
Mira dan Sari melihat ke Gina. Gina pun mengangguk tanda dis setuju.
__ADS_1
"Oke kita berangkat say." kata Mira kepada Bayu.
"Kalian pasangan. Gue" kata Sari sambil menunjukndirinya.
"Tenang Sar, ada Bram yang nemani. Lagian kita nggak dalam mode kencan kok. Jadi loe nggak akan kesepian." kata Gina.
Penjelasan Gina membuat Sari tenang. "Gue ikut. Kapan lagi liburan gratisan" jawab Sari.
"Ya udah kami kedalam dulu. Gimana teknis berangkatnya kita ngumpul aja. Gimana Hon?"
"Setuju. Nanti dikabari." jawab Aris.
Aris dan Bayu masuk kedalam mobil, mereka kemudian melajukan mobilnya menuju perusahaan masing masing. Setelah kedua mobil menghilang dari pandangan Gina dan kedua sahabatnya langsung masuk ke gedung tempat mereka kuliah. Mereka hari ini akan menemui dosen pembimbing masing masing.
"Semoga kali ini tidak ditolak lagi. Apes gue, udah berapa sketsa yang gue kasih tak satupun diterima tu dosen astral." Gina mulai kesal.
Tanpa mereka sadari mereka menjadi pusat perhatian para mahasiswi senior di sepanjang kampus. Gina dan kedua sahabatnya berusaha acuh saja.
"Bodi pas pasan, wajah apalagi. Pake pelet apa bisa bisanya menjadi pacar pewaris Soepomo grub. Atau udah ngasih kenikmatan duniawi kali. Makanya bisa" kata seorang mahasiswi.
"Kayaknya gitu. Udah dipake kali. Gaya aja alim. Kiranya menghalalkan segala cara untuk dapat pacar kaya. Najis cuih." kata mahasiswi satu lagi sambil meludah ketanah.
Gina mulai geram. Gina pertama berusaha menahan rasa sakit dihatinya. Tetapi karena pancingan seperti itu membuat Gina tidak bisa menahan lagi.
"Apa loe bilang, gue ngegunain tubuh gue buat gaet Aris. Hahahahaha. Emang gue elo." balas Gina.
"Emang iya. Darimana coba Aris mau sama loe. Kalau nggak udah loe layani di tempat tidur." balas mahasiswi tersebut.
Mira kemudian mengirim pesan kepada Bayu.
✉️ Mira
Say. Gina ribut dengan mahasiswi kampus. Kasih tau Aris gih.
Bayu kemudian menghubungi Aris.
"Oke"
Dua mobil mewah itu yang belum jauh dari kampus Gina langsung putar balik dengan kecepatan tinggi. Aris dan Bayu memarkirkan mobilnya disembarang temoat. Bagi Aris sekarang yang oaling penting adalah keselamatan Gina. Aris dan Bayu kemudian berlari cepat.
"Kampus mana Bay!"
"Kampus mereka Ris."
Aris dan Bayu berlari cepat. Dari jauh Aris dapat melihat Gina yang ditarik rambutnya oleh dua orang mahasiswi. Mira dan Sari berusaha menarik dua mahasiswi tersebut. Aris marah melihat Gina yabg diperlakukan semena mena.
"Lepas rambut kekasih saya" kata Aris dengan dinginnya.
Mahasiswi yang menarik rambut Gina langsung melepaskan tangan mereka dari rambut Gina. Mereka tidak menyangka Aris akan datang secepat itu.
"Bay telpon rektor universitas ini. Gue mau ketemu."
Bayu langsung menelpon rektor universitas. Aris yang melihat pipi Gina memerah langsung mengelusnya, Aris merapikan kembali rambut Gina.
"Sakit sayang?"
Gina mengangguk. Aris kembali mengusap pipi Gina. Aris membawa Gina duduk dibangku taman sambil memeluk Gina.
Tak lama kemudian rektor datang ketempat Aris.
"Pagi Tuan Aris. Maaf saya tidak tau Tuan akan datang." kata rektor basa basi.
"Pertanyaan saya cuma satu. Anda akan mengeluarkan dua mahasiswi kampung itu dari universitas ini atau anda saya pecat." kata Aris dingin sambil menatap tajam mata kedua mahasiswi itu.
"Apa? Loe mau mengeluarkan gue dari universitas ini. Hello bokap gue penyandang dana untuk kampus ini. Noh wanita dua yang miskin itu bisa kuliah disini karena sumbangan bokap gue" kata salah seorang mahasiswi sambil menunjuk.Mira dan Sari.
Bayu yang mendengar mahasiswi itu melecehkan Mira langsung menampar mahasiswi tersebut.
__ADS_1
"Jaga ucapan loe." kata Bayu
"Loe yang jaga tangan loe. Loe nggak tau siapa bokap gue." mahasiswi iti masih menantang Bayu dan Aris.
Aris kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya. Aris menghubungi Bram. Baru deringan pertama Bram sudah mengangkat telpon Aris.
"Halo Ris. Ada apa? Dengar bunyinya Gina dijambak mahasiswi di kampus."
"Yup. Makanya gue nelpon loe. Loe bisa bantu gue?"
"Apapun untuk loe bos."
"Gue mau loe buat bangkrut sekarang juga perusahaan Sanjaya. Loe tarik semua saham kita diperusahaan itu. Baik saham atas nama Soepomo maupun saham atas nama Jaya Grub. Sekarang Bram. Gue mau dalam lima menit berita kebangkrutan keluarga Sanjaya memenuhi koran bisnis."
"Gampang itu Ris. Serahkan ke gue."
"Loe mau buat bangkrut perusahaan bokap gue mana bisa. Perusahaan loe bukan apa apa." mahasiswi tersebut berusaha menghibur dirinya dengan merendahkan perusahaan Aris.
"Nikmati saja kegembelan anda mulai detik ini. Rektor bagaimana?"
"Saya akan mengeluarkan kedua mahasiswi ini Tuan Muda." kata rektor.
"Pilihan cerdas."
"Sayang kamu oke?"
"Oke sayang"
"Dari pada gini, ke kantor aja sama aku. Mau!"
"Nggak usah. Aku mau ketemu pembimbing. Aku tidak apa apa."
"Kamu yakin?" Aris menatap tajam mata Gina.
"Yakin." Gina kemudian mencium pipi Aris secepat kilat. Aris yang mendapat serangan mendadak langsung terkejut.
"Yakin aku kamu udah sehat sayang."
"Hahahahahaa" Gina menertawakan perbuatan nekadnya tadi, untung temannya nggak ada yang nengok, kalau ada habislah dia.
"Yuk Bay. Gina udah aman bisa ditinggal" kata Aris memgajak Bayu untuk meninggalkan kampus. Sebelum memgikuti Aris, Bayu menemui dua mahasiswi tadi.
"Sekali lagi loe macam macam dengan mereka bertiga. Habis loe ditangan gue." ancam Bayu.
"Perhatian. Kalau diantara kalian semua ada yang berniat mengganggu tiga wanita ini. Maka gue Bayu tidak akan segan segan menghilangkan kalian dari muka bumi. Camkan itu." kata Bayu dengan aura dinginnya yang sangat jarang dia keluarkan. Semua orang menunduk takut dengan Bayu. Setelah berbicara seperti itu, Bayu mengikuti Aris.
"Wah ternyata Bayu lebih kejam daripada Aris" kata Sari.
"Gue juga baru tau" jawab Mira.
"Gina" panggil rektor.
"Iya pak. Ada apa pak?"
"Kamu mau bertemu pembimbing. Tunggu diruangan saya saja. Nanti akan saya panggilkan semua pembimbing kalian." kata Rektor masih dengan nada takutnya.
"Tidak usah pak. Kami akan usaha sendiri. Bapak jangan takut. Saya tidak akan mengadukan kepada Aris. Bapak tenang saja." jawab Gina.
Gina dan kedua sahabatnya kemudian melanjutkan langkah kakinya menuju ruangan dosen jurusan arsitektur. Gina tidak mau menggunakan nama Aris dalam kelancaran pengurusan tesisnya. Tapi Gina tidak tau kalau keputusannya tidak menggunakan nama Aris akan berakibat fatal saat dia sampai diruangan dosen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Apakah yang terjadi dengan Gina? Staycun ya kakak.
Mampir di novel ketiga ku kak. Judulnya KEPAHITAN SEBUAH CINTA
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Kepahitan Sebuah Cinta, di sini dapat lihat: http://h5.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=893248&\_language\=id&\_app\_id\=2
__ADS_1