
"Ya mau gimana lagi sayang. Itulah anak kita. Kita mah terpaksa hanya bisa bersyukur saja lagi" kata Aris selanjutnya sambil tersenyum kepada Ghina yang mengeluhkan kelakuan Argha sebentar ini kepada dirinya.
"Bapak sama anak sama aja. Sama sama mabok" ujar Ghina sambil mengambil piring buah yang sudah terisi penuh dengan buah potong.
Juan yang baru pulang dari perusahaan menatap ke arah kedua mertuanya itu. Juan melihat kalau mereka berdua terlihat sedang sedikit heboh.
"Ada apa lagi sayang?" tanya Juan saat dirinya sudah berada tepat di sebalah Frenya, istri cantiknya yang dahulunya adalah bos nya sendiri.
"Kelihatannya Papi dan Mami ribut lagi" lanjut Juan.
Frenya mengambil tas kerja suaminya itu, dia kemudian menyalami tangan dari suaminya tersebut. Frenya benar benar bersikap seperti Ghina bersikap kepada Aris. Juan tersenyum melihat ke arah Frenya. Juan tahu bagaimana sibuknya Frenya dalam menjalankan bisnis keluarganya, tetapi sesibuk sibuknya Frenya, dia tetap masih berusaha pulang sebelum Juan pulang.
"Biasalah sayang. Kamu kayak nggak tahu aja. Kalau Daddy dan Nana ribut di luar mansion, berarti sesuatu sudah terjadi. Siapa lagi penyebabnya kalau bukan si bontot" jawab Frenya sambil menggandeng tangan Juan masuk ke dalam mansion besar keluarga Aris.
"Masih Argha lagi?" ujar Juan tidak menyangka kalau penyebabnya masih sama.
"ya begitulah sayang" jawab Frenya sambil tersenyum.
"Sore Daddy, Nana" sapa Juan saat melihat kedua mertuanya sudah akur kembali.
"Hay sejak kapan datang Juan?" tanya Ghina yang berharap kalau Juan tidak menyaksikan keributan dirinya dengan Argha dan Aris tadi di luar.
"Sejak Nana dan Daddy sedikit berdebat menunjukkan kalau masih romantis" jawab Juan sambil berusaha menahan tawa dan senyumnya.
Aris menatap ke arah Ghina. Ghina hanya bisa melongos saja. Menantunya yang satu ini karena memang sudah lama dekat dengan keluarga Soepomo membuat dirinya merasa nyantai dan nyaman saja saat bercanda dengan keluarga Soepomo lainnya.
"Jadi, kamu melihat keributan kecil antara Daddy dengan Argha?" tanya Ghina memastikan apa yang di lihat oleh Juan.
Juan mengangguk meyakinkan Ghina kalau dirinya memang melihat semua kejadian itu. Frenya yang baru saja datang dari dapur membawakan segelas air mineral dan juga cemilan buah kesukaan Juan hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan dari suaminya itu. Juan memang akan selalu menggoda kedua mertuanya itu. Hobby Juan saat pulang dari bekerja di perusahaan.
__ADS_1
"sayang, kamu jangan mulai lagi menggoda Daddy dan Nana" ujar Frenya sambil menaruh air minum dan juga buah potong untuk Juan.
"Mana ada aku menggoda Nana dan Daddy sayang. Aku mengatakan apa yang aku lihat sayang" sanggah Juan yang nggak mau Frenya mengatakan kalau dirinya hanya menggoda Aries dan Ghina saja.
"oh ya sudahlah sayang. kamu memang sangat hobby menggoda Nana dan Daddy, mau aku apain lagi sayang" akhirnya Frenya hanya bisa mengalah saja kepada Juan.
Lagian apa yang dikatakan oleh Juan memang benar adanya. Juan benar benar melihat semua yang terjadi tadi.
Argha yang telah selesai membersihkan badannya, berjalan menuju ruang keluarga tempat kedua orang tuanya duduk dan juga Frenya serta Juan.
"nah ini ni, anak yang selalu bikin Daddy dan Nana nya ribut terus" kata Juan sambil menahan senyum jahilnya ke arah Argha yang baru datang dari lantai tiga mansion.
"Haha haha haha. Mana ada Bang. Nana sama Daddy aja yang terlalu mendramatisir keadaan" jawab Argha yang memang selalu itu jawaban yang akan diberikan oleh Argha kepada siapapun kalau Argha sedang dalam posisi yang tidak mau disalahkan.
" yakin kalau bukan kamu?" tanya Juan kepada Arga
Haris dan Gina saling memandang satu dengan yang lainnya. si bontot yang telah membuat mereka ribut, sama sekali tidak mau mengakui kesalahannya.
" Hai pria tampan, bukannya memang kamu yang menyebabkan saya dengan istri saya berkelahi, alias ribut?" kesalahannysambar Aris yang tidak terima kalau Arga sama sekali tidak mengakui kesalahannya.
"Lah kan memang bukan gara gara aku Daddy. Daddy kan memang sudah ribut juga dengan Nana sebelum aku pulang" kata Argha yang masih mencoba keberuntungannya dengan tetap tidak mau mengakui kalau dia adalah penyebab keributan antara kedua orang tuanya itu.
" nah gini aja lah, Freya menurut kamu tadi siapa yang menyebabkan Nana dengan Dedi bisa ribut?" kata Gina yang lebih memilih untuk menjadikan Vena sebagai penengah antara Arga dengan Aris
" kalau menurut apa yang Frenya lihat atas kejadian yang terjadi di depan Mansion tadi itu, kesalah pahaman antara Dedi dengan Nana terjadi karena Arga" kata Freya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Gina kepada dirinya
"Nah benerkan, memang kamu penyebabnya. Ini malah mengelak lagi" kata Aris yang sangat senang kalau Frenya menjawab memang Argha lah yang menjadi penyebab keributan antara dirinya dengan Ghina.
"Ini bontot, memang selalu bikin susah saja"
__ADS_1
"yang namanya laki laki itu harus mempertanggung jawabkan apa yang dilakukannya. Bukan malahan kabur dengan beribu ribu alasan yang tidak jelas" kata Aris mulai lagi menggoda Argha.
" Dedi Dedi pernah mendengar tidak salah satu pepatah?" tanya Arga yang kembali akan menyerang Daddy nya itu.
" Ops sabar Arga. part 2 kelanjutan dari cerita yang di depan Mansion itu, kita lanjutkan setelah aku membersihkan badan dulu ya. jadi tolong dengan sangat untuk menunda keributan part 2" kata Juan yang tidak ingin ketinggalan keributan yang akan terjadi kembali antara harga dengan Aris
" sayang kamu ini ada-ada aja" kata Frenya yang tidak menyangka kalau Juan akan mengatakan hal seperti itu kepada Arga dan juga jadi mereka.
" sayang Oh Sayang. keributan part 2 itu memang akan terjadi, kamu lihat aja arga sudah mulai" kata Juan sambil tersenyum ke arah Argha.
"Sudah sudah, nggak akan ada part 2 atau part part selanjutnya. sana kamu mandi, setelah itu kita akan sholat maghrib berjemaah di mushalla mansion" kata Ghina yang sekarang sudah mengambil jalan tengah.
"Yah Nana, nggak asik" jawab Juan sambil berdiri dari tempat duduknya.
Plak, mendadak pundak Juan dipukul dari belakang oleh Frenya.
"Kamu emang lah ya sayang. suka kali lihat Daddy dan Argha ribut. Nggak dulu nggak sekarang masih sama saja" kata Frenya.
"Bener kata Nana, lebih baik sekarang kamu bersihkan badan kamu. Setelah itu kita sholat maghrib" lanjut Frenya sambil menjulurkan tangannya kepada Juan.
Juan meraih tangan istrinya itu. "Argha tunggu abang ya" ulang Juan sekali lagi.
"Aman itu. cepat mandi ya" balas Argha yang sadar kalau Juan akan menggoda Daddy mereka.
"Nggak adik, nggak kakak ipar sama saja" kata Ghina sambil geleng geleng kepala.
"hahaha hahaha hahaha" Juan dan Argha tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Ghina.
Juan dan Frenya berjalan menuju kamar mereka. Sedangkan Aris, Ghina dan Argha saling berbagi cerita tentang apa yang dilakukan oleh Argha sehari ini.
__ADS_1