Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Terbongkarnya Kedok Kepalsuan


__ADS_3

Sari, Ibu dan Bibinya sedang berada di mall siang itu. Sari sengaja mengajak kedua wanita yang berarti dalam hiduonya berkeliling mall dan berbelanja. Sari membebaskan kedua wanita itu untuk membeli setiap barang barang yang mereka inginkan. Sari tidak ingin membatasi apapun itu berapapun harganya.


"Ibu, Bibi silahkan ambil yang Ibu dan Bibi suka sekalian untuk Ayah dan Paman serta adek." ujar Sari.


Ibu dan Bibi sibuk memilih milih pakaian yang cocok untuk mereka dan juga Ayah serta Paman. Sari hanya menemani saja. Dia sedang tidak berminat untuk berbelanja. Seserahan yang diberikan oleh Bram sudah lebih dari cukup.


"Bibi, aku ke toilet sebentarnya." kata Sari yang merakasan pengen ke belakang.


Saat Sari ke toilet dia merasa di bayang bayangi oleh orang lain.


"Perasaan gue nggak bawa pengawal, kenapa ada yang membayangi ya." ujar Sari pelan.


Sari kemudian memerhatikan sekitarnya. Tidak ada tanda tanda orang yang membayanginya.


"Ah palingan hanya perasaan aku saja." jawab Sari.


Sari kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Saat dia membasuh mukanya ada seorang wanita yang berada tepat di sebelahnya menyemprotkan sejenis parfum. Sari tanpa menaruh curiga masih terus mengambil nafas seperti biasanya, pada saat itulah Sari terhirup parfum tersebut. Seketika Sari langsung pingsan.


Kedua wanita itu memapah Sari keluar dari toilet.


"Kenapa dengan teman Anda Nona?" sapa seoranh satpam yang melihat Sari dipapah oleh dua orang wanita.


"Tiba tiba pingsan Pak. Sepertinya sakitnya kambuh lagi." jawab salah seorang wanita yang memapah Sari.


"Oh baiklah, Saya akan membantu membawa teman Anda lewat pintu belakang." ujar Satpam.


Satpam dan kedua wanita itu membawa Sari ke mobil dengan lewat pintu darurat mall. Sedangkan Ibu dan Bibi masih asik berbelanja, mereka melupakan keberadaan Sari sesaat.


PERUSAHAAN JAYA


"Sudahlah Nyonya, Anda bukan istri saya. Istri saya sudah meninggal saat kejadian tabrakan itu. Kami sudah membuktikan semuanya." kata Papi dengan menghardik wanita tersebut.


"Tidak saya adalah Erlin, kamu harus percaya dengan saya. Saya Erlin. Saya ditemukan oleh seorang wanita. Dia menceritakan semuanya kepada Saya." kata wanita dengan sangat yakin kalau dia adalah Erlin.


"Tidak. Anda bukan Erlin istri saya. Istri saya sudah meninggal. Ini semua buktinya. Mulai dari tes forensik sampai tes DNA." Papi melempar semua bukti bukti itu ke depan wanita yang mengaku ngaku sebagai Erlin.

__ADS_1


Wanita itu membaca semua bukti bukti yang ada. Pada semua bukti itu memang terbukti kalau Erlin istri sah dari Tuan Soepomo sudah meninggal. Erlin Kw terdiam membaca semuanya. Dia terlihat sangat syok.


"Kenapa Anda terdiam???? Anda terlihat sangat takut. Ada apa??? Apakah seseorang yang mengatakan Anda sebagai Erlin istri Tuan besar kami merupakan seseorang yang kenal dekat dengan Anda????" tanya Asisten Hendri.


"Wanita yang mengatakan kepada saya sebagai Erlin Soepomo memberikan semua bukti bukti yang kuat. Dia memberikan saya fhoto Erlin Soepomo." ujar Erlin Kw.


"Apa kamu membawa fhoto itu?" tanya Papi.


Erlin Kw mengangguk. Dia sempat mengambil sebuah fhoto yang rencananya akan dia jadikan bukti bahwa dia benar Erlin Soepomo.


"Ini" ujar Erlin Kw memberikan fhoto tersebut.


Papi mengambil fhoto itu. Dia mengingat moment tersebut. Momen dimana dia berfhoto dengan istrinya itu diruangan kerjanya yang lama. Fhoto itu diambil oleh Mami istrinya yang kedua yang saat itu menjadi sekretarisnya.


Papi mencari fhoto Mami yang masih ada di galeri ponselnya.


"Apakah ini wanita yang mengatakan dan selama ini selalu memberi anda informasi tentang mendiang istri saya?" Papi memperlihatkan fhoto Mami yang untung masih ada di galeri ponsel.


Erlin Kw memperhatikan fhoto itu.


"Benar dia orangnya" kata Erlin kw dengan sangat yakin.


"Benar Tuan. Saya sangat yakin kalau wanita ini yang selama ini selalu mengatakan kalau saya adalah Erlin Soepomo." kata wanita itu sambil tertunduk menyesal.


Hendri teringat dengan semua video yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal itu.


"Coba Anda lihat apakah ini benar video Anda dan siapa yang mengambilnya?" tanya Asisten Hendri dengan sedikit berusaha menahan emosinya.


Waniya itu melihat semua video yang berada di ponsel asisten Hendri. Dia luar biasa terkejutnya, ternyata semua kegiatannya di rekam oleh wanita itu dan dikirim kepada orang yang dikatakannya sebagai suaminya.


"Benar Tuan ini adalah saya." jawab wanita itu menunduk semakin dalam.


"Apakah benar orang tadi yang mengambil video Nyonya??" tanya Asisten Hendri sekali lagi.


"Iya Tuan. Sudah saya katakan selama ini dia yang mengatakan kepada saya kalau saya benar istri Tuan Soepomo. Istri pertama Tuan Soepomo yang dianggap sudah meninggal." kata wanita itu meyakinkan asisten Hendri dan Papi.

__ADS_1


"Dia juga yang memberikan fhoto dan menceritakan semua hal yang saya ketahui ini." lanjut wanita itu.


"Boleh saya bertanya kepada Anda?" tanya Papi yang penasaran siapa sebenarnya wanita yang satu ini. Dimana istrinya bisa menemukan wanita itu.


"Kalau boleh saya tau, dimana wanita itu menemukan Anda?" tanya Papi lagi.


"Saya ditemukan oleh wanita itu saat di rumah sakit Tuan. Saat itu saya korban kecelakaan. Terus wanita itu mengatakan kepada saya semua hal tadi." jawab wanita tersebut.


"Apa anda tidak ingat siapa anda sebenarnya?" Papi melanjutkan pertanyaannya.


Wanita itu menggeleng. " Saya benar benar tidak ingat siapa saya. Saya hanya tau dengan yang diceritakan wanita itu." jawab wanita tersebut semakin lemah.


Asisten Hendri membisikan sesuatu kepada Papi. Papi mengangguk setuju.


"Baiklah, kami akan membawa anda ke psikiater. Silahkan anda berobat disana. Terimakasih atas bantuan Anda. Saya tidak marah dengan Anda." kata Papi.


Asisten Hendri keluar menuju klinik perusahaan. Dia meminta seorang dokter dan suster untuk membawa wanita itu ke rumah sakit jiwa milik keluarga Soepomo. Wanita itu akan di rawat dan dikembalikan kembali ingatannya yang sudah dicuci oleh Mami.


Ghina dan Argha keluar dari kamar rahasia Papi.


"Wow Atuk keren. Atuk bisa tidak menghukum wanita yang ternyata hanya menjadi boneka dan pion nenek lampir." jawab Argha sambil memeluk Atuknya.


"Selamat Pi. Papi berhasil menahan emosi Papi dalam menyelesaikan masalah ini. Ghina bangga dengan Papi." ujar Ghina.


"Itu semua berkat kalian. Kalian telah membantu Papi memecahkan masalah ini. Papi akan sangat berterimakasih dengan Juan, Jero dan Alex" lanjut Papi tersenyum bahagia.


"Atuk jangan seneng dulu. Masih ada nenek lampir harus kita urus. Dasar wanita nggak tau diri." kata Argha dengan ketus


Cup. Argha mencium Papi. Papi tersenyum bahagia. Dia berhasil mengatasi satu masalah tanpa ada emosi.


Mereka berembat kemudian bercerita tentang berbagai kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan kemungkinan Mami melakukan hal se keji itu.


Saat mereka terlihat asik mengobrol. Ponsel Asisten Hendri berdering.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Siapakah yang menghubungi Asisten Hendri??????


Tetap disini ya kakak kakak sayang. Terimakasih karena sudah mau membaca novel yang panjang bab ini.


__ADS_2