Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Mimpi Merupakan Penunjuk


__ADS_3

Aris duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya. Dia memandang lurus ke arah pegunungan. Ntah apa yang menjadi pusat penglihatan oleh Aris. Aris sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari pegunungan itu.


Akhirnya Aris yang sudah lelah memandang ke arah pegunungan yang sangat eksotis itu memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia benar benar sudah mengantuk. Beban pikiran yang menumpuk membuat Aris sangat cepat merasa lelah.


"Bram, gue istirahat dulu ya." ujar Aris yang melangkahkan kakinya menuju kamar.


Bram yang sibuk berkirim chat dengan Sari tidak mendengar ucapan Aris.


Aris yang kesal karena dicuekin oleh Bram memilih untuk melempar Bram dengan bantal sofa. Bram menatap Aris dengan tatapan yang mengartikan ada apa?.


"Dasar bucin." teriak Aris.


"Sama bucin kalez." balas Bram dengan berteriak lebih keras dari pada Aris.


Aris masuk ke dalam kamar. Dia merebahkan dirinya ke atas ranjang tersebut. Aris selalu mengingat kebersamaan antara dirinya dan istri serta anaknya.


Aris mulai masuk ke alam mimpi. Dalam mimpinya Aris sedang berada di sebuah taman di suatu negara bersama dengan Gina dan Arga. Mereka bertiga bermain di taman itu. Sampai dengan Arga yang tiba tiba berlari ke arah yang berbeda dengan keberadaan Aris. Gina pergi mengejar Arga.


"Sayang jangan lari ke situ" ujar Aris saat melihat Arga dan Gina berlari ke arah yang berbeda dengan dirinya.


"Nggak apa apa Dad. Di situ pemandangannya indah Dad." ujar Arga masih dengan berlari dan semangatnya.


"Sayang bawa Arga balik ke sini. Jangan jauh jauh dari aku sayang." ujar Aris kepada Gina.


"Kami mau ke situ Dad. Bianglala di situ bagus Dad, nggak seperti di negara kita." jawab Arga yang nggak mau berhenti dari berlarinya, Arga sangat terobsesi melihat bianglala yang sedang ditujunya.


Gina yang takut kehilangan Arga berlari mengikuti Arga. Akhirnya karena takut tidak melihat dua orang yang disayangnya Aris mengejar mereka berdua dari belakang. Semakin kencang Aris berlari, maka Gina dan Arga semakin kencang pula berlari.


Aris yang telah lelah berlari dan kehabisan nafas akhirnya memutuskan untuk tidak mengejar Arga dan Gina. Aris yakin selesai naik bianglala Gina dan Arga akan kembali ke tempat dirinya.


Setelah lama menunggu sampai Aris karatan, Gina dan Arga tidak kunjung kembali. Aris mulai panik mencari mereka berdua. Aris mengelilingi tempat yang diceritakan oleh Arga tadi. Tapi Arga sama sekali tidak ditemukan keberadaannya oleh Aris.


Aris mulai berteriak memanggil nama kedua orang yang disayangnya itu.


"Arga!!!"

__ADS_1


"Arga!!!"


"Arga!!!"


"Gina!!!!"


"Gina!!!! Dimana kalian berdua sayang."


Teriak Aris dalam mimpinya. Bram yang berada di luar kamar berlari masuk ke dalam kamar Aris saat mendengar Aris yang berteriak teriak dengan kencang. Dia mendekati Aris.


"Sepertinya kamu benar benar tertekan dan merindukan Arga Ris. Sampai sampai semua terbawa ke dalam mimpi mu." ujar Bram yang kembali keluar dari kamar. Bram sama sekali tidak mau membangunkan Aris.


Bram beranggapan kalau Aris sedang bermimpi bertemu dengan Gina dan Arga.


"Gin balik lah Gin. Kamu harus melihat bagaimana kondisi Aris saat ini." ujar Bram.


Bram beristirahat di sofa kamar. Dia malas untuk tidur di kamar. Bram harus stanbay menunggui Aris, takut nanti Aris berjalan dalam tidurnya. Bram tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Aris.


Aris yang merasa sudah kembali segar berjalan keluar kamar. Dia melihat Bram yang tidur di sofa. Aris tidak tega membangunkannya. Aris kembali masuk ke dalam kamar, dia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai membersihkan badannya, Aris berjalan menuju Bram. Dia membangunkan Bram karena hari sudah sangat sore. Mereka berencana untuk makan malam di restoran hotel sambil membicarakan pencarian esok hari.


Aris sudah memesan menu makan malam, semua sudah terhidang di atas meja. Mereka kemudian menyantap makanan itu dengan lahap. Rasa lapar yang menyerang membuat mereka tidak menunggu waktu lama untuk menyantap semua menu makan malam yang sudah tersaji


"Bram, gue mau cerita tentang mimpi gue tadi siang." ujar Aris menatap Bram.


Tiga orang anak buah Aris hendak berdiri meninggalkan kursi mereka.


"Kalian berdua mau kemana?? Nggak usah pergi tetap di tempat duduk kalian. Kalian juga harus mendengarkan cerita saya." ujar Aris dengan menatap satu persatu anak buahnya. Aris menginginkan mereka bertiga juga memberikan pandangan mereka terhadap mimpi yang nanti akan diceritakan oleh Aris.


Mereka kembali duduk di kursi masing masing. Keempat orang itu serius menyimak cerita dari Aris. Mereka sama sekali tidak akan berani membantah atau menyela perkataan Aris kalau tidak Aris yang meminta mereka untuk berbicara.


Aris menceritakan tentang mimpinya kepada keempat orang itu. Aris menceritakan seluruhnya tanpa ada menutupi sedikitpun mimpinya.


"Menurut kalian di negara mana yang ada bianglala besar dan menarik seperti yang diceritakan oleh Arga?" tanya Aris menatap satu persatu orang orang yang berada di depannya.

__ADS_1


Mereka berempat terlihat berpikir keras membayangkan dan mencari tau di negara mana adanya bianglala yang disebut oleh Aris barusan.


"Bram?" tanya Aris.


Bram menggeleng. " Otak gue buntu" jawab Bram sambil menunduk.


Masing masing orang di sana sibuk memikirkan negara yang memiliki bianglala yang sangat menarik dan membuat semua orang yang kesana menjadi terpukau dengan bianglala tersebut.


"Juan, kamu seringkan keluar negeri. negara mana yang memiliki bianglala yang terkenal di dunia." ujar Aris langsung bertanya kepada Juan.


Juan yang memang sering keluar negeri membawa keluarga Soepomo tidak kehilangan akalnya. Dia mengeluarkan ponselnya. Juan mengetik di mbah dludle negara yang memiliki bianglala yang terkenal di dunia.


Setelah mengetik kata kunci yang dicari, maka keluar semua nama negara yang memiliki bianglala yang terkenal.


"Tuan tadi Tuan Carlo mengatakan kalau dia hanya lima negara yang tidak bisa melacak keberadaan Nyonya dan Tuan muda. Dari lima negara itu hanya dua negara yang memiliki bianglala yang ternama yaitu negara U dan R." ujar Juan.


Bram yang sedang kasmaran mendengar apa yang dikatakan oleh Juan langsung kembali fokus. Aris juga langsung fokus.


"Menurut gue negara R tidak mungkin Ris. Gue berat ke negara U." ujar Bram.


"Sama Bram. Kalau gitu kita melakukan pencarian ke negara U saja langsung. Semoga di negara itu kita bisa menemukan keberadaan Arga dan Gina." ujar Aris memutuskan ke Negara mana mereka akan mencari.


"Maaf Tuan, saya sudah mengkonfirmasi kalau kita akan terbang besok ke negara E. Bagaimana kalau kita tetap ke negara E esok harinya baru ke negara U." ujar Juan yang memang setelah Aris memutuskan ke negara E dia langsung mengkonfirmasi penerbangan pesawat mereka untuk besok.


"Baiklah kita ke E setelah itu baru ke U. Kita tetap akan mencari di negara E. Mana tau mimpi itu hanya sekedar mimpi." ujar Aris yang merasakan ada benarnya juga mereka melakukan pencarian ke sana.


"Baik Tuan. Kami bertiga akan berangkat setelah sholat subuh ke bandara. Tuan bisa menyusul dua jam setelahnya. Kami akan memarkir pesawat di landasan pacu terlebih dahulu." ujar Juan.


"Oke. Kami akan datang setelah dua jam kalian berangkat. Sekarang mari kita istirahat hari sudah larut malam. Besok kita akan terbang dan mulai melakukan pencarian." ujar Bram memerintah ketiga anak buah mereka.


"Juan, Teguh, Dani. Saya mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan kalian bertiga selama ini. Saya janji saat kita kembali ke tanah air dengan membawa Nyonya dan Tuan Muda, kalian bertiga akan saya kasih bonus dan liburan. Itu janji Aris Soepomo kepada kalian." ucap Aris dengan menekankan setiap kata katanya.


"Terimakasih Tuan Muda. Tapi kami tidak mengharapkan imbalan apapun. Kami bertiga sangat senang karena Tuan Muda sudah mempercayakan kepada kami untuk ikut dalam pencarian Nyonha dan Tuan Muda." ucap Juan mewakili kedua rekannya.


"Baiklah. Tapi saya tetap akan memberikan apa yang saya katakan. Kalian juga tau, saya tidak menerima penolakan." ujar Aris kembali.

__ADS_1


Juan dan kedua sahabatnya akhirnya mengangguk tanda setuju. Tidak ada yang bisa mereka perbuat lagi. Mereka hanya bisa pasrah dengan sikap dan tingkah Tuan Muda mereka itu.


Mereka kemudian bubar dan kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat. Besok mereka akan melakukan penerbangan ke negara E. Negara yang akan mereka lakukan pencarian Gina dan Arga untuk pertama kalinya. Fokus mereka tetap di negara U, tetapi apasalahnya mencoba juga di negara E sebelum ke negara U.


__ADS_2