Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kejutan Pagi Hari


__ADS_3

Gina terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Hari ini dia berencana untuk masuk kantor kembali. Gina merasakan badannya sudah kembali pulih seperti kemaren. Gina beranjak dari kasur empuknya untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Selesai membersihkan diri Gina memakai pakaian kerjanya, Dia memoles mukanya dengan riasan yang natural, Gina hanya ingin menyamarkan mukannya yang masih agak pucat itu. Setelah merasa penampilannya sudah beres, Gina langsung menuju meja makan untuk sarapan, di sana sudah ada Ayah dan Nana.


"Sayang kamu kerja?" ucap Nana yang terkejut melihat Gina sudah memakai pakaian kerja seperti hari hari sebelum Gina sakit.


"Iya Na. Gina udah sehat, makanyanke kantor. Lagian kalau di tunda terus segan Na dengan karyawan lainnya." jawab Gina sambil menyuap sesendok nasi goreng kedalan mulutnya.


Saat mereka menikmati sarapan yang terhidang, tiba tiba pintu rumah Gina terdengar di ketuk oleh seseorang. Pelayan langsung berlari untuk membukakan pintu.


"Pagi Tuan Aris. Nona Gina sedang sarapan. Mari masuk"


"Terimakasih bik"


Aris kemudian masuk menuju ruang makan.


"Pagi nak Aris" sapa Ayah.


"Sayang!" ucap Gina yang heran melihat Aris datang pagi pagi.


Nana kemudian mengambilkan nasi goreng untuk Aris. Aris yang sebenarnya sudah sarapan roti di rumah, terpaksa memakan nasi goreng yang dihidangkan Nana. Ternyata nasi goreng itu sangat lezat


"Na, ini enak sekali" ucap Aris sambil terus memakan nasi goreng yang ada di depannya sampai habis. Nana tersenyum bahagia melihat Aris yang makan dengan lahap.


"Pelan pelan sayang, kalau masih kurang tu masih ada." kata Gina sambil menunjuk nasi goreng yang masih ada ditempatnya.


Aris hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Gina.


"Na, Gina pamit duluan ya." kata Gina sambil mencium tangan ayah dan Nana.


Aris dan Gina kemudian masuk kedalam mobil Aris.


"Tumben jemput nggak ngomong ngomong?" ucap Gina sambil menatap penuh menyelidik ke Aris.


"Nggak ada. Kangen aja" jawab Aris sambil tersenyun penuh arti.


"Ye"


Mereka berdua terdiam untuk beberapa saat. Mereka berkutat dengan pemikiran masing masing.


"Sayang, kapan kita akan fhoto prewed?" tanya Aris kepada Gina.


"Aku tengok pekerjaan kantor dulu ya sayang. Takutnya nanti aku jawab besok, eee kiranya pekerjaanku banyak. Jadi nanti di kabari ya." kata Gina sambil menggenggam tangan Aris.


"Sayang kulit kamu kenapa agak gelap ya kelihatannya sekarang?" ucap Gina sambil membolak balik dan mengelus manja tangan Aris.


"Bilang aja pengen megang. Bilangin pulak tangan orang agak gelap. Basi sayang" Aris memencet hidung Gina.


"Hahahahahahaha. Ketahuan ya sayang"


Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran kantor utama perusahaan Bramantya. Gina yang hendak turun dicegah oleh Aris.


"Ada apa lagi sayang?"

__ADS_1


Aris menunjuk pipinya. Gina langsung tersenyum dan mencium pipi Aris sekilas. Aris yang sudah mendapatkan ciuman pagi di pipi langsung tersenyum penuh kemenangan. Gina yang merasa telah dikerjai Aris, hanya merasa pasrah saja.


"Udah ya aku turun."


Aris mengangguk, Gina kemudian turun dan langsung melangkah masuk kedalam ruang kerjanya. Betapa terkejutnya Gina di atas meja kerjanya sudah ada sebuket bunga lili putih, coklat dari salah satu merk terkenal dan balon dengan tulisan selamat bekerja sayang. Gina langsung geleng geleng kepala. Gina kemudian memfoto semua hadiahnya dan mengirimkan ke Aris.


✉️ Gina


Kejutan yang begitu romantis sayang. 🥰🥰🥰😘😘😘😘😘


✉️ Aris


Sama sama sayang. Jangan sakit lagi. 🥰🥰🥰😘😘😘


Gina kembali melihat pesan yang dikirim Aris. Gina ingin memastikan bahwa Aris mengirim emoticon lewat pesannya.


✉️ Gina


Sayang, aku kerja dulu ya. Nanti di pecat karena kemaren udah libur lama sekarang main ponsel.


✉️ Aris


Hahahahahaha, siapa yang berani mecat kamu sayang?


✉️ Gina


Tu orangnya udah berdiri didepan ku.


"Uda kembalikan!" teriak Gina kepada Afdhal.


"Pelit satu juga. Punya kamu masih banyak dek."


"Ya lah. Satu. Awas nambah lagi."


Gina kemudian menyimpan coklatnya kedalam tas. Dia tidak mau Afdhal mengambil coklatnya lagi.


"Yakin udah sehat?"


"Yakinlah. Kalau ndak mana mau kerja"


"Kalau rasanya kenapa napa nanti langsung pulang aja. Uda ke ruangan dulu"


Afdhal langsung menuju ke ruangannya kembali. Gina sepeninggal Afdhal menghidupkan laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaan yang ada di atas mejanya.


Tak terasa waktu makan siang datang. Gina yang berencana untuk makan siang keluar mengurungkan niatnya karena tiba tiba Aris mengajak dirinya untuk makan keluar. Gina menunggu Aris di kursi lobby kantor.


Setelah menunggu lebih kurang lima belas menit Aris datang langsung masuk ke dalam kantor. Aris melihat Gina yang sudah duduk menunggu di lobby.


"Sayang, maaf lama. Tadi ada gangguan sedikit di perjalanan kemari."


"Nggak apa apa sayang. Ayuk jalan. Udah laper banget" ucap Gina sambil menggandeng tangan Aris.

__ADS_1


Mereka berdua menjadi pemandangan yang sangat indah bagi karyawan kantor Bramantya Grub. Aris seorang pria tampan dan pengusaha sukses. Gina seorang wanita cantik dan juga merupakan sosok pekerja keras.


Mereka kemudian pergi ke restoran favorit tempat mereka biasa makan siang. Aris memilih duduk di saung tempat favorit mereka.


"Sayang, kapam mau fhoto prewed?"


"Lusa ya sayang. Besok aku mau meeting dengan perusahaan Soepomo" kata Gina sambil menatap jahil ke Aris.


Aris baru ingat kalau besok ada meeting dengan perusahaan Bramantya membahas masalah pembangunan Mall di daerah B.


"Lupa sayang. Besok meeting dengan perusahaan Bramantya"


"Gini neh kalau urusan dengan pengusaha ternama. Terlalu banyak meeting sampai sampai lupa mau meeting dengan siapanya." Gina mengejek Aris.


"Biarlah lupa meeting dengan siapa. Dari pada lupa nama kekasihnya." Aris tersenyum manis kepada Gina.


"Ow cobalah lupa. Kalau ndak di huck kanan"


Pesanan mereka akhirnya datang juga. Aris dan Gina makan dengan santai.


"Sayang habis ini temanin aku sebentar ya" kata Aris.


"Ke?"


"Ke Jutan"


"Menyebalkan. Malez kalau nggak dikasi tau" kata Gina dengan manyun.


"Hahahahaha. Dekat kok sayang. Kita harus pergi hari ini"


"Tapi aku ada kerja sayang"


"Tengok ponsel mu"


Gina mengeluarkan ponselnya ternyata disitu ada notifikasi dari managernya yang menyatakan kalau Gina diizinkan untuk tidak masuk kerja setelah jam makan siang.


"Sayang" kata Gina manja kepada Aris.


Mereka menyelesaikan makan siangnya setelah hampir satu jam. Aris dan Gina kemudian pergi meninggalkan restoran menuju tempat yang akan menjadi tujuan mereka selanjutnya. Gina masih penasaran kemana dia akan dibawa oleh Aris.


"Sayang kita mau kemana?"


"Kejutan sayang. Jadi kamu duduk manis saja. Sampai disitu nanti kamu akan tau kita akan ngapain"


"Sama aja, jauh atau dekat?"


"Lumayan"


"Ye lah"


Aris kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan biasa saja menuju tempat yang akan dituju mereka nanti.

__ADS_1


__ADS_2