
Gina yang baru selesai bersiap siap dan berhias, langsung pergi menemui suaminya beserta anggota keluarga lain yang telah duduk di ruang tamu.
Gina melihat ke arah Mami. Mami menatap Gina dengan sedikit terlihat ketidaksukaannya. Tapi Gina berusaha tidak membawa keperasaan ketidaksukaan Mami kepada dirinya yang tidak melakukan apa yang Mami minta tadi siang.
Aris yang melihat Gina sudah siap dan sangat cantik langsung memeluk pinggang istrinya. Dia sangat bangga bisa memiliki Gina. Arga juga terlihat sangat tampan hari ini, Arga memakai baju kemeja bermotif lurus lurus dan dipadukan dengan jas berwarna putih. Putra bungsu Aris Putra Soepomo terlihat begitu tampan. Tetapi di balik ketampanannya tersimpan kekurangan ntah kelebihan yang dimiliki Arga.
"Ayuk berangkat. Arga sama Atuk mau?" tanya Papi yang sebenarnya tau apa yang terjadi kepada Arga. Tetapi Papi berusaha tidak tau karena Gina sudah melakukan semua cara untuk Arga. Papi sangat menghargai usaha Gina.
Sedangkan Aris sampai sekarang masih menganggap anaknya hanya keterlambatan dalam berbicara atau dalam dunia kedokteran speak delay. Gina sudah berkali kali berusaha menyampaikan kepada Aris, tetapi Aris selalu menyangkalnya.
"Arga sama kami saja Pi. Kami berlima akan berada dalam satu mobil. Papi dengan Mami saja." jawab Aris yang tidak ingin berpisah dengan keluarganya. Aris ingin saat masuk ke dalam tempat acara semua orang akan melihat ketiga anaknya.
Mereka kemudian masuk ke dalam mobil. Bram berada di sebelah sopir. Sedangkan Aris, Gina dan ketiga anak mereka duduk di belakang. Papi dan Mami serta asisten Hendri berada dalam satu mobil. Begitu juga dengan Bayu dan Mira mereka dalam mobil tersendiri pula.
Iring iringan lima buah mobil keluarga Soepomo beranjak meninggalkan rumah utama menuju tempat acara. Arga yang mulai resah memakai jasnya berusaha ditenangkan oleh Danirl. Daniel tidak ingin Arga membuat ulah saat acara berlangsung nanti.
Tidak berapa lama akhirnya iring iringan mobil sudah berbelok dan berhenti di depan pintu masuk tempat acara. Papi, Mami dan asisten Hendri turun terlebih dahulu. Semua kamera fotografer dan jurnalis mengarah kepada mereka bertiga. Selesai berfhoto mereka bertiga kemudian masuk ke dalam tempat acara.
Tibalah giliran mobil paling besar siapa lagi yang turun kalau tidak Aris Putra Soepomo dan keluarga besarnya. Terlihat turun pertama kali adalah Bram dari pintu depan. Kemudian Aris, Gina, Arga, Daniel dan Frenya turun dari kursi bagian belakang.
Mereka berenam berjalan dengan santainya untuk masuk ke dalam tempat acara. Sebelum sampai ke dalam pas ditempat fhotobod Aris dan keluarganya berhenti untuk berfhoto di depan fotografer dan wartawan yang secara resmi di undang oleh Perusahaan Soepomo Grub. Arga terlihat masih menikmati kegiatannya. Gina masih merasa aman karena Arga masih bisa terkendali.
Selesai berfhoto Aris dan keluarga masuk ke dalam ruangan pesta. Mereka berjalan dengan anggunnya terlihat sekali kalau keluarga besar itu sangat bahagia. Setelah Aris datang dan duduk di kursi mereka yang terletak di depan. Asisten Hendri memulai acara.
"Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh tamu undangan yang telah menyempatkan diri untuk hadir pada acara ulang tahun perusahaan Soepomo Grub tahun ini. Kita langsung saja kepada acara pertama yaitu sambutan dari presiden direktur Soepomo Grub. Kepada Bapak Andra Soepomo dipersilahkan." ujar Asisten Hendri mempersilahkan Papi untuk menyampaikan kata sambutan.
Papi kemudian maju kedepan dan memberikan kata sambutannya. Papi mengucapkan rasa syukurnya terhadap semua keberhasilan yang telah diperoleh perusahaan Soepomo Grub selama ini.
Saat Papi memberikan kata sambutannya. Tiba tiba Arga berlari ke depan. Daniel dengan sigap mengejar Arga. Dia tidak ingin acara terganggu dengan tingkah Arga.
Daniel membawa Arga keluar dari ruangan.
[Bun, Arga sama Niel di luar.] bunyi notifikasi pesan yang dikirim oleh Daniel kepada Gina.
[Kamu jaga Arga. Selesai pembukaan Bunda akan keluar] balas Gina.
Gina juga tidak ingin Arga menjadi pusat kesalahan kalau terjadi suatu masalah di acara ulang tahun perusahaan.
Aris terus fokus kepada acara, dia tidak menyadari kalau Arga dan Daniel sudah tidak berada di posisi mereka.
__ADS_1
"Kepada seluruh tamu undangan silahkan mencicipi hidangan yang telah di sediakan oleh perusahaan kami. Silahkan menikmati dan terimakasih." ucap asisten Hendri menutup acara resmi.
Aris menggandeng tangan Gina untuk bertemu dengan seluruh kokega dan rekan bisnis perusahaannya. Aris memperkenalkan Gina kepada semua orang yang berada di sana. Aria sama sekali tidak melepaskan Gina.
Tiba tiba dari arah belakang. Pundak Gina ditepuk oleh seseorang.
"Mami?" tanya Gina yang melihat Mami sudah berdiri di belakangnya.
"Sayang, Mami sepertinya ada perlu dengan aku. Aku kesana dulu ya." ujar Gina meminta izin kepada Aris untuk menemui Mami.
Aris melepaskan gandengan tangannya dengan Gina. Dia memperbolehkan Gina untuk menemui Mami. Gina kemudian berjalan mengikuti Mami ke bagian yang sedikit tidak rame oleh para tamu.
"Ada apa Mi?" tanya Gina yang penasaran dengan tingkah Mami.
"Kenapa kamu dan Arga juga ikut ke pesta? Tadi kamu udah janji nggak akan hadir." ucap Mami dengan ketus.
Gina memang sudah merasakan kalau mami mertuanya ini sudah jauh berubah saat dia tau Arga anak autis.
"Maaf Mi. Tadi Gina sudah cari alasan ke uda Aris, kalau Gina dan Arga tidak bisa ikut. Tetapi mas Aris tetap memaksa kami untuk ikut." ujar Gina sambil menengadahkan mukanya. Dia tidak mau menangis gara gara ucapan Mami yang sangat menyakitkan hatinya.
"Mami tidak mau tau. Sebelum Arga membuat malu keluarga Soepomo, lebih baik kamu dan dia pulang sekarang juga ke rumah utama." ucap Mami sambil berjalan meninggalkan Gina sendirian yang termenung mendengar ucapan Mami.
"Sayang. Maafkan Bunda nak." kata Gina sambil berjalan menuju suaminya.
"Sayang bisa bicara sebentar?" tanya Gina tepat di telinga Aris.
"Apa sayang?" tanya Aris.
"Aku boleh pulang duluan? Hari sudah masalam sayang, kasian Arga tidur kemaleman. Aku takutnya nanti dia rewel. Nah akibatnya keluarga kita jadi malu. Boleh ya sayang." ujar Gina dengan tatapan memohonnya kepada Aris.
"Gimana ya sayang?" ujar Aris yang ragu memperbolehkan Gina untuk pulang duluan.
"Sayang" ujar Gina dengan wajah memohonnya.
Aris termenung sejenak. Dia mempertimbangkan keinginan Gina. Dia juga tidak mau Arga merengek di tengah tengah acara yang belum selesai ini.
"Baiklah sayang. Kamu boleh pulang duluan." jawab Aris mempersilahkan Gina untuk pulang terlebih dahulu.
"Makasi sayang atas izin dan pengertiannya. Kamu nggak boleh mabuk ya." ujar Gina.
__ADS_1
Cup.
Gina mencium sekilah bibir Aris. Setelah itu dia berjalan keluar dari tempat acara. Tadi sebelum ke tempat Aris, Gina sudah menghubungi Daniel. Dia dan Arga akan pulang dahuluan dari pada yang lain.
Gina melihat Arga yang sibuk bermain. Sama sekali Arga tidak ada mengganggu jalannya pesta itu. Tetapi ibu mertuanya sudah beranggapan Arga akan merusak acara.
"Arga" panggil Gina.
"Mama" Arga berlari ke arah Gina.
"Kita pulang yuk sayang. Daniel kamu toling temani Papi kamu di dalam. Bunda akan pulang dengan Arga. Frenya masih di dalam bertemu dengan kolega bisnisnya." ujar Gina memberi perintah kepada Daniel.
"Tapi Bunda pulang dengan sopir kan?" tanya Daniel yang ragu Bundanya akan pulang dengan sopir. Daniel tau ada sesuatu yang terjadi dengan bunda.
" Iya. Bunda pulang dengan sopir Daddy." ujar Gina.
Daniel kemudian kembali ke ruangan pesta. Gina langsung memesan taksi online. Dia tidak mau pulang dengan mobil kantor.
Gina membawa Arga berjalan agak jauh dari hotel. Dia tidak mau Daniel atau siapapun melihatnya naik taksi online. Akhirnya setelah menunggu selama sepuluh menit, taksi online pesanan Gina datang juga. Gina dan Arga langsung naik ke atas taksi online.
Arga yang memang sudah lelah langsung tertidur saat berada di dalam mobil. Gina hanya bisa menatap pasrah ke arah anaknya. Gina sangat sedih dengan anggapan ibu mertuanya terhadap anak kandungnya itu.
"Sayang walau seluruh penghuni dunia tidak menerima kondisi mu yakinlah sayang Bunda akan selalu bersama mu." ujar Gina sambil membelai lembut kepala Arga.
Gina tidak menyangka setelah Mami mengetahui keadaan Arga, Mami langsung berubah. Gina menjadi sangat takut kalau Aris mengetahui keadaan Arga yang sebenarnya.
Air mata Gina mulai berlinang memikirkan Arga. Gina takut suatu saat Arga tidak diterima lagi dalam keluarga Soepomo. Gina masih punya keluarga kandungnya, tapi Gina sangat tidak ingin membawa Arga ke sana seandainya suatu saat keluarga Soepomo tidak menerima keberadaan Arga lagi. Gina mengusap air matanya. Dia pasti akan selalu berada di sebelah Arga untuk menemani Arga selalu.
Tidak terasa mobil sudah berhenti di depan gerbang rumah utama. Gina membayar dengan uang berlebih. Setelah membayar Gina turun dari mobil sambil menggendong Arga. Gina memencet bel di pintu pagar. Seorang satpam membukakan pintu pagar saat tau siapa yang memencet.
"Nyonya Muda" sapa satpam rumah.
"Pak. Nanti kalau Tuan Aris menanyakan saya pulang pakai apa. Tolong Bapak katakan pakai mobil kantor. Jangan katakan dengan taksi online." ujar Gina sambil berjalan masuk ke dalam dengan menggendong Arga.
Satpam hanya bisa mengangguk menyetujui permintaan Gina. Satpam tidak tau apa yang terjadi di pesta itu.
Gina kemudian berjalan masuk menuju rumah utama. Jarak yang lumayan jauh dengan menggendong Arga membuat Gina sebenarnya tidak sanggup lagi. Tapi Gina sudah berjanji tidak akan memakai semua fasilitas rumah utama untuk Arga. Gina harus bisa mengambil sikap dari sekarang.
Tak terasa akhirnya Gina sampai juga di depan pintu rumah utama. Gina membuka pintu tersebut. Gina langsung membawa Arga masuk ke dalam rumah menuju kamar. Gina sama sekali tidak menjawab sapaan para maid. Para maid pun sadar diri, pasti ada sesuatu yang terjadi di pesta. Tidak biasanya Gina bersikap tidak ramah dengan para maid.
__ADS_1
Gina terus berjalan menaiki tangga rumah dia berjalan menuju kamar Arga. Gina meletakan Arga di kasurnya. Gina menukar baju Arga dengan baju tidurnya. Selesai menukar baju Arga. Gina membersihkan dirinya, dan memilih untuk beristirahat berdua dengan Arga di kamar Arga. Gina benar benar merasa sedih dan terluka karena ucapan Mami.
Gina tertidur sambil memeluk Arga