Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Argha Bree


__ADS_3

Itulah Bee yang terjadi saat, kamu nggak melihat aku selama beberapa tahun di mansion" ujar arga memberitahukan kepada Bree kenapa bisa Bree tidak melihat arga selama beberapa tahun saat mereka masih kecil.


Bree terdiam sesaat. Dia tidak menyangka hal menyakitkan itu bisa terjadi kepada kekasihnya ini.


"Sayang, jujur aku tidak menyangka kamu akan diperlakukan seperti itu oleh kedua nenek kamu sayang" kata Bree sambil mengusap wajah Argha dengan sangat lembut.


"Itulah sayang, aku juga tidak tahu kenapa kedua nenek aku itu tega. Mereka tega memperlakukan aku seperti Aku ini bukan keturunan mereka saja" ujar Arga sambil mengusapkan tangannya ke wajah Bree dengan sangat lembut.


"Kenapa mereka terlalu tega ya sayang?" ujar Bree melanjutkan pertanyaannya kepada Argha.


Argha menatap dalam ke wajah Bree. Argha tau kalau Bree sudah tau penyebabnya apa, berdasarkan cerita yang diceritakan oleh Argha tadi. Tetapi Bree ingin diyakinkan oleh Argha kalau memang itulah menjadi permasalahan utama kenapa dia sampai di benci dan tidak disukai oleh ke dua Nenek Argha itu.


"Ya karena aku autis sayang" jawab Argha menjawab dengan nada mantap kepada Bree.


Argha sama sekali tidak malu mengatakan kepada Bree kalau dia adalah anak autis. Argha malahan bangga mengatakan apa yang terjadi kepada dirinya dan mengakibatkan kedua nenek itu menjadi sangat marah dan membenci Argha.


"Ini beneran membuat aku heran sayang" ujar Bree sambil menatap ke wajah kekasihnya yang sekarang juga sedang menatap ke arah Bree.


"Kenapa?" tanya Argha sambil melihat ke arah Bree dengan tatapan penuh tanya, apa yang membuat Bree menjadi heran dan susah untuk mengerti dengan apa yang terjadi.


" Heran aja kenapa masih ada di zaman seperti ini orang-orang yang memikirkan tentang status dan kasta mereka" kata Bree yang tidak habis pikir kenapa kedua nenek tersebut bisa mengecilkan dan mengusir serta berbuat tidak baik kepada Argha yang tak lain tak bukan adalah cucu untuk mereka sendiri.


" bagi mereka status sosial lebih penting daripada menjaga perasaan seorang anak kecil Bree. makanya mereka bisa dan tega berbuat seperti itu kepada aku" jawab Arga sambil melihat ke arah kekasihnya yang sekarang wajahnya sudah memerah seperti menahan rasa marah.


" bisa jadi sayang tapi sekarang mereka sudah menerima akibat dari perbuatan mereka sendiri. aku sangat senang mereka tidak ada lagi di lingkungan kamu sayang. kalau tidak mereka akan menjadi racun yang amat sangat nanti kalau anak kita lahir ke dunia" kata Bree sambil menatap ke arah arga kekasihnya itu.


" Memangnya kamu mau mengandung anak Aku sayang" kata Arga bertanya kepada Bree dengan nada serius serta menatap jauh ke mata Bree dengan tatapan jauh ke dalam hati dan perasaan Bree.

__ADS_1


" Kalau aku nggak mau mengandung anak kamu sayang aku nggak mungkin menerima cincin tunangan ini" kata Bree sambil mengangkat tangannya dan memperlihatkan cincin tunangan yang diselamatkan oleh Arga saat acara ulang tahun pernikahan Aris dan Gina.


"Wah kalau begitu urusan ini akan aku percepat" ujar Argha yang sudah tidak sabaran lagi meminang Bree untuk menjadi istrinya.


"Hah" ujar Bree yang kaget dengan apa yang dikatakan oleh Arga sebentar ini


Arga benar benar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Bree kepada dirinya. Dia langsung saja Ingin melamar Bree dan menjadikan Bree sebagai istrinya.


" Wow aku nggak menyangka sayang" kata beri sambil menatap ke arah Arga


" Haruskah recap sayang kalau niat baik itu tidak boleh ditunda-tunda" jawab Arga sambil melahirkan ke arah calon istrinya


" tunangan belum 2 hari aja udah mau dijadikan sebagai istri" kata Bree sambil geleng-geleng kepala mendengar apa yang dikatakan oleh Arga sebentar ini.


" hahaha mau bagaimana lagi Aku udah tidak sabar lagi menjadikan kamu sebagai istriku" Jawab aja sambil melihat ke arah Bree yang sekarang sudah duduk tepat di sebelahnya.


" oke itu masalah gampang" jawab Arga dengan sangat yakin bisa mengabulkan pesta seperti apa yang diinginkan oleh Bree.


" Ups jangan senang dulu tuan muda. Aku belum selesai ngomong" kata Bree sambil melirik ke arah Arga yang tetap memasang wajah yakin kalau dia bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh Bree.


" ada lagi?" Tanya arga sambil menatap ke arah calon istrinya itu.


Bree mengangguk karena memang masih ada sesuatu yang belum diucapkan oleh Bree kepada Arga.


" Ya udah katakan aja apa syaratnya" ujar Argha berkata kepada Bree untuk mengatakan syarat apa yang diinginkan oleh Bree selanjutnya.


" syaratnya kita menikah dengan orang hasil usaha dan kerja kamu sendiri sayang"

__ADS_1


"Bukan dari uang Daddy dan Nana" kata Bree mengatakan syarat berikutnya kepada Arga.


"Oke sip" ujar Argha yang langsung setuju dengan syarat yang diajukan oleh Bree kepada dirinya.


Bree kaget saat mendengar Argha yang langsung saja setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bree sebentar ini tanpa memikirkan terlebih dahulu jawaban yang akan diberikan oleh dirinya kepada Bree.


"Kamu langsung main oke saja sayang" ujar Bree sambil menatap ke arah Argha yang langsung saja main angguk dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bree sebentar ini.


"Ngapain di pikir lama lama sayang" jawab Srgha sambil menatap ke arah Bree.


Argha kemudian menggenggam tangan Bree dengan sangat erat. Dia menepuk nepuk punggung tangan Bree dengan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan oleh Bree dan Argha.


"Tapi maukah kamu menyetujui apa yang sebentar lagi akan aku katakan?" ujar Argha yang sekarang mengajukan apa permintaannya kepada Bree.


"Mau. Apa?" ujar Bree kepada Argha.


Bree juga penasaran kenapa tiba tiba Argha meminta sesuatu dari dirinya. Bree sangat kaget saat Argha meminta suatu hal kepada Bree.


"Aku mau kalau semua acara pernikahan dan pesta di berikan kepada Nana dan Mami" ujar Argha yang sangat ingat bagaimana hebohnya kedua nyonya besar itu saat mereka merancang setiap pesta yang akan dilakukan oleh keluarga besar mereka.


"Hahaha hahaha, aku kira kamu mau minta apa sama aku sayang." ujar Bree sambil tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan oleh Argha.


"Kok kamu ketawa sayang?"ujar Argha yang heran melihat Bree yang tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan oleh Argha kepada dirinya.


"Gimana aku nggak akan tertawa sayang. Setuju atau tidak aku, mereka berdua akan tetap melakuan nya sayang" ujar Bree.


"Bener juga sayang. Udah mau maghrib. Ayuk pulang" ujar Argha mengajak Bree untuk pulang ke mansion masing masing.

__ADS_1


Mereka kemudian anak sepeda masing masing. Mereka kemudian mengayuh sepeda itu menuju mansion.


__ADS_2