
Hari ini Gina sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Ranti, tapi dengan satu syarat Gina tidak boleh terlalu lelah. Sebelum pulang Aris dan Gina melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Gina. Gina tetap mau bekerja seperti biasa di kantor.
"Permisi dokter, kami berdua bisa konsul sekarang?" tanya Aris.
"Silahkan masuk Tuan dan Nyonya. Silahkan duduk." kata Gina kepada Tuan dan Nyonya Muda Soepomo.
" Mau membicarakan apa ya Tuan?" tanya dokter Ranti.
"Begini dokter, saya berencana untuk tidak berhenti bekerja. Seandainya saya berhenti bekerja saya yakin, saya akan merasa terbebani dan stress sendirian di rumah tanpa ada yang harus saya lakukan." kata Gina mengeluarkan isi hatinya.
"Nyonya, anda saya bolehkan bekerja tetapi dengan syarat tidak boleh lelah. Saya takutnya bayi dalam kandungan Anda tidak kuat. Tapi kalau Anda rajin mengkonsumsi obat yang saya kasih, maka efeknya akan jauh berkurang." kata dokter Ranti.
" Baiklah dokter terimakasih atas jawabannya. Saya tidak akan berhenti mengkonsumsi obat saya." jawab Gina dengan senyum yang indah.
"Sama sama Nyonya. Ada lagi Nyonya, Tuan?"
"Begini dokter, apakah saya boleh begituan dengan istri saya?" tanya Aris.
Dokter Ranti tersenyum mendengar pertanyaan Aris.
" Boleh Tuan, asalkan ya itu tadi, Nyonya Gina tidak boleh lelah dan tidak boleh terlalu agresif." jawab dokter Ranti.
Gina yang mendengar pertanyaan Aris serta jawaban dari dokter Ranti langsung tersipu malu, dia tidak menyangka hal itu akan ditanyakan oleh Aris kepada dokter.
"Terimakasih dokter. Kami permisi dulu." kata Aris sambil menggandeng Gina keluar menuju keluarga yang sudah menunggu mereka di lobby rumah sakit.
"Anda baru bertanya sekarang Tuan. Padahal Anda sudah melakukannya." kata dokter Ranti saat melihat Aris dan Gina sudah berada di luar jangkauan pendengaran.
"Kok lama Gin?" tanya Nana kepada Gina, mereka semua sudah menunggu selama satu jam di lobby.
" Kami kira tadi ndak jadi pulang kamunya." lanjut Nana.
"Gina kontrol dulu Na. Gina mau kerja, makanya Gina nanyak apakah boleh atau tidak." jawab Gina yang merasa segan kepada keluarganya karena telah menunggu lama dirinya dan Aris.
"Terus apa jawaban dokter?" kata Mami menyambar pertanyaan Nana.
"Kata dokter boleh, tapi dengan syarat nggak boleh lelah Mi." jawab Gina.
"Bisa diatur." kata Afdhal.
Mereka semua naik ke dalam mobil yang kali ini disopiri oleh Afdhal. Ayah, Papi dan Bram tidak bisa ikut menjemput Gina karena mereka sedang banyak banyaknya kerja.
Tak terasa mereka akhirnya sampai juga di rumah utama Soepomo. Semua anggota kelyarga turun dan langsung menuju meja makan. Waktu makan siang keluarga Soepomo sudah masuk. Mereka semua duduk di kursi.
__ADS_1
Aris mengambilkan Gina makan siangnya. Dia tidak mau Gina mengambil sendiri karena pasti porsinya akan sangat sedikit.
"Masih mau disuapin?" tanya Aris kepada Gina sambil tersenyum.
"Nggak makan sendiri aja." jawab Gina.
Mereka kemudian makan dalam diam. Selesai makan Nana dan Afdhal pamit untuk pulang ke rumah. Sedangkan Mami beristirahat di kamar.
"Sayang kita duduk di gazebo yuk. Aku lelah kalau disuruh tidur terus." kata Gina kepada Aris.
"Ya udah kita duduk di sana aja." Aris menyetujui apa yang dikatakan Gina.
Mereka menuju gazebo. Aris membawa potongan buah dan air mineral untuk mereka makan dan minum di gazebo. Aris tidak mau istirahat mereka diganggu oleh maid yang mengantarkan cemilan.
"Sayang" panggil Gina kepada Aris.
Gina menjuntaikan kakinya ke kilam berenang yang ada di bawah gazebo.
"Ada apa sayang?" tanya Aris yang penasaran dengan nada serius Gina.
"Apakah kamu udah nyiapin nama untuk anak kita sayang?" tanya Gina sambil mengusap pipi Aris yang tidur dipahanya.
"Sejujurnya untuk nama panjang belum sayang. Tapi kalau untuk nama panggilan aku udah punya." jawab Aris.
Obrolan ringan yang sudah lama sekali rasanya tidak mereka lakukan.
"Kalau laki laki aku akan panggil dia dengan nama Keenan. Sedangkan perempuan Kaysha." kata Aris sambil tersenyum bahagia.
"Apakah kamu setuju dengan panggilan itu?" lanjut Aris bertanya kepada Gina.
"Setuju sayang, dua panggilan nama yang sangat indah. Aku suka. Tinggal kita cari nama lengkapnya lagi." kata Gina sambil merasakan jenggot Aris yang mulai menyakiti tangannya.
"Sayang, jenggotnya dicukur napa sih sayang. Ini nggak, udah sakit tanganku kena jenggot tajam mu sayang." kata Gina kepada Aris.
"Hahahaha. Oke sayang. Nanti aku cukur ya." kata Aris.
"Sayang, kapan kita akan belanja barang barang blip sayang?" tanya Aris kepada Gina.
" Besok gimana sayang?" jawab Gina yang memang ingin juga membeli barang barang blip.
"Kita ajak Mami dan Nana ya." lanjut Gina.
"Oke kita ajak Mami dan Nana." Aris setuju dengan pendapat Gina.
__ADS_1
Mereka kemudian melanjutkan obrolan tentang berbagai hal. Tak terasa hari sudah sore.
"Sayang kita mandi lagi yuk. Hari udah mau maghrib. Kita sholat berjamaah di mushalla rumah aja." ajak Gina kepada Aris.
"Kuat kamu?" tanya Aris tidak percaya dengan permintaan Gina.
"Kuatlah masak nggak. Sayang nanti tolong gosokin punggung ya. Kayaknya daki aku udah banyak." kata Gina yang memang merasakan badannya sedikit berdaki.
"Siap Nyonya." kata Aris sambil tersenyum mesum.
"Batal sayang. Wajah kamu udah mesum. Aku nggak mau mandi lama lama nanti sayang." jawab Gina yang membatalkan niatnya untuk minta tolong kepada Aris membersihkan daki di bagian punggungnya.
"Hahahaha. Aku panggilin tukang lulur yang biasanya aja." kata Aris memberikan ide.
"Oke aku suka itu. Kamu bayar." kata Gina.
Mereka berdua menuju kamar untuk membersihkan dirinya. Gina mandi terlebih dahulu. Aris menyiapkan semua pakaian yang akan dipakai Gina. Aris juga menyiapkan pakaian untuk dipakainya.
Gina membersihkan dirinya tidak memerlukan waktu yang lama. Selama tiga puluh menit dia selesai dan keluar dari kamar mandi. Aris kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Aris mandi sambil bersenandung bahagia.
Gina yang mendengar dari kamar tersenyum saja mendengar senandung Aris.
"Sayang kamu terlihat bahagia sekali." tanya Gina.
"Jelaslah sayang aku bahagia. Kamu udah kembali lagi kepada diriku seperti dulu. Tambah lagi dua bulan lagi anak kita akan lahir sayang. Bayangkan aja betapa senangnya hati aku." kata Aris sambil tersenyum bahagia.
Aris memakai pakaiannya, Gina berrias di depan toiletnya. Mereka selesai dalam waktu tiga puluh menit.
"Ayuk sayang kita ke bawah. Nanti kita akan beritahukan kepada Mami kalau kita akan membeli perlengkapan Blip besok." kata Aris.
"Atur aja sayang. Pas makan malam kita katakan nanti." jawab Gina.
Mereka berdua ke Mushalla untuk sholat. Aris menjadi imam malam ini. Dia melafaskan ayat pendek yaitu surat yusuf. Aris begitu khidmat membaca surat itu. Selesai sholat maghrib berjamaah, keluarga Soepomo menuju ruang makan, mereka akan makan malam bersama.
"Mami, besok Mami dan Nana ikut kami ya. Kami mau belanja untuk keperluan Blip." kata Aris kepada Mami.
"Akhirnya. Oke sayang, Mami akan hubungi Nana nanti selesai makan. Kita pergi jam sepuluh aja ya. Jangan siang nanti Gina lelah." kata Mami.
"Atur aja sama Mami." jawab Aris.
"Yes. Akhirnya beli perlengkapan debay juga." kata Mami dengan senyum merekah bahagia.
Hal yang sudah lama dinantikan oleh Mami dan Nana akhirnya datang juga. Mereka sungguh bahagia.
__ADS_1