
Argha yang baru selesai membersihkan seluruh tubuhnya langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Frenya. Argha memakai semua pakaian itu sambil tersenyum senyum membayangkan dia akan memberikan kejutan kepada Bree nanti.
"Tuan muda kenapa senyum senyum sendiri?" ujar Hendri yang sudah berada di dalam kamar Argha dengan memakai pakaian yang hampir senada warnanya dengan pakaian yang dipakai Argha saat ini.
"Tidak kenapa kenapa Hendri. Hanya ada sedikit yang sedang dipikirkan" ujar Argha menatap asistennya itu dari cermin yang sedang digunakan oleh Argha untuk menata rambut nya yang sudah di kasih pomade.
"Kirain tadi ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Ternyata tidak. Okelah." jawab Hendri sambil duduk di sofa kamar Argha.
Argha dan Hendri bisa menjadi sangat akrab karena mereka satu kampus waktu kuliah. Hendri adalah sahabat terbaik Argha. Makanya Argha mempercayakan kepada Hendri untuk menjadi asistennya.
"Selesai" ujar Argha.
Hendri menatap ke arah Argha. Argha terlihat lain dari pada biasanya mulai dari cara berpakaian sampai dengan cara penataan rambut. Argha sama sekali mengubah penampilannya hari ini. Argha benar benar terlihat tampan.
"Tuan muda wow tampan banget. Serius" ujar Hendri memuji ketampanan dari seorang Argha.
"Harus tampan" ujar Argha dengan nada suara yang mengandung sebuah rahasia yang juga tidak diketahui oleh Hendri.
"Mari kita turun. Sepertinya semua keluarga sudah berada di lantai satu mansion" ujar Argha mengajak Hendri untuk turun dari kamar mereka.
"Bawa mobil yang mana kita Tuan Argha?" tanya Hendri yang tadi belum sempat bertanya kepada Argha mobil mana yang akan mereka pakai ke acara hari ini.
"Tengok yang tersisa aja. Pusing kali" ujar Argh menjawab pertanyaan dari Hendri tentang mobil yang mana yang akan mereka pakai hari ini.
"Oke" jawab Hendri sambil menatap ke arah Argha yang sedang memakai sepatunya.
Mereka berdua kemudian turun ke lantai satu mansion. Hendri berjalan di samping Argha. Argha sama sekali tidak memperbolehkan Hendri berjalan di belakang dirinya kalau mereka berjalan berdua.
__ADS_1
"Wow dia keren sekali" ujar Aris saat melihat Argha turun bersama dengan Hendri.
"Makasi Daddy aku memang keren" jawab Argha dengan percaya dirinya yang kadang kadang terlalu kelewatan dan tidak bisa dikendalikan oleh siapapun.
"Hay bro bukan kamu yang keren. Tapi Hendri" ujar Aris yang akan memulai keributan dengan anak bontot nya itu.
"Oh baiklah, anggap aja aku mengucapkan terimakasih atas nama Hendri tadi" jawab Argha yang sudah paham dan tahu kalau Daddynya itu sedang berusaha menggoda dirinya dan ingin membuat dia marah dan bisa merusak mood Argha ke depan.
"Haha haha. Kena sendiri. Makanya sayang, jangan lawan Argha kalau udah dalam mode CEO" ujar Ghina yang sangat senang Argha bisa memukul telak Aris dengan ucapannya.
"Hendri, kalian berdua pakai mobil ini" ujar Aris membrikan sebuah kunci mobil kepada Hendri.
Hendri menerima kunci mobil tersebut sambil tersenyum. Dia sudah tau mobil apa yang akan dibawanya kali ini. Argha yang melihat senyuman Hendri juga sudah bisa membayangkan mobil apa yang akan dibawa mereka ke acara itu.
"Haha haha dia senang" ujar Aris saat melihat senyuman kebahagiaan dari Hendri.
"Banget senangnya itu Daddy. Dia sudah tahu apa yang menunggunya di luar" ujar Argha berkata kepada Aris. Argha juga sangat tahu kalau Hendri begitu senang mendapatkan kunci mobil yang diberikan oleh Aris.
Ghina ingin melihat bagaimana dekorasi yang dibuat atas perintah Argha kepada orang orang hotel yang bekerja seharian tadi. Berdasarkan info yang diberikan oleh General Manager, Argha benar benar serius menghadapi pekerjaannya tadi. Argha sama sekali tidak meninggalkan hotel sampai semuanya terlihat sempurna.
Mereka kemudian masuk ke dalam mobil masing masing. Argha masuk ke mobil paling belakang hanya berdua dengan Hendri. Sedangkan yang lainnya berempat. Kecuali Daniel yang berlima karena ada putri kecil mereka yang ikut dalam acara kali ini.
Enam buah mobil bergerak meninggalkan mansion utama keluarga Soepomo. Mereka bergerak menuju hotel tempat akan diadakan acara ulang tahun pernikahan Aris dan Ghina.
"Tuan muda. Apa menurut tuan muda nona Bree sudah sampai di tempat pesta?" tanya Hendri kepada Argha yang sedang sibuk dengan ponsel miliknya.
"Sepertinya sudah. Mami mira tidak akan mungkin datang terlambat di acara sahabat terbaiknya." ujar Argha menjawab pertanyaan dari Hendri.
__ADS_1
"Wuis yang akan ketemu ayank ebeb" ujar Hendri menggoda Argha.
"Jangan main main Hendri" jawab Argha sambil tersenyum membalas menggoda Hendri.
"Nggak ada main main. Sedang bawa mobil malahan sekarang" ujar Hendri menjawab pertanyaan dari Argha yang mengatakan kalau Hendri jangan main main
Keenam mobil melaju dengan kecepatan yang sama antara satu dengan yang lainnya. Tak lama mengemudi, mobil pertama sudah berbelok masuk ke dalam kawasan hotel bintang lima itu.
Aris dan Ghina berhenti tepat di depan red carpet. Mereka berdua turun sambil bergandengan tangan. Ghina dan Aris mengambil fhoto di depan para wartawan yang datang ke acara itu. Setelah puas melayani permintaan dari wartawan. Aris dan Ghina berjalan masuk ke dalam hotel tempat acara akan dimulai.
Mobil kedua yang isinya Daniel, Rani dan Zey berhenti di depan red carpet. Mereka bertiga juga diminta ber fhoto oleh para wartawan. Daniel dan Rani serta Zey memperbolehkan semua wartawan mengambil fhoto mereka. Ini adalah kemunculan pertama Zey di depan para wartawan. Selama ini Zey tidak pernah muncul di depan wartawan.
Mobil ketiga yang berhenti di depan red carpet adalah mobil yang ditumpangi oleh Frenya dan Juan. Mereka berdua juga melakukan fhoto bersama di depan para wartawan yang hadir di acara ulang tahun pernikahan Aris dan Ghina Soepomo.
Setelah itu, para wartawan mengarahkan kamera mereka ke mobil paling terakhir. Mereka semua sangat menunggu nunggu orang terakhir ini untuk turun dari mobil. Mereka semua menatap lurus ke arah mobil yang sudah berhenti di red carpet tersebut.
Argha yang melihat wartawan sangat ramai berada di sana langsung mengubah air muka wajahnya dengan wajah paling dingin sedunia. Hendri saja bisa sampai heran melihat perubahan dari air muka Argha. Dari yang ramah menjadi super dingin seperti kulkas itu.
Argha kemudian turun dari dalam mobil. Dia melangkah dengan acuhnya ke tempat seorang MC sudah berdiri.
"Selamat datang Tuan Argha. Kami semua sudah menunggu kedatangan Tuan Muda dari tadi" ujar MC mulai berbasa basi kepada Argha.
"Saya tadi ada pekerjaan tapi saya rasa saya tidak terlambat" jawab Argha dengan dinginnya kepada MC acara red karpet tersebut.
Ghina melihat kalau Argha sudah mulai tidak nyaman. Mereka semua kemudian berjalan ke arah Argha.
"silahkan untuk para wartawan mengambil fhoto kami satu keluarga besar" ujar Ghina kepada semua wartawan.
__ADS_1
Ghina mempersilahkan Wartawan untuk mengabadikan fhoto keluarga besarnya itu. Moment langka yang belum tentu satu tahun sekali bisa di dapatkan oleh para wartawan yang haus akan berita keluarga Soepomo.
Setelah selesai berfhoto keluarga. Keluarga besar Soepomo masuk ke dalam hotel bersama sama. Mereka benar benar mengubah aura hotel menjadi sangat dingin seperti sedang di Kutub.