
Frenya melajukan mobilnya menuju mansion milik Paman Bayu yang berada tepat di sebelah mansion milik Daddynya, tetapi karena luas mansion yang luar biasa itu, membuat mereka tidak bisa datang dengan berjalan kaki saja, melainkan harus mengendarai kendaraan.
"Daddy sama Paman Bayu sama sama gila kalau sudah menyangkut mendirikan mansion. Nggak tanggung tanggung luasnya, ke mansion sebelah saja harus naik mobil, seperti harus pergi kemana saja" ujar Frenya yang mengomel sendirian sambil mengemudikan mobilnya menuju mansion tempat Bree tinggal.
Frenya membelokkan mobilnya masuk ke halaman mansion. Frenya kemudian memarkir mobil miliknya tepat di depan teras mansion yang sangat besar itu. Frenya lalu turun dari dalam mobil, dia berjalan santai membuka pintu mansion. Seorang maid yang sedang merapikan sofa ruang tamu meihat siapa yang datang langsung menghentikan perkerjaannya itu.
"Nona Frenya" ujar maid sambil menunduk hormat kepada Frenya.
"Maid, apa Bree ada di dalam?" tanya Frenya kepada Maid yang sekarang berdiri di hadapannya itu.
"Ada Nyonya" jawab Maid dengan sopan kepada Frenya yang tak lain tak bukan adalah Nona Muda Aris Soepomo.
"Dimana Maid?" tanya Frenya yang ingin langsung menemui Bree.
"Di kamar lantai tiga Nona" ujar Maid memberitahukan di kamar mana Bree memilih untuk tinggal.
"Oh baiklah, terimakasih maid, lanjutkan saja pekerjaannya maid" ujar Frenya sambil berlalu dari hadapan Maid yang memberitahukan dimana letak kamar Bree.
Frenya naik ke lantai tiga menggunakan lift yang disediakan oleh mansion super besar itu.
Tok tok tok tok, Bree mendengar pintu yang diketuk dari luar oleh seseorang. Bree yang telah selesai memasukkan barang barangnya ke dalam sebuah koper kecil berjalan untuk membuka pintu kamarnya itu.
"Siapa ya? Rasanya tadi sudah ngomong ke maid kalau aku sedang tidak ingin di ganggu. Kenapa sekarang masih ada yang mau ganggu aku ya?" ujar Bree yang nggak habis pikir kenapa maidnya masih mengganggu dirinya yang sudah mengatakan tidak ingin diganggu itu tadi.
Bree kemudian membuka pintu kamar pribadinya. Betapa kagetnya Bree saat melihat siapa yang berada di depannya sekarang ini, bukan maid atau asisten pribadinya yang diminta oleh Papinya untuk mengurus semua keperluan Bree selama di negara A.
"Uni Frenya, kapan datang Uni? Ayo masuk" ujar Bree kepada Frenya yang ternyata berdiri di depan kamarnya itu dengan cantik dan kekhasan seorang Frenya.
"Haha haha haha, kamu kangen dengan aku ya?" ujar Frenya saat Bree langsung saja main peluk dirinya saat ini.
"Haha haha haha haha, Uni tau aja kalau aku beneran kangen sama Uni, Uni kemana aja?" ujar Bree yang nggak tau apa yang harus diperbincangkan dengan Frenya saking senangnya hati Bree bisa bertemu dengan Frenya.
"Haha haha, kemana maksud kamu?" ujar Frenya yang kaget mendengar pertanyaan dari Bree.
"Kita ngobrol di balkon kamar aku aja yuk Uni" ujar Bree mengajak Frenya untuk mengobrol di balkon kamarnya yang menyajikan pemandangan yang sangat indah.
__ADS_1
Bree membuka pintu kaca menuju balkon kamar, Bree juga membawa dua botol air mineral yang selalu ada di dalam almari pendingin kamarnya itu.
"Wow Bree, ini pemandangan sangat indah sekali, sekarang Uni baru tahu kenapa kamu sangat ini tinggal di kamar lantai tiga mansion ini, pasti karena pemandangan ini bukan?" kata Frenya yang sangat kagum melihat pemandangan di samping mansion ini.
Pemandangan sebuah danau buatan yang dikelilingi oleh taman bunga yang bunganya sedang bermekaran. Belum lagi angsa yang ada di tengah tengah danau semakin membuat pemandangan itu menjadi lebih keren dan mantap.
"Haha haha haha, Uni tau aja. Memang salah satunya itu Uni yang membuat aku memilih untuk tinggal di kamar lantai tiga" ujar Bree tertawa renyah dan memperlihatkan lesung pipinya yang sangat cantik dan semakin membuat Bree menjadi sangat cantik.
"Kemaren aku udah tinggal di kamar lantai dua Uni, ternyata aku tidak bisa melihat danau itu secara keseluruhan, kemudian aku isengkan ke lantai tiga kamar ini, nah saat itulah aku melihat pemandangan indah ini, makanya aku memutuskan untuk tinggal di kamar lantai tiga saja." ujar Bree menjelaskan bagaimana dia bisa tinggal di lantai tiga mansion.
"Kalau kamar Uni menampilkan pemandangan seperti ini, Uni juga memilih untuk tinggal di lantai tiga juga Bree. Pemandangan ini membayar lunas kepenatan kita saat selesai beraktifitas di luar" ujar Frenya sambil menikmati pemandangan indah yang disajikan oleh alam itu.
"Bree tolong ambilkan fhoto uni ya" ujar Frenya sambil memberikan ponsel miliknya.
"Wow Uni, ponsel uni keluaran terbaru lagi, Uni memang bikin kami semua menjadi iri" ujar Bree saat melihat ponsel yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya adalah ponsel keluaran terbaru dari perusahaan ternama itu.
"Makanya cepat selesai kuliah, ambil alih satu perusahaan Paman Bayu, maka kamu akan bisa membeli apa saja yang kamu inginkan, tanpa minta lagi sama orang tua" ujar Frenya memberikan nasehat kepada Bree untuk fokus dan cepat menyelesaikan perkuliahannya.
"Aman itu Uni, aku dan Argha sepakat untuk menyelesaikan perkuliahan kami hanya dalam waktu tiga tahun saja" ujar Bree dengan semangat memberitahukan kepada Frenya berapa tahun target mereka berdua akan kuliah di negara A.
"Keren, jadi Uni bisa langsung kenegara S, kalau Argha sudah tapat dan bisa memimpin perusahaan di negara kita" ujar Frenya yang sudah tidak sabar lagi menunggu Argha tamat dari kuliahnya.
"Ya banget, masak iya kami suami istri tetapi berjauhan selalu" ujar Frenya yang curhat colongan kepada Bree.
"Sabar Uni, sebentar lagi Uni akan kumpul dengan Uda Juan" jawab Bree yang akan memberitahukan bagaimana penderitaan yang harus di tanggung Frenya karena harus menjalankan hubungan jarak jauh dengan suaminya kepada Argha.
"Haha haha haha, tidak apa apa Bree, lagiankan Uni bisa ke Negara S dan uda juga bisa datang ke negara I, hitung hitung sekalian liburan" ujar Frenya berusaha membesarkan hatinya.
'Uni nggak bisa boong, semua udah aku rekam. Aku akan tolong Uni.' ujar Bree dalam hatinya.
Mereka berdua kemudian mengambil beberapa fhoto berdua dan juga Frenya yang berdiri sendirian di balkon kamar Bree. Bree kemudian mengirim fhoto itu kepada Uda Juan. Juan yang menerima fhoto dari Bree langsung saja mengurus penerbangan ke negara I. Juan sangat rindu dengan istrinya itu, mereka sudah sebulan tidak bertemu karena jadwal bisnis mereka yang terlalu banyak, sekalian Juan juga akan menghadiri ulang tahun pernikahan dari mertuanya itu.
Saat mereka asik berfhoto dan mengobrol, ponsel milik Frenya berdering.
"Siapa Bree?" tanya Frenya kepada Bree yang dari tadi memegang ponsel milik Frenya.
__ADS_1
"Bontot" ujar Bree membaca nama yang tertulis di ponsel Frenya.
Bree kemudian melihat fhoto profil kontak yang diberi nama Bontot oleh Frenya.
"Uni, ini Argha bukan?" tanya Bree kepada Frenya yang sudah bisa memastikan itu fhoto siapa.
"Bener Bree, itu Argha" ujar Frenya menjawab pertanyaan dari Bree.
"Haha haha bontot" ujar Bree tertawa senang saat tahu nama Argha siapa di ponsel Frenya.
"Angkat aja Uni" ujar Bree kepada Frenya.
Frenya kemudian mengangkat panggilan dari Argha.
"Hallo Gha?" ujar Frenya saat mengangkat panggilan dari Argha.
"Uni, aku udah siap, ayuk jalan. Jangan lama lama di mansion Bree. Tapi Uni dan Bree mau ke mall dulu cari hadiah dan oleh oleh" ujar Argha dengan berbicara tanpa memakai jeda sedikitpun.
"Oke oke, kami akan kembali ke mansion kamu sekarang." ujar Frenya sambil menutup panggilan telponnya dengan Argha.
Frenya memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana jins yang dipakainya itu.
"Bree, barang barang kamu sudah siapkan?" tanya Frenya kepada Bree.
"Sudah Uni, kita jalan sekarang?" tanya Bree kepada Frenya.
"Yup. Itu Tuan Muda Soepomo sudah tidak sabar ingin pergi ke mall membeli oleh oleh" ujar Frenya sambil tersenyum kepada Bree.
"Haha haha, padahal yang mau beli oleh oleh kita berdua, dapat aja Argha jadi kambing hitam ya Uni" ujar Bree sambil geleng geleng kepala melihat tingkah Frenya yang memang masih sangat muda itu.
"Sekali sekali, mumpung orangnya nggak ada di sini" jawab Frenya sambil tersenyum kepada Bree.
Mereka berdua kemudian turun ke lantai satu mansion. Semua maid yang berjumlah lima orang sudah menunggu Bree di ruang tamu.
"Aku balik dulu ya Maid, seminggu lagi aku akan pulang. Hati hati di mansion ya" ujar Bree kepada kelima maidnya itu.
__ADS_1
"Nona muda juga hati hati ya" ujar kepala pelayan mewakili kelima maid yang lain.
Frenya dan Bree kemudian masuk ke dalam mobil yang tadi di bawa oleh Frenya ke mansion Bree. Mereka berdua akan menjemput Argha dan menuju mall terbesar di negara A guna membeli kado untuk kedua orang tua mereka.