Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Rencana Aris


__ADS_3

Aris langsung membuka pintu hotel tempat dia menginap, badannya terasa remuk karena menunggu Gina keluar dari rumah itu. Termyata sampai Aris lelah menunggu, Gina tidak juga keluar dari rumah tersebut. Aris memutuskan hari ini dia akan beristirahat saja di kamar hotel. Dia ingin menikmati waktu liburnya dengan bersantai-santai saja, karena dia nanti malam harus kembali lagi ke ibu kota. Karena hari Senen Aris ada meeting dengan perusahaan Wijaya. Salah satu perusahaan yang sedang menanjak naik, malahan sekarang perusahaan itu sudah setara dengan perusahaan Soepomo. Saat Aris membuka pintu kamar hotelnya, di sofa sudah duduk Bram dan Bayu yang saling melemparkan tatapan membunuh. Aris yang heran melihat asisten sekaligus sahabatnya berada di kota ini menjadi heran, padahal Aris tau Bram sangat tidak suka menginjakan kakinya di kota ini.


"Bram?" kata Aris dengan wajah bertanya-tanya.


"Loe pengen tau kenapa gue sampai sini?"


Aris mengangguk dan langsung duduk di salah satu kursi.


"Loe tanya neh makhluk. Apa yang dikatakannya ke gue." kata Bram sambil menunjukkan wajah kesalnya ke arah Bayu. Bayu langsung tertawa melihat raut wajah kesal Bram.


"Kenapa loe ketawa? Sekarang loe jelaskan ke gue ada apa ini." Perintah Aris kepada Bayu. Kemudian Bayu menceritakan semuanya kepada Aris, apa yang dikatakan kepada Bram dan bagaimana Bram menyikapi omongannya.


"Lho juga Bram, main langsung matikan telpon tanpa mendengar penjelasan Bayu lebih dahulu."


"Tapikan Ris." Bram berusaha membela diri.


"Gue paham loe sangat peduli sama gue. Tapi Bram, loe juga harus ingat Bayu itu bagaimana jahilnya. Dia akan dengan berbagai cara menyuruh elo untuk datang ke kota ini lagi." kata Aris. Bram yang sadar sudah masuk kedalam jebakan Bayu langsung menghampiri Bayu dan memiting leher Bayu.


"Elo gila ya Bay. Harusnya waktu itu gue nggak nyelamatin hidup loe. Nyesel gue nyelamatin elo." Bram sangat kesal dengan ulah Bayu. Bayu hanya tertawa saja. Aris yang melihat tingkah polah dua sahabat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Aris yang mulai merasakan kantuk di matanya langsung saja masuk kedalam kamar, dia membiarkan keributan itu terjadi. Bram dan Bayu yang melihat Aris mau tidur, mereka juga mengikuti Aris untuk tidur.


Mereka tertidur lumayan lama, baru bangun saat jam menunjukkan pukul satu siang. Aris yang sudah bangun langsung keluar kamar mau memesan makanan, rencananya Aris mau menelpon restoran hotel agar mengantarkan makan siangnya ke kamar saja. Tapi sampai di depan kamarnya sudah tersedia berbagai macam makanan favoritnya dan terlihat kedua sahabatnya sedang duduk mengitari makanan itu.


"Loe lama banget Ris tidurnya. Gue udah kelaperan." kata Bayu dengan memegang perutnya.


"Loe yang pesan Bram?" Aris mengambil tempat duduk di sofa yang kosong.


"Yup siapa lagi. Bayu? mana mungkin."


"Yok makan, selesai makan ada yang mau gue sampein ke loe berdua." Aris mengambil makanannya diikuti oleh kedua sahabatnya itu. Mereka makan dalam diam. Menikmati setiap hidangan yang dipesan oleh Bram. Selesai makan Aris mengajak Bram dan Bayu untuk duduk di sofa depan tv.


"Kelihatannya serius Bram. Loe tau apa?"


"Mana gue tau Bay. Gue baru sampe td malam. Mana gue tau apaan. Aris belum cerita juga." Bram dan Bayu mengambil tempat duduk di sebelah Aris.

__ADS_1


Bram melihat ada sesuatu yang mengganjal di hati Aris. Tapi Bram tidak bisa mengetahuinya, padahal selama ini apapun itu masalah yang dihadapi Aria pasti Bram dengan cepat akan tahu, termasuk penyebab hubungannya dengan Putri.


"Eeee... Kalian berdua pasti heran kenapa gue ajak untuk ngomong serius." Aris menatap wajah kedua sahabatnya.


"Jangan loe bilanga Soepomo grub bangkrut mbing." Bayu menyatakan ide pertama.


"Woi mbing kalau masalah Soepomo mau bangkrut gue nggak akan duduk nyantai gini ogeb. Loe waktu Tuhan pembagian otak pasti telat datang. Makanya dapat dikit."


"Biarin yang penting pas bagian wajah gue yang pertama datang. Makanya ganteng." Bayu langsung memperagakan gaya model melakukan pemotretan.


"Serah loe mbing." Bram mulai lagi kesal.


"Sabar Bram. Loe memang harus banyak sabar menghadapi Bayu." Aris mengejek Bram yang selalu pusing saat menghadapi Bayu.


"Gue mending harus menghadapi para calon investor dari pada harus menghadapi kambing satu ni." Bram menoyor kepala Bayu. Bayu hanya cengengesan karena sudah kembali berhasil membuat Bram emosi.


"Sudah ributnya?" Aris mulai emosi. Bayu yang sadar Aris sudah mulai emosi langsing belubah menjadi kembali serius.


"Jadi gini, maksud gue ngajak kalian ngomong serius ada yang mau gue tanyain." Aris menatap kedua sahabatnya.


Bayu dan Bram yang terpana mendengar apa yang dikatakan oleh Aris langsung berucap bersamaan. "Alhamdulillah" sambil mereka berdua berpelukan. Aris tidak menyangka reaksi kedua sahabatnya sampai sebegitunya.


"Lho berdua lebay ya."


"Bukan lebay Ris. Kami tidak nyangka aja loe akhirnya bisa juga menyukai wanita lain, selain tu tengkober." Bayu mengeluarkan suaranya.


"Jadi apa masalahnya Ris?" Bram sadar ada sesuatu yang membuat Aris harus membicarakan masalah pribadinya. Bram tau kalau Aris sudah membicarakan masalah pribadinya dengan melibatkan dia dan Bayu berarti Aris sudah tidak mampu lagi menganalisa masalahnya sendiri.


"Gue sampai sekarang masih penasaran dengan siapa perempuan itu sebenarnya."


"Maksud loe Ris?" Bram masih kurang paham.


"Gini Bram. Perempuan itu satu kos dengan Putri di ibu kota. Untuk wajah dia cantik nggak ngebosenin dan juga tidak bermakeup tebal dia natural. Tapi ada yang bikin gue menjadi penasaran sama dia." Aris mengingat Gina.

__ADS_1


"Apa yang bikin loe penasaran, dia perawan atau ndak?" Bayu kembali jail.


"Dasar ogeb, isi otak nggak jauh dari bawah puser. Tapi pas dikasih bener, kuat juga kagak loe." Bram menyindir Bayu, karena dulu Bram pernah menjaili Bayu.


Bram waktu itu menyewa seorang wanita bar untuk melayani Bayu yang isi otaknya terus ke bawah puser. Ternyata hal yang tak diduga terjadi, Bayu menceramahi wanita bar itu, tanpa berniat untuk menyentuhnya. Bram yang mengingat kejadian itu selalu tersenyum mengejek.


"Biarin yang penting gue masih suci." Bayu tak mau kalah.


"Bay, kita lanjutin nanti aja ye ribut tak jelas ne. Kasian tu bos gue sedang memikirkan gimana cara menarik perhatian seorang cewek." kata Bram. Bayu yang mendengar kembali memasang wajah seriusnya untuk menyimak apa yang dikatakan Aris.


Aris melanjutkan ceritanya kembali. Bram dan Bayu serius mendengarnya.


"Jadi yang bikin gue penasaran itu adalah kalau dia dari keluarga biasa saja tidak akan mungkin dia bisa bersikap dingin dan terkesan tidak butuh orang lain."


"Nah waktu reuni itu aku semakin yakin dia bukanlah orang biasa saja. Apalagi waktu itu dia dijemput sopirnya. Yang bikin gue makin yakin saat gue masuk ke dalam rumah itu, gue bertemu dengan asisten keluarga Wijaya."


"Tapi kita belum pernah bertemu dengan asisten Tuan Wijaya kan Ris?" Bram menanyakan keyakinan Aris.


"Memang belum Tapi gue sudah melihat profilnya."


Ketiga sahabat itu berpikir dan menganalisa semua kejadian.


"Atau jangan-jangan memang benar Gina adalah putri keluarga wijaya." Bayu mengemukakan pendapatnya.


"Atau gini aja Ris, loe kirim aja beberapa orang anak buah kita untuk mengikuti kegiatan Gina. Nanti gue akan melacak siapa sebenarnya Gina." Bram memberikan ide.


"Gue setuju dengan Bram. Nanti gue akan meminta ahli It di perusahaan untuk mencari informasi tentang keluarga Wijaya." Bayu memberikan pendapatnya.


"Sekarang lebih baik kita kembali ke ibu kota, senen kita akan rapat dengan perusahaan Wijaya. Semoga yang datang adalah Tuan Wijaya atau Tian Afdhal jadi kita bisa melihat kemiripan antara Gina dengan kedua orang dari keluarga Wijaya." Bram memberikan usul.


Aris dan Bram serta Bayu meninggalkan hotel tempat mereka menginap. Aris dan Bram menuju bandara karena privat jet sudah siap mengantarkan mereka kembali ke ibu kota. Sedangkan Bayu kembali ke rumahnya untuk beristirahat dan akan membantu Aris menemukan informasi tentang Gina.


...----------------...

__ADS_1


Apakah Aris akan mendapatkan apa yang diinginkannya?????????


toling tinggalkan jejak ya kak


__ADS_2