Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Tidur di Sofa


__ADS_3

Gina mengendarai mobilnya sepanjang jalan. Gina sangat kalut, dia tidak tau harus mencari Aris dimana. Gina terus saja membawa mobilnya mencari keberadaan Aris.


Sedangkan di rumah utama, Bram yang mendengar suara mobil keluar dari rumah langsung mengejar ke pintu utama, tapi sayangnya mobil sudah meninggalkan pekarangan rumah.


"Mami Papi" teriak Bram.


Mami dan Papi yang sedang terlelap dalam tidurnya langsung saja bangun karena mendengar teriakan Bram yang memekakkan telinga itu.


"Ada apa Bram?" tanya Papi.


"Tadi ada mobil keluar. Cuma aku nggak sempat nengok mobil siapa." kata Bram.


"Itu Gina Pasti Bram. Dia pasti pergi mencari Aris." kata Mami dengan paniknya.


"Maksud Mami?" kata Papi menatap ke arah Mami.


"Jadi tadi pas mami ke dapur ngambil air minum, kiranya Gina masih duduk di ruang tamu menunggu Aris datang. Mami udah nemani Gina Pi. Tetapi Gina meminta mami untuk tidur. Gina juga berjanji akan tidur pi" kata Mami mulai panik.


"Cari Gina Pi. Mami takut Gina kenapa kenapa Pi." mami menangis dalam pelukan Papi.


"Bram"


Bram langsung mengeluarkan ponselnya. Dia mencoba menghubungi Aris. Tetapi tidak diangkat satu kalipun. Begitu juga dengan Gina, Gina juga tidak mengangkat telpon dari Bram.


"Nihil Pi"


"Lacak Bram"


Bram kemudian melacak GPS mobil Aris dan Gina. Hasilnya sama saja tetap nihil. Aris dan Gina sama sama mematikan GPS nya.


"Gimana Bram?" kata Mami


"Dinonaktifkan Mi" kata Bram.


...****************...


Aris yang sedang duduk santai di sebuah kafe sedang asik di temani oleh Vina. Vina yang berdandan sangat cantik dan seksi membuat Aris lupa dengan istrinya yang juga tak kalah cantik dari Vina.


"Sayang, udah malam. Kita pulang yuk?" ajak Vina kepada Aris sambil memeluk erat Aris.


Vina sangat senang akhirnya Aris jatuh kedalam pelukannya. Vina tidak akan menyianyiakan kesempatan indah ini. Aris yang dalam kondisi marah dan sadar seratus persen juga menerima kehadiran Vina dalam hidupnya.


"Bentar lagi yank. Kamukan tinggal di apartemen sendirian, kenapa harus cepat cepat pulang" jawab Aris sambil mencium pipi Vina.


"Sayang, kalau kamu pulang malam terlebih tidak pulang nanti istri kamu curiga lagi. Aku nggak mau ada keributan sayang." kata Vina sambil memegang kedua pipi Aris.


"Hm. Baiklah. Ayuk pulang. Aku antar." kata Aris sambil memeluk dan mendirikan Vina dari tempat duduknya.


"Oke" kata Vina sambil terus memeluk pinggang Aris.

__ADS_1


Aris sangat senang dengan perlakuan Vina kepada dirinya. Vina sangat seksi dan sungguh bohay.


Mereka berdua berkendara menuju apartemen Vina. Vina terus memeluk Aris di dalam perjalanan. Sedangkan Aris memainkan jari jarinya di paha mulus Vina.


"Sayabg, nanti aku nggak tahan sayang. Jangan seperti ini" kata Vina sambil memegang jari Aris.


Vina kemudian memasukkan jari Aris kedalam mulutnya. Vina menghisap jari tangan Aris dengan begitu sensual dan menggoda.


"Sayang" kata Aris dengan suara yang sudah berat.


"Tahan sayang. Aku nggak mau di mobil" jawab Vina yang langsung mengeluarkan jari tangan Aris dari dalam mulutnya.


Aris menggenggam tangan Vina di dalam genggaman tangannya.


"Sayang, cobalah kita bertemu sebelum aku nikah. Pasti aku sangat senang" kata Aris sambil menatap Vina.


"Sayang jangan gitu. Gimanapunkan kita tetap bisa berdua. Jadi besok besok, setiap meeting nggak usah bawa Bram. Tapi sama aku aja ya" ucap Vina sambil mengecup bibir Aris.


"Sip. Oh ya sayang, kalau di kantor kita jangan mencolik ya" kata Aris.


"Aman itu sayang. Itu aman terkendali. Tapi kalau nggak ada orang, maka aku nggak akan terkendali." kata Vani sambil mencium lama bibir Aris.


"Aris yang mendapat serangan mendadak langsung menepikan mobilnya. Kebetulan sekali jalanan sedang sepi. Aris menahan tengkuk kepala Vina, Aris menggigit bibir Vina pelan, Vina membuka mulutnya. Aris tidak menyianyiakan kesempatan. Aris langsung menjelajah mulut Vina dengan lidahnya.


"Ah sayang" kata Vina.


Mereka berdua melepaskan ciuman panas itu. Mereka tidak ingin terjadi sesuatu yang diinginkan di atas mobil itu. Hubungan yang mereka jalin baru sebentar.


"Hati hati sayang. Malam ini jangan celup ya" kata Viba mengedipkan sebelah matanya kepada Aris.


"Hahahaha. Sedang males sayang. Nggak minat. Eneng nengok wajahnya" jawab Aris kepada Vina.


Vina yang mendengar jawaban Aris langsung tersenyum bahagia. Vina menyangka kalau Aris beneran muak melihat wajah Gina. Aris kemudian melajukan mobilnya menuju rumah utama Soepomo. Dia sudah terlihat lebih tenang.


"Vina Vina, kamu kira aku beneran suka sama kamu. Aku suka sama tubuh mu bukan kamu. Cinta aku ya untuk istriku. Mimpi kamu ketinggian jalang" kata Aris.


Aris berkendara dengan kecepatan tinggi. Dia sangat kangen dengan istri cantiknya. Dia ingin malam ini merasakan rasa istrinya yang sudah selama tiga bulan dinikahinya yang belum disentuh sentuhnya. Aris langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir biasa.


"Loh kok belum tidur Mi, Pi?" kata Aris kaget melihat kedua orang tuanya dan Bram masih duduk di kursi tamu.


"Kok belum tidur kamu bilang? Kamu sadar tidak, dengan kamu pergi ntah kemana meninggalkan istri kamu di rumah. Apa kami akan tenang?" kata Mami menggebu gebu.


"Terus hubungannya? Aku udah besar mi. Jadi kemanapun aku pergi aku pasti akan pulang" jawab Aris dengan langsung masuk ke dalam rumah.


Aris langsung berlari menuju kamarnya. Bram yang akan berteriak mengatakan Gina tidak ada di rumah tidak jadi berteriak karena dilarang Papi.


"Biar dia lihat sendiri efek dari tingkahnya tadi Bram" kata Papi melarang Bram untuk memberitahu kalau Gina tidak ada di rumah.


Aris langsung membuka pintu kamarnya dengan hati hati, dia takut Gina mendengarnya masuk. Aris berencana langsung menghimpit Gina saat dia naik ke atas kasur. Aris melihat tempat tidur mereka masih rapi, seperti tidak ada yang tidur di atas kasur itu sebelumnya.

__ADS_1


"Sayang" kata Aris sambil membuka pintu kamar mandi. Aris tetap tidak menemukan Gina di sana.


"Sayang" kata Aris saat melihat Gina diruang ganti baju. Aris tetap tidak menemukan Gina.


"Sayang, sayang, sayang" teriak Aris di dalam kamarnya. Tetapi Gina yang dicari cari Aris tetap tidak ada keluar dari persembunyiannya.


Aris yang panik langsung berlari keluar dari kamar. Dia kembali menuju ruang tamu. Di sana masih ada Mami, Papi dan Bram.


"Mi, istriku mana?" kata Aris dengan panik.


"Oh, masih sadar punya istri. Saat kabur tadi apa masih ingat ada istri?" kata Mami.


"Mi, Aris serius Mi" kata Aris.


"Mana Mami tau. Tadi Gina pergi mencari kamu dengan mobil, sampe sekarang belum pulang" kata Mami.


"Kenapa dibiarin Mi" kata Aris.


"Kalau kami tau dia akan pergi nggak akan kami biarin. Ini kami nggak tau dia pergi" kata Mami.


Aris kemudian ilir mudik di ruang tamu. Mereka berempat sangat panik memikirkan Gina dimana.


Brak bunyi pintu yang di buka. Semya penghuni rumah dan para maid melihat Gina yang masuk ke salam rumah.


""Sayang, kamu dari mana?" kata Aris.


Gina melepaskan pegangan tangan Aris dari lengannya.


"Maaf, biarkan aku sendiri" kata Gina dengan lemahnya.


"Aku ke kamar dulu Mi, Pi, kak Bram. Maaf sudah merepotkan kalian." kata Gina sambil berjalan ke arah kamarnya.


Aris mengikuti Gina dari belakang. Gina yang tau diikuti oleh Aris langsung saja berbelok masuk ke dalam kamar tamu. Gina langsung mengunci pintu kamar tamu dari dalam.


"Sayang buka pintunya sayang. Aku minta maaf sayabg" kata Aris dari luar.


Gina tidak menjawab panggilan Aris. Gina menangis sejadi jadinya. Aris mendengar Gina menangis. Begitu juga dengan keluarganya.


Tangis Gina begitu menyayat hati.


"Aris" kata Mami yang tidak tau apa yang harus dikatakannya lagi kepada Aris.


"Aris nggak tau Mi akan kayak gini akibatnya" kata Aris.


"Kamu tadi kemana sebenarnya?" tanya papi.


"Duduk di taman pi. Nggak kemana mana" bohong Aris.


Gina mendengar semua yang dikatakan oleh Aris. Hatinya sudah sungguh sangat pedih. Gina tidak tau harus berbuat seperti apa. Hanya gara gara rencana bulan madu, Aris tega pergi semalaman. Gina sangat menyesal dengan semua ide gila yang mami, nana dan Gina sepakati hari itu.

__ADS_1


Papi dan Mami serta Bram pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat. Sedangkan Aris lebih memilih tidur di sofa depan kamar tamu itu. Aris tidak ingin memaksa Gina untuk memaafkannya. Aris sadar dia salah. Dia akan meminta maaf keapda Gina karena kelakuannya yang main kabur kaburan itu.


__ADS_2