
Setelah mejalani puasa dan hari lebaran. Aris yang berencana akan berangkat bulan madu dengan Gina. Terpaksa mengundur kembali kenerangkatan mereka. Karena kesibukan. Aris dan Gina yang tidak juga mereda. Untung saja mereka berdua sama sama paham dengan kesibukan pasangan.
Hubungan Aris dan Vina semakin kesini semakin terlihat kurang wajar. Vina dengan berbagai usaha selalu mendekati Aris. Aris tidak berusaha mencegah kelakuan Vina. Vina yang mendapat lampu hijau dari Aris semakin semangat menggoda Aris. Vina ingin menjadi sekretaris sekaligus kekasih dari Aris Soepomo. Aris yang juga sedang merasa lelah di kantor juga menikmati hiburan yang diberikan Vina kepada dirinya.
Hari itu ada sebuah meeting yang harus di hadiri oleh Aris. Aris sudah berpakaian sangat rapi dan terlihat sangat tampan. Aris tidak ditemani oleh Bram untuk meeting hari ini. Aris akan ditemani oleh sekretarisnya yaitu Vina. Vina sudah sangat sering diajak Aris untuk pergi meeting saat Bram tidak bisa menemaninya.
Vina yang tau akan dibawa Aris untuk pergi meeting langsung berdandan secantik mungkin. Vina memakai dress di atas lutut berwarna baby pink, serta memoles mukanya dengan makeup yang glamour. Memakai sepatu yang lumayan tinggi serta menjenjeng tas kantor warna senada dengan dress yang dipakainya. Vina sangat tampil paripurna. Vina tidak mau mengecewakan Aris. Terlebih lagi mereka sekarang sudah dekat walau masih dalam taraf kewajaran.
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. Vina mendekati Aris. Aris yang sudah biasa dengan sikap dan tingkah Vina membiarkan Vina yang mendekat ke arahnya. Aris masih menikmati permainan Vina. Aris belum membalas sedikitpun kelakuan Vina kepada dirinya.
Keluar dari.lift kantor, Aris berjalan di depan Vina sedangkan Vina mengikuti Aris dari belakang.
"Au" teriak Vina.
Aris langsung reflek memeluk Vina yang hampir jatuh itu. Aris tidak sengaja memandang wajah cantik Vina. Mereka cukup lama dalam posisi seperti itu. Untung saja suasana di sekitaran tempat parkir sedang sepi. Kalau tidak maka akan tersebar gosip yang tidak diinginkan Aris tetapi sangat diinginkan Vina.
"Hati hati Vin. Sepatu kamu ketinggian sepertinya" kata Aris sambil melepaskan tangannya dari pinggang Vina.
Vina hanya mengangguk saja. Dia sangat menikmati pelukan sesaat dari Aris. Vina mencium wangi aroma tubuh Aris yang sangat menggoda itu. Wangi lelaki yang sangat dipuja para wanita.
Mereka kemudian masuk ke dalam mobil. Aris sengaja tidak membawa supir hari ini, Aris ingin melihat apalagi yang akan dilakukan Vina kepada dirinya. Kesempatan ini membuat Vina harus duduk tepat disebelah Aris tanpa ada yang mengganggunya. Vina sudah memeiliki ide yang sangat cemerlang diotaknya, dia sangat bersyukur Aris tidak membawa sopir..
"Sopirnya mana pak?" tanya Vina yang pura pura kecewa tidak ada supir.
"Saya liburkan. Saya lagi ingin membawa mobil sendiri" Jawab Aris sambil tersenyum kepada Vina.
Vina sadar ini adalah moment yang sangat langka. Dia harus bisa memanfaatkan moment ini untuk membuat Aris suka dan mau menjadikan Vina kekasih gelapnya. Vina dengan sengaja mengangkat roknya sedikit demi sedikit. Vina ingin memperlihatkan paha mulus nan seksinya kepada Aris. Vina menarik roknya dengan gerakan yang mengundang pria untuk memegang paha mulusnya itu.
Aris sama sekali tidak melirik ke arah paha Vina. Aris tidak menyangka Vina akan berbuat seperti itu. Tetapi Aris pasti akan menikmati permainan Vina.. Vina yang tau Aris tidak sedikitpun melirik kepahanya langsung saja semakin menaikkan roknya ke atas lagi untuk semakin memperlihatkan paha putih mulusnya itu. Vina juga menyilangkan kakinya untuk semakin menambah ke hot an suasana di dalam mobil.
"Jangan gitu Vin" kata Aris yang mencoba menurukan rok Vina ke posisi semula.
"Kenapa?" tanya Vina sambil menggigit ujung bibirnya. Vina semakin berani menggoda bosnya itu.
"Ini di mobil Vin." jawab Aris sambil meremas paha Vina.
"Berarti di kantor boleh?" tanya Vina menatap menggoda Aris.
Aris menganggukkan kepalanya tanda menyetujui apa yang dikatakan Vina.
"Serius?"
"Serius. Siapa juga lelaki yang nggakntergoda melihat paha putih mulus seperti itu" kata Aris sambil melihat ke paha sekretarisnya.
__ADS_1
Aris kemudian menurunkan rok Vina kembali.
"Besok besok kalau mau meeting keluar jangan pake yang seksi kayak gini lagi" kata Aris.
"Oke bos" ucap Vina.
Mereka berdua akhirnya sampai di restoran tempat meetong akan dilangsungkan. Aris berjalan di depaan Vina.
"Hallo Tuan Aris" kata James sambil menjulurkan tangannya ke arah Aris
"Tuan James" ucap Aris sambil menjabat tangan James.
"Silahkan duduk tuan Aris." kata James
Seorang wanita cantik yang diperkirakan oleh Aris sebagai sekretaris langsung duduk merapat ke arah James.
"Laura mana proposal kita?" kata James kepada Laura.
Laura kemudian mengeluarkan proposal dari dalam tasnya. Aris melirik ke arah James yang meletakkan tangannya dipaha Laura. Aris kemudian menatap ke arah Vina. Vina yang tau maksud Aris, langsunf duduk di sebelah Aris dan Vina melatakkan tangannya di paha Aris. Aris yang mendapatkan serangan mendadak langsung tersenyum.
James menyerahlan proposal kepada Aris.
"Tuan Aris, apakah nona ini sekretaris anda?"
"Oh no, bukan bukan. Dia bukan hanya sekretaris tetapi juga istri saya" kata James.
Aris tidak.percaya dengan yang dikatakan James. Berarti dia tadi sudah salah menyangka ke pada James dan Laura. Aris kira mereka ada hubungan terlarang, yetapi kiranya mereka adalah pasangan suami istri.
"Begini saja Tuan James. Proposal Anda akan saya baca terlebih dahulu. Besok kalau sudah saya baca dan saya pertimbangkan, maka kita akan meeting lanjutan" kata Aris
"Oke tidak apa apa Tuan Aris" kata James
Aris memberikan proposal kepada Vina. Vina langsung menyimpannya secara rapi di dalam tas yang di bawanya.
Aris dan James bercerita tentang bisnis mereka berdua. James ternyata pebisnis handal dari negara A. Perbincangan mereka cukup serius. Tak terasa waktu makan siang sudah masuk.
"Tuan James, kalau begitu kami permisi dahulu. Besok akan saya kabari" kata Aris.
"Oke Tuan" jawab James.
Aris kemudian berjalan terlebih dahulu diiringi oleh Vina dari belakang. Mereka berdua masuk kedalam mobil. Aris melajukan mobilnya tidak ke arah perusahaan.
"Kita kemana tuan?"
__ADS_1
"Kejutan" jawab Aris.
Vina yang mendengar akan diberikan kejutan oleh Aris langsung memberi Aris senyumannya.
"Wow senyum kamu manis sayang" kata Aris di dalam hati.
Aris yang teringat dengan Gina langsung mengirimkan peaannya kepada Gina.
✉️ Aris
Sayang, aku makan siang dengan client. Jadi kamu makan dikantin kantor aja ya. Jangan kemana mana.
✉️ Gina
Oke sayang. Hati hati
Aris kemudian kembali berkonsentrasi dengan mobil yang dibawanya. Mereka berdua berkendara menuju luar kotam Aris tidak mau dia akan dikenali oleh orang kalau makan dengan Vina di pusat kota. Makanya Aris membawa Vina menuju daerah pinggiran.
Aris memilih restoran yangbada saung saung terpisah untuk makan. Sebelum menuju saung mereka, Aris sudah memesan makan siang untuk dia dan Vina.
Aris kemudian menggenggam tangan Vina untuk berjalan di sepanjang jalan setapak menuju saung. Vina yang tidak menyangka tangannya akan digenggam Aris, dia juga langsung menggengam tangan Aris. Mereka berdua seerti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.
Sesampainya di sauang tempat mereka akan makan. Aris menurunkan semua tirai penutup sauang. Aris tidak mau mereka berdua akan terlihat oleh pengunjung. Kebetulan sekali semua sauang disitu kesemuanya menutup sauang mereka.
Aris kemudian membawa Vina duduk dipojokan sauang. Aris mulai mengangkat dress Vina semakin ke atas. Vina yang sudah paham maksud Aris memperbiarkan saja apa yang akan Aris lakukan kepada dirinya hari ibi. Sesuatu yang sangat diinginkan oleh Vina.
Aris meraba setiap paha Vina yang terpampang sangat jelas. Aris menaik turunkan jari jarinya di atas paha mulus Vina.
"Ah" sebuah lenguhan lolos dari mulut Vina.
Aris yang mendengar langsung menghentikan pekerjaannya.
"Maaf" kata Aris.
Kemudian pelayan masuk ke dalam saung. Mereka selanjutnya makan dengan angat cepat dan dalam diam. Tidak sampai satu jam mereka telah selesai makan.
"Yok Vin pulang" kata Aris kepada Vina.
"Iya Pak" jawab Vina yang tidak tau akan berkata apa lagi.
"Mari kita mulai Vina. Kamu yang membuka peluang bukan gue. Loe akan lihat seberapa kejamnya tindakan gue kepada orang yang mencoba merayu gue." ucap Aris di dalam hatinya.
Tak terasa mereka sudah sampai di kantor. Vina langsung turun dan masuk ke dalam kantor. Sedangkan Aris lngsung meluncur ke Jaya Grub. Hari ini aris tidak akan menjemput Gina. Gina akan pergi salon bersama Mami dan Nana
__ADS_1
Vina yang sampai di ruangan langsung mengemasi barang barangnya. Dia juga akan pulang. Dia sangat malu dengan kata Ah nya tadi.