Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Reuni 2


__ADS_3

Pria yang dalam diamnya memerhatikan gerak gerik wanita itu kadang tertawa kecil dan tersenyum kecil melihat ketidak nyamanan wanita itu berada dalam acara reuni ini. Pria yang sedang asik memerhatikan wanita itu sampai tidak menyadari dirinya dipanggil oleh temannya.


"Bro, ngelamun aja." Bayu memukul lengan temannya yaitu Aris yang dari tadi dilihatnya asik memerhatikan seorang perempuan.


"Udah lama bro?"


"Dari tadi bro. Tapi kelihatannya loe serius banget melihat ke arah perempuan itu. Jangan ngomong kalau loe naksir dan akan menjadikan dia target loe berikutnya."


"Mana ada. Bukan level gue yang kecil kecil begitu." Aris mengelak apa yang dikatakan Bayu. Padahal Aris sendiri tidak tau kenapa dia bisa memerhatikan Gina sampai sebegitunya.


"Kalau iya juga nggak apa-apa bro. Tapi dia angkatan berapa ya?" Bayu ikut memanas manasi Aris.


"Mana gue tau. Lie tanyak aja sendiri" Aris mulai kesal.


"Bener gue tanya sendiri. Nggak nyesel loe" Bayu tersenyum penuh makna saat wajah Aris memerah menahan emosi.


"Santuy bro, gue becanda doang. Mana berani gue ngelawan pewaris tunggal keluarga Soepomo. Yang ada perusahaan gue langsung gulubg tikar." Nyali Bayu langsung menciut saat dia melihat wajah Aris yang penuh emosi.


Aris dan Bayu terus saja bercengkrama, tetapi pandangan Aris tak lepas dari Gina, Bayu yang melihat apa yang dilakukan Aris hanya geleng-geleng kepala saja. Bayu tidak pernah melihat Aris yang sebegitu dalamnya memerhatikan perempuan. Dengan Putri pacarnya saja Aris tidak pernah mau ngomong cinta. Makanya Bayu sangat penasaran dengan siapa wanita itu. Tanpa sepengetahuan Aris. Bayu mengambil fhoto Gina.


✉️ Bayu


Bram, loe yakin bos loe lagi nggak demamkan ke reuni ini?


Bram yang mendapat WA dari Bayu langsung menelpon Bayu. Karena sangat tidak nyaman saat membicarakan perihal Aris dari WA saja.


"Hallo Bay. Maksud loe apa?" kata Bram langsung keintinya. Bram memang tidak bisa basa basi dari dahulunya.


"Wuis main ligat bae. Loe kanapa nggak hadir Bram?" Bayu berusaha mengalihkan pembicaraan


"Loe jangan ngalihin pertanyaan gue nyet. Maksud loe apa ngomong Aris sedang sakit?" Bram mulai panik.


"Maksud gue bukan demam sakit. Tapi demam hati." kata Bayu.


"Apa????? Aris sakit liver." Bram yang panik langsung mematikan sambungan telponnya dengan Bayu. Kemudian Bram menelpon pilot untuk menyiapkan pesawat, Bram akan terbang malam ini juga menuju kota Padang. Kota dimana akan selalu dihindarinya. Tapi saat seperti ini yang menimpa Aris, Bram mau tak mau, rela tak rela harus menjadi mau dan rela untuk terbang ke Padang.


Bayu yang mendengar kepanikan Bram membiarkan saja Bram datang ke Padang tanpa harus mengkonfirmasi apa yang sebenarnya terjadi kepada Bram.


Aris yang melihat Gina sendirian saja, langsung berjalan menuju tempat Gina yang sedang berdiri sendirian. Aris yang berjalan pura-pura tidak melihat Gina.


"Aduh" Gina terkejut karena tiba-tiba datang seseorang yang menabraknya.


"Maaf. aku nggak sengaja" kata Pria itu.

__ADS_1


Aris tersenyum kecil, karena ulahnya sendiri yang dengan sengaja menabrak Gina. Gina membersihkan gaun yang terkena minumannya


"Maaf ya. Aku sudah mengotorkan gaun pesta anda." Aris menyatakan permintaan maafnya kembali


"Tidak apa-apa kok." sambil menatap ke wajah pria yang menambraknya. Gina terkejut, dia merasa dejavu karena pernah juga mengalami hal seperti ini.


Aris yang melihat Gina serasa mengingat kejadian di mall langsung tersenyum. "Waktu di mall ibu kota kamu nabrak kakak. Sekarang kakak yang nggak sengaja nabrak kamu."


Gina tertawa mendengar apa yang dikatakan Aris. Aris yang mendengarpun ikut tertawa.


"Sedang apa kamu di sini Gin? Kakak mengganggugu?"


"Nggak ganggu kak. Kebetulan aku lagi sendiei. Kedua sahabatku pergi mendatangi temanku yang lain."


"Kamu kenapa tidak ikut?"


"Nggak kak. Aku lebih suka sendiri. Menikmati musik aja sendiri." kata Giba sambil melihat ke band ibu kota yang sedang menyanyikan sebuah lagu andalan mereka.


"Ooooo."


"Ngomong-ngomong kakak kok bisa ada di acara reuni ini ya?" Gina yang heran kenapa Aris bisa ada di acara reuni SMK nya langsung saja bertanya menutupi rasa penasarannya.


"Ooooo. Kakak alumni Sekolah ini Gin. Seharusnya bertanya itu kakak. Kamu kenapa ada di sini juga?"


"Kan aku juga alumni sekolah ini kak."


"Ya jelas nggak tahu lah kak. Aku masuk kakak udah tamat tiga tahun. Dimana bisa bertemu." Gina tersenyum mendengar pernyataan Aris.


"Hahahahaha. Iya ya Gin. Kakak kan level tua." Aris ketularan senyum dari Gina.


Kedua sahabat Gina yang melihat Gina sedang didekati seorang pria, berjalan kembali menuju ketempat sahabat mereka itu. Mereka tau Gina sangat tidak nyaman berbicara dengan pria asing. Bayu yang melihat kedua sahabat perempuan yang sedang berbicara dengan Aris, langsung saja menuju kedua perempuan itu.


"Permisi, apakah kalian berdua sahabat dari perempuan yang sedang berbicara dengan sahabat saya itu?" Bram berkata sambil menunjuk ke arah Aris dan Gina yang terlihat menikmati obrolan mereka malam itu.


"Benar kak. Kami kedua sahabat Gina. Kami akan kembali ke tempat Gina. Gina sangat tidak nyaman berbicara dengan laki-laki yang tidak dikenalnya." kata Rani menjelaskan kepada Bayu


"Coba kalian perhatikan baik-baik. Apa menurut kalian Gina tidak nyaman berbicara dengan Aris. Sepertinya mereka sudah kenal cukup lama."


Rani dan Ofi kembali memerhatikan Gina yang berbicara dengan Aris. Memang benar apa yang dikatakan oleh Bayu. Gina terlihat nyaman saja.


"Bener kak. Gina terlihat nyaman." kata Ofi.


"Jadi?" lanjut Bayu.

__ADS_1


"Jadi, kami kembali saja ke tempat teman kami yang lain kak. Biarkan saja Gina sama Kak Aris. Semoga mereka jodoh." Rani berkata sambil menarik tangan Ofi untuk pergi ke tempat temannya yang lain.


Bayu yang melihat Aris nyaman berbicara berdua dengan Gina langsung mengambil foto mereka berdua. Bayu langsung mengirim foto tersebut kepada Bram. Karena Bayu yakin Bram sudah berada dalam pesawat menuju Padang.


✉️ Bayu



🤣🤣🤣🤣🤣🤣.


Gue tunggu loe di padang.


Kembali ke Aris dan Gina.


"Gin. Sepertinya gaun kamu sudah basah. Kakak antar pulang saja ya sekarang" Aris melihat baju Gina yang meninggalkan noda minuman Gina.


"Nggak usah kak. Aku pulang dijemput sopir kok. Kakak nggak usah aja antar aku pulang." kata Gina sambil langsung menelpon sopirnya untuk menunggu di lobbu hotel.


Tak berapa lama mobil yang menjemput Gina sudah sampai di lobby. Gina yang ditemani Aris berjalan menuju lobby hotel.


"Kak, Gina pulang dulu ya." Sambil masuk kedalam mobil.


"Hati-hati Gin." Aris menutup pintu mobil Gina.


Saat melihat Gina pergi, Aris terniat untuk mengikuti mobil itu. Aris penasaran sekali dengan siapa Gina sebenarnya. Gina seperti menutupi suatu hal dari Aris. Hal ini diperkuat dengan fakta Gina yang tidak mau diantar oleh Aris. Padahal kalau wanita lain akan bersorak sorai saat Aris mau mengantarnya. Kemudian Aris langsung mengendarai mobilnya mengikuti mobil Gina.


Gina yang memperhatikan ada mobil yang mengikutinya langsung tersenyum devil. Mari bermain kak Aris.


"Pak, tolong bawa mobil ini ke rumah kita yang dahulu pak." Gina berkata dengan dingin kepada sopirnya.


"Kenapa Non?" Sopir bingung dengan permintaan Gina.


"Bapak lihat mobil jaguar hitam di belakang kita? Dia dari tadi mengikuti kita. Jadi aku berniat memberikannya peringatan." Gina tersenyum misterius.


"Oke Non. Laksanakan. Sepertinya dia bener-bener penasaran siapa Non sebenarnya." Sopir kembali melajukan mobilnya dengan biasa. Seperti tidak terjadi apa-apa.


...----------------...


Apakah bisa Gina mengelabui Aris????


Bagaimana dengan Bram yang menerima gambar Aris sedang baik baik saja?


Apa yang akan dilakukan Bram ke Bayu???

__ADS_1


Kita kanjutkan malam ya kakak.


bagi komen dan like nya kakak


__ADS_2