Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
H - 1


__ADS_3

Sayang, aku ke kantin sebentar ya." ujar Ghina pamit kepada suaminya.


Aris mengangguk menyetujui permintaan Ghina. Aris tau kalau Ghina sama sekali belum makan dari tadi pagi.


Ghina dan Mira berjalan berdua menuju ruangan Daniel. Mereka akan berbicara di sana. Pembicaraan yang cukup penting hasil dari pelacakan Alex dan tim.


Ghina dan Mira masuk ke dalam ruangan yang dulunya adalah milik Ghina, tetapi semenjak Ghina memutuskan tidak akan ikut campur dalam urusan rumah sakit, Ghina memberikan kekuasaan penuh kepada Daniel, termasuk dengan ruangan ini.


Mereka berdua duduk saling berhadapan. Wajah Mira terlihat sangat tegang. Ghina tau ada sesuatu yang serius akan dibicarakan oleh Mira kepada dirinya.


"Apa ini berkaitan dengan kecelakaan Sari?" ujar Ghina bertanya kepada Mira.


Saat Mira akan menjawab pertanyaan dari Ghina, pintu ruangan milik Daniel terbuka. Terlihat Aris dan Bayu serta Daniel berdiri di depan pintu.


"Huft mereka memang tidak bisa membiarkan kita berdua lari." ujar Mira. Ghina mengangguk setuju dengan ucapan Mira.


Ghina dan Mira menatap tajam ke arah tiga pria yang berdiri dengan tersenyum di hadapan mereka berdua.


"Maaf sayang, kami bertiga penasaran dengan pembicaraab yang akan kamu dan Mira bicarakan." ujar Aris sambil duduk di kursi sofa yang ditempati Ghina.


Ghina menatap ke dalam mata Aris. Ghina melihat kecemasan di dalam mata indah suaminya itu.


"Baiklah sayang, kamu, Kak Bayu dan Daniel boleh duduk mendengarkan apa yang akan kami bahas." ujar Ghina mengalah dengan kecemasan suaminya itu.


Bayu dan Daniel duduk di sofa yang masih kosong. Tiga menit pertama tidak ada pembicaraan antara Ghina dan Mira. Mereka berdua hanya diam saja. Hal ini membuat Bayu heran.


"Kok masih diam? Tapi ada hal penting yang mau dibicarakan. Aku lihat hanya diam diam aja." lanjut Bayu bertanya.


"Kita lagi nunggu orang yang akan menceritakan masalah ini Sayang." jawab Mira sambil tersenyum ke arah suaminya.


"Ooo baiklah." jawab Bayu.


Lima menit setelah Bayu menanyakan kapan pembicaraan akan dimulai, pintu ruangan Daniel di ketuk dari luar.


"Masuk" jawab Ghina.


Setelah mendengar jawaban dari luar, pintu ruangan Daniel terbuka dari luar. Terlihat Alex dan Juan masuk ke dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"Permisi Nyonya, Tuan." sapa Alex dan Juan sambil menundukkan kepala mereka.


"Silahkan duduk Alex, Juan" jawab Ghina.


Alex dan Juan duduk di kursi yang sudah disediakan oleh Daniel. Mereka berdua kemudian duduk di kursi tersebut.


"Jadi, bagaimana ceritanya Alex?" tanya Ghina langsung ke inti permasalahan.


"Jadi ceritanya begini Nyonya." ujar Alex mulai menceritakan kronologi penyebab kecelakaan Sari dan Tuan Wijaya.


.........................................................................................


SEHARI SEBELUM PERNIKAHAN


Suasana rumah utama keluarga Wijaya terlihat begitu sibuk. Para Maid dan beberapa pengawal dari Ghina terlihat melakukan berbagai kegiatan untuk acara pernikahan yang akan diadakan besok pagi. Mereka semua membersihkan rumah dan pekarangan. Semua terlihat sangat sibuk.


Saat semua orang sedang sibuk terlihat sebuah mobil towing dari salah satu merk mobil ternama masuk ke dalam perkarangan rumah. Di atas mobil towing ada satu mobil putih baru terlihat sangat mewah. Mobil towing itu berhenti di parkuran rumah yang cukup luas. Salah satu penumpang mobil turun dari atas mobil towing.


"Maaf Tuan, apa benar ini kediaman utama keluarga Wijaya?" tanya orang tersebut kepada salah satu pengawal.


"Benar Tuan. Tuan mau cari siapa?" tanya pengawal dengan basa basi.


Pengawal yang berbicara dengan pengantar mobil itu adalah Felix, kepala pengawal Sari. Felix menatap orang tersebut dengan tajam. Dia menghafal wajah pria itu.


"Tunggu sebentar, akan saya panggilkan Nona Sari." ujar Felix.


Felix kemudian masuk ke dalam rumah utama. Dia akan memanggil Nona Sari.


"Permisi Nona, di depan ada orang dari showroom mengantarkan mobil yang Anda pesan." ujar Felix menyampaikan kabar kepada Sari.


"Mobil?" tanya Sari dengan nada heran.


"Ya Nona mobil. Kata orang tersebut Nona memesan mobil beberapa hari yang lalu di showroom mereka." ujar Felix dengan nada sedikit curiga dengan kejadian ini.


Sari mencoba mengingat ingat kapan dia memesan sebuah mobil. Tiba tiba ponsel miliknya berbunyi. Sari mengangkat panggilan itu.


"Hallo Sari? Iko tek Ida. Lai takana Sari jo etek?" (Hallo.Sari? Ini Tante Ida. Apakah kamu masih ingat dengan Tante?) ujar orang yang menghubungi Sari.

__ADS_1


"Etek Ida?" tanya Sari agak lupa dengan orang yang dimaksud.


"Iyo Sari, iko etek Ida nan adiak Ayah tingga di pulau K" (Iya Sari, ini adalah Tante Ida. Tante yang tinggal di Pulau K) ujar wanita itu berusaha meyakinkan Sari.


Sari berusaha mengingat ingat, siapa orang yang bernama Etek Ida yang menghubunginya saat ini.


"Oh maaf Tek, Sari baru ingat. Ada apa Etek menghubungi Sari?" ujar Sari yang baru ingat dengan orang yang menghubunginya itu.


"Iko ha Sari, etek mangirim hadiah untuak baralek Sari. Oto putiah, apo alah sampai Sari?" (Ini Sari, tante mengirim hadiah pernikahan, mobil warna putih, apa udah sampai?) ujar wanita yang menghubungi Sari.


Sari melihat mobil yang sekarang sudah diturunkan oleh pihak dari showroom.


"Sudah etek. Terimakasih. Nanti Sari sampaikan kepada Ayah." ujar Sari mengucapkan terimakasih kepada etek yang memberinya hadiah mobil itu.


"Ayolah Sari. Doa etek untuak Sari dan keluarga." ujar etek mengakhiri percakapannya dengan Sari.


Sari dan Felix melihat mobil tersebut. Kondisi mobil masih sangat baru terlihat dengan platnya yang masih berlatar putih.


"Nona, baik kali etek Nona memberikan kafo pernikahan sebuah mobil." ujar Felix dengan nada sedikit curiga. Tetapi Felix tidak mau menyampaikan kepada Sari.


"Hahahaha. Mungkin dia sedang dapat rezeki berlebih Felix, kita hanya bisa menerima niat baik seseorang tanpa menaruh rasa curiga." lanjut Sari sambil membuka pintu mobil baru miliknya itu.


Beberapa maid dan pengawal dipanggil oleh Sari menuju mobil baru miliknya.


"Maid, Saya minta tolong, tolong hias mobil ini seperti mobil pengantin. Saya mau makai mobil ini ke pernikahan saya besok. Apa kalian bisa melakukannya?" tanya Sari dengan nada penuh harapan.


"Baik Nona, kami siap melakukannya." jawab Maid.


Mereka semua kemudian menyiapkan semua kebutuhan untuk menghias mobil tersebut. Beberapa dari Maid harus ke mall untuk membeli beberapa kebutuhan. Beberapa dari mereka pergi membeli bunga untuk hiasan mobil.


Setelah mereka kembali dari membeli semua keperluan, para maid dan beberapa pengawal menghias mobil pengantin itu seindah mungkin.


Saat para maid menghias mobil pengantin. Ayah Hand dan Ayah Wijaya datang. Mereka berdua heran dengan mobil yang dihias oleh para maid.


"Ini mobil siapa?" tanya Ayah Wijaya.


"Mobil Nona Sari, Tuan besar." jawab salah satu pengawal.

__ADS_1


"Ooo" ujar Ayah.


Kedua Ayah itu masuk ke dalam rumah. Mereka akan mendiskusikan beberapa hal dengan Ibu tentang acara pernikahan yang akan diadakan besok


__ADS_2