Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Aris 2


__ADS_3

"Apa kamu bilang nggak ada apa apa?" kata Gina yang baru pulang dari luar.


Gina masuk dengan langkah pasti. Aura dinginnya sudah keluar. Gina benar benar dalam mode marah yang luar biasa.


"Hay Aris. Kalau seandainya tuhan dan hukum mengizinkan aku sebagai manusia membunuh manusia. Maka sekarang juga aku rasanya sangat ingin membunuh mu." kata Gina.


Gina benar benar menahan emosinya.


"Tuan Muda Aris Soepomo, aku Gina Wijaya masih menghargai Papi dan Mami sebagai mertuaku. Kalau tidak ada mereka aku yakinkan dalam sekejap Soepomo grub akan berada di ambang batas kemampuan" kata Gina berapi api.


"Apa kamu bilang, bisa mambuat Soepomo Grub di ambang batas kehancuran. Hahahahahaha. Gina Gina mimpi kamu terlalu jauh sayang. Soepomo grub dilindungi data base yang tidak bisa dijebol oleh siapapun" kata Aris mulai pongah. Dia seperti mendapatkan kepercayaan dirinya yang sempat hilang tadi.


"Oh ya. Bisa kita coba tuan muda Aris Soepomo?" kata Gina.


"Silahkan" jawab Aris.


"Pengawal bawa laptop saya kemari" perintah Gina kepada pengawal yang berdiri di depan.


Bram yang mendengar Gina meminta laptopnya langsung menatap Sari dan Mira.


"Apa yang akan dilakukan Gina?" tanya Bram.


"Gina akan menurunkan saham dan segalanya dari Soepomo Grub sepertinya sayang" jawab Sari.


"Apa? Tapi itu tidak mungkin. Database kami memiliki perlindungan berlapis" kata Bram.


"Mari kita masuk kak. Kita lihat apa yang terjadi" kata Sari.


Bram, Bayu, Sari dan Mira masuk ke dalam rumah. Mereka berdiri di belakang Gina. Gina yang melihat sahabatnya pada datang langsung menganggukkan kepalanya kepada Sari dan Mira. Mira dan Sari memegang pundak sahabatnya itu.


Gina menghidupkan laptopnya. Dia menatap Aris. Tanpa menatap Papi dan Mami. Gina tidak tega melihat ke arah papi dan mami untuk saat ini.


"Tuan Muda Soepomo, anda masih ada kesempatan untuk mengakui kalau perusahaan Anda yang Anda banggakan itu bisa saya runtuhkan dalam sekejap" kata Gina menatap Aris.


"Hahahahaha. Saya tidak akan mundur. Saya tau dengan keamanan database saya" jawab Aris semakin pongah.


"Kalu kamu yang takut, maka mundur, buka borgol saya" lanjut Aris kemudian.


"Hahahahaha. Baiklah anda yang minta tuan muda. Saya kabulkan." jawab Gina

__ADS_1


Gina kemudian memainkan jemarinya dengan sangat cepat di atas kaybord laptopnya yang sudah disetting secanggih mungkin. Gina dengan santai menerobos database perusahaan Soepomo. Tidak membutuhkan waktu lama hanya dalam lima belas menit Gina seleaai mengobrak abrik database perusahaan Soepomo.


"Selesai" kata Gina sambil menepukkan kedua tangannya seperti membuang kotoran yang berada di telapak tangannya.


"Kak Bram, siap siap aja sebentar lagi ponsel kak Bram tidak akan berhenti berbunyi" kata Gina.


Gina mengambil air mineral dari dalam tasnya. Dia meminum air itu dengan sangat elegant. Gina tidak seperti seorang istri yang baru menangkap tangan suaminya berselingkuh. Gina seperti seorang istri yang siap berperang untuk membela dan memberikan pelajaran kepada suaminya, kalau istri patut dihargai dan dihormati.


Tiba tiba ponsel Bram, Papi dan Aris berbunyi bersamaan. Papi dan Bram pergi mengangkat telpon mereka. Sedangkan Aris sama sekali tidak bisa. Bayu kemudian pergi ke tempat Aris. Dia memegang ponsel Aris ketelinga Aris.


"Hallo"


"Hallo Pak Aris. Apa yang terjadi dengan saham Soepomo grub. Kenapa tiba tiba menjadi anjlok seperti itu. Kalau dalam dua jam kita tidak bisa bangkit, maka kita akan bangkrut Tuan" kata orang yang menelpon.


"Maksud kamu apa?" kata Aris yang masih separo sadar separo tidak.


"Maksud saya, harga saham kita anjlok luar biasa tuan"


"Kenapa bisa? Bukannya database kita dilindungi orivasi yang sangat ketat. Kenapa bisa bobol?" teriak Aris.


Aris kemudian mentap Gina. Gina memberikan senyum terbaiknua kepada Aris.


Aris mematikan telpon dari salah satu stafnya. Papi juga sudah menerima kabar itu. Bram juga sama.


"Kamu" kata Aris dengan geram kepada Gina.


"Apa aku?" kata Gina dengan santainya. Gina tetap acuh dengan kemarahan Aris.


"Gina kalau suami ngomong lihat. Jangan lihat kemana mana" teriak Aris. Aris sudah tidak memperdulikan orang yang rame di rumahnya lagi. Aris ingin menyelamatkan perusahaan yang sudah turun temurun itu.


" Suami anda bilang? Nggak salah. Bukannya anda bujangan?" kata Gina.


"Kamu" kata Aris langsung berdiri.


"Apa aku ha? Apa aku?" kata Gina juga ikut berdiri.


"Pengawal" panggil Gina.


"Ya nona muda"

__ADS_1


"Buka borgol manusia sempurna itu" kata Gina sambil melemparkan kunci borgol kaki dan tangan Aris.


"Gina kamu bener bener" kata Aris yang mengangkat tangannya dan akan menampar Gina.


Gina menangkap tangan Aris yang hendak menampar pipinya. Gina kemudian menampar kuat pipi Aris..


"Kau berani menampar ku" teriak Aris.


"Hay manusia pecundang. Harusnya aku yang marah. Harusnya aku yang kesal. Harusnya aku yang memaki kamu. Bukan sebaliknya" teriak Gina.


"Aku katakan sama kamu Tuan Muda Soepomo. Dalam satu jam kedepan kalau kamu tidak mengakui kesalahn mu di depan keluarga ini, maka maaf perusahaan Anda tepat jam sebelas malam akan dinyatakan bangkrut" kata Gina.


Aris melihat jam dinding rumahnya hari sudah pukul setengah sebelas malam. Gina duduk dengan santainya.


"Oh ya Mami. Mami belum melihat video yang keren hari inikan Mi." kata Gina yang duduk di dekat Mami.


Mami menatap Gina dengan tatapan sedih.


"Mami tenang saja. Perusahaan aman. Gina membuat database cadangannya." kata Gina.


Mami yang mendengar penuturan Gina baru bisa tersenyum dengan bahagianya. Kalau tidak saat Gina mengatakan akan bangkrut di jam sebelas malam mami sudah pasrah akan kehilangan Soepomo Grub gara gara kelakuan anak semata wayangnya.


"Video apa sayang, yang mau kamu perlihatkan kepada Mami"


Gina memberikan ponselnya. Mami mulai melihat semua adegan yang terjadi tadi siang itu. Papi juga melihat hal yang sama. Dia tidak menyangka kalau menantunya benar benar sedang marah besar. Tetapi Gina sangat pandai menyembunyikan kemarahannya di tengah orang ramai. Papi sangat salut kepada Gina. Saat Aris marah kepada Vina tak satupun orang yang ada di sana.


"Gina, kenapa papi lihat tidak ada orang di sana saat Aris menampar sekretaris ini?"


"Gina sudah mengondisikan semuanya Pi. Gina tidak ingin berita sampah seperti ini merusak reputasi kedua keluarga. Kalau hanya nama keluarga Soepomo saja yang buruk masih bisa Gina terima Tapi ini sampai nama keluarga Wijaya yang buruk, Gina beneran tidak terima" kata Gina dengan menatap tajam Aris.


"Sayang, bagaimana dengan sekretaris itu?" kata Mami yang teringat dengan Vina


"Mereka telah aku terbangkan ke kepulauan yang tidak akan terjangkau. Mereka bisa tiba di sana karena aku serta bisa keluar dari sana juga karena aku." kata Gina dengan santainya mengatakan hal mengerikan itu.


Mami memandang Papi, Mami dan Papi sama sama terkejut dengan jawaban yang diberikan Gina. Menentu mereka termyata bukan orang biasa yang bisa dikendalikan dengan sesuka hati oleh Aris.


"Aris, papi minta kamu jujur, siapa yang di dalam Video ini?" kata Papi dengan tatapan tajam ke Aris. Papi pura pura tidak tau.


Gina memberikan video itu kepada mami dan papi tanpa ada suara. Jadi mereka tidak bisa mendengarkan dialog yang terjadi pada saat itu.

__ADS_1


Aris tau melanggar perintah yang ini. Maka akan terjadi badai besar. Tapi Aris tidak mungkin mengatakan hal ini kepada Papi dan Mami. mereka akan marah besar.


__ADS_2