Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Aries


__ADS_3

Sedangkan di rumah utama Soepomo, Aris yang diantar oleh anggota Gina sudah sampai di rumah. Dia sama sekali tidak bisa turun sendiri. Aris harus dibopong untuk turun dari mobil miliknya sendiri. Aris sudah tidak tau lagi harus berbuat apa. Dia tau Gina benar benar sudah murka kepada dirinya. Aris sudah melihat bagaimana kejamnya Gina saat disakiti. Aris juga nggak tau bagaimana tanggapan orang tuanya saat melihat dia dipasang borgol kaki dan tangannya.


"Habis sudah riwayatku". kata Aris.


Pengawal yang mendengar langsung tersenyum mendengar apa yang dikatakan Aris.


"Tuan Muda, penyesalan itu datangnya terakhir. Kalau diawal namanya peringatan" kata pengawal Gina.


"Kamu. Awas kamu nanti. Istriku pulang kamu pasti akan dipecat" kata Aris dengan wajah kesal.


"Tuan Muda dari sekarang saya katakan. Nona Muda tidak akan bisa memecat saya. Jadi nggak usah buang buang energi tuan muda" kata pengawal yang semakin membuat jengkel Aris.


"Hay kau, apa nggak ada kunci borgol kaki ini sama kau?" tanya Aris yang kaki dan tangannya sudah pegal dari tadi, karena tidak bisa di gerakkan sama sekali. Dia juga berniat mengalihkan pembicaraan. Aris sudah kalah telak melawan pengawal Gina.


"Maaf Tuan Muda, saya tidak punya kuncinya. Kunci borgol di tangan Nona Muda" kata orang suruhan Gina.


"Jadi gue harus dalam posisi seperti ini sampai Gina datang?" kata Aris dengan tatapan tidak percaya dengan nasib yang harus diterimanya.


"Maaf Tuan Muda, sepertinya harus begitu" kata orabg suruhan Gina sambil menahan tawanya.


"Apa mau tertawa? Tertawa sana" kata Aris dengan juteknya.


"Maaf Tuan Muda saya tidak berani" orang suruhan Gina kembali memasang wajah datarnya.


Aeis yang merasa sudah sangat capek dalam posisi duduk, memilih untuk minta tolong kepada sopirnya itu.


"Kamu tolong turunkan saya" kata Aris masih dengan sombongnya.


"Baik Tuan Muda" orang tersebut langsung membantu menurunkan Aris dari dalam mobil.


Tepat dengan diturunkan Aris dari dalam mobil dengan cara dibopong, Papi dan Mami pulang dari perusahaan Soepomo.


"Aris, mana Gina? Dia pulang hari inikan?" kata Mami.


"Udah pulang Mi tadi pagi. Sekarang dia sudah pergi lagi" kata Aris menjawab dengan kesal pertanyaan Mami tentang Gina.


"Kamu kenapa? Tangan dan Kaki Mu kenapa di borgol? Kamu main polisi dan penjahat?" kata Papi yang heran melihat kondisi tangan dan kaki Aris yang terborgol itu.


"Kerjaan Gina, Pi. Papi sama Mami jangan banyak tanya dulu. Aris haus ini Mi." kata Aris.


Papi dan Mami tidak mendengarkan keluhan Aris. Mereka lebih tertarik dengan pria berbadan tegap yang sedang berdiri di pintu masuk rumah.

__ADS_1


"Maaf, anda siapa?" tanya papi kepada pengawal itu.


"Saya pengawal Nona Gina, Tuan Besar Soepomo" jawab pengawal.


"Saya mau bertanya, apakah kamu yang memborgol tangan dan kaki anak saya?"


"Tidak Tuan Besar, yang memborgol kaki dan tanagn Tuan Muda adalah Nona Muda" jawab pengawal.


Mami yang mendengar nama Gina di bawa bawa langsung menemui pengawal itu.


"Maksud kamu Gina yang memborgol?" tanya mami untuk meyakinkan dirinya.


"Iya Nyonya Besar. Memang Nona Muda yang memborgol"


"Jadi mana kuncinya? Biar saya buka." kata Papi


"Maaf Tuan Besar. Kunci borgol berada di tangan Nona Muda. Tadi Nona Muda juga berpesan jangan membuka atau memberi tuan muda air minum dan makanan" kata pengawal.


"Serius?" tanya mamai.


"Serius nyonya besar. Makanya saya masih di sini untuk memastikan kalau pesan nona muda dijalankan dengan baik" kata pengawal menjawab dengan selalu bermuka datar.


"Baiklah, kami menuruti permintaan Gina. Tapi saya penasaran apa yabg terjadi sebenarnya?" tanya Mami.


"Bibik. Semua berkumpul ke ruang tamu" kata Papi di intercom khusus rumah keluarga Soepomo.


Semua bibik dan para penjaga rumah langsung berkumpul saat mendengar perintah dari Tuan Besar.


"Saya mau kasih pengumuman. Tidak ada seorangpun yang boleh memberi minum dan makan ke pada Tuan Muda. Nanti biarkan Nyonya muda yang memberi tuan muda minum dan makan. Ada paham?"


"Pahan tuan besar" kata maid serempak.


"Sekarang kembali bekerja sesuai tupoksi masing masing" perintah Papi.


Para maid dan penjaga kembali ke tempat mereka diletakkan sesuai dengan pekerjaan mereka di rumah utama keluarga Soepomo.


Papi kemudian memanggil Mami untuk masuk ke kamar mereka. Papi dan Mami membiarkan Aris duduk disofa dengan kaki dan tangan terikat.


"Mi, apa mungkin Gina sudah mengeksekusi Aris Mi?" kata papi.


"Bisa jadi pi atau Gina melihat dengan mata kepala sendiri kalau Aris sedang berduaan dengan sekretarisnya" kata Mami.

__ADS_1


"Sepertinya memang begitu Mi"


"Tapi Gina kemana ya Pi? Mami takut dia karena baru sehat. Nanti sakit lagi. Apa yang akan kita jadikan alasan ke keluarga Wijaya" kata Mami yang tak pernah tidak memikirkan Gina.


"Itulah Mi. Kita doakan saja Gina dalam keadaan sehat dimanapun dia berada"


"Pi, apa kita harus membicarakan masalah ini dengan keluarga Wijaya, Pi?"


"Kita tunggu dari Gina aja Mi. Kalau Gina mau mengadukan kepada keluarganya, kita tidak bisa melarang. Tapi aku berharap.Gina tidak mengatakan kejadian ini kepada kekuarganya. Mau ditaruh dimana muka kita nanti" kata Papi sambil membayangkan apa yang terjadi kalau keluarga Wijaya sampai tau Aris sudah menyakiti perasaan anak mereka.


"Iya Pi. Mami juga nggak akan sanggup bertatap muka dengan Nyonya Wijaya, kalau perselingkuhan ini mencuat pi"


"Berdoa aja Mi, semoga Gina menepati janjinya untuk tidak mengungkapkan cerita pahit ini kepada kedua orang tuanya"


Papi dan Mami kemudian membersihkan diri mereka. Mereka sungguh memiliki beban mental yang sangat kuat sekarang. Semua disebabkan oleh anak mereka sendiri yaitu Aris.


"Mi, kita ke ruang tamu lagi. Kasian Aris sendirian" kata Papi.


"Iya Pi. Papi duluan aja. Mami mau merapikan diri dulu" kaya Mami sambil memasang skincare ke wajahnya.


"Sama mami aja. Males nengok muka Aris sendirian" jawab Papi yang memainkan ponselnya sambil menunggu Mami.


"Ya udah tunggu bentar" kata Mami.


Mami yang telah siap melaksanakan ritual kecantikannya langsung menuju papi yang sedang duduk di sofa.


"Ayuk Pi. Kita lihat anak yang membuat malu kita di depan menantu kita itu" kata Mami sambil menggamit tangan Papi.


Papi dan Mami berjalan menuju ruang tamu. Disana masih ada Aris yang terlihat udah sangat letih. Dia tidak bisa melakukan apa apa, karena tangan dan kakinya di borgol Gina. Sedangkan pengawal Gina masih setia berdiri di depan pintu tanpa berpindah agak sejengkal.


Papi dan Mami melihat Aris seperti itu sebenarnya kasihan, tetapi mereka lebih kasihan kepada menantu mereka yang dikhianati oleh Aris.


"Mami, tolong kasih Aris air minum Mi. Aris bener bener haus Mi" kata Aris dengan memelas.


"Kamu kenapa bisa seperti ini? Apa yang kamu lakuin ke Gina?" kata Papi sambil menatap mata Aris. Papi mecari kejujuran dari mata anaknya itu.


"Nggak ada Pi. Aris nggak tau tiba tiba aja Gina memasang borgol di kaki dan tangan Aris. Aris kaget juga Pi" kata Aris yang masih ingin berbohong kepada kedua orang tuanya itu.


"Apa kamu bilang nggak ada? Hebat kamu Aris" kata Gina yang baru datang dari luar.


BERSAMBUNG YA KAKAK.

__ADS_1


TERUS IKUTIN CERITANYA KAKAK.


MAKASIH UDAH MAU TERUS MAMPIR DAN MENGIKUTI CERITAKU YANG SANGAT SEDERHANA INI.


__ADS_2