Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Taman Bermain


__ADS_3

Pagi harinya Frenya dan Arga serta Stepen telah selesai bersiap siap untuk sarapan. Kenapa ada Stepen, Stepen diminta langsung oleh Gina untuk menemani Frenya dan Arga. Stepen sangat mengenal negara E. Dia besar di negara E, sehingga kalau seandainya Frenya dan Arga terdesar Stepen bisa membantu mereka berdua.


"Arga, kita makan di restoran bawah ya?" ajak Frenya.


"Oke Uni. Aku udah siap. Mari kita ke bawah. Stepen gimana?" tanya Arga.


"Juga udah siap" jawab Stepen sambil tersenyum.


Arga menatap tajam Frenya. Dia melihat seduatu berubah dari dalam diri Frenya. Frenya yang paham langsung tersenyum.


"Sengaja. Mana tau nanti ada Daddy dan Papi, jadi mereka tidak bisa mengenali Uni." ujar Frenya memberikan penjelasan kepada Arga.


"Oh Oke." jawab Arga sambil menangkat jempol tangannya.


Mereka bertiga keluar dari kamar Arga dan Frenya. Mereka turun memakai lift menuju restoran yang berada di dekat lobby hotel.


Mereka bertiga kemudian mengambil sarapan yang hendak dimakan dan terasa menggugah selera. Selesai mengambil makanan mereka memilih duduk di restoran bagian sudut belakang. Frenya tidak ingin duduk di tengah karena dia dan Stepen tidak bisa mengawasi siapa yang datang. Stepen dan Arga menghadap ke pintu masuk. Sedangkan Frenya menatap jendela hotel. Mereka memulai sarapan dengan diam. Semua memikirkan apakah mereka bisa melihat Aris dan Bram. Frenya sengaja memilih hotel paling besar dan paling rekomended di negara E untuk bertemu dengan Aris dan Bram.


Setelah menghabiskan sarapan mereka, Frenya dan Stepen tetap tidak melihat Aris atau Bram masuk ke dalam restoran untuk sarapan.


"Ga, orang makin rame, kita ke kamar aja fulu yuk. Nanti kita ke taman. Mana tau Daddy ke taman." ujar Frenya mengajak Arga untuk belik ke kamar mereka.


"Oke. Arga juga udah bosan di tatap sama anak kecil itu. Dia seperti mau makan Arga saja. Atau jangan jangan dia nggak pernah melihat anak seganteng Arga?" ujar Arga dengan pedenya.


Frenya hanya bisa geleng geleng kepala. Adik bontotnya ini memang super duper pede terlalu tinggi untuk ukuran anak seumuran dia.


Frenya memencet tombol lift menuju lantai lima belas hotel. Mereka menunggu pintu lift terbuka. Sedangkan dari lantai tiga belas, Aris dan Bram sudah berada di dalam.lift untuk turun ke lobby hotel. Mereka berencana akan sarapan di restoran.


Ting. Pintu lift terbuka. Arga, Frenya dan Stepen masuk ke dalam lift menuju lantai kamar mereka. Bertepatan dengan Stepen masuk. Aris dan Bram keluar dari dalam lift.


Aris merasakan sesuatu getaran aneh yang mengajak dia untuk melihat siapa penghuni lift yang akan naik ke lantai atas itu. Tetapi Aris menepis rasa yang aneh itu.


"Kenapa seperti ada Arga dan Gina ya di sekitar sini" ujar Aris dengan pelan.


Bram melihat Aris yang bengong langsung memukul lengan Aris.


"Ada apa?" tanya Bram penasaran.


"Aku merasakan ada aura yang mengikat dan membujuk gue untuk melihat ke arah lift itu." ujar Aris.


"Terus?"


"Gue tepis aja rasa itu." jawab Aris.

__ADS_1


"Udah lah yuk ke restoran. Kasian mereka udah lama nunggu kita." ujar Aris mengajak Bram menuju restoran.


Aris dan Bram duduk di meja yang sama dengan ketiga anak buah mereka.


"Tadi kalian tengok dak anak kencil tampan yang bertiga dengan cewek cantik dan cowok tampan juga?" tanya Teguh.


Kedua temannya menggeleng. Mereka berdua memang tidak melihat dan memperhatikan siapa yang diceritakan oleh Teguh tadi.


"Maksud kamu apa Guh?" tanya Aris yang penasaran.


"Begini Tuan Muda. Tadikan saya datang duluan ke restoran. Jadi saya tidak sengaja melihat ke arah seorang anak kecil laki laki yang memiliki tatapan tajam. Sepertinya aura aura mafia dan pemimpin ada dalam tatapan anak itu." ujar Teguh.


"Anak itu dengan siapa?" tanya Aris lebih lanjut.


"Dengan seorang wanita dewasa dan seorang pria dewasa. Kalau boleh tau kenata Tuan Muda bertanya sedemikian detailnya?" tanya Teguh yang balik bertanya kepada Aris.


Aris mengeluarkan ponselnya. Dia memperlihatkan wajah Arga kepada Teguh.


"Apakah wajah anak yang kamu lihat tadi seperti ini?" tanya Aris kepada Teguh.


"Tidak Tuan Muda. Saya sangat yakin wajahnya tidak seperti itu." jawab Teguh.


"Wanita muda itu apakah seperti ini?" lanjut Aris sambil memperlihatkan fhoto Frenya.


"Oh baiklah. Terimakasih. Mari kita sarapan, setelah sarapan kita akan pergi mencari Gina dan Arga." ujar Aris yang kecewa ternyata anak laki laki yang dilihat oleh Teguh bukanlah Arga anaknya.


Selesai mereka sarapan, semuanya kembali ke kamar. Mereka akan bersiap siap untuk melakukan pencarian terhadap Gina dan Arga.


"Tadi loe berharap pasti Arga dan Frenya yang dilihat oleh Teguh kan Ris?"


"Yup. Gue berharap memang mereka. Ternyata harapan hanya tinggal harapan. Teguh tidak melihat mereka." ujar Aris dengan nada pasrah dan mengiba.


"Gue yakin kita pasti akan menemukan mereka. Makanya kamu semangat untuk menemukan Arga dan Gina." ujar Bram memberikan semangat kepada Aris.


"Gue selalu semangat Bram." jawab Aris.


Lantai lima belas hotel dalam sebuah kamar terlihat Arga, Frenya dan Stepen sudah selesai bersiap siap untuk pergi ke taman kota. Mereka akan menghabiskan hari di sana dengan bermain semua permainan serta membeli jajanan yang tidak pernah di beli oleh mereka di negara I maupun negara U.


"Nya ayok Nya kita main." ujar Arga yang sudah tidak sabar untuk pergi ke taman.


"Dasar bocah nggak sabaran banget." ujar Frenya sambil mencubit pipi Arga.


"Kapan lagi Nya main di taman tanpa ada larangan dari Bunda." ujar Arga.

__ADS_1


"Siap. Oke mari kita pergi." ujar Frenya.


Arga memegang tangan Frenya dari sebelah kiri, sedangkan tangan Stepen sebelah kanan.


"Nya, uni kan masih jomblo. Kak Stepen juga jomblo. Kalian pacaran aja gimana?" ujar Arga dengan polosnya.


"Kalau Frenya mau, Kak Stepen juga mau Arga. Sama sekali tidak ada penolakan." ujar Stepen sambil menatap tersenyum ke arah Frenya.


Frenya menatap Stepen dengan melongo. Dia tidak menyangka Stepen akan berkata seperti itu sekarang.


"Dasar nggak romantis dan nggak peka." ujar Frenya sambil bersungut sungut.


"Oh mau romantis. Laksanakan Buk." ujar Stepen.


Stepen mengirim pesan kepada anak buahnya yang berada di negara E. Stepen sebenarnya berasal dari keluarga kaya di negara E. Tetapi dia sama sekali tidak berniat untuk menjadi CEO di perusahaan warisan orang tuanya. Makanya dia memilih menjadi pilot dari perusahaan GA Grub.


"Kamu akan terima nanti hal yang romantis itu." ujar Stepen sambil tersenyum.


Mereka bertiga sampai di taman. Arga langsung berlari menuju biang lala. Dia berniat untuk naik dan mencoba untuk menikmati permainan kincir putar nan besar itu.


"Nya, kita temani Arga naik ya. Stepen juga ya." ujar Arga.


Mereka bertiga kemudian naik ke atas biang lala yang sangat besar itu. Mereka berteriak dengan keras saat mereka di lemparkan ke bawah. Arga sangat menikmati semua permainan. Begitu juga dengan Frenya dan Stepen. Mereka berasa kembali lagi menjadi anak kecil


Sedangkan Aris dan Bram baru sampai di taman. Mereka mencari keberadaan Arga di tempat bermain anak anak. Menurut Aris, Arga tidak akan mungkin naik ke atas permainan yang membutuhkan adrenalin yang sangat tinggi. Makanya dia memutuskan untuk melihat Arga di tempat permainan anak anak.


Arga dan Frenya yang lelah bermain duduk di kursi taman. Mereka menunggu Stepen yang membeli makanan kecil dan minuman dingin ke kafetaria yang ada di taman bermain.


Saat itu Arga melihat Aris dan Bram yang sedang duduk di kursi taman. Arga langsung berdiri menuju ke arah Aris dan Bram yang sedang duduk melepaskan penat karena berkeliling di area permainan anak yang luas di taman.


Arga sengaja lewat di depan Aris dan Bram. Arga ingin melihat reaksi dari Daddy dan Papinya. Apakah mereka mengenali dirinya yang lewat atau tidak.


Lewat pertama Aris masih diam saja. Tetapi saat Arga mulai berjalan menjauh. Aris baru merasakan getaran itu.


" Arga" ujar Aris dengan keras.


Arga berhenti di tempatnya berdiri.


...****************...


Apakah Arga akan berbalik dan memperlihatkan wajahnya kepada Aris??????


Tetap di novel ini ya Kakak

__ADS_1


__ADS_2