
"Vin, kita berangkat meeting" kata Bram dengan dinginnya.
"Baik Pak" Vina menyiapkan semua perlengkapan meetingnya. Dia tidak ingin Bram marah marah. Bram bukan Aris yang sekarang menjadi kekasihnya.
Vina langsung mengikuti Bram yang masuk kedalam lift khusus direksi.
"Kamu mau apa?" tanya Bram menatap membunuh ke Vina.
"Turun Pak?"
"Emang Anda direksi?"
"Tidak Pak." ucap Vina.
Vina kembali keluar, dia harus memakai lift yang satu lagi. Vina sangat kesal dengan tingkah Bram. Bram yang melihat Vina memberengut langsung saja memberi Vina senyum devilnya.
"Lihat saja loe ya Bram. Gue yakinkan loe akan dipecat Aris." kata Vina sambil teriak.
"Vina, Vina selaki upik abu jangan mimpi jadi cinderela. Loe kira ini di dongeng. Makanya dunia nyata orientasi jangan dunia maya. Bablas kan loe" kata Bram sambil geleng geleng kepala.
Bram lebih dulu sampai di lobby kantor. Dia menunggu Vina dengan gondoknya. Vina yang melihat Bram sudah berdiri dengan bersender ke dinding dan terlihat sedang marah, langsung berlari ke arah Bram.
"Maaf Pak telat" jawab Vina.
"Oh nggak apa apa Vina. Aku takut kamu laporin ke Aris" kata Bram dengan menatap lemah ke Vina.
Vina yang melihat Bram sudah mulai melunak langsung tersenyum dan melangkah pergi mendahului Bram. Bram menarik tangan Vina dengan kuat.
"Tapi dalam mimpi. Hahahahahaha" kata Bram dengan kuatnya.
Security sudah membukakan pintu mobil untuk Bram. Vina langsung masuk di kursi bagian belakang. Hal inj membuat Bram emosi.
"Anda kenapa duduk di belakang? Anda kira saya supir?" tanya Bram dengan dingin.
"Maaf Pak Bram. Kalau sama Pak Aris saya selalu di belakang duduk"
"Oh itu Aris, saya Bram. B R A M" kata Bram menekankan satu persatu huruf pada namanya.
Vina dengan jengkel duduk di kursi depan. Dia duduk diam selama perjalanan. Vina sangat marah dengan Aris, kenapa dia tidak hadir. Kalau dia hadir maka tidak dengan manusia menjengkelkan ini Vina akan pergi meeting.
Sesampainya di tempat meeting Bram langsung saja turun dari mobil tanpa menunggu Vina. Bram langsung masuk ke dalam restoran. Sebelumnya Bram sudah memberitahukan kepada Bayu kalau dia akan pergi rapat dengan sekretaris sekaligus selingkuhan Aris. Vina yang melihat Bram sudah berjalan dengan cepat terpaksa haris berlari mengejar Bram. Dia tidak ingin terlibat masalah lagi.
__ADS_1
Mereka akhirnya meeting. Bayu melihat Vina sesaat. Vina yang dilihat Bayu langsung memasang senyum cantiknya. Bayu kemudian membuang mukanya dari tatapan Vina. Vina yang melihat Bayu membuang muka kembali memasang muka datarnya. Meeting hari itu akhirnya selesai juga. Tiba tiba.
"Pak Bayu, maaf Pak." kata supir Bayu.
"Ada apa Pak?"
"Bolehkah saya meminjam mobil Bapak. Anak saya harus saya bawa ke rumah sakit Pak."
"Oh boleh silahkan nanti saya akan pulang di antar Bram" jawab Bayu.
Supir Bayu kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga yang masih membicarakan beberapa hal yang tidak penting.
"Lupa gue Bram nanyak sama loe, Aris kemana Bram?"
"Biasa pengantin baru. Pagi aja di leher mereka berdua ada kissmark nya. Panas hati gue dibikinnya. Malahan yang bikin gue tambah kesal, Aris ngomong gini, kayaknya gue tiga hari nggak hadir Bram, gue mau puas puas dengan istri cantik gue dulu. Gitu ngomongnya, bayangin aja sama loe. Gue kerja dia enak enak indehoy dengan istrinya" kata Bram dan melirik Vina yang sudah jengkel mendengar nama Aris dan Gina disebut.
"Makanya nikah. Ini jangankan mau punya istri, punya pacar aja loe nggak. Oh ya Bram. Gue denger mereka mau pergi bulan madu ke luar negeri, jadi emang?"
"Kayaknya nggak Bay. Aris sedang sibuk luar biasa di kantor. Untung aja Gina pengertian, coba kalau Gina dari kalangan wanita wanita yang bersifat lintah, hm pasti ngamuk ngamuk nggak jadi bulan madu"
"Bersyukur banget ya Bram, Aris dapat istri sebaik, secantik Gina. Gue mau cari satu yang kayak Gina"
"Mana mau gue selingkuh. Orang bodoh mah yang mau selingkuh dari istri sempurna kayak Mira dan Gina"
"Makanya gue heran. Kok ya adalah orang yang masih niat selingkuh, padahal istri sempurna kayak gitu" kata Bram.
"Yang salah yang ceweklah Bram. Udah tau yang cowok udah punya istri, masih juga mau jadi selingkuhan"
"Jadi selingkuhan kan menang banyak Bay"
"Menang banyak maksud loe?"
"Iyalah dapet yang udah paket komplit, uang dikasih, fasilitas dikasi, pelayanan prima. Kurang apalagi coba?""
"Bener juga ya Bram. Pantesan banyak wanita yang mau jadi selingkuhan ya. Itu ternyata"
"Vin, anda mau nggak jadi selingkuhan? Kalau mau gue nganggur neh" ucap Bayu
"Uhuk uhuk. Maaf pak saya batuk" kata Vina yang terkejut mendengar pertanyaan Bayu.
"Jadi Vina, anda mau jadi selingkuhan?" tanya Bayu
__ADS_1
"Nggak lah pak. Kasian sama istrinya Pak, kalau suaminya selingkuh." jawab Vina sambil tangannya gemetar.
"Gue yakin Vina nggak akan mau jadi selingkuhan Bay. Loe ada ada aja. Vina kan gadis baik baik. Gila aja loe. Oh ya Bay, loe pulang sama gue kan. Kita ke rumah utama ya. Loe udah lama nggak ke sana"
"Setuju gue. Sekretaris Aris gimana? Nggak loe anter? Diamuk Aris loe nanti."
"Vin, Anda pulang naik taksi aja ya. Saya tidak balik kantor lagi" kata Bram.
Vina kemudian menganggukkan kepalanya menyetujui kalau dia akan pulang ke kantor naik taksi online.
"Yuk jalan"
Bram dan Bayu langsung pergi dari restoran tempat mereka meeting tadi.
"Wanita macam kutilang itu jadi selingkuhan Aris. Aris punya mata kagak Bram?"
"Punya tapi nggak guna."
"Jadi loe pasang kamera di ruangan Aris?"
"Udah selesai."
Vina yang sedang menunggu taksi di depan restoran merasa sangat kesal. Kenapa dia harus menerima nasib seperti ini. Dia langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Aris. Tapi tetap saja sama, ponsel Aris tidak bisa di hubungi. Pesan yang dikirimnya dari pagi saja masih belum dibaca oleh Aris. Vina semakin kesal saja.
"Aris gilak. Gue kesel sama loe" teriak Vina.
"Gue benci elo Bram" teriak Vina selanjutnya
"Maaf mbak, jangan teriak di jalan. Nanti disangka orang gila. Cantik cantik kok gila" kata salah seorang ibu ibu yang sedang menunggu taksi juga.
Vina yang mendengar apa yang dikatakan ibuk ibuk tersebut semakin jengkel dibuatnya. Dirinya benar benar sial hari ini. Sudahlah dibuat jengkel oleh Aris dan Bram, disuruh naik taksi, sekarang dikatakan gila oleh ibu ibu. Bener bener menguji kesabaran Vina semua kejadian hari ini.
PENGUMUMAN
Kakak kakak sayang, mampir ke novel ku berikutnya yuk kakak. "KEPAHITAN SEBUAH CINTA"
Bercerita tentang seorang wanita yang mencintai seorang pria. Pria tersebut seorang pria sudah beristri yang sedang dalam masa masa sulit dengan sitrinya.
Sang pria tidak menceritakan bagaimana status dia kepada wanita itu. Tetapi karena mereka saling mencintai maka mereka siap menghadang semua ombak badai yang akan menerpa.
Mampir ya kakak. InsyaAllah Up tiap hari kok
__ADS_1