Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Keanehan Perkembangan Arga


__ADS_3

Jam berganti hari, hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Tak terasa usia Arga sudah menginjam angka tiga tahun. Kebahagiaan selalu menemani keluarga kecil Aris dan keluarga besar Soepomo dan Wijaya. Tambah lagi dengan Arga kecil yang selalu membuat semua anggota tertawa kalau ada dia di sana.


Tetapi ada beberapa hal yang membuat hati Gina sebagai ibu yang membuat dia berpikir keras. Terkadang sikap, sifat dan kepandaian Arga tidak sesuai dengan anak seusia Arga. Tambah lagi dengan emosi Arga yang tidak stabil, semakin membuat Gina khawatir dengan keadaan Arga.


Semua hal itu menjadi perhatian dari Gina. Gina benar benar tidak melepaskan perhatiannya dari Arga. Ingin rasanya Gina bertanya kepada Anggel ada apa dengan Arga. Tetapi ketakutan selalui menghantui Gina. Gina takut akan diaknosis yang akan membuat semua anggota keluarganya kecewa.


Gina selalu memperhatikan tindak tanduk dan tingkah laku Arga. Contoh kecilnya adalah setiap Arga menginginkan sesuatu Arga selalu menarik tangan siapapun yang berada di dekatnya. Misalnya saat Arga menginginkan air minum saat dia haus, Arga akan menarik seseorang yang berada di dekatnya dan menyuruh orang tersebut mengambilkan dia air minum. Setiap Arga menginginkan sesuatu Arga tidak akan pernah mengambilnya sendiri. Padahal anak seusia Arga seharusnya sudah bisa mengatakan num atau mik saat dia haus. Sedangkan Arga masih belum bisa.


Sampai sekarang masih belum ada kata kata yang dikeluarkan oleh Arga. Seusia Arga sekarang seharusnya Arga sudah bisa menyebutkan Ma, Mik, Pa. Tetapi Arga masih belum bisa.


Arga hanya asik dengan dunianya sendiri. Arga tidak peduli dengan lingkungannya. Arga juga tidak memiliki simpati atau rasa kasihan kepada orang lain. Contohnya saat Arga menginjak atau mencubit orang lain, maka Arga tidak akan pernah meminta maaf. Arga akan acuh saja. Arga benar benar tidak seperti anak seusianya. Arga benar benar jauh dari perkembangan anak seusianya.


Lain sisi Arga masih suka memukul dirinya sendiri. Terkadang Arga sampai membenturkan kepalanya saat permintaannya tidak di penuhi. Arga sama sekali tidak merasakan sakit, saat ia melakukan hal itu. Seakan akan kepala Arga dibenturkan ke kasur atau bantal empuk. Padahal Arga membenturkannya ke dinding, terkadang ke kaca di kamarnya.


"Arga udah sayang, jangan benturkan lagi kepalanya sayang." ujar Giba saat melihat Arga yang mengamuk karena kehendaknya tidak di penuhi.


Arga terus menangis, terkadang Arga sampai memukul dadanya sendiri dengan kuatnya. Gina memeluk Arga dengan kuat. Salah satu cara untuk menghentikan Arga memukul dirinya sendiri adalah dengan memeluknya. Saat itu Arga bisa dikontrol emosinya oleh Gina. Tapi saat nanti ada lagi yang membuat Arga tidak puas, maka dia akan kembali membenturkan kepalanya dan memukul badannya.

__ADS_1


Tapi yang masih membuat Gina nyaman. Arga akan selalu tidur tepat waktu, makan tepat waktu dan daya ingatnya yang tinggi. Seperti daya ingat saat menuju ke suatu daerah. Maka Arga akan mengingat setiap jalan yang telah dilaluinya.


Siang ini Arga sedang tertidur. Gina menatap lamat lamat dan sangat teliti wajah dari anak bungsunya yang tidur dalam damai itu. Dibalik damainya wajah anak kecil itu, tersimpan sebuah emosi dan ketidak stabilan. Tapi Gina sampai sekarang masih takut untuk membawa Arga.


Gina yang belum menunaikan kewajibannya, langsung mengambil wudhu. Gina akan menunaikan kewajibannya dan akan meminta kepada yang punya kehendak untuk memberikan solusinya kepada Gina.


Selesai berwudhu Gina menjalankan kewajibannya. Setelah itu dia mengangkat kedua tangannya sambil menatap putra tampannya itu.


"Ya Allah, apa salahku selama ini. Ada apa dengan putraku? Kenapa dia tidak sama dengan anak seusianya ya Allah." ujar Gina yang masih berusaha menahan tangisnya.


"Ya Allah, aku tau, engkau tidak akan memberikan cobaan yang hambamu tidak sanggup menanggungnya, tapi apakah kondisi Arga seperti ini adalah cobaan untuk hamba?" lanjut Gina sambil menatap nanar ke arah putranya.


" Ya Allah, aku meminta kepadamu berilah aku petunjuk untuk mengetahui ada apa sebenarnya dengan putraku. Putra yang aku jaga dari dalam kandungan dengan sekian banyak masalah. Putra yang selalu aku bawa kemanapun. Putra yang selalu aku jaga dengan nyawaku. Ya Allah, berilah hambamu ini petunjuk harus berbuat apa kepada putra hamba." lanjut Gina dalam doanya.


"Ya Allah, hamba tidak meminta banyak, hamba hanya meminta, tolong beri petunjuk mu, bagaimana hamba harus mengambil sikap terhadap anak hamba ini ya Allah. Kabulkanlah doa hamba ya Allah serta berilah hamba kekuatan dalam menghadapinya. Aamiin ya robbal alamin." ucap Gina mengakhiri doanya.


Ingin rasanya Gina berkeluh kesah dengan Aris. Tetapi setiap Gina berbicara dengan Aris, jawaban Aris tetap sama. Perkembangan setiap anak itu berbeda. Aria bisa mengatakan seperti itu karena Aris tidak melihat kelakuan Arga selama ini.

__ADS_1


Aris hanya melihat beberapa jam saja saat dia pulang. Terkadang saat Aris harus lembur, maka seharian dia tidak akan melihat Arga beraktifitas. Aris hanya akan melihat Arga yang tidur.


Akhirnya setelah sekian kali Gina membicarakan ini dengan Aris. Serta jawaban Aris tetap sama, akhirnya Gina mengambil keputusan. Gina tidak akan membahas hal tentang Arga lagi kepada Aris. Gina akan mencari tau sendiri kondisi putranya itu.


Sepintas lalu saat orang melihat Arga. Orang tidak akan yakin dengan yang dilihat Gina. Orang akan mengatakan hal yang sama dengan jawaban Aris. Setiap anak berbeda beda dalam masa perkembangan. Ada anak yang cepat dalam berjalan dan ada anak yang cepat dalam berbicara. Tapi Arga.


Arga waktu jalan juga lambat. Arga berjalan saat usianya satu setengah tahun, itupun karena ada yang memancingnya agar dia mau berjalan.


Kejadiannya bermula saat Arga dibawa oleh Aris dan Gina kepusat permainan anak. Disana Arga dengan sengaha didorong oleh anak yang usianya lebih besar dari Arga. Aris yang melihat langsung ingin marah kepada orang tua si anak. Tapi Gina menahan Aris saat melihat Arga yang mulai berdiri.


Arga yang semula berdiri harus memegang dinding, saat kejadian itu tidak. Arga langsung berdiri dan berlari mengejar anak laki laki yang sengaja mendorongnya. Arga membalas mendorong anak itu.


Gina dan Aris yang melihat Arga berlari langsung meneteskan air mata bahagia mereka. Hal yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Arga bisa berlari tanpa harus berjalan terlebih dahulu.


Semenjak kejadian itulah, Aris berpendapat kalau Arga perkembangannya memang lambat dari anak lainnya.


Tapi kalau daya ingat, jangan ragukan Arga. Arga akan selalu mengingatnya. Mulai dari pergi ke suatu tempat sampai dengan janji siapapun kepada Arga maka Arga akan menagihnya terus.

__ADS_1


Semua itu membuat Gina menjadi galau. Galau untuk mengetahui ada apa dengan Arga. Gina bener bener pusing dan tidak tau mau berbuat apa.


__ADS_2