
'Ya Tuhan, aku mohon supaya alat pengadon itu tidak patah atau cedera. Aku mohon kabulkan doa dan permintaan aku ini ya Tuhan. Aku sudah lima hari tidak melihat dan merasakan alat pengadon itu ya Tuhan, jangan renggut kebahagiaan dan juga mainan aku itu ya Tuhan' ujar Frenya berdoa dalam hatinya untuk alat pengadon yang tadi di pukulnya dengan agak keras.
"Ya teruslah berdoa Uni, semoga apa yang Uni tidak kehendaki itu tidak terjadi. Besok besok ini berbuat itu pikirkan dulu Uni, apakah ada dampaknya dengan Uni atau tidak" ujar Argha yang kembali berbuat usil kepada Frenya. Argha sangat yakin kalau Frenya pasti berdoa untuk benda tersebut, hal itu terlihat amat jelas karena beberapa kali Frenya menatap ke arah tersebut.
Frenya yang mendengar apa yang dikatakan oleh Argha berniat untuk membalas semua ucapan dari Argha. Tetapi sayangnya, sebelum Frenya sempat membalas apa yang dikatakan oleh Argha kepada dirinya. Argha sudah keburu masuk ke dalam lift dan menutup pintu lift tersebut. Padahal mereka berdua sama sama menghuni kamar di lantai tiga mansion. Tetapi dasar Argha yang males berdebat dengan Frenya di dalam lift memutuskan untuk meninggalkan Frenya dan memilih untuk sendirian saja menuju lantai tiga mansion besar itu.
"Dasar bontot" ujar Frenya pada akhirnya ngedumel sendirian,
Ghina dan Aris yang melihat tingkah ke dua anak mereka itu hanya bisa geleng geleng kepala saja lagi, mereka berdua memang sama sama keras kepala dan sama sama suka saling mengejek dan tidak mau kalah. Bener bener kepribadian Aries dan Ghina yang mereka ambil dan mereka tiru.
"Juan, bawa langsung istri kamu ke dalam kamar. Bisa bisa nanti dia perang lagi dengan Argha" ujar Aries meminta Juan untuk membawa Frenya langsung masuk kamar sebelum Frenya datag ke kamar Argha dan memarahi Argha dengan sesuka hatinya karena sudah mengatakan sesuatu yang membuat Frenya malu dihdapan kedua orang tuanya sekaligus suaminya juga ada di situ.
"Siap Daddy, aku sudah bisa membayangkan bagaimana emosinya Frenya saat ini ke si bontot itu" jawab Juan yang ternyata ikut ikutan menggoda Frenya yang masih manyun tersebut.
"Sayang" ujar Frenya memohon kepada Juan untuk tidak menggoda dirinya lagi, dia benar benar ingin istirahat sekarang ini.
Juan tersenyum kepada Frenya. Dia mengacak acak rambut istrinya tersebut. Frenya terkadang masih bersikap seperti anak kecil yang masih butuh perhatian dan juga di manja seperti sekarang ini. Frenya memang akan selalu seperti itu kepada Juan. Juan juga sangat senang saat melihat Frenya dalam mode manja, bukan Frenya dalam mode mandiri seperti selama ini di lihat orang di luar sana. Frenya yang seperti ini hanya bisa di lihat saat dia berada di mansion, atau saat dirinya berada di tengah tengah keluarganya saja. Sedangkan pada saat ada orang lain, maka Frenya yang seperti ini tidak akan bisa diketemukan, kita hanya bisa bertemu dengan Frenya yang luar biasa mandiri dan sangat sangat bisa bergantung ke dirinya sendiri.
__ADS_1
Juan menggandeng tangan istrinya untuk masuk ke dalam lift yang baru saja selesai mengantarkan Argha ke lantai tiga mansion. Baru saja pintu lift tertutup. Frenya sudah melakukan aksinya. Dia memegang benda yang tadi sempat di pukulnya dan membuat Juan meringis kesakitan.
Juan yang melihat apa yang dilakukan oleh Frenya tersenyum bahagia. Untuk saat ini Juan lebih memilih mengesampingkan apa penyebab yang membuat Frenya menjadi super duper berani seperti sekarang, padahal selama usia pernikahan mereka yang sudah berjalan empat bulan ini, setiap mereka akan melakukan olah raga baik malam, pagi maupun siang,yang akan memulai kick off pertama sekali selalu Juan, tetapi kali ini berbeda sekali, Frenya yang memulai kick off.
Juan kemudian mengangkat tangannya ke atas dengan tujuan pendaratan adalah dua gundukan yang amat sangat memesona bagi Juan. Dua gundukan yang akan selalu membuat Juan tergila gila, tetapi sayangnya sebelum tangan Juan sampai di target yang telah dia inginkan itu, tangan Frenya yang masih tidak melakukan apa apa menahan tangan Juan yang sudah terangkat tersebut.
Frenya yang bermaksud untuk memberikan sedikit ciuman ke bibir Juan langsung mengurungkan niatnya saat pintu lift terbuka lebar di lantai tiga mansion. Frenya melihat ke arah luar, untung saja tidak ada Argha atau siapa siapa yang melihat apa yang dilakukan oleh Frenya dan Juan di dalam lift tadi.
Juan yang sudah kepalang tanggung, langsung saja menggendong Frenya untuk masuk ke dalam kamar.
"Saatnya membuat adonan sayang" ujar Juan yang sudah sangat bersemangat untuk membuat adonan bersama dengan Frenya.
Juan langsung saja merebahkan tubuh istri yang sangat dipujanya itu ke atas kasur. Juan mulai melakukan aksinya untuk bisa membawa istrinya terbang ke atas awan. Juan benar benar memperlakukan Frenya dengan sangat lembut. Permainan yang sudah sangat lama di tunggu tunggu oleh Frenya, permainan yang sudah lima hari tidak dimainkan oleh sepasang suami istri itu.
Juan benar benar membawa Frenya ke pelepasannya yang paling puncak, ntah berapa kali Frenya harus merelakan cairannya ke luar, begitu juga dengan Juan, ntah berapa kali Juan menyiram sesuatu ke dalam sana. Juan berharap sesuatu yang disiramnya itu bisa tumbuh dan hidup di dalam rahim istrinya itu.
"Sayang, apa kamu sudah puas?" tanya Juan kepada Frenya yang terlihat sangat letih saat ini.
__ADS_1
"Puas banget sayang" jawab Frenya dengan wajah yang benar benar terlihat seperti seorang wanita yang telah menuntaskan apa yang selama ini telah di pendam oleh dirinya.
Juan kemucian mengecup dahi istri tercintanya. Setelah itu kedua pipi Frenya dan juga dagu Frenya. Terakhir Juan mengecup bibir mungil Frenya yang tadi telah memberikan sensasi tersendiri kepada alat pengaduk sekaligus penyiram tersebut.
"Bibir ini bener bener membawa aku terbang melayang tadi sayang" ujar Juan memuji bibir mungil nan ranum milik Frenya.
Frenya tersenyum bahagia atas pujian yang diberikan oleh suaminya itu. Frenya memang biasanya tidak memberikan hal itu kepada Juan, tadi ntah keberanian yang datangnya dari mana membuat Frenya mau melakukan hal itu. Juan tadi juga kaget, tetapi saat Juan melihat Frenya nyaman nyaman saja akhirnya Juan menikmati juga apa yang tengah dilakukan oleh Frenya.
"Mari kita tidur, aku sangat yakin kalau kamu hari ini sangat lelah sekali" ujar Juan
"Ya mari kita tidur" jawab Frenya yang memang sangat merasakan lelah di sekujur badannya setelah melakukan olahraga gulat dengan Juan yang ntah berapa ronde mereka lakukan. Satu yang jelas saat Frenya sekilas melirik ke arah jam dinding kamar, jarum jam menunjukkan pukul setengah tiga dini hari.
Juan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Juan kemudian membawa Frenya ke dalam pelukannya. Frenya memang akan selalu merasa nyaman dan akan langsung terlelap kalau Juan memeluknya saat tidur. Begitu juga dengan Juan, Juan akan sangat tidur dengan nyaman saat dirinya memeluk Frenya.
*******************************************************************************************************************************
Mampir ke karya aku yang terbaru yuk kakak, tolong ramaikan supaya aku semakin semangat untuk menulis
__ADS_1
MENCINTAI TAK MEMILIKI