
Bram sudah terlihat rapi pagi itu. Dia akan pergi meeting dengan perusahaan Wijaya menggantikan Aris. Aris yang hari itu harua berangkat ke kantor utama Jaya Grub. Aris tidak mungkin mewakili rapat pertamanya dengan dewan direksi kepada Bram. Maka Aris meminta Bram untuk meeting dengan perusahaan Wijaya.
Bram pergi menuju kantor utama Wijaya Grub dengan hati senang. Dia tidak perlu mendengar ocehan berat Aris di rapat dewan direksi perusahaan Jaya Grub. Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang rencananya Bram hari ini ingin cepat melesaikan urusan dengan perusahaan Wijaya kemudian dia langsung ke kantor utama Soepomo Grub untuk mengisi kekosongan presdir. Hari ini Aris sudah memutuskan akan berada di perusahaan Jaya seharian penuh, karena banyak yang harus Aris perbaiki.
Bram sampai di restoran tempat meeting akan dilakukan. Bram sudah ditunggu manager restoran tersebut. Saat melihat Bram melangkah masuk manager restoran langsung menemui Bram.
"Silahkan masuk tuan Bram. Perwakilan perusahaan Wijaya sedang menuju kemari." kata manager.
"Terimakasih." Bram langsung masuk diikuti manager.
"Maaf Tuan karena tuan harus menunggu perwakilan perusahaan Wijaya." kata manager yang kelihatan gugup.
"Oooo tidak masalah. Saya yang datang terlalu cepat." kata Bram langsung duduk di kursi yang ada di ruangan VIP restoran.
"Mau minim apa tuan?" tanya manager.
"Buatkan saja saya teh panas."
Manager berjalan keluar ruangan untuk memesan pesanan Bram. Manager kemudian mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Nona Muda Wijaya.
"Selamat pagi Nona" kata manager saat panggilan sudah diangkat Gina.
"Selamat pagi manager. Ada apa? Saya sedang memarkir mobil." kata Gina.
"Perwakilan dari Soepomo Grub sudah datang Nona."
"Apa? Bukannya pertemuan pukul sembilan. Sekarang baru setengah sembilan." Gina terlihat panik.
"Itulah Nona. Sekarang dia sudah menunggu nona di ruang VIP 1." kata Manager.
Gina langsung berjalan cepat, dia tidak mau gara-gara dia maka akan terjadi kegagalan dalam perusahaannya. Gina sampai di depan pintu ruang VIP 1. Dia merapikan kembali pakaiannya. Gina kemudian mengetuk pintu itu.
Tok tok tok. Gina membuka pintu itu, terlihat seorang pemuda tampan dengan memakai jas biru tua sedang duduk memperhatikan ponselnya. Gina kemudian berdiri di depan pria itu.
"Permisi Tuan, saya Gina perwakilan dari perusahaan Wijaya." kata Gina sambil tersenyum.
Bram langsung mengangkat kepalanya. Dia sangat terkejut karena yang ditemui adalah Gina orang yang sangat dinanti-natikan oleh Aris.
"Ris, loe memang sial." kata Bram dalam hatinya.
"Silahkan duduk Nona Gina. Perkenalkan saya Bram perwakilan dari Soepomo grup." kata Bram kemudian duduk di kursinya kembali.
"Sebelumnya saya menyampaikan permintaan Tuan Wijaya karena beliau tidak bisa menghadiri pertemuan ini. Beliau sedang berada di USA mengurus perusahaan yang disana." jelas Gina.
"Sama nona, kami juga minta maaf karena Tuan Aris tidak bisa hadit pada pertemuan ini" Bram menatap Gina saat dia manyebutkan nama Aris. Gina hanya tersenyum saja.
Kemudian pelayan masuk membawakan sarapan dan dua cangkir teh hangat.
"Silahkan dinikmati dulu sarapannya Tuan Bram. Baru setelah itu kita berdiskusi tentang kerjasama kita. Maaf saya tidak menggunakan kata meeting karena terlalu berat."
"Saya setuju Nona Gina. Kita sarapan dulu kemudian bari kita berdiskusi. Sebelum itu bolehlah saya mendokumentasikan pertemuan kita sebagai bukti fisik kalau saya memang bertemu dengan perwakilan dari perusahaan Wijaya." kata Bram, padahal Bram meminta berfhoto untuk memanasi Aris.
Gina kemudian mengangguk dan meminta manager untuk mengambil fotonya dan Bram. Setelah lima buah gambar barulah proses itu selesai. Gina dan Bram melanjutkan sarapan yang tertunda. Bram kemudian mengirim oesan kepada Bayu untuk menemuinya di restoran.
__ADS_1
✉️ Bram
Loe mau bikin Aris murka nggak Bay?
✉️ Bayu
Mau, caranya.
✉️ Bram
Loe ke restoran Delarosa sekarang juga kemudian langsugn masuk ke ruang VIP. Kalau orang luar bertanya kamu siapa jawab saja perwakilan perusahaan Soepomo. Mau menemui Bram.
✉️ Bayu
Sip. Gue langsung meluncur. Kebetulan gue sedang dekat restoran itu.
"amaaf Nona Gina,sepertinya pertemuan ini akan bertambah satu orang lagi, yaitu Tuan Bayu. Dia orang kepercayaan Tuan Aris juga. Tidak masalahkan Nona Gina?"
"Nggak apa-apa Tuan Bram. Saya tidak masalah."
Gina dan Bram telah selesai memakan sarapannya. Kemudian Bayu masuk kedalam ruangan itu, dia terpana melihat kecantikan Gina. Bram yang sadar langsung menyentuh pundak Bayu dan menggeleng sambil mulutnya mengucap Aris. Bayu langsung paham dengan kode Bram.
"Gin kenalin ini namanya Bayu. Presdir Candra Grub." kata Bram mengenalkan Bayu kepada Gina.
"Gina" jawab Bayu.
"Nama panjangnya siapa Gin?" tanya Bayu
"Gina aja" Gina tersenyum.
Gina kemudian menatap ke arah Bayu, Bram langsung paham maksud Gina.
"Tenang aja Gin. Bayu merupakan sahabat Aris dan Saya jadi dia tidak akan mencaplok ide bisnis dari kamu."
"Oh Oke baiklah. Kita mulai. Gini Bram, pada waktu itu Ayah eh maksud Gina, Tuan Wijaya sudah melakukan kerjasama dengan Tuan Aris, disini saya berniat untuk menambah satu produk lagi yaitu bodylotion yang fres dan sangat digilai anak muda." tutur Gina.
"Pangsa pasar nya bagaimana Gin?"
"Untuk pasar karena kita menargetkan anak muda maka kita letakan harga yang terjangkau. Setelah itu untuk pemasaran kita ambil brandambasador dari artis muda yang terkenal saat ini." kata Gina menerangkan.
"Apakah menurut kamu ini akan laku terjual?"
"Setelah kita lihat penjualan serum yang kemaren, rasanya untuk bodylotions yang ini akan sama larisnya."
"Baiklah kalau begitu saya akan bahas dengan Tuan Aris terlebih dahulu. Karena ini menyangkut penambahan jenis produk."
"Baiklah Tuan Bram, kami menunggu kepastian dari perusahaan Soepomo."
Bram dan Gina langsung berjabat tangan tanda pertemuan telah selesai.
"Oh ya Gin boleh tanya sesuatu?" kata Bayu yang memang sudaj dari tadi gatal mau bertanya.
"Boleh Kak. Ada apa ya?" tanya Gina.
__ADS_1
"Hem. Kamu anak perempuan Tuan Wijaya ya?" tembak Bayu langsung.
Gina tersenyum kemudian mengangguk, Gina sudah tidak mau lagi menutupi jati diri dia sebenarnya.
"Kakak juga kan yang menemani Kak Aris kedaerah S waktu saya siap post foto di sosial media." tebak Gina. Bayu kemudian mengangguk.
"Kamu sengaja ya mau ngerjai Aris?"
"Iya kak. Karena kak Aris selalu mengikuti ku. Makanya aku sengaja ngepost foto saat aku sudah balik ke Padang. Aku tidak menyangka kak Aris akan pergi kesana." jawab Gina.
"Kayaknya Aris cinta sama kamu deh Gin." kata Bram.
"Hahahahaha. Biar waktu yang berbicara kak. Oh ya kak, diskusi kita sudah selesaikan. Aku ada kuliah di kampus jam satu kak. Aku permisi dulu ya kak." Gina berdiri dari kursi yang di dudukinya.
"Tunggu Gin. Boleh kita berfoto bertiga?" tanya Bayu. Gina mengangguk dan kembali meminta manager untuk memfoto dirinya dan kedua rekan meetingnya hari ini.
...----------------...
Bram dan Bayu langsung pergi menuju kantor Aris. Mereka berdua tidak sabar meluhatkan kepada Aris dengan siapa mereka barusan mengadakan meeting. Tiga puluh menit berkendara dua mobil mewah tersebut sudah parkir rapi di lapangan parkir perusahaan Jaya Grub.
Bram dan Bayu turun untuk langsung menuju lantai lima belas tempat ruangan presdir. Bram dan Bayu menaiki lift menuju ruangan Aris.
Bram dan Bayu langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Aris yang mendengar pintu terbuka tanpa diketuk hendak marah, tapi saat melihat yang masuk kedua sahabatnya Aris membatalkan marahnya.
"Loe berdua nggak bisa apa ngetuk pintu dulu baru masuk?"
"Ada berita penting bro. Makanya sampe lupa mau ngetuk pintu." jawab asal Bayu.
"Berita penting apa? Masalah meeting tadi? Kalau itu mah terserah Bram. Keputusan ditangan Bram, gue males mikir." kata Aris.
"Kalau orang yang bertemu dengan gue pas meeting tadi boleh jugakan Ris untuk gue?" Bram menatap Aris tajam.
"Bolehlah, kalau loe mau. Loe kan udah lama jomblo. Udah karatan" jawab Aris.
"Serius loe?" tanya Bram.
"Serius."
"Emang loe tau siapa orang yang meeting dengan Bram tadi Ris?" tanya Bayu. Aris kemudian menggelengkan kepalanya. Bayu maju dan melihatkan fhoto mereka bertiga tadi. Aris langsung terdiam.
"Bram kalau yang ini gue nggak bolehin loe mendekatinya. Biarin aja loe karatan." kata Aris.
"Hahahahaahhaahhaa" Bram dan Bayu tertawa melihat ekspresi Aris.
"Kok bisa Gina yang datang?" tanya Aris
"Gina kan anak perempuan Tian Wijaya, Aris. Makanya dia yang datang." jawab Bram.
"Kalau begitu meeting berikutnya niar gue yang datang." jawab Aris.
"Nggak gue lah. Loe yang bilang sendiri. Atu loe mau gue laporin Papi, mengurus perusahaan dicampur aduk dengan urusan pribadi." ancam Bram.
"Loe bosnya." jawab kesal Aris.
__ADS_1
Bram dan Bayu yang berhasil membuat Aris kesal langsung bertos ria. Mereka sekarang punya senjata untuk membuat Aris diam. Siapa lagi kalau bukan Gina.