
Gina bersama mami dan nana pergi ke salon langganan mereka bertiga. Ketiga Nyonya dari keluarga ternama ini selalu melakukan perawatan bersamaan. Siapapun yang melihat pasti merasa iri dengan Gina. Gina tidak hanya disayang oleh Nananya tetapi juga oleh mertuanya sendiri.
"Gin, kamu nggak jadi pergi bulan madu?" tanya Mami.
"Jadi Mi. Tapi uda Aris belum bisa meninggalkan pekerjaannya Mi"
"Gina gina. Sampe kapan mau nunggu Aris selesai kerjanya. Bulan jadi dua aja belum tau selesai Gin" kata mami.
Nana hanya mendengarkan pembicaraan mertua dan menantu ini tanpa ingin ikut serta.
"Jadi Gina harua gimana Mi?" tanya Gina sambil melihat ke arah mami.
"Kamu yang harus ngajak Aris." jawab Mami.
"Maksud Mami?"
"Ya. Nanti sampe rumah, kamu langsung tanya ke Aris. Ajak dia untuk pergi dalam minggu besok" jawab mami.
"Tapi Mi. Gina takut untuk memulainya Mi. Gina nggak tau mau mulai dari mananya." ucap Gina dengan nada paniknya.
"Gini aja biar mami yang mulai nanyak sama Aris nanti pas makan malam. Jadi pas mami nanyak sama Aris kamu harus pura pura merajuk. Emang kamu nggak pengen pergi berdua Aris?"
"Pengen lah mi. Tapi Uda Aris nggak mau bawa aku pergi" jawan Gina.
"Padahal ya Mi. Aku pengen banget rasanya pergi berduaan. Makan malam berdua, ngurus suamiku sendiri tanpa bantuan maid." kata Gina sambil menghayal.
"Nana setujukan ya kalau Gina ngomong minta pergi bulan madu ke Aris?" tanya Mami.
"Setuju aja Gin. Tapi kalau Mami mau mulai duluan lebih bagus lagi. Jadi Gina bisa langsung masuk. Kalau Gina nya yang ngomong duluan nanti Aris berpikir macem macem lagi." kata Nana
"Ya udah nanti malam Mami yang mulai ngomong sama Arisnya"
Mereka bertiga kemudian melakukan perawatan kecantikan dan tubuh. Mami dan Nana walaupun sudah tua masih sangat memperhatikan perawatan tubuhnya. Mami dan Nana tidak mau para suami mereka kabur atau menyelingkuhi mereka.
...----------------...
Malam harinya di ruang makan Soepomo, Mami yanh akan berbicara mendadak menjadi diam. Gina yang melihat merasa ada sesuatu yang aneh dengan mami. Sampai akhirnya makan malam itu selesai. Para laki laki sudah masul ke ruang kerja Ayah. Mami dan Gina menyiapkan minum dan puding yang sempat dibuat mami sesaat sebelum ke salon.
"Mi, tadi kok?"
__ADS_1
"Gin, Mami lupa kita mana boleh ngomong serius di meja makan sama papi. Nanti aja pas di ruang kerja papi, mami akan tanya sama Aris" kata Mami sambil meletakkan cangkir teh ke atas baki.
Mami dan Gina kemudian pergi menuju ruang kerja Papi. Mereka akan bergabung untuk ngobrol di sana. Mami meletakkan cangkir teh di depan masing masing. Begitu juga dengan Gina yang meletakkan irisan puding di atas meja.
"Ris. Ada yang mau mami omongin sama kamu" kata Mami sambil duduk di sebelas papi.
"Apa Mi?" jawab Aris sambil memegang jari Gina.
Mami menatap Aris dengan tajam. Aris tau arti tatapan itu.
"Ada apa Mi?" kata Papi yang tidak menyangka mami akan berbicara dengan serius kepada Aris.
"Emang kantor lagi banyak kerjaan ya Ris?" Mami menatap tajam ke mata Aris.
"Lumayan Mi. Tumben mami nanyak" Aris menatap curiga ke arah Mami.
"Kamu nggak perlu natap mami dengan tatapan curiga seperti itu. Mami cuma mau tanya. Kamu lagi banyak kerjaan atau tidak. Itu aja"
"Lumayan Mami." jawab Aris.
"Berarti tidak kan. Jadi kenapa kamu belum juga bawa Gina berbulan madu. Uang mu yang nggak ada?" tanya Mami mulai kesal dengan Aris.
"Hm" Aris tidak mampu menjawab.
✉️ Vina
Jadi ke kafe pak?
✉️ Aris
Nanti dikabari ya. Lagi sama keluarga
"Siapa sayang?" tanya Gina dengan ekspresi curiga.
"Nggak ada siapa siapa" jawab Aris.
"Aris Mami belum selesai. Kamu mau pergi bulan madu atau tidak?" tanya Mami.
Aris berpikir sesaat. Dia memang ingin pergi bulan madu dengan Gina. Tetapi di sisi lain, Aris tidak ingin jauh dari Vina.
__ADS_1
"Aris selesaikan kerjaan dulu Mi" kata Aris berusaha mengelak.
"Tapi kerjaan mu tinggal sedikit. Bram ada yang akan menyelesaikan. Kalau perlu Mami turun tangan di Jaya Grub." Mami mulai emosi.
"Mi, udahlah mi. Nggak apa apa kok. Gina nggak kemana mana juga nggak apa apa." kata Gina sambil menarik tangannya dari genggaman Aris.
"Gina aja nggak masalah nggak pergi bulan madu. Kenapa mami yang marah" kata Aris.
Aris kemudian berdiri dari duduknya. Dia terluhat sangat kesal sama mami. Dia juga marah sama Gina yang tiba tiba menarik tangannya dari genggaman tangan Aris Aris berjalan menuju pintu keluar dari rumah utama.
"Mau kemana Uda?" tanya Gina yang mengejar Aris dari belakang.
"Cari udara segar. Males di rumah sumpek dengan pembahasan nggak mutu" ucap Aris tanpa melihat Gina.
"Kalau memang nggak mau berangkat, nggak apa apa Uda. Aku nggak masalah." Kata Gina menatap Aris.
"Serah. Aku tetap akan keluar" ucap Aris sambil.berjalan keluar dari rumah.
Aris masuk ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya tanpa arah yang pasti. Aris terus saja berkeliling kota. Dia melihat sekumpulan anak muda yang sedang main sepeda BMX, Aris berhenti dan memerhatikan mereka dari jauh. Setelah bosan dengan kumpulan itu, Aris kembali melajukan mobilnya menuju daerah lain. Aris sama sekali tidak berkeinginan untuk pulang ke rumah. Aris tidak peduli dengan apapun.
Gina yang menunggu Aris di ruang tamu, sudah merasakan kantuk yang sangat berat. Beberapa kali dia sempat terpejam, tetapi akhirnya bangun lagi.
Mami yang melihat Gina menunggu Aris pulang, merasa bersalah dengan apa yang dilakukan mami tadi. Tidak seharusnya mami bersikap seperti itu.
"Sayang, maafin mami ya. Gara gara mami kalian jadi bertengkar seperti ini." kata Mami sambil memegang tangan Gina
"Tidak apa apa Mi. Sepertinya Uda Aris memang banyak kerjaan. Jadi biarlah bulan madu itu hanya menjadi cerita saja." kata Gina sambil mengusal sudut matanya yang berair. Siapa seorang wanita yang tidak mau diajak untuk pergi berbulan madu. Tapi apalah daya Gina, dia hanya bisa bersyukur dengan keadaan yang ada.
"Mami tidur aja di kamar. Gina nggak apa apa kok di sini" kata Gina kepada Mami.
"Beneran kamu nggak apa apa?" tanya Mami menatap Gina.
"Beneran Mi" ucap Gina meyakinkan Mami.
Mami kemudian kembali ke kamarnya. Mami benar benar sudah lelah. Mami juga tidak menyangka Aris bisa berbuat seperti ini.
Gina yang sudah tidak bisa menunggu Aris lagi, langsung masuk ke kamar dan mengambil jaket serta kunci mobilnya. Dia harus mencari Aris.
...****************...
__ADS_1
**Apakah Gina bisa bertemu dengan Aris.
atau ini adalah awal dari semua cerita yang ada**