
Mami, Nana, Ibu dan Gina serta Sari sibuk mempersiapkan semua keperluan pernikahan dan resepsi pernikahan Bayu dan Mira.
Gina yang hamilnya sudah luar biasa besar hanya bisa mengikuti sedikit sedikit saja dan itupun dikawal oleh Aris. Aris tidak melepaskan pandangannya dari Gina. Sampai sampai semua karyawan yang sedang bekerja menatap ke arah Gina dengan penuh rasa iri.
"Tengok tu Tuan Aris, terus aja mendampingi Nyonya Gina." kata salah seorang karyawan.
"Betapa beruntungnya Nyonya Gina yang dapat suami begitu perhatian." Karyawan yang lain menimpali perkataan karyawan yang tadi.
"Kalau gue jadi Nyonya Gina, gue akan bawa terus kemana mana Tuan Aris, zaman sekarang pelakor nekat nekat, nggak tau malu." kata salah seorang karyawan dengan entengnya.
"Ehm menggosipkan saya?" tanya Aris kepada karyawan yang sibuk menceritakan dia dan Gina.
"Maaf Tuan, tidak maksud kami seperti itu Tuan." ucap salah seorang karyawan.
"Itupun nggak masalah. Tapi jangan keseringan." jawab Aris sambil berlalu dari depan mereka.
Gina tersenyum melihat tingkah Aris.
"Sayang sini." panggil Gina.
Aris berjalan ke arah Gina.
"Ada apa sayang?" tanyanya penasaran.
"Aku laper." kata Gina sambil memegang perutnya yang sudah membuncit.
"Hahahahaha. Aku kira ada apa. Mau makan apa? Kita ke restoran aja ya." ajak Aris.
"Sip. Ngomong sama Nana dulu."
Gina kemudian menuju tempat duduk Mami, Nana dan Ibu serta Sari yang sibuk mendiskusikan bagaimana hasil kerja event organizer.
"Mi, Nana, Gina makan ke restoran dulu ya. Laper." ucap Gina sambil tersenyum.
"Sip nggak apa apa. Tapi sama Ariskan?" tanya Nana.
"Nana, nggak lihat dari tadi kak Aris nggak melepaskan sedikitpun pandangannya dari Gina. Nana gimana sih." kata Sari sambil manyun.
Aris dan Gina menuju restoran. Mereka akan santap siang. Aris tidak mau Gina kelelahan dan kelaparan karena sibuk mengurus acara spesial Bayu dan Mira. Untung saja Gina tipe ibu ibu hamil yang selalu ingat akan kehamilannya. Jadi, Aris tidak repot repot mengingatkan Gina selalu untuk menjaga dirinya.
"Sayang besok kan acara lamaran mereka. Kamu jangan terlalu lelah ya sayang. Nanti ada apa apa dengan kamu atau blip." Aris menatap Gina dengan penuh cinta. Dia juga meremas tangan Gina.
__ADS_1
"Nggak sayang. Aku nggak akan lelah. Hari ini aja rencananya siap makan mau ajak kamu plng. Aku pengen tidur." Jawab Gina dengan membalas tatapan Aris.
"Kita nginap di kamar yang ada di hotel aja. Nanti saat kamu pengen lihat lihat lagi kita nggak perlu jauh jauh dari rumah." Aris memberikan saran kepada Gina.
"Oke."
Mereka berdua kemudian makan dengan tenang. Sekali sekali mereka terlihat bercanda saat menikmati menu makan siang. Aris dan Gina menjadi pusat perhatian di restoran itu.
Setelah seleasai santap siang. Aris mengantarkan Gina untuk beristirahat di kamar yang memang selalu disediakan untuk keluarga Soepomo.
"Sayang kamu istirahat di sini sendiri ya. Aku mau berbicara dengan Bram di bawah dulu. Memastikan semua acara besok berjalan dengan lancar." kata Aris.
"Baiklah, tapi kamu boleh pergi di saat aku sudah tertidur." kata Gina kepada Aris.
Aris membuka bajunya. Dia kemudian berbaring di atas ranjang. Gina yang memang hobby tidur di bawah ketiak Aris langsung meletakan kepalanya di sana. Dia menikmati bau yang selama ini menjadi bau kesukaannya. Tidak membutuhkan waktu lama Gina sudah tertidur nyenyak. Aris kemudian berdiri dan memakai bajunya kembali. Dia harus mendiskusikan beberapa hal dengan Bram.
"Gue kira nggak jadi Ris." kata Bram saat melihat Aris yang sudah duduk di depannya.
Bram tidak sendirian ada Alex dan Daniel. Aeis menatap Bram.
"Kenalkan ini Alex temannya Mira. Dia juga akan membantu kita dalam melancarkan acara ini. Dia ini yang membantu loe, sewaktu loe kecelakaan pas pencarian Gina." ujar Bram berusaha mengingatkan Aris tentang siapa Alex.
"Apa info yang loe dapat Bram?" tanya Aris langsung ke intinya tanpa ada basa basi.
"Kita harus menjaga keamanan acara Bram. Gue nggak mau ada gangguan sedikitpun. Loe taulah ya Gina gimana. Gue takutnya nanti ada gangguan nah anak gue lahir belum pada waktunya. Gue nggak mau itu Bram."
"Gue juga nggak lah Ris. Mana yang mau kita urus kalau Gina juga mau melahirkan. Belum lagi pestanya Bayu dan Mira." jawab Bram.
"Daddy aku berencana mau mestanbaykan satu ambulan lengkap dengan dokter Ranti dqn suster." kata Daniel yang ingin berjaga jaga.
"Daddy setuju." jawab Aris.
Keesokan harinya, acara yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Semua anggota Soepomo sudah berdandan dan bersiap siap. Begitu juga dengan keluarga Mira dan keluarga Wijaya, mereka juga udah bersiap siap.
Acara lamaran kali ini harus berjalan dengan sempurna dan lancar.
"Sayang apa aku cantik?" tanya Gina sambil memperlihatkan gaunnya kepada Aris.
"Cantik sayang. Kamu sangat cantik." kata Aris sambil melangkah ke arah Gina.
Aris memeluk Gina dan mencium bibir Gina sekilas. Aris tidak mau merusak tampilan Gina.
__ADS_1
"Sayang kamu juga tampan. Kita fhoto yuk." ajak Gina yang merasa sudah lama tidak berfhoto berdua dengan Aris.
Aris mengambil kameranya, dia memfhoto dirinya dan Gina dalam berbagai gaya. Aris sangat suka melihat Gina hari ini. Gina sangat terlihat cantik.
"Ayuk turun. Mami sama yang lain sudah menunggu kita di bawah. Jangan gara gara kita berfhoto berdua acara lamaran gagal lagi." kata Aris menggoda Gina.
Gina menggamit lengan Aris. Mereka berdua turun menuju lantai satu rumah utama. Ternyata semua keluarga sudah menunggu mereka. Disana juga ada Sari yang memakai gaun berwarna sama dengan Mami dan Gina tetapi berbeda model.
"Wow bunda cantik." kata Daniel sambil menatap lama bundanya.
"Cantikla. Bundanya Daddy." kata Aris dengan pongahnya.
Gina mencubit pinggang Aris mendengar jawaban yang dikatakan oleh Aris. Gina tidak menyangka jawaban itu yang dikatakan oleh Aris.
"Makanya besok ini cari istri yang lebih cantik dari bunda. Jangan seperti Bunda." kata Gina sambil tersenyum melihat keoada Daniel. Putranya sudah mulai tau dengan perempuan.
"Kamu memang cantik sayang. Cantik dari pada hari biasanya." kata Mami menatap Gina.
Gina menatap Sari. Sari mengangguk menyetujui ucapan Mami.
"Kalau gitu kita fhoto dulu. Nanti aku takut nggak cantik lagi." kata Gina.
Aris memanggil kepala maid.
Mereka kemudian menyiapkan tempat untuk berfhoto. Mami memilih taman samping rumah. Para wanita keluarga Soepomo duduk di kursi taman. Sedangkan para lelaki keluarga Soepomo berdiri dibelakang para wanita mereka. Bayu dan Daniel yang masih belum punya pasangan teroaksa harus berdiri di paling ujung.
"Yah nanti pas fhoto setelah lamaran aku sendirian Oma." kata Daniel dengan wajah memelasnya.
"Makanya cari pacar sana." kata Bram sambil menggamit lengan Sari.
"Setuju" jawab Aris.
Aris juga menggamit lengan Gina. Membawa Gina kedalam mobil.
"Berjuang" kata Papi dan juga menggamit lengan Mami.
"Atuk juga ikutan ngeledek aku?" Tanya Daniel yang tidak percaya atuknya juga ngeledek dirinya.
"Sabar bro." kata Bayu sambil menahan tawanya.
Bayu masuk ke dalam mobil Papi dan Mami.
__ADS_1
Sedangkan Bram dan Sari dalam satu mobil. Aris, Gina dan Daniel dalam satu mobil yang sama.
Iring iringan mobil keluarga Soepomo mulai beranjak meninggalkan rumah utama. Iring iringan mobil yang berjumlah tujuh mobil hitam mewah terlihat keluar dari gerbang utama. Sampai di luar di tambah lagi dengan tiga mobil yang di dalamnya adalah teman teman Gina dan Daniel.