Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 13


__ADS_3

"Ayolah sayang, kamu pengen apa, jangan bikin aku penasaran kayak gini sayang. Aku beneran penasaran dengan apa yang kamu inginkan" ujar Juan bertanya sekali lagi kepada Frenya.


"Aku ingin. Kamu memasak cake untuk aku sayang. Hanya itu. Ntah kenapa aku ingin memakan cake yang kamu masak sendiri" ujar Frenya yang pada akhirnya bisa mengatakan apa yang diinginkannya kepada Juan.


Setelah mengatakan apa yang diinginkannya kepada Juan, Frenya menekurkan kepalanya dalam dalam. Dia tidak berani untuk melihat ke arah Juan. Frenya takut Juan menolak keinginannya


"Sayang, kenapa kamu tidak melihat ke arah aku setelah mengatakan apa yang kamu inginkan" lanjut Juan meminta Frenya untuk melihat ke arah matanya.


"Aku takut sayang" jawab Frenya.


Frenya memainkan jari jari tangannya. Frenya kalau sudah takut akan suatu hal, maka dia secara reflek akan memainkan jari jari tangannya untuk menghilangkan kegugupan dirinya akan sesuatu hal yang mrnghantuinya seperti sekarang ini. Permintaan yang diajukan oleh Frenya kepada Juan, dirasa Frenya sudah melewati batasannya.


Juan menggenggam kedua tangan Frenya. Dengan seketika permainan jari Frenya langsung berhenti. Frenya masih tidak berani mengangkat wajahnya untuk melihat ke arah suaminya yang sangat tampan tersebut.


"Sayang lihat aku" pinta Juan.


Frenya mengangkat wajahnya. Tetapi dia tidak menatap wajah Juan, melainkan hanya sebatas lehernya saja. Frenya masih ragu untuk melihat langsung ke mata Juan.


"Tatap mata aku sayang" ujar Juan meminta kepada Frenya. Juan tahu kalau Frenya hanya melihatnya sebatas leher saja.


Frenya mencoba mengangkat wajahnya sedikit lagi, sehingga mata biru terang milik Frenya bertemu dengan mata coklat milik Juan.


"Apa kamu melihat ada kemarahan di dalam mataku?" ujar Juan bertanya kepada Frenya.


Frenya menggeleng, Frenya sama sekali tidak melihat ada semburat kemarahan di mata indah milik suaminya tersebut. Dalam mata indah suaminya itu, Frenya hanya bisa melihat cinta yang begitu besar untuk dirinya. Cinta yang tidak bisa dihitung berapa banyaknya yang diberikan kepada Frenya.


"Nah kamu tahu sendiri sayang. Aku manusia yang tidak akan bisa marah sama kamu, apapun yang kamu minta aku akan berusaha untuk mewujudkannya" ujar Juan dengan sangat meyakinkan dan tersenyum kepada Frenya.


"Jadi??????" tanya Frenya yang sangat berharap Juan akan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dirinya.


"Aku akan membuat kue itu" jawab Juan dengan percaya diri.


"Makasi sayang" ujar Frenya yang langsung memeluk Juan dengan sangat erat. Frenya sangat bahagia Juan tidak menolak atau marah karena permintaan konyolnya itu.


"Hendri, kita mampir di supermarket terdekat" ujar Juan meminta Hendri sopir sekaligus asistennya untuk berhenti di supermarket terdekat.


"Kenapa sayang? Aku minta bikin loh bukan minta beli" ujar Frenya menekankan sekali lagi apa yang diinginkan oleh dirinya.


"Aku ke sana bukan untuk beli kuenya sayang, tapi aku mau beli bahan bahan untuk memasak kuenya"


Juan memberitahukan tujuannya meminta Hendri untuk ke swalayan.


"Emangnya kita mau masak apa, kalau bahan bahannya tidak dibeli" ujar Juan


"akan ada bahan bahan kue milik Nana sayang, kita pakai itu dulu saja" ujar Frenya memberikan ide kepada Juan.


"Sayang yang namanya kita masak untuk pertama kali tentu tidak akan langsung berhasil. Kita tidak mungkin menghabiskan semua tepung, atau bahan bahan yang lainnya" kata Juan menjelaskan kepada Frenya kenapa dirinya harus membeli bahan bahan untuk membuat kue sendiri, tanpa memakai bahan bahan yang ada di mansion.

__ADS_1


"Bener juga ya sayang. Kita nggak mungkin make bahan bahan yang ada di mansion sampai habis." kata Frenya yang mulai paham dengan apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya.


"Oke kita akan beli semua bahan bahan untuk membuat cake" ujar Frenya dengan semangat untuk membeli semua bahan bahan yang diperlukan oleh Juan untuk membuat cake yang diminta oleh Frenya.


Hendri yang melihat keributan yang ternyata tidak terjadi itu, langsung saja mengarahkan mobilnya menuju swalayan yang paling besar di dekat mansion keluarga Soepomo.


Hendri memarkir mobilnya di tempat parkir biasa saja. Sebenarnya setiap mobil milik keluarga Soepomo mempunyai parkiran khusus di setiap swalayan milik perusahaan tersebut.


"Kamu tunggu di mobil saja Hendri. Kami hanya sebentar. Jadi, kamu tidak perlu mengikuti kami ke dalam" perintah Juan kepada asistennya tersebut.


"Siap Tuan Muda" jawab Hendri


Juan dan Frenya kemudian berjalan menuju swalayan besar tersebut. Mereka akan berbelanja keperluan memasak kue, seperti yang dikatakan oleh Juan tadi.


"Aku ambil troli dulu sayang" ujar Juan.


"Ambil yang ukuran sedang aja sayang. Kita nggak akan belanja banyak" kata Frenya.


"Siap sayang" jawab Juan.


Juan sebenarnya ragu kalau Frenya hanya akan belanja bahan bahan kue saja. Frenya sudah bisa dipastikan oleh Juan akan belanja hal lainnya lagi.


Juan mengambil troli yang berukuran sedang, mereka tidak akan belanja banyak hari ini (itu menurut Frenya sesaat sebelum mereka masuk ke dalam supermarket tersebut) Juan dan Frenya akan membeli bahan bahan untuk membuat cake dan beberapa makanan kecil yang diinginkan oleh Frenya nantinya.


Juan menyusul Frenya yang sudah berada di depan pintu masuk swalayan besar itu.


Frenya terlihat sedang melihat buket bunga hidup. Bunga bunga itu akan bertahan hidup apabila di taruh di dalam pot kaca yang berisi air bersih.


"Kita beli bunga ya sayang. Bunganya bagus bagus, mana ada diskon lagi" kata Frenya dengan bersemangat saat melihat ada diskon yang lumayan di setiap buket bunga.


"Oke sayang. Mari kita beli yang banyak. Selagi diskon" ujar Juan yang berusaha mengimbangi mood Frenya.


'Dulunya kalau ada diskon nggak mau beli, sekarang main hajar semua yang diskon. Kamu menarik sekali sekarang sayang' ujar Juan dalam hatinya.


Akhirnya setelah melihat semua bunga yang ada di pajangan itu, Frenya memilih satu buket bunga seruni lengkap warna dan satu pot bunga tulip warna putih. Frenya menaruh kedua bunga pilihannya itu ke dalam troli yang di dorong oleh Juan.


"Kemana lagi sayang?" tanya Juan.


"Kita ke...... Hem pusing aku sayang, kita mau kemana lagi" ujar Frenya yang tidak memiliki gambaran mau ke bagian mana lagi di swalayan yang besar itu.


"Ke sana aja sayang. Aku pengen mengisi kulkas kita yang di kamar dengan buah buahan. Lagian aku juga melihat kulkas yang di bawah buah buahannya juga sudah pada habis" kata Frenya


"oke kita beli buah yang banyak" jawab Juan.


Juan sangat suka makan buah. Bagi Juan dan Frenya, buah merupakan makanan pokok mereka setiap hari. Bagi mereka tidak makan nasi dalam satu hari tidak masalah. Tetapi kalau tidak makan buah, nah itu akan menjadi masalah bagi mereka berdua.


"pisang sayang. sepertinya yang organik banyak. di situ" ujar Frenya saat melihat pisang yang dipajang sangat banyak.

__ADS_1


Frenya berjalan mendahului Juan untuk memilih pisang yang bagus bagus.


"Beli berapa?" tanya Frenya


"Beli lima saja sayang. Untuk di mansion empat untuk kita di kamar satu" ujar Juan memberitahukan berapa bungkus pisang yang harus dipilihnya.


Frenya memasukkan pisang yang dipilihnya ke dalam troli. Frenya menyusun isi troli nya serapi mungkin.


"Apa lagi sayang?" tanya Juan.


"Kita tengok buah buahan lainnya sayang. Mana tahu nanti sampai di sana ada yang aku mau" kata Frenya.


Juan dan Frenya kemudian berjalan menuju counter buah buahan. Frenya melihat buah buahan yang ada di sana. Semua buah terlihat sangat segar segar.


"Sayang kita beli golden kiwi ya" ujar Frenya.


Juan mengangguk setuju. Frenya memindahkan tiga box golden kiwi ke dalam troli. Semua orang di mansion sangat suka buah golden kiwi.


"Apa lagi sayang?" ujar Juan.


"Anggur tentunya sayang" jawab Frenya.


Frenya memang sangat suka anggur. Dia pemakan semua jenis anggur. Jadi, tidak heran kalau setiap ke swalayan, Frenya akan memindahkan semua jenis anggur yang ada di swalayan itu ke dalam trolinya.


"Let's Go sayang. kita akan memindahkan semua jenis anggur yang ada ke dalam troli" kata Juan dengan semangat.


Juan menggandeng tangan Frenya sebelah, sedangkan yang sebelah lagi digunakan oleh Juan untuk mendorong troli mereka.


"Wow lengkap semua varian ada sayang. Mana masih segar segar lagi" kata Frenya dengan semangat saat melihat begitu banyak anggur yang tersedia di swalayan tersebut.


Frenya mengambil tiga kotak dari setiap jenis anggur yang ada di sana. Juan hanya menatap apa yang dilakukan oleh istrinya itu.


"Oke.Kita cari buah yang lainnya." kata Frenya


"Kamu mau apa sayang?" ujar Frenya yang ingat Juan belum memilih buah yang ingin dimakannya.


"Aku pengen pear singo saja sayang, sama jeruk" jawab Juan.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju tempat buah pear dan juga jeruk. Frenya membeli empat kilo pear singo dan empat keranjang jeruk.


"selesai untuk buah sayang. Sekarang kita beli untuk bahan membuat cake" ujar Frenya dengan semangat.


Juan dan Frenya kemudian menuju tempat menjual bahan bahan untuk membuat kue Frenya membeli sesuai dengan yang ada di catatan. Frenya membeli semuanya dalam ukuran besar. Juan hanya melihat saja. Sekarang dalam pikiran Juan adalah bagaimana caranya membuat cake.


'Sepertinya gue harus menonton video membuat cake' uajr Juan.


Setelah selesai dengan semua belanjaan mereka. Juan pergi membayar ke kasir. Setelah itu mereka menuju mobil dan pulang ke mansion utama.

__ADS_1


__ADS_2