
"Huft capeknya. Hari ini bener bener lelah" ujar Frenya sambil menelentangkan badannya ke atas ranjang berukuran king size.
Juan yang melihat apa yang dilakukan oleh Frenya langsung berjalan menuju Frenya. Juan mengurung Frenya di bawahnya.
"Capek karena keliling mall gitu maksudnya?" tanya Juan sambil menatap mata indah istri tersayangnya, yang sudah dijaga nya dengan semua kemampuan yang dimiliki Juan.
"Oh ya sayang, aku lupa, barang barang yang aku beli tadi, ke bawa sama uni ke kamarnya" kata Frenya pura pura lupa dengan barang barang yang dibelinya tadi di mall pusat.
"Aku ambil ke kamar uni dulu ya sayang" ujar Frenya dengan semangat untuk memberikan kejutan berupa kado kepada Juan.
"Ehm bagaimana kalau nanti saja. Aku pengen kado yang lain dulu sayang" ujar Juan dengan nada suara yang sudah serak.
"Apa itu? Kenapa di tunda? Ada apa?" tanya Frenya pura pura tidak tau apa yang diinginkan oleh Juan.
Juan menatap wajah cantik istrinya. Mereka sudah beberapa hari ini tidak berolahraga bersama sama. Sekarang Juan sedang ingin berolahraga.
"Jangan pura pura tidak tau Nyonya Juan Aleksander" kata Juan memakai nama keluarganya di belakang nama Frenya.
"Aku bener bener lupa Tuan Juan Aleksander. Bisakah Anda membantu aku supaya ingat?" tanya Frenya kepada Juan dengan nada genit.
"Baiklah Nyonya Aleksander, Aku akan membantu Nyonya mengingatkan bagaimana aturan berolahraga dengan saya" kata Juan mengikuti permainan yang telah sama sama mereka sepakati.
Juan mengambil tangan Frenya, Juan mulai mengarahkan tangan Frenya untuk menyentuh titik titik sensitif nya. Frenya mengikuti semua itu dengan pasrah, Frenya berlagak seperti seseorang yang tidak bisa bermain olahraga bersama.
"Terus apa lagi Tuan?" ujar Frenya dari bawah Juan.
Frenya masih terus melakukan apa yang sudah diajarkan oleh Juan kepada dirinya.
Juan mulai mencium wajah cantik Frenya. Frenya menikmati semua permainan Juan. Frenya menerima semua perlakuan manis Juan yang ditujukan kepada dirinya.
"Sayang" panggil Frenya dengan wajah yang sudah bisa diartikan maknanya oleh Juan.
"Apa sayang?" tanya Juan yang pura pura tidak tahu.
"Masukin" ujar Frenya yang sudah tidak sabaran lagi.
Juan mulai melakukan apa yang diminta oleh Frenya. Juan bermain dengan sangat lembut di sana. Juan sangat memuja apa yang dilihatnya saat ini. Juan mempermainkan mereka dengan sangat lembut. Frenya yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa mengeluarkan suara suara khas seseorang yang sedang menikmati olahraga mereka.
__ADS_1
Juan mulai mengatur irama dan ritme olahraga mereka berdua. Sedangkan Frenya menikmati permainan dari Juan. Frenya selalu menikmati permainan yang dikomandoi oleh Juan. Olahraga bersama Juan benar benar membuat energi Frenya terkuras habis.
Tetapi walaupun energi saat berolahraga menjadi jauh berkurang, efek setelah itu sangatlah luar biasa. Frenya dan Juan akan sama sama langsung mood dan tidak akan cepat marah atau kesal. Obat mujarab bagi Frenya dan Juan untuk mengontrol emosi mereka berdua adalah berolahraga bersama.
"Sayang" teriak Frenya dengan seksi di telinga Juan.
Juan yang tau akan sesuatu mempercepat olahraganya, sehingga dia menyusul Frenya yang telah selesai terlebih dahulu berolahraga. Mereka berdua berpelukan sangat erat satu dengan yang lainnya. Mereka benar benar lelah sehabis olahraga di sore hari tanpa adanya persiapan dan perencanaan sebelumnya.
Juan tertidur sambil memeluk Frenya. Hal yang sama juga terjadi kepada Frenya. Frenya juga tertidur dalam pelukan Juan. Sepasang suami istri itu menikmati istirahat mereka setelah berolahraga di sore hari.
"Sayang bangun, udah mau maghrib ini" kata Juan yang sebenarnya tidak tidur setelah selesai berolahraga dengan Frenya.
"Hem emang jam berapa sayang?"
Frenya mengusap matanya. Dia menjadi mengantuk karena berolahraga dengan Juan. Sebenarnya tadi Frenya akan langsung memberikan kejutan kepada Juan, tetapi karena Juan mengajak dirinya berolahraga dan kebetulan dia juga sangat ingin berolahraga membuat Frenya mengikuti apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya.
"Aku mandi dulu sayang, nanti setelah itu baru kamu ya"
"Badan aku lengket lengket semua" kata Frenya.
"Sip"
Frenya berjalan dengan santai menuju kamar mandi. Dia akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, kemudian baru dia pergi menjemput kejutan yang akan diberikan kepada Juan. Juan dengan olahraganya telah merusak rencana Frenya.
Setelah Frenya keluar dari dalam kamar mandi, sekarang giliran Juan membersihkan badannya dari bekas bekas sehabis berolahraga yang mereka sempatkan tadi sepulang bekerja.
"Sayang, aku ke kamar uni dulu ya. Ngambil barang barang yang aku beli di mall tadi" kata Frenya memberitahukan kepada Juan dia akan ke kamar Rani sebentar.
"Pakaian kamu sudah ada aku gantung di kamar ganti" lanjut Frenya.
"Jangan lama lama sayang" kata Juan sambil mengeluarkan kepalanya dari dalam kamar mandi. Kepala Juan masih di penuhi busa shampo.
"Oke cuma sebentar. Sana cepat bilas kepalanya, nanti masuk angin" kata Frenya mengingatkan penyakit kambuhan dari suaminya itu.
Frenya berjalan keluar kamar, dia sangat bersemangat untuk memberikan hadiah kejutan kepada Juan. Frenya benar benar sudah tidak sabaran lagi ingin melihat ekspresi Juan saat melihat apa yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya.
Tok tok tok tok, Frenya mengetuk pintu kamar Rani.
__ADS_1
"Bentar" kata Rani menjawab dari dalam kamar.
"Hay Nya, ngambil yang tadi?" tanya Rani saat melihat Frenya yang mengetuk pintu kamar.
"Iya Uni" jawab Frenya.
"Masuk Nya" ajak Rani untuk mempersilahkan Frenya masuk ke dalam kamarnya.
"Nggak Uni, di sini saja" jawab Frenya.
Frenya memang tidak akan masuk ke kamar saudaranya yang sudah menikah. Kecuali kalau dalam keadaan terpaksa, selagi masih bisa menolak untuk masuk, maka Frenya akan menolaknya.
"Bantar ya" kata Rani.
Rani kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Siapa sayang?" tanya Daniel yang baru keluar dari dalam ruang ganti pakaian.
"Frenya sayang" jawab Rani.
"Ooo pantesan nggak masuk. Ngapain Frenya datang? Nggak biasanya?" kata Daniel yang heran dengan kelakuan adik perempuannya itu.
Frenya tidak biasanya datang ke kamar mereka berdua. Selagi Frenya bisa menyelesaikan lewat telpon, maka dia akan menyelesaikan lewat telpon saja.
"Dia mau mengambil barangnya yang tadi ke bawa sama aku ke kamar sayang" jawab Rani.
Rani mengambil barang milik Frenya yang berada di dalam kantong kertas dengan corak yang sangat bagus. Rani tadi telah mengganti kantong kertas dengan logo studio fhoto itu dengan kantong kertas yang tidak ada logonya.
"Oh baiklah, aku mau siap siap dulu. Bentar lagi kita akan ke mushala" ujar Daniel.
Rani kembali menuju pintu kamar tempat Frenya menunggunya dari tadi.
"Ini Nya, maaf lama, tadi uda bertanya siapa yang datang" kata Rani
"Oke uni tidak apa apa. Terimakasih aku bawa dulu ya" kata Frenya.
"Semoga sukses, cayo" kata Rani memberikan semangat kepada Frenya.
__ADS_1
"Makasi uni. Aku akan pastikan kejutan ini akan berhasil" jawab Frenya.
Frenya kembali berjalan ke kamarnya. Dia membuka pintu kamar dengan sangat palan. Frenya melihat kalau Juan masih berada di dlam kamar ganti, karena dalam kamar seluas itu tidak terlihat penampakan dari wajah tampan Juan.