
Mira akhirnya sampai juga di bandara ibu kota. Dia harus pura pura baru sampai dari kampungnya. Mira berencana untuk menelpon Bayu dan meminta Bayu untuk menjemputnya ke bandara sore itu. Mira menyeret kopernya yang berisi hanya tiga helai baju saja. Mira benar benar sempurna dalam aktingnya.
"Nona. Sempurna" kata James sambil mengacungkan dua jempolnya kepada Mira.
"Loe ke markas sana. Gue mau nelpon Bayu lagi"
"Berani sendirian Nona?" tanya James kepada Mira yabg mendadak mengusirnya.
"Berani gue. Loe jangan ngeraguin gue gitu" balas Mira dengan nada sedikit kesal.
"Hahahahahaha. Oke oke Nona, gue ke markas duluan, hati hati Nona Mira. Kalau Tuan Bayu tidak datang, telpon aja gue." kata James kepada Mira yang duduk diterminal kedatangan dalam negeri.
Mira langsung mengambil ponselnya dari dalam saku celana. Dia harus menghubungi Bayu. Baru pada deringan pertama Bayu sudah langsung mengangkat panggilan dari Mira.
"Hollo sayang" kata Bayu.
"Sayang dimana?" tanya Mira yang pura pura tidak tau Bayu dimana.
"Sedang di jalan sayang, sama Aris dan Bram. Kamu dimana?"
"Sayang bisa jemput aku ke bandara sekarang nggak? Aku baru mendarat sebentar ini" kata Mira dengan suara bujuk rayunya.
"Kamu udah di bandara?" tanya Bayu tercengang. Dia sama sekali tidak dikabari Mira akan berangkat hari ini dari kampungnya.
"Iya sayang. Aku sengaja nggak ngasih tau kamu. Makanya pas sampe bandara aku langsung minta jemput sayangku. Jemput ya sayang, aku tunggu diterminal kedatangan dalam negeri. Ya sayang jemput aku ya" kata Mira sambil mengeluarkan jurus merayunya.
"Iya. Tunggu disana ya. Aku ambil mobil dulu." kata Bayu yang ingat mobilnya ada di rumah Aris.
"Pake taksi online aja sayang. Lama kali kalau jemput mobil dulu. Aku udah kangen sangat sayang" kata Mira yang ingin Bayu langsung menjemputnya.
"Ya udah. Aku jemput pake taksi online. Nanti dari bandara kita ke rumah Aris dulu jemput mobil aku ya"
"Oke sayangku cintaku. Aku tunggu di bandara"
"Tu iya di bandara masak di pelabuhan" kata Bayu sambil tersenyum simpul, dia sudah sangat merindukan kekasih hatinya itu. Bayu tau Mira tidak pulang kampung.
"Hati hati kamu sayang. Aku akan bertanya sama kamu" kata Bayu di dalam hatinya.
__ADS_1
"Siapa Bay?" tanya Bram kepada Bayu yang senyum senyum.penuh arti di kursi sebelahnya.
"Mira. Dia minta jemput di bandara" jawab Bayu.
"Oh. Kami antar ke bandara?" tawar Aris dari kursi belakang.
"Nggak perlu. Gue turun depan aja, nanti naik taksi online aja ke bandara. Pulang dari bandara baru ke rumah elo ngambil mobil gue" jawab Bayu menolak tawaran Aris. Dia tidak ingin disaksikan dua sahabatnya saat melepas kangen dengan Mira yang sudah seminggu lebih menghilang dengan cara menipu Bayu.
"Ya udah yang udah seminggu lebih nggak ketemu" kata Bram sambil tersenyum.
"Loe juga udah seminggu kan Bram?" tanya balik Aris.
"Yup. Tapi dia kerja, jadi gue nggak ambil pusing" kata Bram yang terlihat santai. Padahal di dalam hatinya dia juga bertanya tanya kekasih hatinya itu kemana. Bram sudah bertanya kepada salah satu orang kepercayaannya di perusahaan Afdhal. Ternyata Sari sudah seminggu lebih tidak masuk kantor.
"Oh gitu. Berarti nasip kita berdua sama ya Bram" kata Aris sambil menepuk pundak Bram.
"Mana ada sama, bedalah. Kalau gue status masih pacar. Nah Loe istri yang lagi hamil yang pergi ninggalin loe. Gila aja sama." jawab Bram dengan ketus kepada Aris
"Panik gak? Panik gak?" kata Bayu dengan semangatnya.
"Ya panik la. Masak nggak" jawab Bram dan Aris bersamaan.
"Bram loe turunin gue di depan ya"
"Oke Bay." kata Bram.
Bram kemudian menghentikan mobilnya pas di perempatan jalan. Bayu kemudian turun dari mobil. Aris pindah ke kursi depan tempat Bayu duduk tadi.
"Loe hati hati Bay. Atau loe sama mobil mereka aja?" kata Aris menunjuk mobil anggota black jack.
"Nggak usah aja Ris. Gue naik taksi online aja. Gue lagi males nyetir. Mager gue"
"Serah loe. Hati hati Bay" kata Aris.
"Hati hati Bay. Titip salam ke Mira ya" kata Bram.
"Titip salam ke Mira atau ada tujuan lain?" balas Bayu sambil menyindir Bram.
__ADS_1
"Hahahahahaha. Serah loe" jawab Bram.
"Kami duluan" lanjut Bram kemudian sambil melajukan mobilnya kembali menuju rumah utama Soepomo.
Papi dan Mami sudah menunggu Aris dan Bram untuk memberikan informasi kepada mereka tentang hasil pencarian mereka hari ini. Mami tadi sudah sangat berharap Gina akan bertemu hari ini dan kembali pulang ke rumah.
Mira sudah lelah menunggu Bayu. Dia sangat menyesal kenapa tidak dari tadi memberitahukan kepada Bayu kalau dia sudah datang. Mira menunggu Bayu sambil memainkan ponselnya. Dia bermain game peperangan dan sesekali melihat ke arah luar, dia berharap Bayu cepat datang. Karena sudah terlalu lelah melihat keluar yang Bayu belum juga sampai Mira memusatkan perhatiannya kepada game yang sedang dimainkannya.
Bayu sebenarnya sudah datang dari tadi. Tapi dia sengaja mengerjai Mira, Bayu membalaskan sedikit rasa kesalnya kepada Mira karena sudah berani membohonginya. Bayu sudah lama duduk di tiga bangku belakang Mira duduk. Bayu sengaja memakai tipi dan kaca mata hitam. Bayu melihat semua gerak gerik Mira. Bayu tersenyum senang karena melihat Mira yang begitu kesal menunggunya dari tadi. Setelah puas membuat Mira menunggu, Bayu berjalan ke arahnya dari arah luar bandara. Mumira yang konsentrasi bermain game tidak menyadari Bayu yang sudah berada di dekatnya.
Bayu kemudian memegang pundak Mira. Mira dengan reflek memelintir tangan Bayu.
"Ow sayang mau kekerasan dalam berpacaran sayang" kata Bayu sambil menahan sakit di tangannya.
"Maaf sayang. Aku kira tadi orang yang berniat jahat" kata Mira sambil memijit mijit pelan tangan Bayu yang diplintirnya tadi.
"Hem, udah mau kekerasan dalam pacaran sayang?"
"Nggak sayang. Maaf ya sayang" kata Mira sambil memeluk erat Bayu.
"Sayang aku kangen" kata Mira sambil memeluk Bayu.
"Kamu kira aku nggak kangen sayang? Aku kangen kangen kangen kangen kangen dan sangar kangen sama kamu" balas Bayu sambil memeluk Mira.
"Sayang kamu meluk kenapa tangannya nggak nyatu di punggung ku?" kata Mira sambil melepaskan pelukannya dari Bayu.
"Gara gara ini sayang" kata Bayu sambil memlihatkan buket bunga cantik yang sedang dipegang di depan mukanya.
"Sayang, ini cantik sekali sayang. Aku sangat sangat suka dengan buket bunga nya" kata Mira sambil mengambil buket bunga dari tangan Bayu.
"Kamu suka sayang?"
"Sangat suka sayang" balas Mira.
"Yuk kita pulang. Kita akan jemput mobil dulu ke rumah Aris. Baru setelah itu kita pergi makan ke kafe ya"
"Oke sayang" jawab Mira.
__ADS_1
Bayu dan Mira sambil begandengan tangan berjalan menuju taksi yang dari tadi sudah menunggu mereka. Bayu meminta supir taksi untuk menuju rumah utama Soepomo. Siapa yang tidak tau letak rumah utama keluarga Soepomo. Semua warga ibu kota tau.