
"Sayang ayuk kita jalan." kata Aris kepada Gina yang masih leyeh leyeh di atas kasur.
"Bentar lagi la sayang, akibat pekerjaan kamu malam tadi aku jadi kecapekan luar biasa sayang." kata Gina sambil menarik kembali selimutnya untuk menutupi badannya yang masih belum memakai satu helai benangpun.
"Kamu lanjut tidur dulu. Aku berenang bentar ya." kata Aris.
"Nggak." teriak Gina sambil langsung duduk dari tidurnya. Selimut yang menutupi dadanya langsung turun. Aris menikmati pemandangan indah itu.
Gina melihat kepada dua onggokan yang menggoda iman. Gina memerhatikan dengan seksama.
"Sayang apa yang diperhatikan sampai segitunya." kata Aris kepada Gina.
"Tumben kamu nggak meninggalkan jejak jejak beringas kamu sayang." kata Gina sambil menunjuk dadanya.
"Sengaja sayang. Aku lagi malas melukis tadi malam. Maunya hanya jadi bayi dan meremas sedikit sedikit." jawab Aris.
"Sayang kita kemana lagi hari ini?" tanya Gina.
Gina tidak seperti ibu ibu hamil biasanya, yang biasanya akan bersikap manja saat mereka memasuki masa masa melahirkan. Sedangkan Gina semakin kuart saja. Makanya dia sangat senang saat Aris membawanya raun kemana saja.
"Mandi dulu sana sayang. Nanti baru kita pikirin mau kemananya." jawab Aris.
"Sip. Pokoknya hari ini kita akan pergi raun. Kalau perlu seharian kita makan di luar. Oke sayang?"
"Terserah kamu sayang. Sekarang mandi." kata Aris sambil membantu Gina berdiri dari ranjangnya.
Gina masuk ke dalam kamar mandi. Aris kemudian mengambilkan pakaian santai untuk Gina. Sebuah celana hamil berwarna hitam dan baju berbaham katun warna pink air. Warna yang sangat cantik dipakai Gina. Sedangkan Aris akan memakai baju berwarna putih.
Gina yang baru selesai mandi melihat Aris sibuk bermain game di ponselnya. Gina membuka handuk yang dipakai untuk membalut badannya di depan Aris. Dia sengaja melakukan semua itu. Selesai mengeringkan badannya Gina mengangkat sebelah kakinya dan berusaha memakai handbody. Tetapi karena perut yang besar membuat Gina tidak bisa melihat kakinya sendiri.
"Sayang nggak bisa pake handbodynya." kata Gina dengan memelas.
Aris berjalan ke arah Gina. Dia mengambil handbody dari tangan Gina. Aris memakaian handbody itu ke kaki dan tangan Gina. Gina tersenyum senang. Dia mengecup bibir Aris sekilas.
"Sana pakai baju." perintah Aris.
__ADS_1
Gina memakai semua pakaiannya. Dia kemudian merias mukanya dengan riasan tipis saja.
"Ayuk aku udah siap." ujar Gina.
Mereka berdua pergi meninggalkan rumah. Aris sudah membawa bekal sarapan, roti dan buah potong untuk Gina.
"Sayang makan dulu ini sarapan kamu." kata Aris sambil memberikan tempat bekal sarapan Gina.
Gina meraih kotak tersebut. Dia memakan isi kotak dengan sangat lahap. Dalam waktu singkat semua isi dalam kotak sudah berpindah ke dalam perut Gina.
"Selesai. Kita kemana sayang?" tanya Gina kembali.
"Ada deh kamu ikut aja." jawab Aris.
Aris kemudian membelokan mobilnya ke studio fhoto. Gina terkejut dengan tempat yang dituju Aris. Gina menatap Aris dengan tatapan penuh tanya. Aris mengangguk setuju.
Mereka berdua masuk ke dalam studio fhoto. Seorang fhoto grafer ternama sudah menunggu mereka berdua.
Gina dan Aris masuk ke dalam sebuah ruangan. Mereka meminta Gina untuk menukar bajunya. Tapi Gina menolak dengan alasan baju yang berada di sana sudah dipakai oleh orang lain. Tidak hanya itu saja Gina takut terkena penyakit kulit.
Gina memakai baju pertamanya, sebuah dress berwarna hitam. Serta Aris yangbmemakai tuksedo berwarna hitam. Mereka bergaya seperti model ternama.
Setelah memakai baju berwarna hitam sekarang Aris dan Gina memakai baju kotak kotak. Mereka bergaya seperti koboy. Lengkao dengan topi koboynya.
"Ada ya sayang koboy hamil besar." kata Gina sambil menatap perut buncitnya.
"Koboy seksi sayang" jawab Aris.
Fhoto yang ketiga Gina dan Aris bergaya vintage. Mereka memakai baju ala ala tahun delapan puluhan. Aris dan Gina berfhoto memakai sepeda ontel. Mereka bener bener seperti orang zaman old.
"Selesai Tuan. Tuan mau melihat hasil fhotonya? Tuan bisa memilih yang mana akan kita cetak dengan ukuran besar." kata Fhotografer.
Gina dan Aris memilih beberapa fhoto yang menurut mereka paling bagus. Mereka memilih enam buah fhoto. untuk dicetak ukuran besar.
"Baiklah Tuan terimakasih atas kerjasamanya. Tiga hari lagi akan kami kirimkan ke rumah utama Tuan." kata fhotografer.
__ADS_1
" Sama sama, terimakasih juga atas kerjasamanya. Saya akan tunggu hasilnya." kata Aris.
Aris dan Gina meninggalkan studio fhoto. Aris melajukan mobilnya menuju sebuah danau yang terletak dipinggiran ibu kota.
Aris berkendara dengan santai. Gina sengaja membuka kaca mobil mereka. Gina ingin menikmati udara pinggiran kota yang masih bersih itu. Aris juga melakukan hal yang sama dengan Gina.
"Sejuk ya sayang. Pasti nyaman tinggal di daerah sini." kata Gina sambil menatap Aris.
Aris mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh Gina. Tidak berapa lama Aris sudah sampai di danau biru itu. Mereka berdua turun dari mobil. Aris mengajak Gina untuk berjalan ke dalam. Aris tidak lupa mengambil keranjang piknik yang di dalamnya sudah lengkap cemilan cemilan sehat untuk Gina.
"Sayang indahnya." ucap Gina dengan nada penuh kekaguman saat melihat danau berwarna biru yang jernih seperti kaca.
"Aku dulu waktu kuliah. Saat banyak tuntutan pasti ke sini pergi menenangkan diri. Kalau Bram lain lagi, kalau dia stress dia kesini pergi menjerit sejadi jadinya. Sampai sampai ibu ibu tukang jualan itu akan melihat Bram dengan tatapan mencemooh. Ganteng ganteng stress." kata Aris.
Aris membentangkan tikar di padang rumput yang mengelilingi danau. Mereka duduk di sana. Setelah itu Aris membuka bekal mereka. Gina dan Aris memakan bekal makan siang mereka dengan lahap.
"Sayang nikmat banget." kata Gina.
"Sayang kamu mau kerupuk kuah itu?" tanya Aris kepada Gina sambil menujuk seorang anak kecil terlihat memakan kerupuk kuah pakai campuran mie bihun goreng.
"Mau sayang. Kelihatannya juga nikmat. Kalau perlu sup pensinya juga ya sayang " kata Gina.
Aris pergi membeli makanan yang diminta oleh Gina.
Setelah makan Gina merebahkan badannya. Dia menjadikan paha Aris sebagai bantalan. Ternyata Gina tertidur karena tiupan sepoi sepoi angin danau. Aris membiarkan istrinya tertidur.
Setelah cukup sore. Aris membangunkan Gina.
"Sayang bangun udah sore. Kita pulang lagi yuk." ajak Aris.
"Sayang jadi aku ketiduran. Terus kamu ngapain?" tanya Gina yang malu dirinya bisa tertidur begitu lama.
"Nggak ada. Liatin kamu tidur aja." jawab Aris.
Mereka kembali ke mobil. Mobil dilajukan Aris kembali menuju ibu kota. Mereka tidak ingin keluarga mereka berpikir mereka kenapa kenapa karena pulang larut malam.
__ADS_1