
Kurir yang mengantarkan buket bunga super besar yang diminta oleh Argha untuk mengirimkan ke mansion keluarga Bayu Atmajaya sudah berangkat menuju mansion tersebut. Para pengantar buket bunga sudah sampai di depan mansion. Mereka menurunkan buket bunga super besar itu dengan sangat perlahan lahan.
Ting tong ting tong. Bunyi bel yang di pencet oleh para pengantar buket bunga. Seorang maid uang sedang membantu Nyonya mira merangkai bunga ke dalam beberapa vas bunga pergi membukakan pintu utama mansion.
"Maaf Tuan cari siapa?" tanya maid teraebut kepada dua orang yang terlihat sedang berdiri di depan pintu utama mansion.
"Kami mencari Nona Bree. Kami akan mengantarkan buket bunga untuk nona Bree." ujar salah seorang yang mengantarkan bucket bunga tersebut kepada maid yang membukakan pintu mansion.
"Tunggu sebentar" ujar Maid meminta para pengantar bucket bunga untuk menunggu di depan pintu saja.
Maid sama sekali tidak mengizinkan kedua orang itu untuk masuk ke dalam mansion.
"Siapa maid?" tanya Mira yang merasa kalau maid sudah terlalu lama berdiri di depan pintu mansion tanpa meminta kedua tamu itu untuk masuk ke dalam mansion besar mereka.
"Ini Nyonya besar. Kedua orang ini mau mengantarkan bucket bunga untuk Nona Muda. Tapi syaratnya memang Nona muda yang harus menerima bucket bunga itu" ujar maid memberitahukan informasi yang tadi disampaikan oleh pengantar bucket bunga kepada Nyonya besar.
"Kamu panggil Bree ke kamar" ujar Mira yang meminta Maid untuk pergi memanggil Bree ke dalam kamarnya yang berada di lantai dua mansion.
"Siap Nyonya besar" jawab maid yang langsung berjalan kembali ke dalam mansion untuk memanggil Bree yang diperkirakan masih tidur karena kelelahan habis melakukan penerbangan kemaren.
"Siapa yang mengirimkan bunga ini untuk anak saya?" tanya Mira sambil menatap tajam kearah kedua pengirim paket bunga tersebut.
"Maaf Nyonya besar, kami tidak bisa memberikan info siapa yang mengirimkan bunga ini untuk Nona Bree, karena konsekuensi nya adalah kami akan dipecat" ujar salah satu pengirim bunga menjawab pertanyaan dari Mira.
"Tapi satu yang bisa kami pastikan kepada Nyonya besar kalau bahwasanya yang mengirim bunga ini kami jamin adalah orang yang sangat baik dan bisa dipastikan kalau dia tidak memiliki niat jahat kepada Nona Muda" ujar pengawal meyakinkan Mira kalau ya g mengirimkan bunga kepada Bree adalah seseorang yang sangat baik dan bisa dipercaya.
"Oke" ujar Mira yang tidak bisa lagi memaksa kedua kurir itu untuk mengatakan siapa yang sudah mengirimkan buket bunga kepada Bree.
__ADS_1
Tapi walaupun Mira diam, Mira masih tetap memikirkan siapa orang yang telah mengirimkannya buket bunga, terlebih lagi tidak satupun orang yang tahu kalau anak gadisnya itu pulang kemaren.
Bree yang mendengar kalau ada kiriman bucket bunga untuk dirinya yang datang ke mansion, langsung berlari cepat menuju pintu utama mansion tempat orang yang mengantarkan paket datang menemui dirinya.
"Mami awas, aku mau ambil bucket milik aku" ujar Bree yang sudah tidak sabaran lagi ingin melihat bucket bunga yang dikirimkan oleh kekasihnya yang baru jadian satu setengah hari yang lewat.
"Semangat sekali sepertinya bucket bunga itu dari seseorang yang sangat penting bagi kamu sayang" ujar Mami Mira mencoba mengorek informasi siapa pengirim bunga dari Bree langsung, karena dari tukang kirim paket sama sekali tidak berhasil dilakukan oleh Mami.
"Mami kepo nggak boleh. Mami juga akan tahu nanti akhirnya. Tapi untuk sekarang maaf nggak boleh tahu" ujar Bree menjawab pertanyaan dari Mami Mira dengan jawaban yang sangat membuat Mira menjadi setengah kesal dengan kelakuan anaknya yang paling besar itu.
"Oh ya pak mana bucket bunga saya?" ujar Bree yang sudah tidak sabaran lagi untuk melihat bucket bunga miliknya
"Sebentar Nona Muda akan kami turunkan dari atas mobil" ujar dua orang pengirim paket menjawab permintaan bucket bunga dari Bree.
"Lah itu bucket bunga atau papan karangan bunga Bree. Pake acara diturunkan dari mobil. Mami rasa papan karangan bunga deh Bree. " ujar Mami Mira sangat puas meledek Bree dengan ucapan papan karangan bunga bukan bucket bunga.
"Haha haha haha haha. Papan karangan bunga, emang ada acara ya Bree di mansion kita" ujar Mami Mira semakin menjadi jadi meledek Bree.
Bree terlihat sudah pengen marah, tetapi hal itu di tundanya saat dia melihat memang bucket bunga yang sangat besar yang turun dari mobil box. Mobil itu ternyata adalah mobil yang berac supaya bunga bunga tersebut tidak menjadi layu dan rontok dengan seketika.
"Oh Mami tengok tu papan karangan bunganya sudah turun" ujar Bree memanggil Mami Mira dengan suara sangat riang sekali.
"Bree Bree dapat papan karangan bunga aja teriaknya bahagia sekali" ujar Mira yang sama sekali tidak beranjak dari vas bunganya.
Mira tetap merangkai bunga tersebut tanpa mengacuhkan panggilan dari Bree.
"Mami pasti nyesel karena sudah meledek Bree. Papi aja belum tentu pernah mengirim hal seperti ini kepada Mami. Haha haha haha" ujar Bree balik meledek Mira yang sedang serius merangkai bunga miliknya.
__ADS_1
Mira yang penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Bree, langsung melihat ke arah anak pertamanya itu. Betapa kagetnya Mira saat melihat bucket bunga super besar sudah berdiri di tengah tengah mansion besar mereka.
"Sayang serius itu buket bunga mawar pink? Bunga kesukaan kamu?" tanya Mami mira saat melihat bucket bunga milik Bree.
"Serius lah. Ini bukan papan karangan bunga" ujar Bree membalikkan ucapan dari mami mira tadi.
"Siapa yang ngirim?" ujar mira makin penasaran dengan orang yang telah merogoh kocek sangat dalam untuk dapat membeli bucket bunga mawar pink sebanyak itu.
"Berapa duit itu" ujar Mira yang nggak habis pusing dengan kegilaan si pengirim bunga.
"Maaf ya Mami, ternyata papan karangan bunga milik aku ternyata sangat bagus sekali. Papi aja nggak pernah ngasih Mami yang seperti ini" ujar Bree sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah Mami.
Mami langsung terdiam mndengar apa yang dikatakan oleh Bree kepada dirinya. Mira selama ini memang tidak pernah mendapatkan bucket bunga sebesar itu dari Bayu selama mereka mulai berhubungan sampai sekarang.
Para pengirim bucket bunga sudah berlalu dari mansion besar itu. Mereka sekarang tahu kenapa Tuan Muda mereka rela merogoh kocek yang dalam untuk membelikan Bree karangan bunga sebesar itu.
"Mami, bisa aku minta tolong?" ujar Bree sambil melihat ke arah Mami yang menatap tidak percaya kepada bucket bunga yang begitu besar sedang dipegang oleh Bree.
"Apa?" tanya Mira yang sudah kembali sadar dan kembali ke alam nyata yaitu mansion keluarga besarnya.
"Tolong fotoin aku dengan bucket bunga ini. Aku akan mengirimkannya kepada orang yang telah mengirimkan aku bucket bunga ini" ujar Bree semakin menjadi jadi membuat mira penasaran dengan orang yang telah rela mengirimkan bucket bunga sebesar itu kepada anaknya yang sekarang terlihat sangat sangat bahagia tersebut.
Mami menerima ponsel yang diberikan oleh Bree kepada dirinya. Mira mengambil beberapa pose fhoto Bree dengan bucket bunga tersebut.
"Makasi Mami" ujar Bree saat telah selesai ber fhoto di depan bucket bunga miliknya itu.
Bree kemudian mengirim fhoto dirinya dengan bucket bunga kepada orang yang mengirim bucket bunga tersebut. Bree sangat tidak menyangka Argus mengirimkan bucket bunga sebesar itu kepada dirinya. Dalam bayangan Bree bucket bunga yang dikirim oleh Argha adalah bucket bunga kecil seperti bucket bunga kebanyakan orang orang mengirim kepada kekasihnya.
__ADS_1