Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
EKSTRA 26


__ADS_3

Aris memandang kepada Argha yang dari tadi masih saja terus melihat kearah pintu masuk ballrom hotel tempat acara ulang tahun pernikahan antara Aris dan Ghina akan diadakan. Argha benar benar terlihat seperti seseorang yang sedang menunggu orang yang paling penting untuk hidupnya datang di acara itu. Aris yang sebenarnya sudah sangat penasaran tetapi tidak bisa melakukan apapun lagi. Aris hanya bisa memandang ke arah anak laki lakinya itu, Aris sebenarnya ingin bertanya kepada anak laki lakinya itu, siapa yang sedang ditunggunya sampai membuat Argha berkali kali melihat ke arah pintu ballroom. Tetapi itu tidak mungkin dilakukan oleh Aris sekarang, bisa bisa Argha mengamuk dan marah marah tidak jelas kepada Aris. Aris tidak mau merusak acaranya. Aris juga tidak mau memperparah mood Argha yang sudah rusak itu


Tamu tamu undangan mulai dari kolega bisnis, karyawan perusahaan dan dokter, suster dan karyawan rumah sakitĀ  sudah mulai berdatangan ke acara besar itu. Aris, Ghina dan yang lainnya sibuk menyapa setiap tamu yang datang. Tetapi hal itu tidak terjadi kepada Argha. Argha sama sekali sudah tidak mood untuk mengikuti pesta kali ini. Argha hanya diam saja.


"Argha sini, perkenalkan ini anak sahabat Nana, namanya Rina" ujar Ghina memperkenalkan anak sahabatnya kepada Argha.


Argha yang mulai merasa Ghina berusaha menjodohkannya dengan anak sahabatnya itu langsung melangkahkan kakinya untuk pergi dari situ. Ghina adalah daerah rawan yang tidak boleh di dekati Argha untuk saat ini.


"Hay sayang, kenalan dulu kenapa. Kan dari kenalan bisa jadi" ujar sahabat teman Ghina berusaha membujuk Argha untuk berkenalan dengan anak gadisnya yang penampilannya luar biasa wow, seperti orang mau ikut kontes kecantikan.


"Maaf Tante, sama dia saja ya. Saya sudah punya kekasih" ujar Argha sambil menyodorkan Hendri kepada wanita itu.


Ghina menatap tidak percaya kepada Argha. Argha mengatakan kalau dia sudah punya kekasih, tetapi sampai sekarang masih belum pernah di bawa oleh Argha ke mansion mereka.


"Sayang, kamu?" ujar Ghina yang langsung memegang tangan Argha.


Ghina ingin menuntut penjelasan dari Argha tentang kata kata Argha sudah memiliki kekasih.


"Apa lagi Nana, stop menjodohkan aku dengan siapapun." ujar Argha dengan nada yang sudah terdengar sangat kesal dengan ulah Ghina yang masih tetap berusaha menjodohkan Argha dengan anak sahabatnya.


Ghina terdiam mendengar bentakan dari Argha. Ghina tidak menyangka Argha akan sebegitu marahnya dengan apa yang dilakukan oleh Ghina sebentar ini. Ghina tau dia memang salah telah berusaha menjodohkan Argha dengan anak sahabatnya. Tetapi Ghina melakukan itu murni hanya ingin menjalin silaturahmi saja. Ghina tidak akan memaksa Argha untuk mengatakan iya kepada anak sahabatnya itu.


Argha berjalan menjauh dari lingkungan keluarganya itu. Hendri mengikuti Argha dari belakang. Dia tahu kondisi Argha saat ini. Tetapi Hendri tidak bisa melakukan apa apa kalau tidak ada perintah dari Argha. Bisa bisa Argha mengamuk kepada dirinya kalau Hendri melakukan sesuatu tanpa seizin dari Argha.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya Hendri kepada Argha.


Hendri melihat dan memerhatikan semua tingkah laku Argha dari tadi. Hendri dapat melihat Argha yang sudah tidak mood lagi untuk mengikuti acara pesta ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya. Hendri juga tahu apa yang membuat Argha menjadi tidak mood sama sekali itu. Jawabannya hanya satu yaitu Bree. Tidak ada selain dari Bree. Hendri jug atidak habis pikir dengan BRee, ntah kenapa dia masih belum juga hadir di acara pesta itu. Padahal Bree sangat tahu bagaimana tipe Argha, tetapi ntah kenapa Bree sekarang malah menguji kesabaran Argha dengan keterlambatan dirinya yang sudah sangat keterlaluan sekali.


"Apa saya harus kemansion mereka Tuan Muda?" tanya Hendri sekali lagi dengan pertanyaan yang sama yang diajukan oleh Hendri setengah jam yang lalu.


Argha tadi melarang Hendri untuk pergi bertanya kepada Papi Bayu. Tapi sekarang Argha tetap akan melarang Hendri untuk pergi dari sisinya. Argha butuh teman untuk mengusir rasa khawatirnya terhadap keberadaan Bree sekarang ini.

__ADS_1


"Tidak usah Hendri. Kalau dia datang ya nggak apa apa, kalau tidak ya mau bagaimana lagi. Bree pasti memiliki alasan sendiri untuk tidak hadir di acara pesta ulang tahun pernikahan Daddy dan Nana" ujar Argha menjawab pertanyaan dari Hendri dengan kata kata bijaknya.


Hendri menatap Argha kembali. "Yakin Tuan muda?" tanya Hendri sekali lagi.


"Yakin" jawab Argha diiringi dengan anggukan kepalanya yang pasti dan tidak usah diragukan lagi kepastiannya.


Hendri kemudian terdiam, dia menemani Argha yang berdiri sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana. Semua wanita yang masih sendiri menatap takjum ke pria tampan yang berdiri seperti manekin itu. Pria yang tampan plus dingin yang penuh misteri. Beberapa orang wanita sudah mencoba peruntungannya mendekati Argha. Jangankan untuk bisa kenal dekat, baru saja wanita itu datang, Argha sudah lari menjauh. Itulah Argha, seorang Pria yang susah didekati oleh wanita manapun, kecuali Bree.


Pemandu acara sudah berdiri di atas panggung megah yang di tengah tengahnya sudah ada kue dengan bentuk angka dua lima. Kue itu adalah kue pilihan dari Argha sendiri kepada toko kue yang paling lezat di ibu kota negara I. Kue yang harus siap dalam waktu lima jam saja. Waktu yang sangat sempit dirberikan oleh Argha kepada owner toko kue itu. Akhirnya dengan segala kekuatan yang ada dan mengerahkan semua karyawan toko, kue angka dua lima itu sudah berdiri kokoh di pentas bagian tengah.


"Perhatian semuanya, terimakasih saya ucapkan kepada Tuan Tuan dan Nyonya Nyonya serta Nona Nona yang sudah berkenan untuk hadir pada acara ulang tahun pernikahan Tuan Aris Soepomo dengan Nona Ghina Sanjaya." ujar Pemandu Acara yang sudah mulai membuka acara ulang tahun itu.


"Tuan muda acara sudah mau dimulai. Mari kita ke tempat duduk Tuan Muda. Jangan sampai Tuan dan Nyonya besar bersedih karena Tuan Muda tidak duduk di dekat mereka" ujar Hendri mengajak Argha untuk kembali ke tengah tengah keluarganya.


Argha dan Hendri kembali menuju keluarga Soepomo. Argha duduk di sebelah Frenya. Sedangkan Hendri duduk di belakang bersama dengan para asisten dari anak, menantu dan cucu keluarga Soepomo.


'Sekali ini lagi. Kalau tidak ada kamu, berarti hubungan kita kamu anggap tidak penting' ujar Argha dengan nada pelan yang hanya bisa didengarkan oleh dirinya sendiri dan Tuhan Yang Maha Kuasa.


Argha menghentakkan pantatnya ke atas kursi yang sekarang sedang diduduki oleh Argha. Daniel dan Frenya melihat perubahan sikap Argha. Frenya sudah paham kenapa Argha bisa uring uringan seperti itu. Frenya sama sekali tidak melihat Bree berada dalam ruangan ini.


'Pasti gara gara ini' ujar Frenya yang sudah bisa memutuskan kenapa Argha bisa menjadi tidak mood. Padahal dari tadi pagi dialah yang paling semangat melakukan dan mengelola acara ini. Sekarang malah menjadi sebaliknya, ingin rasanya Argha menghentikan acara ini sekarang juga. Padahal Argha sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Bree.


"Dia kenapa Uni?" ujar Daniel bertanya kepada Frenya yang terlihat sudah tahu apa yang terjadi dengan Argha dan membuat Argha menjadi kembali dingin. Malahan lebih dingin dari pada yang diperlihatkan oleh Argha selama ini.


"Uda akan tahu nanti, denger ajalah sebentar lagi" jawab Frenya yang malas mendiskusikan hal itu dengan siapaun yang ada di mansion utama. Frenya ingin semua orang tahu dari Argha bukan dari dirinya. Itu adalah hak Argha untuk mengungkapkan kepada keluarganya, bukan hak siapapun termasuk Frenya walaupun Frenya tahu semuanya.


Daniel kemudian terdiam, dia hanya bisa menunggu apa yang mengakibatkan Argha menjadi sangat tidak mood, dan malahan mengeluarkan aura sebagai CEO dan juga presiden direktur di perusahaan Soepomo Grub dan GA Grub. Bertanya kepada Frenya tidak membuahkan hasil apa apa, hanya rugi yang didapatkan. Frenya sama sekali tidak mau membuka mulutnya mengatakan hal apa yang sedang terjadi sekarang ini. Daniel berharap semuanya akan terjawab saat Argha sudah kembali moodnya.


"Kepada para tamu undangan untuk dapat duduk di kursi yang sudah disediakan oleh panitia acara. Acara akan kita mulai." lanjut pemandu acara meminta para tamu untuk duduk kembali di kursi mereka masing masing.


Semua tamu undangan menuju kursi mereka masing masing. Pada meja yang ada sudah ada nama keluarganya masing masing. Satu meja ada tiga keluarga yang duduk.

__ADS_1


Aris dan keluarga besar sudah duduk di kursi mereka masing masing saat ini. Semua anggota keluarga tidak ada lagi yang berbicara satu dengan yang lainnya. Para tamu juga sama, mereka sama sekali tidak ada yang saling mengobrol bersebelahan meja. Tetapi yang satu meja, mereka sudah saling mengobrol.


"Baiklah terimakasih kami ucapkan atas kehadiran Tuan Tuan dan Nyonya Nyonya dalam pesta pernikahan ke dua puluh lima Tuan dan Nyonya Soepomo. Kali ini berdasarkan pesan dari tuan rumah, kami minta Tuan Besar Soepomo untuk menyampaikan kata kata sambutan kepada semua yang telah bersedia meluangkan waktu untuk hadir dalam acara ini" ujar pemandu acara merangkai kata kata untuk meminta Aris menyampaikankata kata terimakasih sekaligus menyampaikan apa yang mau disampaikan oleh Aris.


Hal itu memang sudah dikondisikan oleh Aris tadi, saat dia datang ke hotel mencari panitia acara. Aris memang meminta waktu untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan oleh dirinya dan Ghina bersama sama di atas panggung. Tetapi Aris memang sengaja meminta Pemandu Acara hanya memanggil dirinya saja terlebih dahulu. Nanti Aris akan memanggil nama istrinya sendiri untuk hadir ke atas panggung dan menyampaikan kabar gembira itu ke semua orang.


Aris menundukkan kepalanya sedikit kepada semua tamu yang telah bersedia hadir. Semua tamu yang diundang sudah dipastikan semuanya hadir dalam acara ulang tahun pernikahan Aris dan Ghina ini. Tidak ada tamu yang tidak hadir, mereka hadir semua. Mereka akan turut berbagi kebahagiaan dengan Ghina dan Aris.


Aris kemudian berjalan menuju panggung yang disedikan. Aris menatap satu persatu anggota keluarganya sebelum dia menyampaikan apa yang akan disampaikannya dan juga sudah merupakan kesepakatan dari keluarga Soepomo. Semua anggota keluarga tersenyum kepada Aris. Mereka memberikan dukungan kepada Aris untuk menyampaikan apa yang sudah mereka sepakati semalam dan tadi pagi.


Belum sempat Aris berbicara di atas panggung. Pintu ballroom hotel kembali terbuka. Semua tamu melihat ke arah pintu masuk itu, terlihat dua wanita cantik berjalan dengan anggunnya masuk ke dalam ballroom hotel tersebut. Dua wanita yang satu sudah dewasa, sedangkan yang satu lagi masih berumur lima tahun. Tapi kecantikan mereka sama.


Argha yang acuh saja tidak mau melihat ke arah pintu masuk, disikut oleh Hendri. Argha memberikan Hendri tatapan yang seakan siap untuk menelan Hendri hidup hidup.


"Ada apa?" tanya Argha dengan dingin dan bernada acuh kepada Hendri.


"Tengok ke pintu" ujar Hendri memberikan perintah kepada Argha.


"Malas" jawab Argha dengan acuhnya.


Argha tetap acuh saja. Dia sama sekali tidak melihat ke arah pintu. Dia sudah terlalu capek untuk melihat ke arah sana. Hendri tidak percaya dan tidak yakin kalau Argha benar benar marah dan merajuk sekarang ini.


Bree melihat ke arah Hendri, Hendri menggeleng dengan lemah ke arah Bree. Aris memperhatikan iyarat yang diberikan oleh Hendri kepada Bree itu.


"Marah" ujar Hendri mengatakan hal itu kepada Bree dengan gerakan mulut saja.


"Oke" jawab Bree.


Bree tetap berjalan dengan santainya ke arah keluarga Soepomo duduk, sedangkan adik Bree sudah menuju Papi Bayu dan Mami Mira. Aris yang melihat hal itu sangat geram kepada Argha. Anak bontotnya itu kalau sudah marah memang sangat susah untuk dibujuk. Bree datang aja dia cuek.


'Aneh, tadi pengen dia cepat datang, sekarang dia datang malah dicuekin' ujar Aris yang sangat tidak suka dengan tingkah Argha yang bisa bisanya merajuk ke kekasihnya sendiri.

__ADS_1


Bree menatap ke arah Aris. Aris mengangguk mengizinkan Bree untuk menegur Argha terlebih dahulu, sebelum Aris mengumumkan apa yang sudah diputuskan oleh keluarganya dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu yang sudah bersedia untuk hadir dalam pesta kali ini.


__ADS_2