
Pagi harinya semua orang telah berangkat ke tujuan mereka masing masing. Ghina juga sudah bersiap siap untuk menuju tempat acara pernikahan Bram dan Sari yang sudah harus selesai hari ini.
Tapi saat Ghina mau berangkat ke sana, Ghina dikagetkan dengan bunyi panggilan yang berasal dari ponselnya.
"Tumben ne ponsel berdering." ujar Ghina sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana yang dipakai.
Ghina menatap syok saat melihat fhoto orang yang menghubunginya.
"Hahahahahaha" ujar Ghina tertawa keras membuat Bram yang sedang duduk santai di teras rumah menatap penuh tanya ke Ghina.
Ghina sontak menahan tawanya. Dia duduk di dekat Bram sambil memberikan kode untuk diam. Ghina mengangkat panggilan tersebut. Dia juga memasang loadspeaker ponselnya, Bram mendengar siapa yang menghubungi Ghina dan berhasil membuat Ghina tertawa ngakak sepagi ini.
"Sayang aku kangen kamu. Makanya aku telpon. Kan kata kamu kalau orang kangen dia harus telpon, chat dan sms. Sekarang aku udah telpon. Begitu kangennya aku sama kamu, padahal aku baru berpisah dengan kamu satu jam yang lalu." ujar Aris langsung nyerocos tanpa rem saat panggilannya diangkat oleh Ghina.
"Sayang itu masih telat. Harusnya kalau kamu beneran kangen setengah jam baru pisah langsung telpon atau minimal chat atau sms." ujar Ghina sambil menahan tawanya.
Bram yang mendengar apa yang dikatakan Aris dan Ghina langsung berlagak muntah. Dia benar benar tidak menyangka dua bos besar ini bisa sealay itu jadi orang.
"Sayang, kalau setengah jam aku masih bawa mobil sayang. Apa kamu mau terjadi sesuatu kepada suami kamu yang selalu mengangeni kamu ini?" tanya Aris kembali gombal.
Aris tidak sadar kalau perkataannya cukup keras. Sehingga membuat semua karyawan yang mendengar menahan tawa dan senyum mereka. Mereka tidak mau dijadikan santapan empuk CEO mereka di pagi hari.
"Oh tidak sayang. Aku tidak mau kamu kenapa kenapa. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Kalau kamu mati sekarang aku juga akan mati. Arga bisa kok hidup tujuh keturunan dengan usaha yang kita tinggali untuk dia." ujar Ghina dengan sok yakinnya.
"Ah sayang. Kamu semakin membuat aku jatuh cinta setiap menitnya." ujar Aris yang sudah tidak menyaring kata kata yang diucapkannya.
"Ternyata bos kita bucin. Buta cinta." ujar salah satu karyawan yang mendengar ucapan Aris tadi.
"Ndak ada lagi. Bener bener buta cinta. Keren Nyonya Ghina bisa membuat seorang CEO yang dingin sedingin es. Kering sekering kanebo kering luluh lantak dan menjadi seorang buta cinta sejati." ujar karyawan yang lainnya.
"Sayang, kadar cinta aku selalu bertambah di setiap helaan nafasku." ujar Ghina membalas rayuan Aris.
Mira yang baru datang langsung kesandung kakinya sendiri saat mendengar apa yang dikatakan oleh Ghina kepada Aris. Dia tidak menyangka Ghina akan berkata seperti itu.
Mira mendekat ke arah Bram.
"Kak itu?" tanya Mira yang gagal paham dengan situasi.
"Biasa lagi buta cinta luar biasa tingkat dewa." ujar Bram yang menggambarkan dengan kata kata alay.
"Dasar." ujar Mira.
"Sayang, udah dulu ya, aku mau rapat. Kamu hati hati bekerja, jangan lupa makan dan yang paling penting satu hal." ujar Aris sengaja menggantung kalimatnya
__ADS_1
"Apa sayang?" tanya Ghina yang penasaran.
"Selalu ingat aku sayang." jawab Aris dengan pede
"Selalu sayang. Muach. Aku mencintai mu selalu." ujar Ghina.
"Muach muach muach. Aku mencintai juga sayang." jawab Aris membalas ungkapan cinta Ghina.
Akhirnya telpon alay itu seleaai sudah.
"Loe sehatkan Ghin?" tanya Mira
"Aris juga sehat kan Ghin?" tanya kak Bram.
"Sehatlah. Mana ada sakit. Emang kenapa?" tanya Ghina yang sudah tau keluarganya ini bertanya karena apa.
"Tu kok bisa?" ujar Bram.
"Jadi ceritanya gini Kak, Mir." ujar Ghina.
Ghina kemudian menceritakan semua kejadian tadi malam kepada Bram dan Mira. Mereka berdua geleng geleng tidak percaya dengan tingkah Aris yang menganggap apa yang dikatakan oleh Ghina adalah sebuah kebenaran.
"Hahahahahahaha. Dasar Aris aneh." ujar Bram.
"Ya udah Mir, ayuk jalan." ujar Ghina.
Saat Ghina mau naik ke atas mobil golf, seorang satpam berlari sambil membawa secangkir kopi dari merk gerai kopi terkenal dan satu tangkai bunga Tulip Blub yang harganya sangat wow.
"Nyonya muda ini ada pesanan dari Tuan muda." ujar satpam memberikan secangkir kopi yang masih panas dan setangkai bunga tulip blub.
Ghina, Mira dan Bram menganga melihat kejadian aneh ini. Saat mereka masih tidak percaya sebuah notifikasi pesan masuk kedalam inbox Ghina.
'Sayang, minumlah kopi itu dipagi hari ini anggap saja aku selalu menemanimu seanjang hari ini.' bunyi pesan pertama dari Aris.
'Sayang bunga tulip blub termasuk bunga yang langka dan jarang dipasarkan. Maka bunga itu melambangkan betapa langkanya rasa cinta yang aku miliki kepada kamu. Rasa cinta yang tidam bisa disamakan dengan rasa cinta laki laki kepada perempuan.' bunyi pesan satu lagi.
Ghina kemudian memberikan ponselnya kepada Mira.
"Tolong videokan." ujar Ghina.
Mira kemudian menghidupkan kamera ponsel Ghina. Dia mulai merekam Ghina yang sedang mencium bunga tulipnya.
"Sayang, walaupun bunga ini wangi, tapi tak melekat diingatanku. Karena wangi kamu nggak ada yang bisa menggantikannya di memoriku." ujar Ghina sambil menghirup kembali wangi bunga tulip.
__ADS_1
Ghina kemudian meneguk kopi yang dikirimkan Aris.
"Sayang, kopi ini sebenarnya memiliki rasa pait yang sangat kentara. Tapi karena kamu yang membelikannya untukku, sehingga rasa pahit itu hilang dan berganti menjadi rasa manis dan creamy." ujar Ghina dan kembali meminum kopi miliknya.
Mira mematikan pengambilan video.
"Bener bener alay." ujar Mira dan Bram serempak.
"Iri, bilang bos." ujar Ghina sambil tersenyum bahagia.
Ghina kemudian mengirimkan videonya tadi kepada Aris. Aris yang sedang duduk membaca laporan saat menerima pesan chat dari Ghina langsung membuka video tersebut. Aris tersenyum bahagia saat melihat Ghina yang sungguh sungguh mencium bunga tulip dan menyesap kopinya. Ditambah lagi dengan kata kata yang diucapkan oleh Ghina semakin membuat Aris bahagia.
'Aku mencintaimu' ketik Aris di ponselnya dan mengirim kepda Ghina.
Ghina membaca pesan romantis dari Aris. Dia kemudian merekam ucapannya.
"Aku mencintaimu selalu dan selamanya." ujar Ghina merekam kalimatnya.
Dia kemudian mengirimkan kepada Aris. Aris yang mendengar pesan suara dari Ghia membuat Aris tersenyum bahagia. Aris kemudian melakukan hal yang sama dengan Ghina. Ghina tertawa mendengar apa yabg diucapkan oleh Aris.
Mira yang sudah tidak sabaran dengan Ghina mengambil alih kemudi mobil golf. Mira sadar kalau membiarkan Ghina yang mengemudikan mobil gofl mereka akan sampai saar pesta pernikan Bram dan Sari selesai.
"Dasar bucin. Kapan sampainya coba ke sana. Lah wong dia sibuk ketawa sendiri menatap ponselnya." ujar Mira dengab nada kesal.
"Hahahaha. Asik Mir, coba aja dengan Bayu kalau nggak percaya." kata Ghina yang tau Mira kesal dengan dirinya saat ini
Tapi Ghina sedang dalam masa senang senangnya menerima chat, pesan dan juga panggilan telpon dari Aris. Istilahnya Ghina mendapat suntikan mood saat Aris melakukan hal hal yang tak terbayangkan akan dilakukan oleh seorang Aris.
"Kapan kapan." jawab Mira lagi.
"Serius Mira. Cobalah kalau kamu nggak percaya. Aku aja baru mencoba sekarang. Ternyata memang asik. Kita bisa senyam senyum sendiri saat menerima pesan, chat maupun telpon dari dia." ujar Ghina mengompori Mira.
"Yelah kapan kaapn gue coba." ujar Mira mengalah. Dia tidak mau memperpanjang cerita yang nggak akan tau dimana ujungnya.
Mira melajukan mobil golf itu menuju gerbang utama rumah kediaman keluarga Soepomo.
Saat Mira baru mau keluar dari pintu gerbang. Mereka kaget saat melihat sesuatu yang terpajang di depan mereka saat ini.
........................................................................
Apakah sesuatu itu
Tetap di sini ya kakak.
__ADS_1
Maaf sebulan ini aku nggak up rutin, karena ada sedikit kesibukan kakak.