
bisa jadi sayang tapi sekarang mereka sudah menerima akibat dari perbuatan mereka sendiri. aku sangat senang mereka tidak ada lagi di lingkungan kamu sayang. kalau tidak mereka akan menjadi racun yang amat sangat nanti kalau anak kita lahir ke dunia" kata Bree sambil menatap ke arah arga kekasihnya itu.
" Memangnya kamu mau mengandung anak Aku sayang" kata Arga bertanya kepada Bree dengan nada serius serta menatap jauh ke mata Bree dengan tatapan jauh ke dalam hati dan perasaan Bree.
" Kalau aku nggak mau mengandung anak kamu sayang aku nggak mungkin menerima cincin tunangan ini" kata Bree sambil mengangkat tangannya dan memperlihatkan cincin tunangan yang diselamatkan oleh Arga saat acara ulang tahun pernikahan Aris dan Gina.
"Wah kalau begitu urusan ini akan aku percepat" ujar Argha yang sudah tidak sabaran lagi meminang Bree untuk menjadi istrinya.
"Hah" ujar Bree yang kaget dengan apa yang dikatakan oleh Arga sebentar ini
Arga benar benar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Bree kepada dirinya. Dia langsung saja Ingin melamar Bree dan menjadikan Bree sebagai istrinya.
" Wow aku nggak menyangka sayang" kata beri sambil menatap ke arah Arga
" Haruskah recap sayang kalau niat baik itu tidak boleh ditunda-tunda" jawab Arga sambil melahirkan ke arah calon istrinya
" tunangan belum 2 hari aja udah mau dijadikan sebagai istri" kata Bree sambil geleng-geleng kepala mendengar apa yang dikatakan oleh Arga sebentar ini.
" hahaha mau bagaimana lagi Aku udah tidak sabar lagi menjadikan kamu sebagai istriku" Jawab aja sambil melihat ke arah Bree yang sekarang sudah duduk tepat di sebelahnya.
" Oke aku terima tantangan kamu. Tapi berikan aku kesempatan 2 bulan untuk memikirkan bagaimana pesta pernikahan yang aku inginkan. Kamu harus dan wajib mewujudkan apa yang aku inginkan" kata Bree mengajukan syarat kepada Argha.
" oke itu masalah gampang" jawab Arga dengan sangat yakin bisa mengabulkan pesta seperti apa yang diinginkan oleh Bree.
" Ups jangan senang dulu tuan muda. Aku belum selesai ngomong" kata Bree sambil melirik ke arah Arga yang tetap memasang wajah yakin kalau dia bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh Bree.
" ada lagi?" Tanya arga sambil menatap ke arah calon istrinya itu.
Bree mengangguk karena memang masih ada sesuatu yang belum diucapkan oleh Bree kepada Arga.
" Ya udah katakan aja apa syaratnya" ujar Argha berkata kepada Bree untuk mengatakan syarat apa yang diinginkan oleh Bree selanjutnya.
" syaratnya kita menikah dengan orang hasil usaha dan kerja kamu sendiri sayang"
"Bukan dari uang Daddy dan Nana" kata Bree mengatakan syarat berikutnya kepada Arga.
__ADS_1
"Oke sip" ujar Argha yang langsung setuju dengan syarat yang diajukan oleh Bree kepada dirinya.
Bree kaget saat mendengar Argha yang langsung saja setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bree sebentar ini tanpa memikirkan terlebih dahulu jawaban yang akan diberikan oleh dirinya kepada Bree.
"Kamu langsung main oke saja sayang" ujar Bree sambil menatap ke arah Argha yang langsung saja main angguk dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bree sebentar ini.
"Ngapain di pikir lama lama sayang" jawab Srgha sambil menatap ke arah Bree.
Argha kemudian menggenggam tangan Bree dengan sangat erat. Dia menepuk nepuk punggung tangan Bree dengan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan oleh Bree dan Argha.
"Tapi maukah kamu menyetujui apa yang sebentar lagi akan aku katakan?" ujar Argha yang sekarang mengajukan apa permintaannya kepada Bree.
"Mau. Apa?" ujar Bree kepada Argha.
Bree juga penasaran kenapa tiba tiba Argha meminta sesuatu dari dirinya. Bree sangat kaget saat Argha meminta suatu hal kepada Bree.
"Aku mau kalau semua acara pernikahan dan pesta di berikan kepada Nana dan Mami" ujar Argha yang sangat ingat bagaimana hebohnya kedua nyonya besar itu saat mereka merancang setiap pesta yang akan dilakukan oleh keluarga besar mereka.
"Hahaha hahaha, aku kira kamu mau minta apa sama aku sayang." ujar Bree sambil tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan oleh Argha.
"Kok kamu ketawa sayang?"ujar Argha yang heran melihat Bree yang tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan oleh Argha kepada dirinya.
"Bener juga sayang. Udah mau maghrib. Ayuk pulang" ujar Argha mengajak Bree untuk pulang ke mansion masing masing.
Mereka kemudian anak sepeda masing masing. Mereka kemudian mengayuh sepeda itu menuju mansion.
" Hai tuan muda yang tampan, kamu dari mana saja. Jam segini baru pulang" ujar Ghina menyapa anak laki lakinya paling bontot yang baru pulang dari luar.
"Hay nana paling cantik dan paling tampan sedunia. Aku baru pulang kencan dengan kekasih tercinta diriku, calon menantu tercantik Nana" ujar Argha dengan sengaja menggoda Ghina.
"Hahaha hahaha memang lah ya Gha, kalau orang baru jatuh cinta sangat susah untuk dimengerti" kata Ghina sambil melirik sekilas anak nya itu.
"Nana kayak nggak pernah jatuh cinta aja." jawab Argha yang langsung duduk di kursi mini bar sambil melihat ke arah Nana yang sedang sibuk membuka buah.
" jangan salah kamu, antara Nana dan Daddy. Daddy lah yang ngejar-ngejar Nana dari dulu." kata Gina menjawab tuduhan dari Arga.
__ADS_1
" Oh jadi aku nih yang ngejar-ngejar kamu" kata Aris menjawab perkataan yang diberikan oleh Gina kepada Arga.
" lah kan emang kenyataannya begitu sayang, kamu yang ngejar-ngejar aku bukan aku juga" kata Gina yang tidak mau Aris mengatakan kalau dialah yang mengejar-ngejar Aris.
" mana ada sayang kamu yang ngejar-ngejar aku kok" kejar Aris tidak mau kalah.
" Enggak ah mana ada kamu" ujar Ghina yang tetap tidak mau mengalah melawan Aris.
Argha yang melihat kedua orang tuanya sudah mulai ribut tersebut, memilih untuk meninggalkan Daddy dan Nana untuk menuju kamarnya. Arga akan memilih untuk membersihkan badannya terlebih dahulu sebelum mereka makan malam keluarga.
Frenya yang melihat Argha pergi dengan cara diam-diam, hanya bisa tersenyum saat mengetahui kenapa Adik bontotnya itu meninggalkan kedua orang tuanya dengan cara diam-diam.
" Daddi sama Nana meributkan apa coba?" ujar freenya bertanya kepada kedua orang tuanya saat dia sudah meletakkan bokong indahnya untuk duduk di kursi mini bar menunggu Juan pulang dari perusahaan.
" kami nggak ada ribut apa-apa" jawab Aris yang tidak ingin Frenya menertawakan mereka berdua karena permasalahan konyol yang sedang mereka bicarakan.
Vina kemudian melihat ke sebelah kiri Frenya dan juga ke sebelah kanan Frenya. Frenya dan Aris dengan latahnya juga melihat ke kiri dan kanan mereka masing masing seperti yang dilakukan oleh Ghina.
"Apa yang kamu cari sayang?" ujar Haris saat melihat Ina sibuk mencari sesuatu yang sepertinya hilang dari penglihatannya saat ini
" bocah yang bikin kita ribut tadi mana dia sayang?" Kata Gina yang tidak melihat lagi keberadaan Arga di dekat mereka saat ini.
" jadi Argha yang bikin Nana dan Daddy ribut?" tanya frenya yang sudah tahu kenapa keributan terjadi antara kedua orang.
"Ya gitulah" jawab Aris sambil mengambil sepotong pepaya yang sudah di iris Ghina.
"Daddy sama Nana, nggak juga jera ya. Jelas Argha akan selalu membuat Daddy dan Nana ribut. Tapi masih juga mau dijahili dia" kata Frenya sambil melihat dan menggeleng gelengkan kepalanya kepada kedua orang tuanya itu.
Aris dan Ghina saling memandang mereka berdua sama sekali tidak sadar kalau sudah dikerjai oleh Argha dari tadi.
"Jadi, kita berdua di kerjai oleh anak kecil itu?" ujar Ghina bertanya kepada Aris sambil menatap ke wajah Aris.
"Haha haha haha" Aris tertawa ngakak saat sadar kalau dirinya telah di tipu mentah mentah oleh Argha.
"Ya mau gimana lagi sayang. Itulah anak kita. Kita mah terpaksa hanya bisa bersyukur saja lagi" kata Aris selanjutnya sambil tersenyum kepada Ghina yang mengeluhkan kelakuan Argha sebentar ini kepada dirinya.
__ADS_1
"Bapak sama anak sama aja. Sama sama mabok" ujar Ghina sambil mengambil piring buah yang sudah terisi penuh dengan buah potong.
Juan yang baru pulang dari perusahaan menatap ke arah kedua mertuanya itu. Juan melihat kalau mereka berdua terlihat sedang sedikit heboh.