Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
EKSTRA 3


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan oleh Frenya sudah berbelok masok ke dalam mansion milik Argha.


"Bree, tengok tuh sahabat terbaik kamu sejak kecil, udah nunggu di tangga mansion seperti orang yang udah nggak sabaran lagi mau pergi" ujar Frenya kepada Bree yang menertawakan gaya Argha yang duduk di tangga mansion.


Frenya memberhentikan mobil tepat di depan Argha. Frenya membuka kaca jendela mobilnya.


"Diusir dari mansion bro?" tanya Frenya kepada Argha sambil mengeluarkan kepalanya dari kaca jendela mobil.


"iya diusir gara gara nungguin uni uni berdua ini yang ternyata sibuk berfhoto fhoto di balkon kamar Bree" ujar Argha mengatakan apa yang menyebabkan Frenya dan Bree bisa telat menjemput dirinya ke mansion.


Padahal Argha sudah siap dari tadi untuk berangkat ke bandara. Hanya karena menunggu Frenya dan Bree yang sibuk berpose pose ria membuat dia menjadi kesal sendiri kenapa terlalu cepat siap dan percaya saja dengan Frenya yang mengatakan dia akan cepat kembali dari mansion Bree.


"Sorry sorry. Ayuk naik cepat. Lebih cepat kamu naik, maka lebih cepat kita sampai di mall" ujar Frenya kembali menjahili Argha.


" ye ye ye" ujar Argha yang sama sekali tidak membawa apa apa untuk pergi ke negara I.


"Nggak bawa koper Gha?" tanya Bree kepada Argha yang berjalan santai saja.


"Nggak" jawab Argha yang sudah nyaman duduk di kursi belakang.


"Gha, kamu yang bawa mobil lah. Masak Uni" ujar Frenya yang malas mengemudikan mobil masuk ke kota.


"Uni ajalah. Aku tadi udah bawa mobil juga dari kampus" ujar Argha menolak untuk membawa mobil ke mall.


Argha sudah bisa membayangkan betapa ramainya jalan sekarang. Membawa mobil dalam keadaan jalan yang sangat ramai membutuhkan kesabaran tingkat dewa yang harus disiapkan oleh Argha. Sedangkan Argha tidak memiliki stik kesabaran yang banyak, makanya dia memilih untuk tidak membawa mobil sekarang menuju pusat kota.


"Dasar pemalas" ujar Frenya sambil menatap ke arah Argha.


"Dikitnya" jawab Argha sambil tersenyum kepada Frenya dan Bree yang cemberut mendengar jawaban yang diberikan oleh Argha.


Frenya kemudian mengemudikan mobilnya menuju mall pusat kota. Dua mobil mengikuti dari belakang yang isinya adalah asisten pribadi Frenya, Argha dan Bree.


"Uni, kalau sepelan ini bawa mobil, kapan kita sampe Uni" ujar Argha kepada Frenya yang komplen dengan cara Frenya membawa mobil yang terlalu pelan untuk ukuran kota besar seperti di negara A.

__ADS_1


"Ye protes. Disuruh bawa nggak mau. Sekarang protes." ujar Frenya menatap ke arah Argha dari kaca spion mobil mereka.


"Gimana lagi. Uni harus bawa mobil agak lebih ngebut dari pada ini Uni" ujar Argha yang tidak bisa membayangkan jam berapa mereka akan sampai di mall kalau Frenya bawa mobil sepelan ini.


"Gimana kalau Argha aja yang bawa mobil, biar Uni duduk di belakang" ujar Frenya kepada Argha sambil tersenyum kearah adiknya itu.


"Ogah. Serah Uni ajalah mau bawa mobil kayak apa. Kalau kita telat, Uni juga yang akan telat sampe bandara" ujar Argha mengingatkan kalau mereka harus sampai cepat di bandara karena pesawat aka berangkat sore.


"Ye ngancem" ujar Frenya yang menambah kecepatan mobilnya menuju pusat kota.


Argha cukup senang saat melihat mobil sport keluaran terbaru miliknya itu sudah melaju dengan cukup kencang menuju pusat kota.


"Nah itu baru keren. Masak iya mobil sport melaju pelan kan nggak keren uni" ujar Argha memuji kakak perempuannya itu.


"Pinter" ujar Frenya.


Frenya membelokkan mobilnya masuk ke parkiran mall yang terlihat sangat besar itu. Frenya, Argha dan Bree kemudian turun dari dalam mobil. Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam mall untuk mencari hadiah yang akan diberikan kepada Daddy dan Nana sebagai hadiah pernikahan dari Argha, dan Frenya.


"Belum tau, tengok di situ aja nanti" ujar Frenya kepada Argha.


"Pokoknya jangan bentrok ya Uni. Nanti sama sama beli tas kita susah" ujar Argha.


"Aman, kita berdua sesuaikan apa yang akan kita beli" ujar Frenya kepada Argha.


Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam toko brand ternama tersebut. Argha dan Frenya serta Bree yang memang menjadi salah satu langganan di brand tersebut langsung saja menuju karyawan yang berada di balik meja. Mereka duduk di kursi yang ada di sana.


"Siang Tuan Argha, Nona Bree, Nona" ujar Manager yang tidak mengenal siapa nama Frenya.


"Frenya" ujar Frenya menyebutkan namanya.


"Nona Frenya selamat datang." ujar Manager melanjutkan menyapa mereka bertiga.


"Tuan dan Nona mau beli apa?" tanya manager dengan ramah kepada tamu VVIP mereka.

__ADS_1


"Bisa keluarkan semua barang barang koleksi terbaru bulan ini?" ujar Argha meminta manager untuk memperlihatkan kepada mereka model terbaru dari brand tersebut.


"Bisa Tuan" ujar Manager.


Manager kemudian meminta pelayan untuk mengambilkan semua produk produk terbaru mereka bulan ini.


Karyawan kemudian menaruh semua produk terbaru mereka di atas meja. Produk yang terdiri atas, tas, sepatu, sendal, pakaian, dan juga syahl. serta yang lainnya.


Argha dan Frenya memilih produk yang akan mereka berikan kepada Nana dan Daddy. Masing masing mereka mengambil dua buah benda dari brand tersebut.


"Uni ngambil apa?" tanya Argha kepada Frenta.


"uni sandal dengan tas. Sandal untuk Daddy dan tas untuk Nana." ujar Frenya yang mengambil dua buah benda dari atas meja itu.


"Kamu?" tanya Frenya yang penasaran dengan barang yang akan dipilih oleh Argha untuk Daddy dan Nana.


"Dua buah sweter" ujar Argha mengangkat pilihan kado yang akan diberikan kepada Daddy dan Nana mereka.


"Ya elah Gha. Kok itu doang. Tambahlah" ujar Frenya kepada Argha.


Frenya tidak menyangka Argha akan mengambil dua barang itu saja. Frenya mengira Argha akan mengambil barang barang yang lebih mahal dari pada sweater.


"Uni, Argha ini masih mahasiswa, jadi uang Argha pas pasan. Kalau Argha beli dengan uang yang di kasih Nana, ya sama aja Argha nggak belikan kedua orang tua kita hadiah. Berarti Argha hanya bantu memilihkan" ujar Argha menjawab pertanyaan dari Frenya.


"Argha beli ini semua dengan uang Argha sendiri. Makanya Argha hanya beli ini, karena Argha hanya mampu membelikan Nana dan Daddy itu." lanjut Argha menjelaskan kepada Frenya kenapa Argha memilih untuk membeli dua buah sweater saja untuk Nana dan Daddynya sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka.


"Keren" ujar Frenya dan Bree kompak.


Mereka memberikan jempolnya untuk Argha.


Setelah melakukan pembayaran dan juga pelayan toko sudah membungkus kado mereka dan memberi kode untuk masing masing kado. Frenya, Argha dan Bree langsung menuju bandara. Pesawat mereka akan lepas landas lebih kurang satu jam lagi.


Kali ini menuju bandara yang membawa mobil adalah Argha. Kalau masih Frenya yang membawa mobil, bisa dipastikan pesawat akan mundur lagi jadwal penerbangannya. Argha tidak mau hal itu terjadi. Dia ingin cepat sampai di negara I. Argha sudah kangen Nana dan Daddy serta ponakan kecilnya anak dari Daniel yang sedang dalam masa lucu lucunya

__ADS_1


__ADS_2