Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Menduga Duga


__ADS_3

" Mas Andi selalu bersama nya, sehingga uang bulanan saja sekretaris nya yg mengantarkan nya apakah Mas Andi sendiri tidak bisa mengantarkan atau mentransfer uang nya ke rekening aku,? ". Ucapku kesal.


selalu saja ada orang ketiga dalam rumah tangga kami, dulu juga sempat sperti itu, Mas Andi terperangkap oleh rayuan maut seorang wanita, hingga ia bangkrut, dan sekarang karirnya mulai naik, ada lagi yang mengganggu nya dan ingin menjatuhkan, sperti itulah Mas Andi jika sudah mau naik karirnya selalu saja begitu,.


Aku tidak mau Mas Andi kembali ke dalam lembah yang akan menjatuhkan karirnya, aku harus berusaha agar Mas Andi sadar bahwa apa yang ia lakukan itu salah,.


Aku harus tetap mengawasi Mas Andi bagaimana kelakuan ia di luaran sana.


kenapa aku lakukan ini, karena firasat seorang istri jarang meleset, aku juga masih menunggu Mas Andi yang blm datang ke alamat hotel yang aku berikan,. hati mulai cemas karna takut jika suamiku itu mabuk-mabukan dan bermain perempuan diluar sana, rasa cemburu pasti ada pada semua istri, yang lebih di takutkan ia hanya di manfaatkan saja oleh teman-teman nya, karna teman nya hanya ingin uang nya saja,.


apalagi dengan usahanya yang sekarang sedang naik pesat, aku harus selalu mengingat kan Mas Andi untuk hal ini.

__ADS_1


malam semakin larut, Mas Andi juga tak kunjung datang, rasa hati ini smakin cemas, ada apa dengan Mas Andi sebenarnya,?


" Mas, kenapa kamu belum juga datang menemui ku mas, bukan kah tadi sudah aku kasih alamat ku ke kamu,?". Ucapku menggerutu.


detik tiap detik berlalu, sampai aku tertidur di sofa karena menunggu kedatangan Mas Andi suamiku,.


Aku terbangun dan lalu melihat arah jam dinding yang menunjukkan pukul 02:36 pagi, air mataku menetes karena Mas Andi juga tak datang menemuiku.


waktu menunjukkan sudah pukul 04:45 pagi, waktu sholat subuh sbntar lagi, aku juga langsung menunggu selesai adzan, dan aku pun langsung sholat subuh,.


stlah sholat subuh, hati adem ayem, dan berusaha aku lupakan smua yang terasa menyedihkan, seiring jalan nya waktu detik, menit, dan jam aku mulai terbiasa, namun aku tetap mengawasi gerak gerik suamiku dari kejauhan, agar tak mencolok, dan dia juga merasa risih akan kehadiran ku.

__ADS_1


" Mas kenapa, kamu menjauhi aku, apa salah ku Mas,? ". Ucapku, namun tidak terlalu sedih karna sudah terbiasa,..


" Hey,, "... sapa sahabat ku Zera.


Membuatku segera membuyarkan smua lamunanku, dan kembali berbincang kepada Zera sahabat baikku.


" Kamu kenapa beib,,? " Tanya Zera padaku.


biasa aku bercerita segala hal pada Zera, namun masalah yang ini aku tidak ingin memberi tau apapun padanya,.


aku hanya tersenyum, dan menggeleng, aku mulai mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain agar ia (Zera) melupakan apa yang baru saja trjadi dan menjadi pertanyaan nya tentang ku,.

__ADS_1


akhir nya ia melupakan pertanyaan nya tadi dan menyambung cerita yang membuat aku happy sejenak...


__ADS_2