Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Pengakuan Mira


__ADS_3

"Mami, Papi, kami permisi pulang dulu. Mira sepertinya butuh istirahat" kata Bayu memberikan alasan kepada keluarga Soepomo. Bayu tau Mira sudah tidak nyaman dengan semua pertanyaan dan pembicaraan hari ini.


"Ya udah, hati hati di jalan. Mira" panggil mami kemudian.


"Apa Mi?" kata Mira dengan kaget karena mami memanggilnya dengan memelas seperti itu.


"Sayang kalau nanti kamu ada komunikasi dengan Gina tolong katakan Mami kangen sayang" kata Mami sambil mengusap air matanya yang menetes, mami sangat mencintai Mira. Mami sudah menganggap Mira putri kandungnya sendiri.


"Siap Nyonya bos. Seandainya Mira ada komunikasi dengan Gina maka akan Mira sampaikan Nyonya bos pesan dari nyonya bos" kata Mira sambil bercanda garing.


"Terimakasih sayang. Kamu pilihan terbaik Bayu selama ini" kata Mami.


Mira sebenarnya mau bertanya kepada Mami. Tetapi tiba tiba Bayu memegang tangannya. Mira tau dia hanya perlu bertanya kepada Bayu tidak kepada yang lain, termasuk Mami.


"Kalau gitu Mira permisi pulang dulu ya Mi."


"Hati hati bawa mobilnya Bay. Jaga baik baik menantu Mami. Jangan kayak yang ono" kata Mami sambil menunjuk Aris.


"Kalau yang ono ogeb mi." jawab Bayu kepada Mami dengan terus terang.


"Bukan ogeb tapi goblok" kata Mami dengan menekankan kata goblok.


"Hahahahahaha" Bram dan Papi sontak tertawa berbarengan. Sedangkan Aris yang dikatakan goblok oleh mami hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia memang salah jadi dia akan menerima semua perkataan keluarganya.


Bayu menggandeng tangan Mira untuk masuk kedalam mobilnya. Mereka akan menuju kafe milik Bayu untuk makan sore. Sepanjang jalan Mira merebahkan kepalanya ke pundak Bayu.


"Mau cerita sayang?" tanya Bayu kepada Mira.


"Mau sayang. Tapi siap makan. Kita cerita sambil mengendarai mobil keluar kota ya. Tapi kamu pinjam mobil orang lain aja." kata Mira menjelaskan keinginannya kepada Bayu.


"Kenapa?" tanya Bayu dengan herannya..


"Ikuti aja sayang. Jangan banyak tanya. Aku laper. Kamu tau kan kalau aku laper maka setan ku akan muncul" jawab Mira dengan memperlihatkan ginsulnya.


"Tau sayang. Kamu kalau laper bisa menjadi drakula" jawab Bayu sambil mencubit hidung Mira.


"Makasi sayangku." jawab Mira.


Bayu dan Mira sampai di kafe milik Bayu. Kafe dengan suasana pedesaan yang nyaman. Kafe yang selalu menjadi favorit warga ibu kota untuk melepaskan lelah dan kejenuhan akibat dari rutinutas mereka di ibu kota


"Sayang mau makan apa?"


"Semua yang enak sayang. Aku udah semingguan nggak makan enak" jawab Mira sambil tersenyum kepada Bayu.


"Oke. Aku yang masak mau?"


"Nggak sayang" teriak Mira dengan kuat.


"Hahahahahahaha. Kamu belum tau aja sayang" kata Bayu kepada Mira.

__ADS_1


"Biarin aja. Daripada aku mati kamu racun ya nggak mau aku" kata Mira kepada Bayu sambil tersenyum simpul.


"Awas ya besok aku masakin kamu kecanduan maka aku nggak akan masakin kamu"


"Ye" jawab Mira dengan memencet hidung nya.


Bayu kemudian pergi menuju tempat memesan makanan. Bayu memesan semua menu spesial yang ada di kafe miliknya itu. Mira yang melihat bagaimana luwesnya Bayu, tersenyum bahagia. Dia sangat senang memiliki kekasih seperti Bayu. Seorang pria pekerjakeras yang sangat loyal dan bersahabat dengan semua orang. Bayu yang sadar sedang diperhatikan oleh wanitanya, tersenyum bahagia. Dia menemukan wanita yang paling tepat di dalam hidupnya.


Setelah memesan makanan dan melakukan beberapa pekerjaan, Bayu kemudian melangkahkan kakinya kembali menuju tempat Mira yang sedang duduk cantik di sebuah saung di atas kolam dan menghadap ke sungai kecil yang mengalir air jernih.


"Kenapa merhatikan aku begitu kali"


"Is geer, siapa juga yang merhatiin kamu" kata Mira sambil membuang pandangannya dari Bayu.


"Alah ngaku aja. Kamu kagumkan dengan aku".


"Mana ada kagum. Enek iya. Hahahahahaa" tawa Mira pecah karena ke sok gantengan Bayu yang menerpa dirinya.


Menu makanan siang yang dinantikan Mira akhirnya datang juga. Mira langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi serta lauk dan sayur yang ada di atas meja.


"Satang, aku mohon kali ini nggak ada pake acara ngobrol ya. Aku mau serius makan" kata Mira sebelum berdoa.


"Oke sip"


Mira dan Bayu makan dengan sangat lahap. Mereka berdua memindahkan semua makanan yabg tersedia ke dalam perut masing masing. Makan siang yang begitu enak. Apalagi bagi Mira yang beberapa hari ini harus mengikuti selera Gina yang sedang bumil muda. Bagi Bayu ini juga makan siang ternikmat selama beberapa hari. Bukan karena masakan tetapi karena Mira yang tidak ada di sisi Bayu.


"Sayang, ayuk kita harus jalan lagi. Perjalanan kita masih jauh lo" kata Mira kepada Bayu yang masih aja duduk santai menikmati kopi es nya.


"Mana ada. Ayolah cepat" Mira mendesak Bayu agar cepat menyelesaikan ritual minum kopinya.


Bayu meneguk kopi es terakhirnya. Dia nggak mau singa betina yang terkenal kejam ini mendadak marah dan melakukan serangan jarak dekat. Beladiri Bayu tidak sepaten Mira.


"Ayuk jalan." kata Bayu keoada Mira.


"Tapi mobilnya?" Mira terlihat ragu ragu.


"Tenang, aku udah nukar mobil dengan manager. Jadi kita aman" jawab Bayu menjawab keraguan dari Mira.


"Okey. Mari kita melala" kata Mira sambil menggamit tangan Bayu.


Semua mata yang melihat berdecak kagum dengan ketampanan dan kecantikan sepasang anak manusia itu. Mereka berdua berjalan dengan anggunnya. Mereka tidak menghiraukan sedikitpun tatapan tatapan dari mata mata yang memandang mereka dengan berbagai makna. Ada yang kagum, kecewa dan malahan ada yang iri. Bayu membawa Mira masuk ke dalam mobil milik manager restoran. Bayu melajukan mobil yang dikendarainya sesuai dengan nama daerah yang dikatakan Mira.


"Jadi sebenarnya Gina kabur kemana sayang?"


"Ke rumahnya sendiri sayang" jawab Mira sambil melihat kearah Bayu.


"Pulang ke rumah keluarga Wijaya?" tanya Bayu dengan heran.


"Eeeeee kalau ke rumah keluarga Wijaya ngapain aku nyuruh kamu bawa mobil ke daerah X" jawab Mira kesal dengan keogeban Bayu yang mendadak muncul.

__ADS_1


"Hahahahaha. Jangan pake emosi. Santuy" kata Bayu kepada Mira.


"Jadi gini, Gina pergi ke rumah peristirahatan yang baru dibelinya. Sepertinya Gina udah memiliki firasat akan terjadi hal yang di kafe itu. Rumah itu baru dibeli Gina tiga hari sebelum kejadian" kata Mira menjelaskan tempat Gina selama ini tinggal.


"Kenapa mobil Gina, ponsel Gina nggak bisa kami lacak?" tanya Bayu yang makin penasaran.


"Hahahahaha. Nggak ada pertanyaan lebih ogeb lagi sayang yang mau diajuin ke aku nya?" tanya Mira sambil menyipitkan matanya melihat ke arah Bayu.


"Mira" kata Bayu dengan menekankan kata Mira


"Hahahaha. Iya iya. Kamu kan tau Gina seorang hacker yang luar biasa. Makanya jangankan menghilabgkan jejak digital melenyapkan sebuah perusahaan ternama aja hanya seujung kuku bagi Gina" kata Mira.


"Jadi Gina sudah menyiapkan ini semua?"


"Yup. Gina sudah merancang ini semua dengan sangat sempurna."


"Kamu, Kak Bram dan Kak Aris tadi memberhentikan dua mobilkan. Satu mobil Gina sedangkan yang satu lagi adalah mobil yang aku dan Sari pake untuk menyusul Gina." Mira berhenti sejenak. Dia meminum air mineral terlebih dahulu.


"Itu beneran mobil kami. Dua orang wanita yang turun dari mobil adalah anggota kami. Mereka berdua terkenal dengan kelincahan dalam penyamaran." lanjut Mira.


"Terus, kamu kenapa pulang sedangkan Sari tidak?" tanya Bayu.


"Jadi nggak seneng aku balik. Ya udah kalau gitu. Sampe sana aku nggak akan mau balik lagi" kata Mira sambil menarik tangannya dengan kasar dari genggaman Bayu.


"Bukan gitu sayang. Aku cuma tanya motif kamu balik apa?"


"Karena aku nggak sanggup jauh dari kamu" jawab Mira sambil memeluk Bayu.


"Terus kenapa pake boong bilang pulang kampung?" tanya Bayu kepada Mira.


"Ya nggak mungkinlah aku ngomong aku dimana. Nanti kamu bilang ke Aris bego itu pula nanti"


"Hahahahaha. Nggak bakalan sayang. Malahan aku suka Gina pergi agak lama. Biar tu makhluk ajaib sadar." kata Bayu dengan emosinya.


Tak terasa mereka akhirnya sampai di depan hotel yang ditempati Gina dan Sari. Bayu melihat hotel itu. Mira juga sama.


"Kamu mau tinggal?" tanya Bayu kepada Gina.


"Nggak sayang. Aki ikut kamu" jawab Mira dengan senyum tulusnya.


"Aku mencintaimu sayang"


"Aku mencintaimu selalu sayang" balas Mira.


Bayu kemudian mengarahkan mobilnya menuju ibu kota kembali. Hati Bayu sudah tenang, istri dari sahabatnya berada di tempat yang tepat.


Gina yang membaca pesan pesan yang dikirim Aris, langsung menangis histeris. Dia memeluk kedua kakinya dengan begitu keras. Sari tau ini tidak pertanda baik bagi kesehatan Gina.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Maaf kakak sayang, aku masih sakit, makanya up nya lana. Maafin aku ya kakak.


Episode berikutnya, apa yang akan terjadi dengan Gina???? Apa yang akan dilakukan oleh Afdhal setelah mengetahui apa yang terjadi antara Aris dan Gina


__ADS_2