
Hendri melajukan mobilnya menuju hotel Soepomo Grub yang baru saja di bangun di ibu kota negara I. Sebenarnya bukan hotel baru, tetapi bangunannya baru siap diperbaharui karena satu dan lain hal.
Hendri mengemudikan mobil dalam kecepatan sedang menuju hotel tempat acara akan dilaksanakan. Tepat setelah tiga puluh menit berkendara dari tempat penjual bucket bunga tadi, mobil yang dikendarai Hendri sudah masuk ke dalam perkarangan hotel Soepomo Grub. Salah satu hotel terbesar yang ada di negara I.
Hendri kemudian memarkir mobil yang dikemudikan nya di tempat parkir khusus pemilik hotel.
"Tuan muda, kita sudah sampai" ujar Hendri kepada Argha.
Argha yang masih sibuk dengan ponselnya menatap ke arah luar. Ternyata dia memang sudah sampai di tempat acara akan diadakan.
"Mari kita masuk Hendri. Kita harus pastikan semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada sedikitpun kekurangan yang terjadi dalam acara malam ini" kata Argha yang tidak ingin ada sedikitpun kesalahan atau kejanggalan yang terjadi pada acara malam ini.
Argha memasang jasnya kembali. Saat itulah sebuah pesan chat berupa kiriman fhoto masuk ke dalam ponsel Argha.
Argha membuka pesan dengan nada khusus itu. Dia melihat di sana fhoto Bree sedang memeluk bunga ukuran super besar itu terpampang di layar ponsel milik Argha.
'Aku mencintaimu. Aku tahu makna dari jumlah bunga yang kamu kirimkan' bunyi pesan chat yang dikirim setelah fhoto buket bunga tersebut.
'Aku juga sama, merasakan hal yang sama dengan yang kamu rasakan sekarang. Tapi aku nggak akan mungkin mengirimkan bunga kepada kamu' bunyi pesan kedua.
Argha membaca pesan sambil senyum senyum simpul. Hendri yang melihat Tuan mudanya tersenyum hanya bisa geleng geleng kepala saja.
"Orang jatuh cinta memang jadi gila" ujar Hendri pelan. Hendri takut Argha mendengar dan bisa langsung murka nanti.
'Kamu lanjut kerja dulu ya. Aku mau ber fhoto fhoto dengan kiriman bunga yang sangat manis ini' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Bree berikutnya.
'Semangat kerjanya sayang. Aku mencintaimu' bunyi pesan chat berikutnya.
Argha kemudian mengetik pesan chat balasan yang akan dikirimkan Argha kepada Bree.
__ADS_1
'Aku juga mencintai kamu. Aku kerja dulu ya. Sampai jumpa nanti malam' bunyi pesan chat yang diketik dan dikirim oleh Argha kepada Bree.
Bree tersenyum membaca pesan chat tersebut. Bree sangat tahu kalau Argha sekarang sedang sibuk. Tapi Bree tidak membayangkan dan tidak tahu kalau mulai nanti malam kekasihnya itu tidak akan menjadi mahasiswa lagi.
"Jalan Hendri" ujar Argha yang telah memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam saku saku jas.
Hendri dan Argha kemudian berjalan masuk ke dalam hotel. General manager yang ditugaskan untuk mengelola hotel sudah menunggu kedatangan Argha dari tadi.
"Tuan muda" sapa general manager kepada Argha.
Argha hanya balas mengangguk saja. Mode seorang CEO dan mode dari Tuan Muda Argha Aris Wijaya Soepomo sudah diaktifkan oleh Argha. Siapapun yang melihat Argha sekarang akan mengatakan kalau orang dibalik topeng ganteng itu adalah sosok yang pemarah dan dingin.
Mereka bertiga kemudian berjalan menuju ballroom hotel tempat acara akan dilangsungkan.
Argha dan Hendri melihat semua pekerjaan yang telah diselesaikan.
"GM, apa kamu yakin semua ini akan siap nanti malam?" tanya Argha dengan nada dingin.
General manager yang mendengar apa yang dikatakan oleh Argha menjadi ciut sendiri nyalinya. Dia tidak menyangka Argha yang akan datang mengurus acara itu. Mereka semua mengira yang datang adalah Frenya. Tetapi saat Frenya menghubungi GM dan mengatakan yang akan datang adalah Argha membuat semua karyawan tersenyum. Ternyata oj ternyata Argha lebih kejam dari pada Frenya.
"Saya tidak mau tahu. Satu jam kedepan semua sudah terpasang. Hari sudah pukul sebelas yang kalian selesaikan baru ini saja. Kalian kira aku akan membiarkan ini terjadi. Atau perlu orang dari GA Grub datang untuk menyelesaikan tugas kalian ini?" lanjut Argha dengan emosi.
"Hendri. Paksa mereka untuk menyelesaikan dalam waktu cepat. Saya ke atas dulu. Sempat saya turun satu jam lagi masih seperti ini, mereka akan tau akibatnya" ujar Argha yang sudah sangat marah.
"Kerja gila kayak gini"
Argha mulai emosi melihat perkembangan pekerjaan yang dilakukan oleh orang orang yang ada di Soepomo Grub. Pekerjaan kecil yang tidak bisa mereka selesaikan dalam waktu cepat. Hal ini benar benar membuat Argha marah.
Argha berjalan meninggalkan ballroom tersebut. Dia berjalan menuju ruangan CEO yang ada di lantai sembilan hotel mewah itu. Sedangkan Hendri menggantikan Argha untuk melihat lihat sampai mana proyek atau pekerjaan yang telah mereka lakukan.
__ADS_1
Seorang karyawan mendekati GM hotel tersebut.
"Siapa itu Tuan?" tanya karyawan tersebut sambil melihat ke arah punggung Argha yang menghilang di balik pintu ballroom.
"Tuan muda Argha. Kenapa?" tanya General Manager sambil menatap ke arah karyawan tersebut sekilas.
"Tidak, saya kira dia siapa tadi karena songongnya" ujar karyawan sambil berlalu dari hadapan General Manager.
Hendri yang mendengar apa yang dikatakan oleh karyawan itu langsung berdiri dari kursinya.
"Anda sini" ujar Hendri kepada karyawan itu.
Karyawan kemudian berjalan ke arah Hendri. Hendri menatap karyawan itu dengan tatapan merendahkan sekali.
"Kamu kalau ngomong tolong hati hati. Jangan asal ngomong saja. Tuan muda Argha bukanlah orang yang sombong. Kalian sendiri yang salah kerja dari kemaren masih segini baru yang siap. Kalian memang harus siap siap berakhir jadi gembel hanya lewat satu telpon saja" ujar Hendri menatap karyawan yang sekarang nyalinya sudah menciut.
"Maafkan saya Tuan" jawab karyawan.
Karyawan itu kemudian berlalu setelah Hendri memberikan kode untuk dia pergi.
"Nasib semua karyawan di tangan Anda GM. Tinggal lima puluh menit lagi. Tuan muda tidak mau tau dengan alasan kalian, jadi dia akan dengan gampang mendepak kalian dan dikembalikan ke daerah kalian masing masing" ujar Hendri menakut nakuti GM.
"Siap Tuan Asisten. Saya akan pastikan satu jam lagi sudah terlihat kemajuan" kata GM menjawab keraguan dari Hendri.
"Sip" jawab Hendri.
Hendri kemudian mencari General Manager yang sedang mete mete di dekat karyawannya. Hendri mendengar semua yang dikatakan oleh Manager tersebut. Karyawan yang melihat kedatangan tuan muda itu mulai menggosipkan Tuan Muda mereka. Mereka sama sekali tidak terpikir ada Hendri di dekat mereka.
"ehm ehm ehm" bunyi batuk Hendri.
__ADS_1
Hal itu membuat general manager menjadi sangat salah tingkah. Tuan muda dan asisten sama sama memegang prinsip dan sama sekali tidak bisa di ganggu gugat.