Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Pengungkapan


__ADS_3

Mandi dulu sana. Aku mau cerita sama kamu." ucap Gina.


"Mau bareng?" tanya Aris menawarkan sesuatu ke Gina.


"Nggak. Capek semalaman kemaren belum ilang." jawab Gina sambil mendorong Aris masuk ke dalam kamar mandi


"Gina mau cerita apa ya?" ujar Aris yang penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Gina. Aris sama sekali belum mendapatkan gambaran apapun.


Aris mandi dengan sangat ceoat. Dia sudah penasaran dengan hal apa yang akan diceritakan oleh istrinya itu. Jarang jarangnya Gina mengajak Aris untuk berbicara serius.


"Apa dia mau cerita kenapa mereka sampai pergi dari rumah ya?" ujar Aris yang masih berusaha menerka nerka tentang hal yang akan diceritakan oleh Gina kepada dirinya.


"Ngapain tu orang lama banget di kamar mandi. Pingsan kali ya?" ujar Gina yang dari tadi merasa sangat lama menunggu Aris keluar dari kamar mandi.


Aris yang merasa sudah terlalu lama di dalam kamar mandi memilih untuk mendengarkan cerita Gina.


Dia kemudian keluar dari kamar mandi. Aria memakai pakaiannya yang sudah di sediakan oleh Gina di depan meja rias.


Setelah selesai memakai pakaian dan srdikit merapikan penampilannya. Aris menemui Gina di ruang tamu kamar hotel. Aris duduk tepat di sisi Gina.


"Ada apa sayang?" tanya Aris main langsung saja.


"Pasti kamu tadi di dalam berusaha mencari tau apa yang mau aku katakan ya sayang?"


Aris mengangguk, memang benar apa yang ditebak oleh Gina. Dia dari tadi memang berpikir apa yang akan dibicarakan oleh Gina.


"Sayang sebelumnya aku meminta maaf sama kamu tentang apapun yang akan aku ceritakan nantinya. Aku benar benar nggak ada maksud apapun. Nggak ada sama sekali maksud jahat atau buruk dari diriku."


Gina mengambil nafas terlebih dahulu. Gina kemudian menggenggam tangan Aris.


"Satu hal yang pasti bagaimanapun sebenarnya keadaan Aku dan Argha semua itu adalah berkay dirimu sayang. Jadi aku mohon setelah mendengar semua ini, kamu jangan membenci kami berdua." lanjut Gina.

__ADS_1


"Aku mohon sayang. Kami berdua hanya punya dirimu. Tidak ada yang lain."


"Sayang, apapun kondisi kalian berdua, aku nggak akan pergi. Aku akan tetap selalu bersama kalian, baik ataupun buruk kita akan selalu bersama sama. Aku sangat mencintai kalian semua, baik Argha, Daniel dan Frenya."


"Kamu tidak sedang meragukan cinta ku kan sayang?" tanya Aris kepada Gina.


"Sama sekali tidak. Aku sangat tau bagaimana cinta kamu kepada kami." jawab Gina sambil mengecup tangan suaminya itu.


"Jadi silahkan ceritakan sayang. Aku akan mendengarkannya." lanjut Aris.


Gina berjalan menuju meja mini bar. Dia mengambil berkas yang ada di sana. Gina kembali menuju Aris dengan berkas berkas yang dibawanya itu.


"Apa itu sayang?" tanya Aris.


"Ini semua adalah berkas berkas yang akan aku perlihatkan kepada mu sayang." jawab Gina.


Gina kemudian duduk kembali diposisinya tadi. Dia sudah siap untuk membongkar semuanya kepada Aris. Gina siap menerima semua resikonya setelah dia mengungkapkan kepada Aris.


Aris mengangguk.


"Sayang semua itu tak terlepas dari orang mengatakan kalau Arga adalah penerus yang akan menghancurkan Soepomo." lanjut Gina.


Aris mengangguk.


"Apakah pada saat itu kamu marah dengan Arga?" tanya Gina selanjutnya.


"Tidak sayang, aku sama sekali tidak marah dengan Argha. Keterpurukan Soepomo murni bukan kesalahan Arga, tetapi kesalahan Mami yang menghasut dan.menceritakan cerita yang tidak benar tentang Arga." jawab Aris dengan tegas.


"Aku percaya kamu sayang." jawab Gina sambil meremas tangan Aris.


"Nah saat Soepomo mulai goyah, Kak Bram menghubungi sekretaris dari perusahaan cabang GA Grub yang ada di negara I. Saat itu Frenya sedang berada di negara E untuk urusan perusahaan GA Grub yang di sana."

__ADS_1


"Saat aku tau kalau Kak Bram sedang berusaha menjalin kerjasama dengan perusahaan GA Grub, makanya Frenya aku suruh pulang ke negara I untuk bertemu dengan kamu dan kak Bram." lanjut Gina.


"Aku ingin melihat reaksi kamu saat bertemu dengan Frenya. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Alex dan yang lainnya. Kamu benar benar terlihat tidak seperti kamu. Aku dan Argha saat mendengar semuanya dari Frenya sangat merasa bersalah. Tapi apa mau dikata ada beberapa orang yang tidak mengkehendaki kami berada di sisi kamu saat itu." lanjut Gina.


"Siapa orangnya dan bagaimana kami bisa pwrgi dari rumah. Biarlah Arga yang menceritakan kepada kamu. Aku tidak berhak bercerita."


"Saat itu sebenarnya Frenya tidak mau bertemu dengan kamu karena kamu percaya hari itu kalau Daniel mencuri perhiasan Mami. Tapi karena Frenya tau dia adalah anak kamu, dia juga tau Daddynya sedang butuh dia, makanya Frenya tetap datang. Padahal kalau menurut hitungan perusahaan sebenarnya kami rugi bekerjasama dengan Soepomo." papar Gina.


"Tapi saat itu kami mengesampingkan semuanya. Bagi kami yang terpenting Soepono kembali bangkit. Apapun yang terjadi." lanjut Gina.


"Setelah kami masuk kedalam Soepomo. Frenya dan Alex menemui semua investor yang pergi. Mereka memaparkan kalau sampai mereka tetap mencabut kerjasama dengan Soepomo. Maka kami akan mencabut kerjasama kami dengan mereka."


"Akhirnya semua investor kembali ke perusahaan Soepomo. Nah kenapa saat itu Paman Hendri yang mendapatkan keberhasilan membujuk para investor, karena kami tidak ingin kami terlalu diketahui mencampuri urusan Soepomo. Makanya saat Paman Hendri datang sebenarnya para investor sudah oke untuk kembali bergabung." jawab Gina.


"Jadi semua itu Frenya yang melakukannya?" tanya Aris dengan nada kagum dan terkejut.


"Yap Frenya. Tapi bagi kami tidak masalah. Mau Frenya atau Paman Hendri sama saja. Terpenting sekarang perusahaan sudah berdiri normal lagi." jawab Gina.


"Sayang, apakah menurut kamu Perusahaan Soepomo jelek?" tanya Aris.


"Sayang Soepomo tidak jelek. Cuma ada beberapa yang harus diperbaharui. Perusahaan kamu adalah perusahaan terbagus di negara I. Cuma sayangnya ada sosok yang ingin Soepomo Grub hancur sehancur hancurnya hanya karena keinginan pribadinya saja. Padahal seharusnya orang tersebut menjaga nama baik Soepomo Grub." lanjut Gina dengan nada kesal.


"Biarin aja dia sayang. Kita nggak ambil pusing dengan dia." ujar Aris sambil mengecup kepala Gina.


"Aku mengucapkan terimakasih karena kamu udah mau bekerja sama dengan Soepomo ditengah tengah kehancuran kami." ujar Aris.


"Sayang maafkan aku. Sebenarnya ada sedikit ikut andil aku dalam menggoyangkan Soepomo. Tapi biarlah itu menjadi rahasia aku." ucap Gina di dalam hatinya.


"Jadi apa yang mau kamu bicarakan dengan aku sayang?" tanya Aris yang ingat Gina ingin membicarakan sesuatu dengan dirinya.


"Oh iya sampe lupa. Padahal itu titik point pentingnya sayang." ujar Gina sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2