Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 33


__ADS_3

"Jadi Uni, bayinya laki laki apa perempuan?" tanya Argha dengan semangat. Argha ingin tau anak yang dikandung oleh Frenya berjenis kelamin apa.


"Belum bisa dipastikan Argha, karena kandungan Frenya baru berumur tiga minggu, masih panjang waktunya untuk bisa melihat bayinya laki laki atau perempuan"


Rani menjelaskan kepada Argha.


"yah, kalau bisa minta, Argha minta laki laki aja ya" ujar Argha lagi.


"Kok?" tanya Aries heran dengan permintaan dari Argha.


"Kamu aneh Gha. yang punya anak Juan dan Freny yang mengajukan permintaan kamu" lanjut Aries.


"Apa salahnya Daddy" jawab Argha


"Lagian Daddy, aku memiliki alasan untuk hal itu, kalau laki laki maka aku tidak perlu berkelahi dengan seseorang" ujar Argha menjawab pertanyaan dari Aries


"Maksudnya gimana ini Argha? Daddy tidak mengerti" uajr Aries yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Argha


"Aduh Daddy masak tidak mengerti apa yang Argha katakan. Hal yang gampang seperti itu" jawab Argha.


"Bentar. Daniel, Juan apa kalian berdua paham apa yang dikatakan oleh Argha tadi?" tanya Aries kepada dua orang pria yang ada di dalam ruangan itu.


"Paham Daddy" jawab Daniel dan Juan dengan kompak.


"Nah benerkan hanya daddy doang yang nggak paham dengan apa yang aku katakan" kata Argha sambil menahan tawanya.


Aries tadi berharap kalau Daniel dan Juan menjawab pertanyaannya dengan jawaban tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Argha kepada Aries. Tetapi sayangnya kedua pria itu mengatakan mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Argha kepada Aries.


"Kalau bener kalian berdua tau maksud yang dikatakan oleh Argha, coba jelaskan" kata Aries meminta Daniel atau Juan menjelaskan kepada dirinya apa maksud yang dikatakan oleh Argha tadi.


Daniel melirik ke arah Juan. Daniel sebenarnya tau tetapi dia malas menjelaskan kepada Aries. Sehingga Daniel memutuskan Juan yang harus menjelaskan kepada Aries.


Ghina, Frenya dan Rani hanya melihat keributan antara empat pria tersebut. Mereka bertiga tidak ada yang mau ikut campur dalam pembicaraan keempat pria tampan itu.


"Jadi maksud Argha itu tadi Daddy, kalau anak kami perempuan maka dia pasti akan bertengkar dengan pria yang berusaha menggoda anak kami."


"Sedangkan kalau pria, maka dia tidak perlu berkelahi, karena kalau pria di goda pria, mereka bisa menjaga diri sendiri" kata Juan menjelaskan maksud dari apa yang dikatakan oleh Argha.


"Wah kalian pintar semua. Daddy sebenarnya tau apa maksud dari yang dikatakan oleh Argha tadi. Tapi Daddy berusaha untuk tidak tau saja" jawab Aries yang pinter kali ngeles.


"Ye lah yang tau" kata Argha mencemooh Aries yang tidak ingin mengakui ketidak tahuannya itu.


"Jadi Uni kapan pergi periksa? Kok bisa udah ada hasil USGnya?" tanya Ghina.


Pertanyaan dari Ghina untuk Frenya, membuat semua orang yang sedang mengobrol terdiam. Mereka semua penasaran kapan Frenya ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilannya itu. Apalagi Juan, Juan juga sangat penasaran dengan jawaban dari pertanyaan yang diajukan eh Ghina kepada Frenya. Rencananya Juan akan bertanya hal itu nanti di kamar, tapi karena Ghina sudah bertanya, sehingga Juan memutuskan untuk mendengar jawabannya sekarang saja.


"Tadi pagi Nana. Kan kemaren saat tragedi memasak cake" ujar Frenya mulai bercerita tetapi tiba tiba dia ingat sesuatu.

__ADS_1


"Argha, gimana video kemaren? Apa banyak yang menonton?" tanya Frenya yang tiba tiba menukar pembicaraan nya.


Ghina langsung melongos tidak percaya mendengar kelanjutan dari apa yang dikatakan oleh Frenya. Ghina mengira Frenya akan meneruskan jawabannya tadi, tapi ternyata tidak sama sekali. Frenya malahan bertanya kepada Argha.


"Bener ya Uni, aku juga belum lihat perkembangannya setelah aku upload semalam ke akun" kata Argha.


"Tengok Gha. Apa wajah aku ini menjual atau standar alias sama sekali tidak menjual" kali ini yang bertanya adalah Juan si aktor utama dalam konten pertama keluarga Soepomo.


Argah meraih ponselnya yang ada di atas meja. Dia membuka kontennya yang baru saja diupload oleh Argha semalam.


"Wow ini keren, muka loe menjual banget Bang" kata Argha bersorak saat melihat kontennya itu.


"Konten itu jadi trending satu Bang. Keren kan. Sekarang gue yakin kalau akan banyak cewek cewek nengokin elo sepanjang jalan" kata Argua selanjutnya.


"Emang apa nama akunnya Gha?" tanya Frenya yang penasaran dengan video yang diupload oleh Argha.


"Cari aja, Argha Soepomo Vlog" ujar Argha menyebutkan nama akunnya.


Frenya dan yang lainnya membuka chanel yang disebutkan oleh Argha sebentar ini. Mereka semua menonton video yang ternyata sudah di tonton berjuta juta orang dalam sepuluh jam penayangan. Apalagi di dalam vlog itu tertis trending satu.


"Wuis beneran tranding satu ternyata" ujar Frenya saat melihat konten Argha.


Frenya membaca komen komen yang diberikan oleh para netizen di kolom chat.


"Wah mereka banyak yang tanya, apa kamu udah punya istri sayang" ujar Frenya saat membaca komen komen dari para netizen.


"Terus apa yang harus aku lakukan sayang?" tanya Juan kembali.


"Sorry Argha" jawab Juan.


"Jadi Uni, kenapa kok bisa Uni sampai di rumah sakit?" ujar Ghina kembali menanyakan hal yang sama kepada Frenya.


Bagi Ghina konten Argha yang trending itu sebuah berita yang juga menyediakan dan membuat bahagia mereka semua. Tetapi kehamilan Frenya membuat semua kebahagiaan itu tertutup seketika.


"Jadi, kemaren Uni di ajak sama Uni Rani untuk pergi ke rumah sakit. Nah karena Uni ada meeting sebentar, jadinya Uni berangkat sekitar pukul sembilan lewat dari perusahaan menuju rumah sakit" kata Frenya mulai menceritakan kenapa dirinya bisa mendapatkan hasil USG janinnya itu.


"Terus sampai di sana Uni ceritakan apa yang Uni rasakan ke dokter Ana"


"Nah dokter Ana ini dokter kandungan. Akhirnya Uni di suruh tes pakai alat tes kehamilan yang ini" kata Frenya menunjukkan alat tes kehamilan yang digunakannya tadi saat mengetes apah dia hamil atau tidak.


"Dan ternyata hasilnya garis dua. Setelah itu kami USG. Kata dokter Ana usia kandungan aku tiga minggu, dan janin di dalam sini dalam kondisi baik baik saja" kata Frenya memberikan informasi yang diberikan oleh dokter Ana kepada dirinya tadi kepada semua anggota keluarganya.


"Kalau begitu besok kita semua harus datang ke rumah sakit. Kita harus memeriksakan kandungan kamu kembali" kata Ghina dengan semangat.


"Kok?" tanya Frenya yang tidak mengerti.


"Kami semua ingin mendengar langsung dari dokter Ana tentang kandungan kamu" kata Ghina menjelaskan kenapa mereka harus kembali memeriksakan kandungannya kembali ke dokter Ana.

__ADS_1


"Bener itu Nana. Masak iya Uni pergi periksa sendiri saja. Kami kan juga mau ikut" kata Argha dengan semangat.


"Lah kamu kenapa tiba tiba menjadi semangat bontot" ujar Frenya protes saat melihat Argha yang super semangat untuk ikut pemeriksaan kandungan Frenya.


"Lah aku itu harus belajar Uni. Masak iya aku harus seperti Uda Juan yang nggak tau istrinya hamil. Udah tiga minggu lagi" jawab Argha ngasal. Seperti kebiasaannya selama ini.


"Emang kamu mau menikah kapan? Kenapa harus belajar dari sekarang?" tanya Frenya yang tidak habis pikir dengan alasan yang diberikan oleh Argha kepada dirinya dan keluarga besar mereka.


"Nggak tau kapan. Tapi kan yang namanya belajar nggak masalah. Emang ada larangan untuk belajar?" tanya Argha kembali.


"Larangan sih nggak ada bontot. Tetapi aneh aja. Masak iya kamu mau belajar dari sekarang. Menikah saja belum tau kapan" balas Frenya.


Frenya dan Argha kalau sudah berdebat tidak akan ada yang mau mengalah. Ghina pun melarang tidak akan bisa kalau dalam keadaan di ruang keluarga seperti sekarang ini. Jadi, semua anggota keluarga lebih baik mendengar saja dengan baik atau mencari kesibukan lain sampai Frenya dan Argha capek sendiri berdebat.


"Pokoknya besok Argha ikut pergi periksa" ujar Argha dengan keras kepala.


"Frenya udah lah Nya. Nggak akan menang lawan Argha." kata Juan dengan lembut kepada istrinya itu.


"Kalau Argha mau ikut saat pemeriksaan kamu biarkan saja sayang. Kita ikuti saja apa maunya. Okeh" lanjut Juan.


"Ya ya ya. Si bontot boleh ikut untuk belajar" kata Frenya yang akhirnya mengalah atas keinginan Argha.


Mereka semua kembali mengobrol ringan seputar kehamilan Frenya.


"Uni kalau Uni ngidam, dan bang Juan sedang sibuk, Uni telpon aku saja. Aku siap mencarikan apa yang Uni inginkan" kata Argha dengan semangat.


"Beneran kamu mau?" tanya Frenya lagi.


"Ya pasti aku mau" jawab Argah dengan penuh keyakinan.


"Oke sip. Besok saat Juan sibuk maka kamu yang akan Uni telpon" kata Frenya.


"Yes yes yes." Argha bersorak gembira.


Argha benar benar bersikap aneh sekarang. Tapi keluarga besarnya itu sudah tau dengan tingkah Argha yang satu itu. Bagaimanapun Argha ya tetap Argha.


"Sudah larut malam, mari kita beristirahat. Besok kita akan bertemu di ruangan Rani jam sembilan pagi. Tidak ada yang bekerja, kosongkan semua jadwal" kata Aries memberikan perintah kepada Juan, Daniel, Argha dan Rani, terutama Frenya yang akan diperiksa kembali.


"Siap Daddy, kami akan kosongkan jadwal. Daddy jangan cemas" kata Argha dengan semangat.


"bontot paling semangat" teriak Daniel.


"Hay, siapa yang akan jaga Uni kalau bukan Aku. Uda Juan luar biasa sibuknya, sedangkan aku kan ada bebasnya" jawab Argha.


"sudah sudah jangan ribut terus. Udah kepala tiga yang satu kepala dua masih juga ribut heran" kata Ghina.


"bener Nana. Mereka bertiga memang rumit" kali ini yang protes adalah Rani.

__ADS_1


"Eh Uni, kami seperti ini karena kami mengerti satu dengan yang lainnya" kata Frenya.


Ghina, Aries, Juan dan Rani berjalan meninggalkan tiga saudara yang sedang dalam mode akur itu. Mereka berempat sudah capek mendengar apa yang dikatakan oleh tiga saudara yang tidak bisa dipisahkan dan saling mendukung itu, tetapi terkadang mereka bertiga luar biasa lebay seperti sekarang ini


__ADS_2