
"Gha, Bunda boleh tanya sesuatu sama kamu?" ujar Ghina sambil menyetir mobil.
Mereka akan pergi menuju mall untuk belanja bulanan. Serta mencari berbagai kebutuhan seserahan untuk acara lamaran Bram tiga hari lagi.
"Tanya apa Bun?" ujar Argha yang duduk di kursi belakang.
Frenya menatap Ghina dengan tatapan rasa ingin tahunya yang tinggi.
"Ada apa Bun?" tanya Frenya yang juga penasaran.
"Bun nanti ajalah ceritanya. Bunda mau kita kecelakaan. Bunda kan tau Fremya luar biasa keponya jadi manusia." ujar Argha.
"Hahahahaha. Bener ya Gha. Nanti ajalah saat kita makan siang di mall." ucap Ghina yang sadar dengan perilaku Frenya.
Ghina kembali fokus dengan mobilnya. Setelah berkendara lebih kurang satu jam karena macet, mereka sampai di mall terbesar di kota itu.
"Gha kemana dulu?" tanya Ghina kepada anak bontotnya yang selalu cerewet kalau ke mall.
"Langsung beli untuk Papi Bram aja dulu Bun." jawab Argha.
"Oke. Kita ke toko itu aja dulu." ujar Ghina menunjuk toko barang brended yang merupakan merk favorit Sari.
Ibu muda dan dua anak itu masuk ke dalam toko. Karyawan yang sudah tau siapa Ghina langsung melayani Ghina.
"Siang Nyonya Soepomo, ada yang bisa kami bantu?" tanya Karyawan tersebut dengan ramah.
Gina mengangguk.
"Bisa tolong perlihatkan tas, sepatu, sandal dan gaun keluaran terbaru?" tanya Gina sambil tersenyum.
"Bisa Nyonya, silahkan tunggu sebentar." ujar karyawan tersebut.
Karyawan yang tadi menemui Ghina berjalan munuja manager mereka.
"Tuan, Nyonya Soepomo mau melihat semua koleksi terbaru kita." ujar karyawan tersebut.
"Keluarkan saja semua, kita sudah tau Nyonya Soepomo akan membeli apa yang disukainya." ucap Manager.
"Sekarang kalian ambil semua."Perintah Manager kepada empat orang karyawan.
"Kamu tolong ambilkan tiga minuman dan snack. Kita harus menservis dengan sempurna keluarga Soepomo yang datang." tutur manager kepada seorang karyawan yang lain.
Karyawan itu pergi mengambil apa yang diminta Manager. Sedangkan Manager menunggu para karyawannya yang mengambil koleksi terbaru dari brand mereka yang sudah sangat ternama di kalangan artis dan sosialita.
__ADS_1
"Nyonya Soepomo ini adalah semua koleksi terbaru dari brand kami. Koleksi yang baru datang kemaren siang." ujar Manager membahas tentang koleksi terbaru mereka.
"Apakah ini sudah semuanya?" tanya Ghina lagi melihat semua koleksi koleksi yang dikeluarkan oleh Manager toko.
"Sudah Nyonya, silahkan dilihat lihat." ujar Manager.
Ghina dibantu oleh Frenya memilih milih barang barang yang rasanya Sari belum punya.
"Bun, aku rasa tante Sari belum punya tas yang ini. Ini koleksi yang paling fres Bun." ujar Frenya.
Ghina melihat lihat pilihan Frenya.
"Kita ambil ini untuk tas" Ghina menyetujui pendapat dari Frenya.
Mereka berdua melanjutkan untuk memilih milih barang barang yang lain yang akan mereka beli. Sedangkan di sofa toko terlihat seorang bocah laki laki yang sudah luar biasa suntuk menunggu Bunda dan Uninya berbelanja.
"Dasar induak induak belanja lama banget. Pantesan Papi Bram nggak mau ikut. Nyesel nyesel ngapain tadi mau ikut ya." Argha mulai kesal sendiri karena pilihannya untuk ikut dengan Ghina dan Frenya.
Karyawan toko yang melihat Arga mulai kesal berjalan mendekati Argha.
"Maaf Tuan Muda, Tuan Muda mau biskuit?" kata Karyawan tersebut menawarkan biskuit yang selalu dibawanya setiap bekerja.
"Makasi kakak cantik." jawab Argha yang niat merayunya langsung keluar saat itu juga.
"Menurut Kakak cantik, Argha ganteng pakai baju yang mana?" lanjut Argha yang mulai memperlihatkan bakat anehnya.
"Tuan muda mau memakainya untuk acara apa?" lanjut karyawan yang tidak mau salah pilih baju.
"Baju untuk santai aja. Baju kayak yang Argha pakai ini." jawab Argha sambil menunjuk pakaian yang dipakainya.
"Oooh baiklah akan saya pilihkan." jawab karyawan tersebut.
Karyawan memilah milah baju yang menurutnya cocok dipakai oleh Argha. Setelah memilah milah baju akhirnya karyawan memutuskan pilihannya kepada sebuah baju kaus putih dengan gambar macan di depannya. Serta sepasang sepatu berwarna putih keluaran terbaru dari merk ternama itu.
Ghina dan Frenya yang telah selesai berbelanja tidak melihat Argha lagi. Ghina dan Frenya memandang kesemua arah. Akhirnya
"Bun tu!!!" ujar Frenya menunjuk Argha yang sedang sibuk melihat karyawan toko memilihkan pakaian untuk dirinya.
"Anak itu mulai lagi." Ghina menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan bocah kecil yang sedang sibuk melihat karyawan memilah milah pakaian.
"Kayaknya dia tadi sedang jenuh Bun." jawab Frenya.
Ghina mengangguk menyetujui jawaban dari Frenya. Dia sangat tau kalau Argha sudah jenuh dia akan melakukan hal hal yang berada di luar nalar.
__ADS_1
Setelah selesai menerima pilihan dari karyawan toko Argha berjalan ke arah kasir.
"Jadi anak Bunda belanja?" tanya Ghina dengan maksud menggoda Argha.
"Iya, Argha bosan. Bunda dan Uni belanja lama. Ntah apa yang dipilih." ujar Argha dengan memonyongkan bibirnya panjang panjang.
"Maafin Bunda sayang. Tapi Argha taukan ya gimana susahnya wanita memilih milih barang?" lanjut Ghina membela dirinya dan Frenya.
Argha tidak menjawab lagi, Argha tau dirinya akan kalah kalau beradu mulut dengan Bundanya ini yang terkenal tidak mau mengalah itu.
Ghina kemudian meminta kasir untuk menghitung belanjaannya dan belanjaan Argha.
"Semua segini Nyonya." ujar kasir memperlihatkan angka angka hasil scan dari barang barang yang dipilih mereka.
Ghina mengeluarkan kartunya. Kasir menggesek kartu tersebut.
"Udahkan Bun?" tanya Argha dengan sedikit memberengutkan mulutnya.
"Udah. Jangan kesal kesal nanti Bunda cium mau?" Ghina mulai menjaili Argha.
Cup. Tiba tiba Argha mencium Ghina. Setelah mencium Bundanya di tengah orang ramai Argha berlari keluar dari toko itu. Ghina dan Frenya hanya bisa pasrah dengan kelakuan tak terduga Argha itu.
Argha berjalan dengan cepat cacing cacing dalam perutnya udah mulai konser. Setelah melihat restoran favoritnya Argha langsung saja masuk ke sana.
Pelayan yang melihat Argha masuk dan diiringi oleh Ghina dan Frenya mendatangi meja mereka bertiga.
"Argha pilih" ujar Argha sambil menatap kedua wanita di depannya itu.
Ghina dan Frenya mengangguk setuju. Mereka tidak ingin membuat Argha emosi. Argha memesan menu makanan yang diinginkannya.
"Jadi Gha, kamu kemaren kemana menghilang?" tanya Ghina penasaran.
"Maksud Bunda?"
"Bunda maren nengok kamu masuk kamar Atuk. Nah saat itu Bunda masuk juga ke kamsr Atuk, kiranya kamu nggak ada di sana. Kamu kemana?" tanya Ghina.
Argha menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak menyangka Bundanya akan melihat dirinya masuk ke dalam kamar Atuk.
"Argha jawab Bunda." perintah Ghina.
Saat Argha mau menjawab pertanyaan dari Ghina, pelayan restoran datang membawakan makanan yang tadi di pesan oleh Argha.
"Kita makan dulu Bun. Argha lapar." ujar Argha sambil mengambil pesanannya.
__ADS_1
Gina kembali merasa kesal dengan anaknya itu