
Mereka semua makan makanan berbahan dasar ikan mentah itu dengan sangat lahap. Mereka tidak ada yang saling berbicara saat sedang menikmati hidangan laut tersebut. Apalagi Bree yang sangat gila dengan makanan itu. Dia sampai menghabiskan menu makanan milik Argha.
"Bree, kamu makan juga punya aku Bree?" tanya Argha saat melihat sudah tidak ada lagi milik dirinya di meja makan itu.
"Maaf Argha cuma sedikit kok" ujar Bree sambil memperagakan dengan jarinya ukuran sedikit yang dia makan itu.
"Mana ada sedikit Bree. Tengok aja itu semuanya habis kamu makan Bree" ujar Argha yang melihat tidak ada lagi makanan yang bisa dimakan oleh dirinya.
Hal yang sama juga berlaku dengan makanan milik Frenya. Juga habis dibantu oleh Bree yang makan makanan olahan laut itu dengan sangat lahap.
"Gimana nggak akan habis Gha. Bree dari tadi nggak berhenti makan." ujar Frenya menjawab keluhan Argha yang hanya sedikit mendapatkan menu makanan yang dipesan oleh dirinya tadi.
"Tapi uni salut dengan kamu Bree. Kamu bisa menghabiskan segini banyaknya makanan dalam hitungan menit. Kemana kamu tarok Bree semua makanan itu. Badan kamu bagus kayak gini" ujar Frenya yang heran dengan body Bree yang sangat bagus, walaupun dia banyak makan.
"Nona Frenya karena nggak tau aja. Nona Bree siap makan banyak langsung masuk ruangan gym untuk bakar kembali semua kalori yang tadi masuk ke dalam perut Nona Bree" ujar Erik asisten Bree menyampaikan kepada Frenya rahasia tubuh Bree yang sangat bagus walaupun dia makan sangat banyak.
"Ooo oooo oooo pantesan nggak gemuk gemuk, siap makan langsung bakar lagi. Ya iyalah Bree, kamu bisa makan segini banyaknya. Kamu langsung olahraga lagi" ujar Frenya yang sekarang tahu rahasia kenapa tubuh Bree bisa berbody seksi walaupun dia makan banyak sekali.
"Erik, kamu benr bener nggak bisa nyimpan rahasia sama sekali. Kamu bener bener ember yang nggak ada tutup nya Erik" ujar Bree dengan memberikan tatapan membunuh kepada asistennya itu.
"Maaf Nona Bree, Nona tidak memberi saya peringatan kalau saya tidak boleh mengatakan rahasia itu kepada Nona Frenya" uajr Erik yang tanpa merasa bersalah sama sekali menjawab teriakan Bree yang kesal karena Erik memberitahukan rahasia apa yang dilakukannya agar bodynya tetap bagus dan dia bisa makan banyak.
"Kamu memanglah Erik" ujar Bree kesal dengan asistennya itu.
__ADS_1
Argha melihat Bree sangat kesal dengan Erik. Dia paling tidak suka melihat sikap Bree yang seperti ini. Argha harus bisa mengubah sikap Bree kepada asistennya itu. Tetapi Argha juga akan berbicara dengan Erik agar tidak bersikap seperti tadi. Jadi, antara Bree dan Erik tidak akan terjadi lagi seperti sekarang ini.
"Bree udah, jangan ribut dengan asisten kamu. Malu di lihat orang ramai" ujar Argha kepada Bree.
Bree kemudian melihat ke sekelilingnya. Semua orang sedang menatap ke arah Bree. Bree menjadi malu sendiri karena ulahnya tadi membuat dia menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran.
Frenya hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan Bree. Bree memang memiliki sifat mengekspresikan apa yang mengganjal di hatinya. Dia tidak akan sungkan sungkan untuk melakukan hal itu.
"Maaf" ujar Bree dengan gerakan mulutnya.
"Tidak masalah, tapi besok besok jangan ulang lagi ya." ujar Argha tersenyum kepada Bree.
Bree mengangguk dia sudah paham apa yang dilakukannya tadi adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal untuk dilakukan oleh seorang Bree.
"Uni, nanti saat penerbangan aku duduk dengan Bree ya. Uni duduk aja di kursi aku" ujar Argha yang akan berbicara empat mata dengan Bree.
"Oke. Nanti Uni akan duduk di kursi kamu. Kamu duduk dengan Bree" ujar Frenya yang suda tahu Argha akan melakukan apa nanti, sehingga Argha meminta untuk dirinya bertukar posisi duduk dengan Argha.
'Semoga Bree bisa berubah setelah apa yang akan dikatakan oleh Argha nanti' ujar Frenya dalam hatinya.
'Bree tidak boleh dibiarkan bersikap seperti ini. Bisa bisa nanti nama keluarga Paman Bayu dan Tante Mira akan menjadi rusak, karena Bree yang tidak bisa menjaga sikapnya itu di hadapan orang ramai' lanjut Frenya dalam hatinya berkata sendirian.
Argha, Frenya dan Bree kemudian melanjutkan obrolan ringan sambil menunggu panggilan dari pilot untuk mereka kembali menuju ruang tunggu.
__ADS_1
Para asisten juga terlihat saling mengobrol dengan akrab. Padahal Vian baru bertemu kembali dengan Hendri dan Erik setelah sekian lama mereka tidak bertemu.
"Uni, kapan balik ke negara S tempat uda Juan bekerja?" tanya Argha kepada Frenya yang terlihat sibuk memainkan ponsel miliknya itu.
"Belum tahu juga Gha, kapannya. Kalau kerjaan kosong maka Uni langsung terbang ke negara S. Nggak ada ditentuin juga sih kapannya ke sana. Asal ada peluang maka langsung terbang aja" ujar Frenya menjawab pertanyaan dari Argha.
Selama ini Frenya sama sekali tidak pernah menyusun jadwal untuk pergi ke negara S adalah tanggal ini sampai tanggal ini. Bagi Frenya asal ada jam kosong, maka Frenya akan langsung terbang ke negara S.
"Emang kenapa kamu nanyak sampai segitunya? kamu mau ikut ke negara S?" tanya Frenya yang penasaran kenapa Argha sampai bertanya hal itu kepada dirinya
Argha sama sekali tidak pernah menanyakan hal itu kepada Frenya semenjak Frenya menikah dengan Juan. Selama ini Argha terkesan cuek saja dan seakan akan tidak perduli kapan Frenya mau datang dan pergi berkunjung ke negara S. Ternyata Argha selama ini perduli dengan dirinya. Frenya telah salah menilai adik bontot nya itu yang dulu sangat senang kalau melihat Frenya pulang ke mansion setelah sekian hari menginap di apartemen.
"Argha, boleh uni mengatakan sesuatu ke kamu?" ujar Frenya berkata kepada Argha yang terlihat sedang menatap ke luar restoran setelah mendengar jawaban dari Frenya.
Argha benar benar merasa bersalah kpada Frenya. Gara gara dia masih kuliah membuat Frenya harus berjauhan dengan Juan suaminya yang suda dinikahi oleh Frenya selama satu tahun ke belakang.
Argha mengangguk, dia mempersilahkan Frenya untuk menanyakan apa yang terasa mengganjal di dalam perasaan Frenya saat ini.
"Sebelumnya uni mintak maaf sama kamu ya Gha." ujar Frenya memulai apa yang akan dikatakannya kepada Argha.
"Kok?" tanya Argha yang tidak paham kenapa Frenya tiba tiba meminta maaf kepada dirinya.
"Iya Gha. Uni benar benar minta maaf sama kamu, selama ini Uni memiliki pemikiran yang sangat jahat ke kamu" ujar Frenya mengutarakan apa yang dirasakan oleh dirinya saat ini.
__ADS_1
"Maksud uni? Argha nggak paham uni. Kenapa uni katakan Argha memiliki pemikiran yang jahat kepada Uni?" ujar Argha yang tidak mengerti ada apa dengan uni nya itu.
Frenya kembali terdiam dia menatap lama ke arah Argha. Dia berusaha menetralkan kembali detak jantungnya. Dia tidak mau Argha salah mengerti dengan apa yang akan dikatakan olehnya nanti.