Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kolam Renang


__ADS_3

Jadi kamar loe memang mati lampu semalam Ris?" tanya Afdhal pura pura lugu.


"Dasar Uda Ipar kurang akhlak. Puas kali nengok adik ipar sengsara." jawab Aris sambil menekuk mukanya.


Gina meremas jari jari tangan Aris. Dia memberikan semangat kepada Aris agar tidak tersulut emosi akibat pertanyaan absurd yang ditanyakan oleh Afdhal.


"Jadi beneran gagal nerobos gua yang udah berbulan bulan nggak di terobos?" tanya Bayu.


"Arga kebangun. Sesuai yang diceritakan Arga. Udahlah bahas yang lain aja. Seneng kali bikin laki gue emosi." jawab Gina sambil tersenyum menatap Aris.


"Siang ini ada acara mau kemana?" tanya Afdhal.


"Uda mau kemana?" tanya balik Gina.


"Katanya di sini ada kebun petik buah Anggur kan Gin?? Aku mau ke sana lah." ujar Anggel yang teringat akan cerita temannya tentang objek wisata panen buah anggur di negara U.


"Benar kak. Mau ke situ?"


Anggel mengangguk dengan sangat antusias. Dia sudah membayangkan akan memetik anggur sepuas hatinya.


"Nah pengantin baru rencana mau kemana ini?" tanya Gina kepada Daniel dan Rani.


"Untuk sementara ikut dengan keluarga aja dulu Bun. Kami berdua belum merencanakan bulan madu. Kerjaan di rumah sakit sedang banyak." ujar Daniel.


"Oh baiklah. Besok kalau mau pergi katakan saja sama Stefen. Biar Stefen dan Frenya yang mengantarkan kalian berdua." ujar Gina.


"Makasi Bun." jawab Daniel.


Akhirnya drama sarapan pagi yang menghabiskan berjam jam itu selesai sudah.


"Kita ke kolam sayang. Arga dengan yang lainnya di sana." ajak Gina kepada Aris.


"Bun, kami berdua ikut ya?"


Gina mengangguk. Akhirnya mereka berempat menuju kolam renang yang ada di hotel. Arga terlihat sangat asik berenang sambil beberapa kali sengaja mencipratkan air ke muka Sari dan Frenya.


"Arga nggak boleh jahil. Uni dan tante Sari udah mandi Arga." ujar Frenya dari tepi kolam renang.


"Ulang lagi aja. Mandi kan nggak apa apa sering sering. Nggak boleh sering sering itu makan Nya. Nanti gendut." ujar Arga yang sangat tau Frenya paling suka ngemil makanan yang kadang sehat kadang tidak.


Sari yang sedang termenung terlihat mulai akan dijahili oleh Bram. Bram berjalan dengan cara mengendap endap di belakangnya. Setelah merasa tepat di belakang Sari, Bram melakukan aksinya.


"Duar" ujar Bram sambil memeluk Sari dari belakang.


"Papi main peluk aja. Nikahin dulu tantenya baru main peluk kayak Daddy dan Bunda dulu" ujar Arga yang melihat Sari dipeluk oleh Bram.

__ADS_1


Sari yang malu karena dilihat oleh Arga berusaha melepaskan pelukan dari Bram. Sedangkan Bram sama sekali tidak bergeming, dia malahan semakin mengeratkan pelukannya kepada Sari.


"Sayang lepas malu sama Arga." ujar Sari sambil mesih berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Bram.


"Biarin aja sayang. Toh Arga juga udah nampak." jawab Bram yang memang sengaja menggoda Sari.


"Serahlah." jawab Sari.


Stefen dan Frenya yang melihat drama itu hanya bisa geleng geleng kepala. Mereka berdua masih sangat jarang melihat tingkah Aris dan Bram yang seperti itu. Tingkah yang sama sekali tidak mencerminkan tingkah seorang CEO dan Asisten CEO yang terkenal di negara I.


Aris yang sebenarnya masih berusaha menahan hasratnya memilih untuk menemani Arga berenang. Dia langsung menceburkan badannya ke dalam kolam renang.


Aris berenang mendekati Arga. Dia terlihat membisikan sesuatu ke telinga anak bungsunya itu. Arga mengangguk tanda paham dengan maksud dari Aris. Tanpa sepengetahuan dari orang rame, Arga dan Aris saling tos di dalam air.


Arga berenang ke arah Bayu. Setelah sampai di tepi kolam tempat Bram dan Bayu duduk, Arga pura pura mengalami kram kakinya.


"Tolong...... Tolong...... Tolong....." teriak Bram dari dalam air.


Bram dan Bayu yang tanpa curiga langsung saja menceburkan diri mereka ke dalam kolam berenang, begitu juga dengan Stefen yang berada sedikit jauh dari Arga.


Saat Bram dan Bayu sudah menceburkan diri, Arga kembali berenang ke arah Aris yang terlihat sedang berusaha menahan tawanya.


Arga memeluk Aris, mereka berdua tertawa bahagia melihat Bram, Bayu dan Stefen yang nyebur ke dalam kolam renang dengan memakai pakaian yang lengkap.


Bram, Bayu dan Stefen yang melihat Aris dan Arga tertawa akhirnya tau kalau mereka berdua sedang dikerjai oleh Daddy dan Anak itu.


"Mari kita balas. Nanggung juga kali udah basah kayak gini." jawab Bayu dengan semangat.


Mereka bertiga keluar dari dalam kolam renang menuju tempat menukar pakaian ganti. Setelah membuka pakaian basahnya. Mereka kembali menuju kolam renang


"Sekarang giliran kalian lagi yang akan kami kerjai" ujar Bram.


"Caranya gimana?" ujar Bayu.


"Kita senggol aja kakinya. Sehingga dia berpikir kalau itu adalah binatanh atau apapun itu."


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam kolam renang dengan cara perlahan lahan. Aris dan Arga sama sekali tidak mengetahuinya.


Bram kemudian beremang ke arah Aris. Dia dengan sengaja menyenggol kaki Aris. Setelah menyenggol kaki Aris, Bram kembali muncul kepermukaan. Sedangkan Bayu dan Afdhal pura pura ngobrol di tepi kolam renang. Bram berenang menuju mereka berdua. Sekarang giliran Bayu mengerjai Aris.


Bayu berenang menuju Aris. Dia kembali menyenggol kaki Aris. Aris yang tadinya hanya merasakan sekilas saja tidak menghiraukan kaki yang disenggol seseorang. Saat sudah kembali disenggol oleh Bayu barulah Aris merasakan kejanggalan.


Aris menatap sekitar, dia melihat ketiga pria itu sedang mengobrol asik.


"Jadi siapa yang nyenggol kaki ya???" ujar Aris sambil mengingat ingat kejadian kakinya disenggol oleh sesuatu di dalam kolam renang sebanyak dua kali.

__ADS_1


Aris berenang mendekati Arga yang sedang duduk ditemani Gina di tepian kolam renang. Gina melihat gelagat Aris agak aneh membawa Arga keluar dari kolam renang. Aris kemudian menyambar tangan Gina. Dia membawa Gina menuju kamar bilas.


"Ada apa sayang?" tanya Gina yang penasaran.


"Tadi ada yang nyenggol kaki aku sebanyak dua kali sayang. Tapi aku nggak tau itu apa." ujar Aris.


"Maksud kamu?" tanya Gina yang penasara.


Aris menceritakan kejadian di kolam renang kepada Gina. Gina langsung pahan dengan maksud dari perkataan Aris.


"Berarti di kolam renang ada binatang yang membuat tidak aman situasi." ujar Gina kepada Aris.


Aris mengangguk tanda setuju.


"Sayang, kamu bawa Arga ke kamar. Ganti pakaiannya. Aku takut nanti Arga diapa apain lagi sama yang nyenggol nyenggol kaki aku di kolam" ujar Aris.


Gina mengangguk menyetujui pendapat Aris. Gina kemudian kembali berjalan ke arah kolam berenang. Sedangkan Aris membilas kepalanya terlebih dahulu, baru setelah itu dia akan menyusul Gina ke tempat Arga.


Gina merogoh ponselnya. Dia langsung menghubungi manager bagian perlengkapan hotel.


"Hallo manager. Kapan terakhir kali kolam berenang di bongkar airnya?" tanya Gina langsung ke pokok masalah.


"Enam bulan yang lalu Nona." jawab Manager dengan ringannya.


"Oh baiklah. Sekarang buka penyumbat kolam berenang. Saya mau kolam itu dalam keadaan kering sekarang." perintah Gina kepada Manager.


"Ada apa Nyonya? Apakah brang pribadi Nyonya jatuh ke dalam kolam" tanya Manager.


"Tidak. Suami saya tadi dua kali disenggol sesuatu di dalam kolam renang. Saya tidak mau terjadi sesuatu hal kepada para tamu hotel." jawab Gina.


"Baiklah Nyona, Saya akan meminta penjaga kolam renanh untuk mengeringkan kolam." jawab Manager.


Gina memutuskan sambungan telponnya. Saat dia sudah berada di kolam, beberapa orang penjaga kolam renang terlihat berdatangan. Arga menatap Gina dengan saksama.


"Ada apa Bun?" tanya Arga yang tidak paham dengan situasi yang ada.


Gina menceritakan kejadian yang dialami oleh Aris kepada Arga. Arga mengangguk dengan paham apa yang sedang terjadi.


Terlihat beberapa orang penjaga kolam renang sudah mulai membuka penyumbat kolam renang dengan memakai alat khusus.


Aris berjalan kembali menuju ke arah Arga dan Gina. Dia mihat penjaga kolam sudah menguras kolam renang.


"Sayang, kenapa mereka menguras kolamnya?" tanya Aris penasaran.


"Oh. Tadi aku sempat telpon managernya komplen kok kamu bisa disenggol sesuatu di dalam kolam sebanyak dua kali." jawab Gina.

__ADS_1


"Oooo. Ya udah kita ke kamar. Yang lain udah duluan." ujar Aris.


Mereka bertiga berjalan menuju kamarnya. Hari ini mereja semua berencana untuk pergi ke kebun anggur.


__ADS_2