Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Terlambat Menyesalinya 3


__ADS_3

Aris memarkirkan mobil Bayu di tempat parkir khusus keluarga. Dia melihat tempat parkir mobil Gina yang dibawa dari rumah keluarga Wijaya tidak ada lagi di sana. Tapi mobil hadiah perkawinan dari Aries berada di tempatnya. Aris lama memandang mobil itu. Aris mengingat kejadian saat mereka membeli mobil itu.


"Sayang aku mau mobil warna hitam ya. Terus nanti kaca mobilnya kita kasih kaca film yang gelap semuanya" kata Gina saat itu sambil memeluk mesra tangan Aris.


"Kenapa harus hitam sayang. Karena aku mau mencobakan sesuatu ke kamu di dalam mobil itu sayang" jawab Gina.


"Sesuatu seperti apa?" Aris mulai jahil.


"Sesuatu yang membuat kamu tidak akan menjual mobil ini sayang. Sesuatu yang akan membuat kamu selalu mengingat aku" kata Gina.


"Sayang, kamu dimana? Jangan hukum aku seperti ini sayang. Aku benar benar nggak kuat untuk tidak melihat wajah kamu. Untuk tidak memeluk kamu dalam tidurky. Kembalilah sayang, aku berjanji akan setia sama kamu" kata Aris sambil mengusap air matanya.


Bram dan Bayu yang melihat dari dalam mobil merasakan bagaimana sakitnya sekarang menjadi Aris. Bagaimana menyesalnya Aris karena sudah menduakan Gina.


"Bram"


"Yup. Gue bisa mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa Aris. Ternyata kejujuran dan kesetian adalah kunci memenangkan hati perempuan" jawab Bram sambil menatap nanar Aris.


"Gue kasian sama Aris, Bram. Tapi gue juga nggak tau Gina berada dimana sekarang" kata Bayu.


"Bay loe rekam aja Aris. Mana tau ponsel Gina masih menerima pesan dari kita berdua"


"Ide bagus Bram"


Bayu mengeluarkan ponselnya, dia merekam kejadian dimana Aris sangat terlihat terpukul dan saat Aris mengusap air matanya yang jatuh ke pipinya.


Aris berusaha meredakan tangisnya. Dia menata kembali hatinya. Dia harus berpikiran jernih untuk mencari istri dan calon anak mereka. Setelah dirasa agak tenang, Aris melangkahkan kakinya dengan sangat berat untuk masuk ke dalam rumah. Papi dan Mami masih setia menunggui anak laki laki mereka di ruang tamu. Begitu juga dengan para maid yang tidur beralaskan karpet di ruang tamu.


"Pi" kata Aris membangunkan papinya.


"Aris. Ketemu Gina?" kata Papi yang baru membuka matanya langsung menanyakan Gina.


Para maid yang mendengar ada suara pintu dibuka langsung bangun dan duduk.


"Belum Pi" kata Aris yang duduk di sofa yang kosong.


Mami yang mendengar ada suara suara langsung bangun. Semua kejadian itu tidak luput dari rekaman Bayu.


"Ris ketemu Gina nya nak?" tanya Mami.


"Maafkan Aris Mi. Gina belum Aris ketemukan. Besok Aris akan cari lagi Mi. Aris harus menemukan istri dan calon anak Aris"


Tok tok tok. Bunyi pintu rumah yang diketuk dari luar. Maid yang sedang berdiri di dekat pintu langsung membukakan pintu tersebut. Terlihat seorang pria masuk dengan tampilan rapi.


"Daniel?" kata Aris.

__ADS_1


"Yup tuan muda. Saya diminta tuan besar untuk melakukan pencarian nona muda. Makanya saya kembali ke negara I" jawab Daniel.


"Kamu Juan?" tanya Aris yang juga melihat Juan berada di sebelah Daniel.


"Menolong Daniel Tuan Muda" jawab Juan.


"Mari masuk ke ruang kerja papi. Kira harus mendiskusikan bagaimana cara melakukan pencarian terhadap Gina" kata Papi sambil melangkahkan kakinya menuju ruang kerja.


Aris, Daniel, Bayu dan Juan mengikuti langkah kaki pagi menuju ruang kerja Papi.


"Mami, istrihat di kamar aja Mi. Apapun beritanya akan Bram kirimkan kepada Mami. Bram nggak mau nanti Mami sakit" kata Bram kepada Mami.


"Kamu janji nak, akan membawa menantu mami pulang ke rumah ini lagi?" kata Mami menatap mata Bram dengan tajam.


"Tenang aja Mi. Bram janji akan membawa Gina pulang kembali ke rumah kita" kata Bram dengan penuh kepastian.


"Makasi Nak. Kamu walaupun darah daging Mami. Tapi kamu paling sayang sama mami nak" kata Mami memeluk Bram, Mami kembali menangis.


"Mi" kata Bram sambil mengusap air mata mami.


"Tangis dan penyesalan tidak akan menyelesaikan masalah Mami. Jadi Bram mohon mami tegar. Minimal untuk kesehatan Mami." kata Bram memberikan pengertian kepada mami yang sangat di sayangnya ini.


"Makasi Nak. Mami janji, mami tidak akan menangis lagi. Mami percaya sama kamu dan Bayu. Kalian berdua tidak pernah mengecewakan mami" kata Mami.


Bram yang sudah meyakinkan maminya masuk kamar, barulah dia menuju ruang kerja papi untuk mengikuti meeting pencarian Gina.


"Mami udah masuk kamar Bram?" tanya papi yang memang mengirim pesan kepada Bram agar membujuk maminya untuk tidur di kamar.


"Udah Pi. Mami udah masuk kamar. Nanti setengah jam lagi akan Bram lihat kembali apakah mami sudah tidur atau belum." jawab Bram.


"Jadi gimana Daniel. Apa yang harus kita lakukan" kata Papi.


"Maaf sebelumnya Tuan. Apakah Tuan sudah tau siapa sebenarnya Gina?" tanya Daniel kepada tuan Soepomo.


"Taulah Daniel. Gina putri dari kolega bisnis papi yaitu tuan Wijaya" jawab papi dengan sejujur jujurnya.


"Maaf Tuan, kalau itu siapapun tau. Tapi taukah Tuan kenapa Gina bisa sehabat itu?"


"Daniel jangan muter muter langsung saja" kata Papi yang sudah tidak sabar mendengar pernyataan dan pertanyaan Daniel yang muter muter dari tadi.


"Tuan sebenarnya Gina adalah pimpinan dari salah satu grub yang isinya adalah orang orang pilihan." kata Daniel.


"Maksud kamu grub yang sama dengan grub black jack seperti kita ini?"


"Bukan Tuan. Mereka bukanlah mafia seperti kita ini. Mereka terkenal dengan kerja secara sembunyi tetapi rapi. Mereka akan membantu orang orang yang benar benar akan mereka bantu." jawab Daniel.

__ADS_1


"Saya baru mendengar ada grub itu di negara ini." kata Papi yang merasa heran, karena ada grub seperti itu di negara ini.


"Maaf Tuan. Tadi sempat harga saham seopomo grub berada di ambang kehancuran. Itu semua murni kerja dari Gina. Gina terkenal sangat pandai masuk kedalam database komputer. Walau serapi apa kita memprivasinya. Kita tidak ragu akan kemampuan Juan memblock dan mengunci data kita. Tapi Gina hanya dalam hitungan menit bisa membuat Juan setres." kata Daniel.


"Apa benar Juan?" tanya Papi.


"Benar Tuan Besar. Saat Nyonya Muda berusaha masuk dalam data base kita, saya sudah mencoba untuk mengalihkannya. Tetapi ternyata ilmu Nyonya Muda sangat jauh di atas saya. Makanya tadi saham kita sempat jatuh ke curang paling dalam selama Soepomo grub berdiri" kata Juan.


"Itu hanya sebagian dari kehebatan Gina Tuan. Gina terkenal dikalangan cyber dengan nama busway. Dia tidak akan mengganggu orang atau perusahaan apapin, kalau orang itu bermain jujur. Tuan ingat dengan kasus perusahaan Wijaya yang hampir colaps?"


"Ingat Daniel"


"Itu yang memperbaiki adalah Gina. Makanya sampai sekarang siapapun tidak akan bisa masuk kedalam database perusahaan Wijaya dan Bramantya grub serta anak cabang perusahaan mereka." lanjut Daniel.


"Yang paling penting Tuan Besar. Nyonya muda terkenal dengan penembak berdarah dingin."


"Maksud kamu Daniel?" sekarang Aris bertanya. Dia dari tadi sangat susah menerima ternyata istri yang disiasiakannya adalah sesosok wanita yang hebat dan luar biasa pintar.


"Ya, Nyonya Gina terkenal dengan bisa menembak dari jarak jauh dengan target jantung musuhnya. Ketepatan menembaknya 10/10 alias jarang membuang buang peluru" lanjut Daniel.


"Jadi sekarang Daniel, apakah kita bisa menemukan Gina?" tanya Aris.


"Bisa Tuan Muda. Tetapi kita mencari Nyonya muda tidak di ibu kota. Kita akan mencari Nyonya Muda di daerah pinggiran."


""Kenapa?" kata Aris.


"Bukannya kita harus mencari Gina disemua hotel yang ada di ibu kota?" lanjut Aris.


"Tidak Tuan Muda. Orang sepetti Nyonya Muda akan lebih memilih menyendiri saat ada masalah yang pelik seperti ini. Dia akan keluar dari zona biasanya. Dia pasti memilih untuk menyendiri atau pergi ke daerah yang tenang" jawab Daniel.


"Satu hal yang paling penting. Nyonya Muda tidak pergi jauh. Saya sudah melacak semua perjalanan baik pesawat terbang maupun kapal dan kereta api. Manifes atas nama Gina tidak ada." kata Daniel.


"Alhamdulillah. Jadi kita melakukan pencarian bisa di darat saja" kata Bayu.


"Bagaimana prosedur pencarian Daniel?" lanjut Bram.


"Tuan Bram, kita akan bagi kelompok Black jack menjadi beberapa tim. Nanti masing masing tim akan pergi kedaerah daerah yang berjarak sekitar lima jam perjalanan dari ibu kota." kata Daniel.


"Oke. Karena tidak semua anggota ada di sini. Kita lanjutkan breefing besok di markas black jack. Sekarang kita istirahat. Jam sembilan kita rapat disana. Kamu dan Juan nginao di sini saja. Kamar sudah disiapkan maid" kata Papi memberi perintah kepada Daniel dan Juan.


Mereka akhirnya masuk ke dalam kamar masing masing.


"Bram gue tidur di kamar loe. Kita berdua aja" kata Aris sambil mengikuti Bram masuk ke dalam kamarnya.


"Oke. Tapi loe nggak boleh peluk gue" lanjut Bram.

__ADS_1


__ADS_2