Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Setelah berkendara selama lebih kurang satu jam Aris dan Gina samlai di tempat tujuan mereka. Gina yang tau itu tempat apa langsung menatap Aris tidak percaya. Gina langsung menggeleng gelengkan kepalanya ridaknpercaya dengan Aria. Hanya membawa ke tempat itu Aris harus main rahasia rahasiaan dengan Gina.


"Yuk turun" Aris kemudian membuka seltbeltnya begitu juga dengan Gina.


"Aris aku kira kamu membawa aku ketempat yang gimana gitu. Kiranya kesini" kata Gina dengan wajah memelas dan bibir yang maju lima senti.


"Jadi kamu kira aku akan ngasih kejutan di suatu tempat? Mimpi mu tinggi banget sayang. Hahahahahaha" Aris menertawakan hayalan Gina yang udah melancong kemana mana.


Mereka kemudian masuk kedalam tempat tersebut sambil bergandengan tangan. Mereka tidak memperdulikan tatapan iri, kagum dari orang orang yang melihat mereka sepanjang jalan. Betapa terkejutnya Gina ternyata di sana sudah ada Nana dan Mami yang sedang duduk sambil melihat lihat dekorasi dari sebuah album.


"Lho ada Nana dan Mami." kata Gina kepada kedua wanita yang disayangnya.


"Kami tak kan melewatinya sayang" jawab Mami.


Gina kemudian menatap Aris. Gina sangat yakin kehadiran Nana dan Mami adalah kerjaan Aris.


"Kamu sayang?"


"Yup. Mereka berdua akan marah besar kalau tidak kita libatkan dalam pemilihan dekorasi. Kamu mau melihat Nana dan Mami berceramah panjang lebar?" kata Aris sambil berbisik di telinga Gina. Gina kemudian mengangkat kedua jempolnya tepat di depan muka Aris.


Tak lama kemudian masuklah sesosok wanita tinggi semampai yang sering terlihat diacara acara para selebritis.


"Kedua calon pengantin sudah datang, jadi mau desaign yang seperti apa?" kata owner dari Green Event Organizer.


" Aku mau untuk pesta pernikahan temanya tradisional dan islami." kata Guba.


Gina kemudian menatap Nana, Mami dan Aris. Mereka bertiga mengangguk setuju dengan pilihan desaign Gina.


"Sayang untuk pesta kamu yang milih ya." kata Gina kepada Aris.


"Untuk pesta pernikahan saya mau memakai adat minang full untuk siang hari. Sedangkan malam hari internasional saja." kata Aris.


"Bolehkan Mi?"


"Boleh sayang"

__ADS_1


"Kalau gitu untuk sebelum akad nikah semua dilakukan dengan adat jawa saja." kata Gina kepada owner.


Mereka berdua berusaha adil dengan keberagaman kebudayaan antara Aris dan Gina.


"Tapi tolong semua bunga utamanya adalah lili putih dan tulip pink." lanjut Aris yang mengingat bunga kesukaan Gina.


Owner dibantu sekretarisnya mencatat semua permintaan kedua calon mempelai. EO mereka akan langsung melejit namanya kalau sukses dalam penyelenggaraan acara besar ini. Juga sebaliknya kalau acaranya gagal siap siap saja mereka akan ditinggalkan pelanggan.


Akhirnya pemilihan untuk desaign pesta sudah selesai. Aris dan Gina pergi untuk melihat persiapan souvenir mereka. Souvenir kali ini dikerjakan oleh perusahaan Aris. Mereka memberikan beberapa hadiak cantik untuk para tamu undangan. Gina yang pecinta parfum langsung saja meminta didalam souvenir mereka ada parfum kecil berwangi bunga.


Selesai dengan melihat souvenir pernikahan, mereka lantas ke percetakan yang menghandle undangan. Undangan mereka terdiri dari dua bentuk dengan pembagian kedatangan, untuk acara pagi sampai siang maka yang datang adalah seluruh karyawan dua perusahaan besar itu. Sedangkan untuk malam hari adalah acara khusus untuk tamu tamu undangan dari kedua mempelai dan keluarga serta para kolega bisnis mereka. Undangan mereka mereka dicetak dari kertas khusus yang berwangi aroma lili. Kertas khusus yang dipesan dari negara Rusia.


Hari ini Aris dan Gina disibukkan dengan ***** bengek acara pernikahan mereka. Aris dan Gina ingin menciptakan pesta pernikahan yang membuat selalu dikenang bukan hanya oleh mereka tetapi juga oleh keluarga, sahabat, teman dan kolega bisnis kedua keluarga besar.


Sore harinya sebenarnya ada satu lagi kegiatan yang harus mereka cek kembali. Tetapi Aris melihat Gina agak sedikit kurang sehat.


"Sayang, kamu pucat sekali. Kita pulang aja ya. Untuk yang ini kita gabung saja dengan prewed." kata Aris sambil menurunkan sandaran kursi Gina.


"Kepala ku agak sedikit pusing sayang. Antarkan aku pulang ya." kata Gina dengan suara yang lemas.


Aris kemudian membawa Gina kerumah sakit. Aris tidak mau sesuatu terjadi kepada Gina saat acara pernikahan mereka nanti.


"Kamu haris diperiksa dokter dulu. Baru aku nyaman ngantar ke rumah."


"Tidak ada penolakan" kata Aris saat melihat Gina akan membuka mulutnya untuk protes. Gina kemudian langsung manyun karena dipotong oleh Aris.


"Dokter tolong periksa calon istri saya" kata Aris. Aris kemudian membaringkan Gina di brangkar rumah sakit.


Dokter langsung memeriksa Gina. Dokter memeriksa dengan sangat serius, dia takut akan salah analisa penyakit Gina. Aris menunggu dengan cemas.


"Bagaimana dok? Apa sakitnya?"


"Maaf Tuan Aris, Nona Gina tidak ada sakit apa apa. Nona hanya kelelahan, jadi tidak.perlu di rawat." kata dokter menjelaskan keadaan Gina kepada Aris.


"Nggak apa apa gimana, nggak nengok muka pucat begitu" teriak Aris murka.

__ADS_1


"Nona pucat karena kelelahan Tuan, bukan karena sakit. Jadi biarkan Nona istirahat maka kondisinya akan pulih." kata dokter dengan sabarnya kepada Aris.


Aris mau membantah lagi, tetapi Gina sudah memegang tangannya.


"Sayang aku nggak apa apa. Cuma butuh tidur dan istirahat."


"Ya udah kita pulang ya. Kamu istirahat di rumah aja." Aris kemudian menggendong Gina kembali.


"Sayang aku bisa jalan. Kalau ndak kursi roda aja sayang"


"Kenapa? Malu sama orang orang?"


Gina mengangguk menyetujui ucapan Aris. Aris tanpa dikomando langsung menggendong dan mencium Gina dihadapan dokter dan suster di IGD. Gina langsung menyurukkan mukanya yang semerah kepiting rebus di ketiak Aris.


"Kamu buat malu sayang" ucap Gina.


"Hahahahahaha, biarin aja sayang" Aris kemudian langsung membawa Gina untuk menuju mobilnya.


Aris melajukan mobil dengan kecepatan biasa saja. Aris tidak mau membuat Gina menjadi pusing dan merasa tidak nyaman di atas mobil. Sesampainya di rumah keluarga Wijaya, Aris menggendong Gina turun. Gina hanya bisa pasrah saja.


Nana dan Afdhal yang melihat Gina digendong Aris langsung berlari menyusul mereka.


"Gina kenapa Ris?" kata Nana


" Kecapean kata dokter Na" jawab Aris sambil membawa Gina ke kamarnya.


Afdhal yang mendengar jawaban Aris tertawa ngakak diikuti Nana yang baru sadar atas jawaban Aris.


Aris kembali turun ke bawah untuk pulang ke rumahnya. Dia melihat Nana dan Afdhal sedang duduk menatap taman depan rumah.


"Aris pulang dulu Na" ucap Aris saat meminta izin untuk pulang ke rumahnya.


"Hati hati di jalan Ris"


Nana kemudian melihat Gina ke kamarnya. Gina sudah tertidur dengan memakai selimut.

__ADS_1


Nana membuka selimut Gina, dan ternyata Gina masih memakai baju kerjanya.


"Aduh pikiranku ke mana mana" ucap Nana


__ADS_2