
Jam enam sore acara pesta dengan memakai adat minang itu berakhir. Aris dan Gina serta kedua keluarga besar masuk ke kamar hotel yang telah disediakan untuk beristirahat. Gina hari ini betul betul sangat lelah setelah menjalani hari yang begitu banyak aktifitas. Gina langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Aris sudah tidur saat bertemu dengan kasur,
Gina selesai mandi langsung duduk di depan cermin untuk memakai perlengkapan makeupnya. Sedangkan Aris masih tertidur dengan nyenyak. Setelah selesai memakai scincarenya, Gina naik ke atas kasur untuk merebahkan dirinya. Gina menatap dengan dalam wajah tampan Aris yang sudah kelelahan. Gina memegang muka Aris dengan lembut. Gina menjalankan jarinya dirahang Aris. Aris yang merasa mukanya di sentuh seseorang langsung terbangun dari tidurnya. Gina tersentak saat Aris memegang jarinya.
"Maaf" ucap Gina sambil menundukkan kepalanya.
"Mulai mencuri curi ya." kata Aris sambil menatap Gina dengan tatapan jail.
Aris kemudian memeluk Gina. Gina langsung terlonjak kaget. Gina memegang tangan Aris yang hampir menggelitiknya itu.
"Sayang jangan sekarang" kata Gina.
"Eee emang mau ngapain" kata Aris.
"Tu"
"Apa tu?"
"Nggak jadi. Males" kata Gina sambil menutup mukanya dengan bantal.
"Hahahahahahahahaha, makanya kamu jangan berpikiran negatif terus. Jelas aku mau pergi mandi" kata Aris sambil berdiri dan mengambil handuk yang diletakkan Gina di atas kepalanya. Kepala Gina tertarik ke belakang.
"Sayang, sakit." kata Gina sambil memajukan bibirnya.
"Maaf sayangku cintaku istriku pertama" ucap Aris.
"Maksudnya yang pertama? Emang ada target untuk mencari kedua, ketiga dan selanjutnya?" ucap Gina sambil tegak pinggang.
"Kalau ada peluang apa salahnya" kata Aris langsung lari ke kamar mandi saat melihat emosi Gina mulai memuncak.
"Aris!!!!!!!!!!!" teriak Gina dengan sangat keras dan terlihat sangat kesal atas kejahilan Aris.
"Hahahahahahaha, sabar sayang nanti malam aja" ucap Aris dari dalam kamar mandi.
Gina yang kesal langsung menutup mukanya dengan selimut. Aris yang baru keluar dari kamar mandi langsung tertawa keras melihat tinggkah Gina.
"Sayang jangan bunuh diri hanya gara gara aku tidak jadi memegang dirimu" kata Aris.
"Bodo'" jawab Gina dari balik selimut.
"Hahahahahahahaha" Aris tertawa dengan bahagia.
__ADS_1
Aris kemudian naik ke atas kasur dan mulai mengganggu Gina. Tiba tiba terdengar bunyi pintu kamar yang diketuk dari luar.
Gina kemudian berdiri dan langsung membuka pintu kamar, terlihat dua orang wanita dari salon dan Mami.
"Masuk Mi." kata Gina.
"Aris mana Gin?"
"Kamar mi. Siap mandi"
Mami kemudian menatap curiga ke arah Gina. Gina yang sadar arti tatapan dari Mami langsung nyeletuk.
"Mami kami nggak ada ngapa ngapain." kata Gina dengan kesal.
"Hahahahahaha. Kamu ada ada aja" kata Mami.
"Gin, ini orang salon yang akan merias kamu untuk acara nanti malam." lanjut Mami.
Gina menatap sambil tersenyum kepada kedua orang salon.
"Silahkan duduk disini Nona." kata salah seorang pegawai salon.
Gina kemudian duduk di depan cermin besar. Dia langsung di rias oleh pegawai salon tersebut. Gina didandan dengan begitu cantiknya. Rambut panjangnya di gulung keatas sehingga leher putih berjenjang Gina terlihat sangat indah. Gina selesai dirias kemudian memakai baju dress putih dengan rok melebar dengan bahu terbuka. Riasan kepalanya memakai mahkota dan tutup kepala yang cantik.
"Au Gina gilak" teriak Aris.
"Apa kamu bilang?" kata Mami.
"Maaf Mi." kata Aris.
"Aris kira tadi Gina, Mi" kata Aris sambil menundukkan kepalanya.
"Ooo, jadi kalau Gina akan kamu kasari gitu?" kata Mami denhan nada tinggi.
"Nggak gitu juga kali Mi." ucap Aris masih membela diri
"Udah nggak usah bela diri lagu. Sana cuci muka kamu kemudian duduk tenang dimeja rias. Kamu akan di makeup."
"Ogah. Aku nggak mau di makeup segala. Gini ajalah. Nanti rambutnya baru dibagusin." ucap Aris sambil masuk ke kamar mandi untuk membasuh mukanya.
Selesai membasuh mukanya di closet, Aris langsung memakai baju yang sudah disiapkan Bram. Aris memakai jas stelan berwarna putih, serasi dengan baju Gina. Aris terlihat sangat gagah, apalagi dengan gaya rambut ala ala laki laki korea. Penampilan Aeis disempurnakan dengan sepatu pantofel warna putih.
__ADS_1
Selesai berdandan, Aris dan Gina turun menuju ruangan resepsi yang sudah didekor cantik. Hiasan bunga bunga yang memenuhi seluruh ruangan. Siapapun yang hadir akan memiliki kesan yang sangat bagus saat melihat desain interior dari pesta Aris dan Gina.
Pada tempat penyajian makanan didominasi dengan bunga berwarna putih dan krem yang ditata secantik cantiknya.
Sedangkan untuk tempat duduk para tamu, dihiasi dengan pohon berbunga merah dan pagar pagar yang ada ornamen gonjong minangnya. Pesta pernikahan yang sangat mewah terlihat dari ornamen maupun penampilan tempat duduk para tamu.
Aris dan Gina masuk ke dalam aula tempat dilangsungkannya pesta dengan bergandengan tangan. Ditangan Gina ada buket bunga yang sangat indah. Mereka seperti pasangan ratu dan raja. Mereka betul betul pasangan yang sangat serasi. Sang pria sangat tampan sedangkan yang Wanita sangat cantik.
Aris dan Gina kemudian berjalan menuju pelaminan mereka akan menerima tamu yang sudah menyempatkan diri untuk hadir di acara berbahagia itu.
Tiba - tiba ntah ide dari siapa, terdengar suara MC memanggil dan membuat pengantin baru itu menatap tidak percaya ke MC pesta perkawinan mereka.
"Kepada kedua mempelai untuk turun kelantai dasar. Memamerkan dansa pertama mereka sebagai suami istri kepada para pengunjung" kata MC Sambil menatap kepada sepasang pengantin yang dari pagi sudah memamerkan senyum bahagia mereka.
Aris dan Gina kemudian turun dari pelaminan menuju lantai dansa. Dengan diiringi lagu romantis, Aris dan Gina mulai berdansa dengan eloknya. Mereka berdua nampak sedikit saling canggung, karena ini adalah dansa mereka yang pertama, makin canggung karena langsung dihadapan keluarga dan para tamu. Tidak berapa lama setelah mereka berdansa, Papi dan Mami Aris juga ikut berdansa, diikuti oleh Ayah dan Nana, serta Adhal dan Anggel. Kemudian diikuti oleh para tamu undangan. Akhirnya lantai dansa itu menjadi penuh oleh para pasangan pasangan yang ikut berbahagia dalam acara perkawinan Aris dan Gina.
"Sayang kita duduk yuk. Capek" kata Gina sambil melihatkan kepada Aris sepatu yang dipakainya memiliki tinggi 10cm.
"Yuk. Aku juga capek sekali. Rasanya pengen langsung tidur saja. Kenapa pula harus ada pesta sesi dua gini. Mami dan Nana bener bener ngerjai kita berdua" kata Aris sambil cemberut.
"Biarkan aja sayang. Paling penting mereka bahagia telah membuat pesta yang mewah untuk kita" ucao Gina sambil tersenyum kepada Aris.
"Setuju." Ucap Aris yang benar benar sudah lelah luar biasa. Diotak Aris yang ada sekarang hanya mandi, tukar baju, ambil bantal, peluk guling langsung tidur. Hal yang sama juga dipikirkan oleh Gina. Lamunan panjang mereka terpotong oleh suara MC yang kembali terdengar.
"Untuk acara terakhir adalah pelemparan buket bunga pengantin. Kata orang orang ya, ini kata orang bukan kata saya. Siapa yang mendapatkan buket bunga pengantin akan mengikuti jejak pengantinnya." ucap MC.
Gina kemudian membelakangi para tamu perempuan dan laki laki yang masih single. Gina dibantu Aris melemparkan buket bunga ketengah tengah orang yang berkumpul. Tanpa diduga bunga tersebut tersambut oleh Anggel.
"Yah Nana siap siap mengadakan resepsi sekali lagi" celetuk Ayah kepada Nana.
"Tenang, aku akan bantu kamu" jawab mami memberi dukungan kepada nana.
Kedua ibu ibu remping tersebut langsung ber tos ria. Mereka sangat kompak dalam urusan pesta. Apapun jenis pestanya.
Anggel yang mendapatkan buket bunga tersebut langsung menatap Afdhal dengan senyum cantiknya. Afdhal yang ditatap membalas dengan menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Terimakasih" kata Anggel dengan menggerakkan bibirnya.
Akhirnya dengan selesai pelemparan buket bunga kepada para pria dan wanita yang belum menikah, rangkaian acara pesta perkawinan hari itu selesai sudah. Acara berjalan dengan maksimal dan sangat tertib. Semua orang telah kembali ke kamar mereka masing masing. Begitu juga Aris dan Gina yang juga masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Mereka akan beristirahat