Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Rumah Utama Keluarga Soepomo


__ADS_3

Sari memarkirkan mobilnya tepat di pintu utama rumah keluarga Soepomo. Gina dan Sari turun dari dalam mobil. Gina melihat jam mewah yang melingkar indah di tangannya. Jam segini biasanya keluarga Soepomo sedang makan malam.


"Siap Gin?" kata Sari yang sudah akan mengetuk pintu utama rumah yang mewah dan megah itu.


"Siap selalu Sar." jawab Gina dengan penuh keyakinan. Gina sudah siap menghadapi peristiwa apapun. Dia tidak akan takut.


Sari mengetuk pintu ganda besar itu. Sari menunggu beberapa lama. Sari mengulang kembali mengetuk pintu besar tersebut. Barulah pada ketukan ke tiga kepala pelayan membuka pintu rumah besar itu. Betapa terkejutnya kepala pelayan melihat Gina berdiri dengan cantiknua di depan pintu rumah.


"Kenapa maid?" tanya Gina.


"Nyonya muda" kata Maid.


"Iya ini saya. Mami dan Papi dimana maid?"


"Tuan dan Nyonya besar ada diruang makan Nyonya Muda. Sedangkan Tuan Muda dan Tuan Bram masih pergi mencari Nyonya Muda." jawab Kepala Pelayanan.


Gian dan Sari melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah yang sudah lama ditinggalkan Gina dengan luka yang dibawanya pergi. Gina melihat fhoto pernikahannya dengan Aris yang masih berada di tempat yang sama. Fhoto keluarga Soepomo dan keluarga Wijaya yang masih terpampang didinding dengan sempurna.


Gina dan Sari melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Mereka akan bertemu dengan Mami dan Papi. Gina sampai di ruang makan, dia melihat mami dan papi sedang menyantap makan malam mereka dalam diam. Wajah wajah mereka memperlihatkan kesedihan dan beban berat yang sedang mereka tanggung.


"Mami" panggil Gina saat dia sudah melihat bagaimana keadaan Mami dan Papi.


Mami dan Papi yang mendengar suara yang sangat dirindui mereka memanggil mami, langsung mengangkat kepala mereka dan melihat ke arah pintu masuk ruang makan. Betapa terkejutnya Mami dan Papi saat melihat siapa yang berdiri di pintu masuk ruang makan itu. Mami dan Papi melongo tidak percaya melihat siapa yang berdiri di pintu masuk itu.


"Pi, apa benar itu Gina Pi? Mami nggak sedang berhalusinasi kan pi?" tanya Mami ke Papi yang sama terkejutnya dengan Mami.


"Papi juga ragu Mi. Apakah itu benar Gina atau hanya halusinasi kita berdua aja" jawab Papi.


Gina yang tau Papi dan Mami ragu dengan kedatangan dirinya langsung berjalan menuju meja makan. Gina tidak ingin Mami dan Papi menebak nebak apakah yang datang memang benar dirinya atau orang lain.


"Mami ini benar Gina, Mi Pi" kata Gina sambil melangkah maju.

__ADS_1


Mami yang sudah yakin itu memang benar menantu yang sangat dirinduinya langsung berlari menuju Gina. Mami merengkuh Gina ke dalam pelukannya. Menantu yang sudah dianggap anak kandung yang menghilang sudah lama itu akhirnya kembali pulang. Mami menangis sambil memeluk Gina. Gina pun menangis dalam pelukan Mami.


"Mi, bawa Gina duduk dulu Mi." kata Papi kepada Mami.


Gina langsung menuju Papi. Papi langsung merengkuh Gina ke dalam pelukannya. Papi sangat menyayangi Gina. Papi sangat merasa kehilangan saat Gina pergi dari rumah. Bagi Papi, Gina bukan hanya menantu tetapi juga sudah dianggap anak sendiri.


"Pi kita ke ruang keluarga aja Pi. Mami udah kenyang" kata Mami kepada Papi.


"Gina, kamu udah makan nak?" tanya Papi kepada Gina.


"Oh iya sayang maafkan mami. Kamu udah makan sayang?"


"Udah Mi. Aku udah makan" jawab Gina.


"Mami, Gina memang udah makan. Tapi saat mau berangkat ke sini Gina mengeluarkan semua makanannya tadi kembali" jawab Sari.


"Kalau begitu, mami buat puding mangga kesukaan kamu. Kita makan itu aja ya." kata Mami.


"Maid, tolong puding mangganya bawa ke ruang keluarga. Juga empat minum ya."


"Siap nyonya besar" jawab kepala pelayan.


Mami kemudian masuk kedalam ruang keluarga. Mami duduk tepat di sebelah Gina. Suasana canggung mulai terasa kembali. Mami dan Papi salang tatap, begitu banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan kepada Gina. Tetapi mereka ragu mau mulai dari mana. Gina yang melihat Mami dan Papi ragu untuk bertanya, akhirnya memutuskan dia yang harus menghapus kecanggungan ini.


"Mi, Pi, kalau ada yang mau ditanyakan kepada aku, silahkan Mi, Pi. Gina pasti akan jawab. Nggak usah canggung kayak gini Mi, Pi" kata Gina kepada Mami dan Papi.


"Sayang, selama ini kamu pergi kemana nak??? Semua yang mencari kamu, tidak satupun bisa menemikan dirimu sayang."


"Mi, Gina nggak pergi jauh. Gina hanya ke daerah X. Daerah yang berbatasan dengan ibu kota." jawab Gina.


"Tetapi kenapa mereka tidak bisa menemukanmu Nak? Malahan Daniel pelacak terhebat gank black jack sama sekali tidak bisa melacak keberadaan kamu" lanjut papi.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya Pi. Gina menutup semua akses untuk bisa menemukan Gina. Gina selalu berpindah pindah tempat. Gina juga tau kalau Papi meminta anggota Papi untuk mencari Gina kerumah peristirahatan Gina. Sebenarnya Papi sudah tepat menyuruh mereka mencari Gina ke sana. Tetapi sayangnya pergerakan anggota papi terlalu mencolok. Sehingga Gina bisa tau. Makanya Gina langsung pergi dari rumah itu" kata Gina menerangkan kenapa dia tidak bisa di temukan dirumah peristirahatan.


"Sayang, apakah makan kamu aman sayang? Apakah semua kebutuhan kamu selama itu terpenuhi sayang?" tanya Mami yang memiliki rasa bersalah yang sangat lyar biasa.


"Mami, semua kebutuhan aku tercukupi Mami. Sari dan Mira selalu mendukung ku. Mira aja baru pulang tiga hari yang lalu. Sedangkan Sari selama ini selalu bersama aku Mami." kata Gina kepada Mami dan Papi.


"Jadi?" tanya Papi melihat ke Sari.


"Pi, jangan marah kepada Sari. Sari hanya menuruti semua keinginan Gina. Gina hanya ingin mengambil waktu untuk diri Gina sendiri sebanyak banyaknya. Jadi Gina mohon kepada Papi dan Mami untuk tidak marah kepada Sari dan Mira. Mereka berdua adalah teman terbaik Gina. Mereka yang menjaga Gina selama ini" kata Gina yang melihat dari ekspresi Papi yang akan memarahi Sari dan Mira.


"Pi, Mi, Gina tau Gina salah karena sudah kabur dari masalah ini. Tapi mulai hari ini Gina akan menghadapi semua permasalahan ini dengan sikap dewasa"


"Sayang, kamu tidak salah sayang. Semua permasalahan terletak di anak bego itu yang mau maunya selingkuh dengan wanita nggak jelas itu " kata Mami sambil memainkan jari jemarinya.


"Gina, seharusnya yang meminta maaf adalah kami nak bukan kamu. Kamu tidak bersalah. Jadi Papi dan Mami memohon maaf dari kamu nak." kata Papi sambil menatap Gina.


"Pi, semua udah Gina maafin Pi. Gina sudah mau berdamai dengan semua keadaan yang ada. Gina tidak marah sama Papi dan Mami. Sekarang Gina hanya mau menyelesaikan masalah ini dengan suamiku. Gina hanya mau bertanya apa maunya sebenarnya."


"Gina melakukan semua ini bukan untuk pribadi Gina. Tetapi untuk kebaikan calon anak yang sedang Gina kandung. Gina hanya mau memberikan yang terbaik untuk anak ini. Nggak ada yang lain. Gina hanya ingin saat anak ini lahir dia punya keluarga yang lengkap. Jadi saat orang luar bertanya siapa ayah mu. Maka anak ini akan menjawab dengan bangganya Ayahku Aris Putra Soepomo. Hanya itu"


"Kalau Papi dan Mami bertanya apakah aku sudah memaafkan suamiku. Maka jawabannya tetap sama aku belum bisa memaafkan sepenuhnya. Aku cuma berusaha berdamai dengan keadaan yang ada. Aku hanya menjalani semuanya dengan ke ikhlasan." lanjut Gina.


"Sayang kamu kalau mau menangis teriak silahkan nak. Kami tidak melarang mu" kata Mami yang melihat Gina menahan rasa marahnya.


"Nggak Mi. Mami dan Papi tidak layak mendapatkan perlakuan Gina yang seperti itu. Gina udah bosan teriak, marah dan menangis. Gina sudah melalui semua itu Mi. Sekarang yang akan Gina lakukan hanya menjalani semua permainan yang ada di depan Gina. Gina tidak akan menangis lagi"


"Jadi Gina berharap sama Mami dan Papi, jangan ada lagi rasa tidak enak ke Gina. Kita hapud aja semua yang sudah pernah terjadi ini. Kita jalani saja semuanya dengan hati yang lapang."


"Gina berjanji dengan Mami dan Papi. Gina tidak akan ribut dengan suami Gina. Hal itu tidak baik bagi perkembangan anak yang Gina kandung."


"Makasi sayang, apapun keputusan kamu, kami mendukung kamu sayang" kata Mami selanjutnya.

__ADS_1


"Mami telpon Aris, suruh dia pulang katakan Gina sudah ada di rumah." kata Papi ke Mami.


__ADS_2