Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Orang Kaya Mah Bebas


__ADS_3

Aris dan Gina tertidur sangat lelap. Mereka sampai tidak sadar dengan keributan yang dicipatakan para pembersih rumah sakit yang hilir mudik di depan kamar mereka untuk membersihkan lorong rumah sakit. Semua ini adalah efek lelah yang diakibatkan oleh pertempuran mereka semalam. Apalagi bagi Gina yang keluar sampai tiga kali. Sebuah pertahanan yang harus dilakukan dengan sangat sempurna.


Gina terbangun dari tidurnya saat rembesan sinar matahari menerpa mata indahnya. Dia membuka matanya dengan perlahan, dan betapa terkejutnya Gina yang melihat Aris masih tertidur dengan memeluk dirinya dari semalam.


" Pantesan rasanya berat. Kiranya ada tangan Gajah yang ngimpit perut." kata Gina sambil menatap muka Aris dengan bahagia.


Gina menatap lama wajah pria yang sangat dicintainya dan juga pernah sangat membuat dia sakit. Tapi Gina berusaha berdamai dengan keadaan dan memberikan maaf yang sangat ikhlas untuk pria di depannya ini. Gina mengelus dengan perlahan wajah suaminya itu, dirasakan bulu jenggot suaminya sudah akan tumbuh.


" Sayang karena sibuk mengurusku kamu sampai lupa memotong jenggot mu sayang." kata Gina sambil mengusap jenggot yang hampir tumbuh.


Saat Gina terpesona dengan wajah suaminya, seorang suster dan bidan masuk ke dalam ruangan Gina. Mereka sebenarnya mau cek kondisi Gina sebelum dokter masuk untuk melakukan visit pasien.


Betapa terkejutnya suster dan bidan tersebut yang melihat Gina berbagi ranjang kecil itu dengan Aris. Menurut aturan rumah sakit, ranjang pasien hanya diperuntukkan bagi pasien, bukan bagi yang menunggui pasien.


" Maaf Nyonya, ranjang itu hanya bisa digunakan oleh Nyonya. Kenapa suami Nyonya juga ikut tidur di ranjang itu? Ini semua sudah menyalahi aturan rumah sakit Nyonya." kata Bidan tersebut kepada Gina.


" Saya tau sus, tetapi saya lebih nyaman kalau saya tidur di ketiak suami saya." kata Gina sambil mengusap pipi suaminya.


Suster dan Bidan yang melihat kemesraan sepasang suami istri ini ingin muntah, tapi apalah daya mereka berdua.


Tiba tiba saja saat semua tenang, Aris mengigau dalam mimpinya.


" Sayang jangan tinggalkan aku sayang. Aku sangat mencintai kamu sayang. Kembali kepadaku sayang." ucap Aris dalam tidurnya.


Gina yang melihat suster dan bidan masih berada di sana langsung mengusir mereka berdua. Gina tidak mau semua yang dikatakan Aris didemgar oleh orang lain. Gina hanya ingin dia sendiri yang menikmati ucapan kebenaran dari dalam hati Aris.


" Sayang aku di sini sayang. Aku nggak kemana mana." kata Gina sambil mengecup bibir Aris.


Aris yang merasa bibirnya di kecup seseorang langsung membuka matanya. Dia melihat Gina berada di dalam pelukannya.


" Aku mencintaimu." ucap Aris sambil mengecup bibir Gina.


" Aku juga mencintaimu." balas Gina dan mengecup bibir Aris.


Gina kemudian kembali masuk ke dalam pelukan Aris. Gina tidak ingin bangun ataupun keluar dati pelukan Aris. Aris kembali memeluk Gina dengan sangat erat. Dia suka Gina yang seperti ini, Gina yang kembali sepererti dulu lagi, Gina yang kembali mesra dan manja kepada dirinya. Gina yang selalu hobby berada di bawah ketiaknya setiap kali habis bercinta.


Mereka berdua kembali tertidur lelap. Mereka tidak memikirkan kalau sebentar lagi dokter akan melakukan visit pasien. Aris sebenarnya tidak tidur. Dia hanya menatap Gina yang sudah kembali tertidur lelap. Aris tidak ingin saat dokter datang, mereka melihat Aris dan Gina berpelukan di atas ranjang rumah sakit. Aris tau ini sudah melanggar aturan. Seandainya ini adalah rumah sakit Soepomo, Aris tidak akan segan kepada semua orang. Tapi ini adalah rumah sakit orang lain, Aris tidak ingin menjafi trending topic bagi semua dokter, bidan dan suster rumah sakit ini.


Aris kemudian baranjak dari ranjang. Dia harus membersihkan dirinya dahulu sebelum dokter datang. Sisa sisa bercinta mereka masih ada di badan Aris. Semua sudah terasa sangat lengket. Selesai mandi Aris membangunkan Gina.

__ADS_1


" Sayang bangun, aku mau bersihkan badan kamu sayang." kata Aris sambil membangunkan Gina.


Gina menggeliat dalam tidurnya. Akhirnya Gina bangun juga dari tidurnya, dia membuka matanya setelah menggeliat dengan puas.


" Ada apa sayang?" tanya Gina.


" Sini aku bersihin badannya. Nggak mungkin nnti dokter visit bau kamu bau habis bercinta sayang." kata Aris sambil mengambil air panas dan handuk kecil untuk mengelap badan Gina.


" Hahahahaha. Bener juga ya sayang. Tapi aku nggak mau dia meriksa badan aku sayang." kata Gina yang sudah membuka bajunya.


"Kenapa?" tanya aris.


" Hasil karya mu banyak bertebaran sayang." jawab Gina sambil tersenyum mesum.


" Hahahaha." Aris tertawa mendengar jawaban dari Gina.


" Siapa suruh punya badan begitu menggoda. Selanjutnya ya terserah saya." lanjut Aros menjawab pertanyaan Gina.


Aris mengelap badan Gina dengan handuk panas. Dia membersihkan badan Gina sampai bersih dan wangi sabun mandi. Aris juga memakaikan handbody ke seluruh badan istrinya itu. Selesai dengan ritual perawatan, Aris memakaian baju Gina kembali. Aris juga menyisirkan rambut Gina. Gina benar benar dimanja oleh Aris.


" Efek dapat jatah begitu banget ya sayang. Semuanya dibantuin." kata Gina sambil tersenyum penuh makna ke Aris.


" Nggak ada, jawab Gina."


" Sayang kapan aku bisa lepas infus sayang. Aku udah gerah nggak bisa jalan jalan ke luar." kata Gina yang menatap infus di tangannya.


" Nanti kita tanya. Sekarang kamu duduk, aku suapin sarapan." kata Aris menyuruh Gina untuk duduk kembali di ranjang.


Gina kembali duduk, Aris menyuapinya sarapan. Aris begitu telaten mengurus Gina. Aris menyuapi Gina dengan begitu rapi.


" Selesai." kata Aris.


" Aku kerja bentar ya. Tadi Bram ngirim berkas yang harus aku periksa dan ditandatangani. Tu di tunggu sopir di luar." kata Aris sambil meletakan piring sarapan Gina.


Gina menganggukkan kepalanya. Dia meraih remot televisi dan memutar berita terbaru.


Tok tok tok


Bunyi suara pintu di ketuk.

__ADS_1


" Masuk" jawab Gina.


Dokter Ranti dan seorang suster masuk ke ruang rawat Gina.


" Wah sepertinya Nyonya Gina udah baikan. Sarapan juga habis." kata dokter Ranti.


" Iya dok. Saya merasa badan saya sudah kembali sehat. Dokter boleh saya minta sesuatu?" tanya Gina.


" Apa itu Nyonya?"


" Saya mau infus ini di lepas dokter. Saya mau melihat suasana luar." jawab Gina.


" Baiklah nanti setelah saya meriksa kondisi Nyonya, infusnya akan saya buka." kata dokter Ranti.


" Silahkan berbaring Nyonya." perintah dokter Ranti kepada Gina.


" Dokter nggak usah periksa saya. Saya udah baikan dok." kata Gina.


Gina tanpa sadar memindahkan rambutnya yang di leher ke belakang bahu. Dokter Ranti melihat tanda cinta di leher putih Gina. Dokter Ranti langsung paham kenapa Gina tidak mau di periksa.


" Sepertinya Nyonya memang sudah sehat. Suster tolong lepas infus Nyonya Gina." kata dokter Ranti yang berusaha menahan senyumnya.


Suster membuka infus itu. Mereka bekerja sambil menahan ketawa. Jangan sampai mereka tertawa di depan pemilik rumah sakit ini.


" Selesai Nyonya. Sepertinya besok siang Nyonya sudah bisa pulang. Saya sudah sangat yakin Nyonya sudah sehat." kata dokter Ranti.


" Terimakasih dokter. Saya sangat senang mendengar berita ini." kata Aris yang sudah berada di samping Gina.


" Sama sama Tuan, Kami permisi dulu." kata dokter.


" Dokter, tunggu bentar. Apakah saya boleh jalan jalan ke luar kamar?" tanya Gina yang memang sudah luar biasa jenuh.


" Bisa Nyonya. Tidak apa apa." jawab dokter Ranti yang sudah tidak tahan untuk keluar dari ruangan itu.


" Baiklah Nyonya, Tuan. Kami permisi kembali keruangan dulu." lanjut dokter Ranti.


Mereka berdua langsung tertawa terbahak bahak saat sampai di ruangan dokter Ranti.


" Orang kaya mah bebas sus." kata dokter Ranti.

__ADS_1


" Setuju dok." jawab suster.


__ADS_2