Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Pertemuan Dua Keluarga Besar


__ADS_3

Pagi hari di rumah utama Soepomo, Papi dan Mami serta Bram sudah duduk di meja makan. Gina yang baru selesai bersiap siap untuk berangkat kerja dan sudah menyiapkan memtalnya untuk diinterograsi Afdhal. Gina hari ini memakai stelan kantor berwarna pink. Gina melengkapi penampilannya dengan riasan natural dan memakai sepatu flat berwarna pink. Gina sepertinya harus belanja sepatu. Selama ini dia lebih banyak mengkoleksi sepatu berhak tinggi. Setelah yakin dengan penampilannya Gina turun menuju ruang makan.


"Sayang, kamu mau ke kantor?" tanya Mami.


"Iya Mi. Semalam Ayah nelpon minta Gina untuk ke kantor uda. Ada apa Mi?" tanya Gina yang pura pura lupa kalau Aris pulang dari rumah sakit hari ini.


"Oh nggak ada sayang" raut wajah Mami langsung berunah sedih. Aris sudah menjadi tidak berarti lagi dalam hidup Gina.


"Ada apa Mi. Mami kenapa langsung terlihat bersedih. Apa Gina melupakan suatu hal? Kalau iya katakan saja Mami"


"Eeeeeee hari ini Aris keluar dari rumah sakit Gin" jawab Mami.


"Oh ya maafkan Gina Mami. Gina lupa. Baiklah Gina akan menghubungi Ayah meminta Ayah saja yang ke sini dengan Nana, karena menantu mereka baru keluar dari rumah sakit" kata Gina dengan nada yang biasa saja. Sedangkan Papi dan Mami yang mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Gina sungguh merupakan ungkapan kekecewaan Gina.


Gina mengambil ponselnya dari dalam tas kerjanya. Dia harus menghubungi Ayah untuk membatalkan pertemuan makan siang mereka. Baru pada deringan pertama Ayah sudah mengangkat panggilan telpon dari Gina.


"Hallo Assalamualaikum Ayah"


"Waalaikum salam sayang. Ada apa menghubungi Ayah pagi pagi?" tanya Ayah yang curiga ada apa Gina menghubunginya pagi pagi sekali.


"Gini Ayah, Gina mau meminta maaf dan meminta Ayah, Nana dan Uda untuk datang ke rumah sini nanti siang."


"Loh ada apa Gin? Apa terjadi sesuatu lagi dengan kamu? Kalau iya pulang ke rumah kita saja nak." kata Ayah yang memang sudah kehilangan kepercayaan untuk keluarga Soepomo.


"Nggak Ayah. Ayah jangan berpikiran negatif. Hari ini uda Aris keluar dari rumah sakit" jawab Gina sambil tersenyum bahagia.


"Maksud kamu sayang?" tanya Ayah yang memang tidak tau kalau Aris kecelakaan. Tidak satupun orang luar yang mengetahui berita itu.


"Nanti Gina ceritakan Ayah. Sekarang yang terpenting Ayah, Nana dan uda Afdhal langsung ke sini sebelum jam makan siang. Gina akan memasak makanan spesial." kata Gina yang sudah membayangkan akan memasak makanan apa.


Mami yang mendengar Gina akan memasak membayangkan Gina akan memasak masakan spesial untuk Aris. Mami langsung tersenyum bahagia. Akhirnya Gina mau membuatkan sesuatu untuk Aris.


"Baiklah Gin, kami semua akan ke situ saat jam makan siang. Kamu jangan kecapekan ya sayang" perintah Ayah.


"Siap Ayah. Assalamualaikum Ayah"


"Waalaikum salam sayang" jawab Ayah sambil lengsung memutuskan sambungan telpon dengan Gina.


KEDIAMAN WIJAYA


"Ada apa Yah? Kenapa adik telpon pagi pagi? Apa dia dilarang untuk bekerja?" tanya Afdhal yang memang makin posesif dengan Gina.


"Nggak, tadi adik ngasih tau kalau kita semua harus ke rumah utama Soepomo." jawab Ayah dengan nada tenang.


Ayah yang menjawab dengan nada yang biasa saja baru membuat Afdhal yakin adiknya tidak apa apa di rumah utama Soepomo.


"Ada apa Ayah?" sekarang Nana yang bertanya karena dari tadi kesempatan Nana bertanya diambil terus oleh Afdhal yang memang sangat sayang ke Gina.

__ADS_1


"Kata Gina hari ini Aris keluar dari rumah sakit" jawab Ayah.


"Kenapa?" tanya balik Nana yang kesal Ayah menggantung jawabannya.


"Ya. Aris dan mobilnya masuk ke dalam jurang di daerah X saat melakukan pencarian Gina. Cerita lengkapnya Ayah belum tau. Gina belum sempat cerita"


"Kalau begitu kita berangkat pagi ini aja" lanjut Nana yang tidak sabaran ingin bertemu Gina.


"Mana bisa Nana. Kita diminta Gina berangkat kesana pas jam makan siang. Gina akan memasak katanya"


"Oh tidak. Nana akan kesana nanti jam sepuluh. Gina tidak boleh masak sendirian. Putri Nana sedang hamil muda" jawab Nana dengan nada yang tidak bisa di bantah lagi.


"Oke" jawab Ayah dan Afdhal.


RUMAH UTAMA SOEPOMO


"Gimana Gin? Apa Ayah dan yang lainnya bisa ke sini?" tanya Mami yang sangat ingin menjalin kembali tali silaturahmi yang sempat putus karena kelakuan Aris.


"Mau Mi. Mereka ingin melihat Gina dan Uda Aris" jawab Gina.


"Sekarang kita sarapan setelah itu berangkat ke rumah sakit." kata Papi yang memberikan instruksi.


"Pi, Mi, Gina nggak ikut ya. Mami dan Papi tau sendirilah bagaimana Gina di rumah sakit kemaren" kata Gina kepada Papi untuk menolak ikut menjemput Aris.


Gina tidak mau sepanjang jalan dia harus duduk berdua di belakang dengan Aris. Gina harus meminimalkan berdua dengan Aris. Cukup hanya di kamar saja mereka Gina harus berdua dengan Aris.


"Kamu boleh memasak sayang tetapi tetap dibantu oleh maid ya. Jangan sendirian." Mami tidak ingin Gina merasa dilarang mengenai hal apapun.


"Baiklah Mi. Gina janji nggak akan kecapekan" jawab Gina.


Gina sengaja memilih kegiatan memasak. Jadi saat nanti keluarganya pulang dia bisa beralasan capek dan lelah ingin beristirahat. Semua sudah disusun rapi di otaknya. Gina juga harus mencari tahu berita tentang anggota genk mafia black jack yang sudah berani mencelakai keluarganya dan berkhianat kepada Papi dan Mami.


Tak terasa karena makan sambil bercerita sesuatu yang sangat jarang dilakukan keluarga Soepomo, sarapan pun selesai. Papi dan Mami pamit untuk pergi ke rumah sakit. Sedangkan Bram akan pergi ke kantor utama Soepomo.


Gina yang tidak jadi ke kantor hari ini lebih memilih naik ke kamar dan mengganti pakaiannya dengan mididress. Gina berencana akan santai sejenak dan melanjutkan menulis novelnya di platform ternama. Tulisannya sempat pending selama dia pergi dari rumah utama. Gina membuka aplikasi tersebut ternyata sudah banyak para penbaca setianya inbox untuk Gina melanjutkan tulisannya. Gina terlihat sangat serius di depan laptop. Tak terasa hari sudah pukul sembilan saatnya menyiapkan makanan untuk menu makan siang. Gina akan memasak berbagai jenis makanan favorit keluarga besarnya. Minimal Gina akan memasak sembilan jenis masakan.


Gina mematikan laptopnya, dia kemudian menuju dapur. Terlihat seorang maid sudah menunggu Gina di dapur, dia memang berjanji dengan maid untuk memasak hari ini.


"Bisa kita mulai maid?"


"Bisa nyonya. Masakkan dia" kata maid yang memang masih muda itu.


Gina mengeluarkan bahan bahan yang akan dimasak untuk masakan pertamanya. Gina akan memasak cumi goreng tepung saus padang.


"Maid, kamu bersihkan udangnya, saya yang akan memasak dan menyiapkan bumbunya" perintah Gina.


Gina tidak ingin maid menyiapkan bumbu atau yang mengolah masakan. Gina hanya memperbolehkan maid mencuci atau memotong dan membuka bumbu yang diperlukan.

__ADS_1


Gina membuat bumbu masakannya dengan sangat lihat. Para maid yang sedang tidak bekerja memperhatikan Gina yang luwes berada di dapur. Gina tidak terlihat sebagai seorang Nyonya dari keluarga nomor satu ibu kota dan juga tidak terlihat sebagai nona keluarga Wijaya. Gina hari ini akan memasak sembilan menu. Semua harus selesai tepat pukul dua belas siang. Tepat pukul dua belas lewat lima belas semua masakan Gina sudah selesai. Gina dibantu beberapa orang maid menata semua makanan itu di meja makan yang biasa dipakai untuk menjamu keluarga besar. Meja makan yang sangat panjang. Gina juga sudah mengajak Sari, Mira, Bayu dan juga Anggel kekasih Afdhal untuk datang ke rumah utama. Makanya Gina memasak begitu banyak menu makan siang.


Setelah semuanya terhidang dengan rapi dan menarik di meja makan. Gina pergi ke kamarnya untuk membersihkan baunya yang sudah bwrsahabat dengan bau bawang dan minyak goreng panas. Gina hari ibi memilih memakai mididress berwarna biru muda. Warna yang sangat indah melekat di kulitnya yang putih bersih. Gina memoles wajahnya dengan makeup natural favoritnya. Karena tidak ada sepatu flat yang senada dengan warna bajunya. Gina memilih memakai sandal dari merk terkenal berlogo H tersebut.


"Sepertinya memang harus belanja ini. Nggak mungkin aku ke kantor memakai sandal. Berapapun mehongnya dia tetap sandal" kata Gina berkomat kamit sendirian.


"Oh ya apa kabar dengan pencarian itu" Gina yang penasaran mengambil ponselnya di atas nakas.


Dia langsung memanggil Rudi yang mengepalai pencarian terhadao anggota black jack.


"Hallo Nona" jata Rudi


"Rudi, bagaimana dengan pengejarannya?" tanya Gina langsung ke intinya.


"Siap Nona, target sudah ditemukan dan akan dilakukan penangkapan. Nona tenang saja, tiga hari ke depan kami akan sampai kembali di ibu kota" jawab Rudi.


"Rud. kamu telpon Steven minta dia jemput dengan boung. Jangan pakai mobil. Saya takut nanti ada yang berniat jelek. Lebih aman kamu naik boing."


"Baiklah Nona, saya akan menghubungi Steven saat target udah saya tangkap" jawab Rudi.


"Oke"


Gina memutuskan sambungan telponnya. Arena bermainnya akan dimulai besok. Dia sudah lama tidak bermain.


"Nyonya Muda, keluarga Wijaya sudah ada di ruang tamu Nyonya" kata seorang maid memberitahukan kedatangan keluarganya.


"Baiklah maid saya akan turun" kata Gina sambil langsung keluar dari kamarnya dan menuju keluarga besarnya.


"Nana" teriak Gina saat melihat Nana yang duduk di sofa.


"Sayang, maafin Nana tadi niatnya akan ke sini pagi hari. Eeee ternyata ada bapak bapak manggok karena Nana lupa masangin dasi." kata Nana sambil melirik Ayah.


"Hahahaha. Kebiasaan ya Na"


"Huuh" jawab Nana sambil tersenyum.


Mereka duduk di sofa sambil mengobrol. Maid meletakkan minuman dan cemilan ringan yang telah disiapkan Gina. Saat mereka asik mengobrol ringan keluarga besar Soepomo datang bersamaan dengan Sari, Mira dan Bayu. Sedangkan Anggel datang bersamaan dengan keluarga Wijaya.


"Nana" kata Mami sambil memeluk Nana.


"Mami"


"Tuan Soepomo" sapa Ayah.


"Tuan Wijaya" jawab Papi.


Keluarga besar itu saling bercerita dan saling berbagi informasi tentang semua hal. Mereka sudah kembali menjadi keluarga yang seperti dulu. Mereka sama sama membuang ego masing masing. Apalagi keluarga Wijaya. Mereka memilih mengalah dan tidak memperpanjang masalah yang ada.

__ADS_1


__ADS_2