
Ghina sepertinya benar benar marah sama aku" kata Aries saat dirinya bangun masih tidak ada Ghina di dalam kamarnya.
Aries memilih untuk membersihkan badannya ke dalam kamar mandi. Dia akan pergi ke perusahaan untuk mencek beberapa dokumen yang sudah di taruh di atas meja kerjanya oleh asisten.
Setelah selesai membersihkan badannya dan mengambil pakaian dari lemari pakaian nya sendiri, Aries berjalan keluar dari kamar. Dia berharap Ghina akan dilihatnya di ruang makan. Sayangnya apa yang diharapkan oleh Aries tidak terjadi. Ghina sama sekali tidak ada di ruang makan. Ruang makan itu terlihat kosong dan sama sekali tidak ada kehidupan di sana. Meja makan mmang sudah terisi makanan untuk dinikmati oleh semua anggota keluarga. Tetapi anggota keluarga itu sendiri tidak ada di sana. Ruang makan itu beneran kosong, dingin dan tidak ada suara apapun.
"Selamat pagi Tuan besar" ujar kepala pelayan menyapa Aries yang sudah duduk di kursi yang biasa ditempatinya
"Kemana yang lain?" tanya Aries
Aries terpaksa menanyakan dimana keberadaan anggota keluarganya yang lain kepada kepala pelayan. Aries berharap kepala pelayan mengatakan kalau anggota keluarganya belum ada yang turun untuk menikmati sarapan pagi itu.
"Maaf Tuan besar. Semua orang telah berangkat ke tempat kerja mereka masing masing" ujar kepala pelayan memberitahukan dimana anggota keluarganya yang lain.
"Ghina kemana?" tanya Aries.
"Nyonya besar juga pergi tadi Tuan besar. Nyonya besar mengatakan kalau dia akan ke perusahaan. Dia ada janji temu dengan klient" ujar kepala pelayan memberitahukan dimana keberadaan Ghina sekarang
"Baiklah terimakasih" ujar Aries.
Aries memasang kembali jas kerja yang tadi di lepasnya untuk menikmati sarapannya. Kepala pelayan yang melihat apa yang dilakukan oleh Aries hanya diam saja. Dirinya sama sekali tidak ingin bertanya.
"Saya jalan dulu" kata Aries.
Aries melangkahkan kakinya dengan berat meninggalkan mansion tersebut. Ini adalah kali pertama Ghina tidak mengantarkannya sampai ke depan pintu mansion, biasanya setiap kali Aries akan pergi, maka Ghina akan mengantarkan Aries sampai depan pintu keluar mansion.
"Kasihan sekali Tuan besar. Di usianya seperti sekarang, dia masih egois dan membuat semua keluarganya menjauh dengan sendirinya" kata kepala pelayan merasa kasihan melihat ke arah Aries.
Aries sama sekali tidak menyesal dengan apa yang telah terjadi. Dia berjalan dengan gagahnya keluar dari mansion.
"Kalau mereka marah silahkan. Aku tidak melarang. Apa yang aku katakan kemaren adalah sebuah kebenaran. Mereka yang menutup mata atas kebenaran yang aku katakan" kata Aries berusaha menghibur dirinya sendiri.
Aries masuk ke dalam mobil. Kali ini dia sudah mengatakan ke sopirnya kalau dia tidak membutuhkan sopir khusus hari ini, jadinya Aries mengemudikan mobilnya sendiri menuju perusahaan.
__ADS_1
Ghina yang mendengar suara mobil Aries sudah keluar dari mansion, memilih untuk keluar dari dalam kamarnya. Ghina berjalan menuju ruang makan.
"Apa anak anak sudah pergi semua?" tanya Ghina kepada kepala pelayan.
"Sudah Nyonya besar." jawab kepala pelayan.
"Kapan mereka pergi? Apa mereka tidak sarapan?" tanya Ghina saat melihat semua makanan masih dalam kondisi utuh.
"Maafkan saya Nyonya besar, Tuan dan Nona muda tidak ada yang sarapan. Kata mereka semua, mereka akan makan di perusahaan saja" kata kepala pelayan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Tuan dan Nona muda mereka kepada Ghina
"Frenya bagaimana?" tanya Ghina yang ingat dengan putri tunggalnya itu.
Putri yang semalam hatinya terluka oleh perkataan dari Aries. Ghina sudah bisa merasakan luka yang diderita oleh Frenya. Luka yang secara sadar ditorehkan oleh Daddy nya. Padahal Ghina sangat tau kalau Aries adalah pria favorit Frenya. Malahan Frenya pernah mengatakan kepada Ghina kalau dia akan mencari suami yang sifatnya mirip seperti Aries.
"Nona Frenya sudah berangkat dengan Tuan Juan pagi tadi Nyonya" jawab kepala pelayan memberitahukan kepada Ghina kalau Frenya juga sudah meninggalkan mansion.
"Apa mereka membawa koper atau sejenisnya?" tanya Ghina mencari tau melalui kepala pelayan.
"Tuan Juan dan Nona Frenya hanya membawa tas kerja mereka saja" kata kepala pelayan menyampaikan kondisi Frenya dan Juan yang dilihatnya daat mereka berdua pergi meninggalkan mansion tadi pagi
"Kamu yakin kalau Juan dan Frenya tidak ada membawa barang barang mereka?" tanya Ghina mengulang kembali pertanyaannya kepada kepala pelayan.
"Sangat yakin sekali Nyonya besar" jawab kepala pelayan.
"Kalau Nyonya tidak percaya dengan saya, bagaimana kalau kita pergi melihat ke kamar Nona Frenya" ujar kepala pelayan memberikan solusi kepada Ghina untuk melihat langsung ke kamar Frenya barang barang milik Frenya masih berada di tempatnya.
"Kamu ikut dengan saya" kata Ghina mengajak kepala pelayan masuk ke dalam kamar Frenya untuk melihat apakah barang barang milik Frenya dan Juan masih ada di tempatnya atau sudah mereka pindahkan tadi malam ke mobil.
"Siap Nonya besar" ujar Kepala pelayan menyetujui permintaan Ghina.
Ghina berdiri kembali dari posisi duduknya. Mereka berdua kemudian berjalan menuju lantai tiga. Ghina sengaja tidak menggunakan lift karena ingin memastikan Juan dan Frenya tidak menaruh koper mereka di bagian lain mansion.
Ghina dengan pelan membuka pintu kamar Frenya. Ghina dan kepala pelayan berjalan masuk ke dalam kamar Frenya. Kamar itu terlihat rapi, tidak ada tanda tanda kalau ada barang yang hilang atau berpindah tempat di kamar itu
__ADS_1
"Maaf Nyonya besar, sepertinya barang barang milik Nona Frenya masih berada di tempatnya" ujar kepala pelayan yang sudah melihat kesemua tempat.
Suasana kamar itu masih rapi, peralatan makeup Frenya masih berada di tempatnya. Malahan sisir yang tadi pagi di pakai oleh Frenya masih berada di situ.
"Coba lihat kamar bersih bersih mereka, apa pakaian mereka masih lengkap" ujar Ghina yang mencurigai kalau kamar ganti Juan dan Frenya isinya sudah berkurang.
Kepala pelayan dan Ghina berjalan masuk ke dalam ruang bersih bersih Frenya dan Juan. Mereka membuka pintu ruangan itu hal pertama yang dilihat Ghina adalah tempat penyimpanan koper milik Frenya dan Juan. Ghina dan kepala pelayan melihat kamu koper di sana masih utuh, tidak ada yang kurang satupu. Ghina juga yakin kalau Frenya tidak ada membeli koper dalam beberapa bulan ke belakang. Jadi sudah bisa dipastikan kalau koper yang ada di almari itu tidak ada yang berkurang.
Ghina kemudian membuka almari pakaian Frenya. Ghina melihat kalau almari itu tersusub dengan rapi. Tidak ada bagian almari yang berkurang isinya. Setelah meyakinkan dirinya kalau pakaian Frenya tidak ada yang kurang, Ghina dan kepala pelayan membuka almari pakaian Juan, mereka berdua juga melihat hal yang sama di sana, tidak ada pakaian milik Juan yang berkurang, semua masih lengkap dan utuh
"Nyonya besar, semuanya masih utuh dan lengkap" kata Kepala pelayan menyampaikan hasil dari pemeriksaan mereka berdua.
"Perhiasan Frenya" ujar Ghina yang ingat dengan perhiasan putrinya itu.
Ghina melihat kalau semua perhiasan milik Frenya masih berada di tempatnya. Tidak ada perhiasan yang berkurang. Mereka masih mengisi penuh etalase tempat Frenya menyimpan semua perhiasannya dan juga koleksi jam dirinya dan Juan
"Baiklah bik, semuanya sudah dalam posisi lengkap tidak ada yang berkurang. Mari kita keluar" ujar Frenya mengajak kepala pelayan untuk berjalan keluar dari dalam kamar pribadi Frenya.
Ini adalah kali pertama Ghina masuk ke dalam kamar Frenya semenjak Frenya ya menikah dengan Juan.
"Ayo bik kita keluar" ujar Ghina mengajak kepala pelayan untuk keluar dari kamar Frenya.
Ghina sekarang sudah sangat lega sekali. Frenya yang dikira Ghina akan pergi dari mansion ternyata tidak. Frenya hanya pergi ke perusahaan Juan. Ghina sangat bahagia melihat hal itu.
Ghina kemudian kembali menuju ruang makan, dia akan menikmati sarapannya setelah pikirannya sekarang menjadi tenang. Ghina sangat yakin kalau Frenya tidak akan pergi dari mansion setelah melihat keadaan kamar Frenya tidak ada yang hilang satupun.
'Uda, jangan stres. Nana sudah pastikan kalau semua barang barang milik Frenya ada lengkap di kamar' bunyi pesan chat yang dikirim oleh Ghina kepada Daniel
'Syukurlah Na, kalau semua barang barang milik Frenya lengkap di kamar. Jadi kita tidak akan panik nantinya' balas Daniel.
"Aku sangat tidak percaya" kata Daniel dengan pelan.
Dia ingin menghubungi Frenya, tetapi entah kenapa Daniel enggan melakukan hal itu. Daniel ingin memberikan Frenya privasi yang laur biasa besar. Daniel tidak ingin mengganggu Frenya.
__ADS_1